• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lingkungan Hidup

Dalam dokumen RKPD Tahun 2022 - BAPPELITBANGDA Purbalingga (Halaman 124-129)

Penduduk 1.011.425

F. Lingkungan Hidup

Untuk menilai kondisi lingkungan hidup di Kabupaten Purbalingga, dengan melihat Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). IKLH merupakan gambaran atau indikasi awal untuk memberikan kesimpulan dari suatu kondisi lingkungan hidup pada periode tertentu. Kriteria yang digunakan untuk menghitung IKLH adalah :

55

79,35 79,75 80,09 100

50

70 66,28 66,85

79 80,1

79,35 79,75 80,09

62,66 80,1

63,07 63,81 64,98

67,72

2016 2017 2018 2019 2020

Persentase Bidang Tanah Pemda Bersertifikat

Persentase Luas Tanah Pemda yang Dimanfaatkan

Persentase penandaan tanah- tanah milik pemerintah daerah Persentase penyelesaian proses pengadaan tanah pemerintah daerah

RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022

II - 100 IKLH = (0,376 x IKA) + (0,405 x IKU) + (0,219 x IKTL)

1) Kualitas Air, yang diukur berdasarkan parameter-parameter TSS,

DO, BOD, COD, Total Fosfat, Fecal Coli dan Total Coliform.

2) Kualitas Udara, yang diukur berdasarkan parameter-parameter S02 dan N02;

3) Kualitas Tutupan Lahan, yang diukur berdasarkan luas tutupan lahan dan dinamika vegetasi.

Proporsi pembobotan untuk IKLH terdiri dari 30% IKU, 30% IKA dan 40% IKTL. Namun dalam perkembangannya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan perubahan format perhitungan didasarkan diskusi di antara 27 pakar. Dengan pertimbangan bahwa kualitas udara dan kualitas air sangat berpengaruh secara riil pada kualitas lingkungan, maka mulai tahun 2020 disepakati rumus baru IKLH sebagai berikut:

Perhitungan IKLH di Kabupaten Purbalingga dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir dimana pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2020, IKLH mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. IKLH tahun 2018 senilai 54,15 lalu meningkat menjadi 66,68 di tahun 2019 dan tahun 2020 mencapai 67,91. IKLH tahun 2018-2019 menggunakan rumus lama, sedangkan tahun 2020 sudah menggunakan pembobotan rumus baru. Secara umum, IKLH dengan nilai > 60 dan < 70 mempunyai predikat cukup baik.

Sumber: DLH Kab. Purbalingga, 2021

Gambar 2. 70. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Kabupaten Purbalingga Tahun 2018-2020

Beberapa penjelasan komponen IKLH di Kabupaten Purbalingga yaitu sebagai berikut:

1. Kualitas Air

Pengukuran kualitas air yang dilakukan di wilayah Kabupaten Purbalingga hanya pada kualitas air sungai Sampel sungai yang diukur telah

54,15

66,78 67,91

0 10 20 30 40 50 60 70 80

2018 2019 2020

RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022

II - 101

mewakili sungai yang melintas di bagian utara, timur, selatan dan barat di Kabupaten Purbalingga yang diambil di bagian hulu, menengah dan hilir.

Adapun sampel air yang diukur antara lain di musim dan sungai sebagai berikut: musim kemarau (Sungai Gintung, Sungai Gemuruh) dan musim penghujan (Sungai Klawing dan Sungai Gringsing).

Nilai Indeks Kualitas Air (IKA) sungai Kabupaten Purbalingga terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. IKA tahun 2018 ada di angka 68, lalu menurun menjadi 46,67 di tahun 2019 dan terus menurun di tahun 2020 menjadi 43,33. Turunnya IKA dipengaruhi oleh kondisi status air sungai di Kabupaten Purbalingga. Total terdapat 6 titik sungai yang memiliki status sungai cemar berat yaitu Sungai Gemuruh Hulu, Sungai Gemuruh Tengah, Sungai Gemuruh Hilir, Sungai Gintung Hulu, Sungai Gintung Tengah dan sungai hulu gringsing. Pengmbilan sampel sungai Gemuruh dan Gintung dilakukan pada saat musim kemarau, sementara sungai Gringsing dan Klawing di lakukan pada saat musim penghujan.

Parameter yang melebihi baku matu pada sungai dengan status cemar berat adalah parameter zat padat tersuspensi, COD, BOD, DO, Fosfat, Total Coliform, Total Fecal Coli. Perdasarkan parameter tersebut ada 2 faktor utama yang mempengaruhi kondisi status sungai yaitu kegiatan pemukiman (feses, urin dan detergen) dan pertanian (pestisida dan pupuk kimia).

Pontensi sumber pencemar lainnya berasal dari kegiatan perindustrian dan fasilitas kesehatan.

