Penduduk 1.011.425
B. Kesehatan
2. Penataan Ruang dan Penataan Bangunan Gedung
Kabupaten Purbalingga telah mengalami perkembangan yang pesat seiring berkembangnya berbagai aktivitas di sektor industri, perdagangan, jasa dan pertanian. Kegiatan yang akan terus berkembang seiring
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 71
meningkatnya jumlah penduduk dan peningkatan kualitas pelayanan adalah perdagangan-jasa, khususnya di sektor pariwisata. Dilihat dari perencanaan penataan ruangnya, pada tahun 2011 Kabupaten Purbalingga telah menetapkan Perda Kabupaten Purbalingga Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Purbalingga Tahun 2011-2031 sebagai strategi dasar kegiatan penataan ruang wilayah kabupaten untuk periode waktu 20 tahun (2011-2031). Kemudian setelah dilakukan Peninjauan Kembai (PK) pada tahun 2016-2017. Hasil penilaian yaitu 66,80% yang artinya adalah RTRW perlu direvisi (RTRW perlu direvisi jika hasil penilaian peninjauan kembali < 75). Setelah dilakukan review/revisi RTRW kemudian ditetapkan Perda Nomor 10 Tahun 2020 tentang Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Purbalingga Tahun 2011-2031.Sementara itu dokumen perencanaan lainnya yag sudah tersusun untuk kawasan perkotaannya di Kabupaten Purbalingga yaitu materi teknis RDTR Kawasan Perkotaan Purbalingga dan RDTR Kawasan Perkotaan Bobotsari yang masih dalam proses untuk ditetapkan menjadi peraturan hukum. Diharapkan dokumen tersebut dapat menjadi panduan dalam pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang lebih rinci untuk kawasan perkotaan di Kabupaten Purbalingga.
Berdasarka hasil revisi RTRW, tujuan penataan ruang di Kabupaten Purbalingga adalah: “Mewujudkan Ruang Kabupaten sebagai Pusat Kegiatan Wilayah di bagian Barat-Selatan Jawa Tengah Berbasis Agribisnis, Industri dan Pariwisata Yang Berkelanjutan”. Dari tujuan tersebut mengandung makna:
a)
Pengembangan Pusat KegiatanPerkotaan Purbalingga yang tumbuh menjadi Pusat Kegiatan Wilayah yaitu kawasan yang menjadi hirarki pertama dan memiliki skala pelayanan untuk kegiatan tingkat regional yang berada di bagian Barat-Selatan provinsi Jawa Tengah, yang didukung dengan pengembangan pusat kegiatan lokal, pusat pelayanan kawasan dan pusat pelayanan lingkungan di sekitarnya.
b)
Pengembangan AgribisnisPurbalingga yang tumbuh berbasis usaha yang berkaitan dengan kegiatan produksi pertanian, yang meliputi pengusahaan input pertanian dan/atau pengusahaan produksi itu sendiri atau pun juga pengusahaan pengelolaan hasil pertanian, yang didukung dengan sistem pengelolaan pertanian berteknologi tinggi serta sistem
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 72
pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang handal. Aktivitas pertanian disusun dalam kerangka sistematis dan strategis yang siap bersaing dalam pasar global.c)
Pengembangan Industri dan PariwisataSektor industri sebagai pilar pembangunan ekonomi masyarakat didorong untuk lebih mampu menyerap dan memanfaatkan hasil- hasil pertanian. Pariwisata yang tumbuh dan berkembang dari potensi masyarakat Purbalingga baik berupa wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya maupun wisata buatan perlu terintegrasi dengan sistem infrastruktur wilayah. Pengembangan industri dan pariwisata diarahkan untuk mampu menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan dalam rangka mewujudkan pola pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
d)
Pembangunan BerkelanjutanPembangunan berkelanjutan dalam konteks esensial ditujukan untuk mewujudkan pola pemanfaatan ruang Kabupaten Purbalingga yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat ini (intra generation) serta kebutuhan masyarakat pada masa yang akan datang (inter generation). Sedangkan pembangunan dalam konteks spasial ditujukan untuk mewujudkan ruang Kabupaten Purbalingga yang serasi, selaras dan seimbang, serta mengurangi dampak negatif dari keterhubungan antar fungsi yang ada di wilayah Kabupaten Purbalingga (intra region) maupun terhadap wilayah kabupaten disekitarnya (inter region).