Sumber: DLH Kab. Purbalingga, 2021

Gambar 2. 71. Indeks Kualitas Air (IKA) di Kabupaten Purbalingga Tahun 2018-2020

2. Kualitas Udara

Berdasarkan perhitungan Indeks Pencemaran Udara pada tahun 2019, Kabupaten Purbalingga termasuk dalam kategori baik hingga sangat baik dengan rerata nilai 82,14 dengan rerata sangat baik, pada setiap titik sampling Wilayah Kabupaten Purbalingga yang telah berkembang dinamis, menghasilkan inspirasi pada warganya untuk mengadakan berbagai macam aktivitas guna memenuhi kebutuhan manusia. Aktivitas tersebut antara lain

68

46,67 43,33

2018 2019 2020

RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022

II - 102

adanya industri pengolahan kayu, pengolahan rambut palsu transportasi yang semakin ramai dll. Di samping telah berhasil mengurangi tingkat pengangguran dan menghasilkan produk yang bermanfaat untuk kehidupan manusia, kegiatan tersebut juga telah meningkatkan perputaran roda ekonomi masyarakat, menjadi pemicu munculnya berbagai macam sumber pendapatan masyarkat, dan perluasan penggunaan sumberdaya alam. Di sisi lain, berbagai aktivitas tersebut juga berpengaruh pada kualitas udara.

Sumber: DLH Kab. Purbalingga, 2021

Gambar 2. 72. Indeks Kualitas Udara (IKU) di Kabupaten Purbalingga Tahun 2018-2020

Perhitungan nilai Indeks Kualitas Udara (IKU) dari hasil passive sampler dilakukan di 4 lokasi yang mewakili industri, pemukiman, transportasi, dan perkantoran. Berdasarkan data hasil passive sampler di empat lokasi, diketahui bahwa hasil di seluruh titik menunjukan masih berada di bawah standar EU. Dari hasil analisis nilai IKU Kabupaten Purbalingga tahun 2020 sebesar 90,49. Kondisi ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan nilai IKU tahun 2019 sebesar 88,76.

3. Kualitas Tutupan Lahan

Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) merupakan penyempurnaan dari indeks tutupan hutan (ITH) yang digunakan sebelum tahun 2015. IKTL dihitung dengan menjumlahkan nilai dari lima indeks penyusunan yang telah diberikan bobot dengan rumus yaitu: IKTL = 0,23 Indeks Tutupan Lahan (ITH) + 0,24 Indeks Performance Hutan (IPH) + 0,30 Indeks Kondisi Tutupan Lahan (IKT) + 0,15 Indeks Konservasi Badan Air (IKBA) + 0,08 Indeks Kondisi Habitat (IKH). Nilai IKTL di Kabupaten Purbalingga tahun 2020 yaitu sebesar 68,34 kondisi ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan nilai IKTL tahun 2018 sebesar 65,38.

82,15

88,76

90,49

2018 2019 2020

RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022

II - 103

Sumber: DLH Kab. Purbalingga, 2021

Gambar 2. 73. Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) di Kabupaten Purbalingga Tahun 2018-2020

Saat ini, TPA yang ada di Kabupaten Purbalingga adalah TPA Kalipancur yang didesain sistem sanitary landfill, hanya saja dalam prakteknya masih menggunakan open dumping. Data timbulan sampah TPA Kalipancur secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel II.58. Timbulan Sampah di Kabupaten Purbalingga Tahun 2020

No. Uraian

2019 Hingga November 2020

Per tahun (ton) Per hari (ton) Per tahun (ton) Per hari (ton) 1 Timbulan sampah TPA

Kalipancur 103.179,37 282,68 94.578,33 283,17

2 Sampah yang tertangani di

TPA Kalipancur 20.635,87 56,54 18.915,67 56,63

BPS 2020 BPS 2021 (26 Feb 2021) 3 Jumlah Penduduk Kab.

Purbalingga 1.003.246 jiwa 1.011.452 jiwa

4 Produksi sampah per orang per

hari * 0,50 kg 0,50 kg

5 Timbulan Sampah Kab.

Purbalingga per hari 501.623 kg 505.726 kg

501,62 ton 505,73 ton

Timbulan Sampah Kab.

Purbalingga setahun 183.092,40 ton 184.589,99 ton

Keterangan :

Peraturan Menteri PUPR No. 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga

Launching 26 Feb 2021

Beberapa kondisi lingkungan hidup terkait dengan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, pengelolaan persampahan dan limbah B3 dan

54,15

65,38 68,34

2018 2019 2020

RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022

II - 104

penegakan hukum lingkungan hidup di Kabupaten Purbalingga dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel II.59. Kinerja Urusan Lingkungan Hidup di Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 - 2020

No Indikator Satuan Realisasi Kinerja

2016 2017 2018 2019 2020 1 Jumlah perusahaan yang

memiliki IPAL Perusahaan 9 10 20 34 10

2 Cakupan pengelolaan air

limbah rumah tangga Persen 77,5 84,35 87,48 90,77 92,26 3 Cakupan industri yang

memiliki TPS B3 Persen 73,05 73,05 73,05 73,05 73,05

4

Persentase pengurangan timbulan sampah melalui bank sampah

Persen 0 0 1,25 4,8 4,81

5 Cakupan aduan kasus

lingkungan yang tertangani Persen 80 90 100 100 100

6

Cakupan penanggung jawab usaha dan/kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap ijin lingkungan

Persen 144 0 5 88 50

Sumber: DLH Kab. Purbalingga. 2021

G. Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Dalam dokumen RKPD Tahun 2022 - BAPPELITBANGDA Purbalingga (Halaman 124-129)

Dokumen terkait