Kabupaten Purbalingga memiliki 2 PKL (Pusat Kegiatan Lokal) yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kabupaten/ kota atau beberapa kecamatan yaitu Kawasan Perkotaan Purbalingga dan Kawasan Perkotaan Bobotsari. Sedangkan untuk PPK (Pusat Pusat Pelayanan Kawasan) yang merupakan kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa tersebar di beberapa kecamatan terdiri dari:
PPK Bukateja, PPK Rembang, PPK Karangreja, PPK Kertanegara, PPK Kaligondang, PPK Bojongsari, PPK Karanganyar, PPK Karangmoncol, PPK Kemangkon, PPK Kejobong, PPK Kutasari, PPK Padamara, PPK Mrebet, PPK Pengadegan dan PPK Karangjambu. Sementara untuk Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) merupakan pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa meliputi: PPL Kutawis, PPL Makam, PPL Kutabawa, PPL Purbayasa, PPL Picung, PPL Tunjungmuli, PPL Bedagas dan PPL Bandingan.
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 73
Dalam pengendalian pemanfaatan ruang, rekomendasi kesesuaian ruang yang telah diterbitkan dari tahun ke tahun mengalami terus kenaikan dimana pada tahun 2018 capaiannya 75,5 % naik menjadi 80,32 % pada tahun 2019 dan 87,41% pada tahun 2020. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan teknis kesesuaian tata ruang menjadi hal utama yang dilakukan terlebih dahulu oleh masyarakat dan investor sebelum melakukan pembangunan pada suatu ruang. Hal tersebut dilatarbelakangi karena masih banyak bangunan yang belum memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB), sehingga pertimbangan teknis kesesuaian tata ruang diperlukan agar peruntukan lahan sesuai dengan perencanaan ruang yang ada di Kabupaten Purbalingga.Sedangkan untuk penataan bangunan gedung di Kabupaten Purbalingga dalam kurun waktu 5 tahun RPJMD setelah tersusunnya Perda Bangunan Gedung Kabupaten Purbalingga No. 13 tahun 2015, belum ditindaklanjuti lagi dengan produk hukum turunannya berupa Perbup TABG, SLF, IMB dan SIM BG. Hal tersebut dikarenakan diperlukan inventarisasi terlebih dahulu mengenai kondisi bangunan gedung yang dipersyaratkan dan tim ahli yang ada di Kabupaten Purbalingga sebelum ditindaklanjuti ke dalam implementasi Perbup, sehingga capaian terhadap tersedianya produk hukum penataan bangunan dan lingkungan masih belum ada. Beberapa capaian dalam penataan ruang dan penataan bangunan gedung di Kabupaten Purbalingga dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel II.34. Kinerja Penataan Ruang dan Penataan Bangunan Gedung di Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 - 2020
No Indikator Satuan Realisasi Kinerja
2016 2017 2018 2019 2020
1 Tersedianya dokumen perencanaan
tata ruang daerah buah 0 0 0 0 2
2 Cakupan rekomendasi kesesuaian
ruang yang diterbitkan buah 100 100 75,5 80,32 87,41
3 Tersedianya produk hukum
penataan bangunan dan lingkungan dokumen 0 0 0 0 0
4 Persentase bangunan pemerintah
kondisi baik persen 30 30 50 50 50
Sumber : DPU-PR Kab. Purbalingga, 2021
Dalam dokumen Revisi RTRW Kabupaten Purbalingga Tahun 2011- 2031 menunjukkan bahwa pelaksanaan pemanfaatan ruang di Kabupaten Purbalingga mempunyai nilai 2,60 dimana beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam pemanfaatan ruang yaitu masih adanya konversi lahan pertanian menjadi lahan terbangun di wilayah Kabupaten Purbalingga khususnya di sekitar kawasan perkotaan Purbalingga.
Disamping itu luasan Ruang Terbuka Hijau Publik di kawasan perkotaan Purbalingga juga menunjukkan besaran hanya sebesar 21,63 %
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 74
dari luas wilayah perkotaan. Dimana luasan RTH secara keseluruhan yang disarankan seharusnya sebesar 30% dari luas wilayah kota/kawasan perkotaan. Beberapa kondisi terkait dengan pertamanan di kawasan perkotaan Purbalingga dapat dilihat pada tabel berikut.Tabel II.35. Kinerja Pertamanan di Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 - 2020
No Indikator Satuan Realisasi Kinerja
2016 2017 2018 2019 2020
1 Jumlah taman kota buah 10 10 12 12 12
2 Luas taman Ha 4,57 4,57 5,38 5,38 5,38
Sumber : DLH Kab. Purbalingga, 2021
Sumber : DPU-PR Kab. Purbalingga, 2021
Gambar 2. 53. Sebaran RTH di Kabupaten Purbalingga 2020
D. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman