Penduduk 1.011.425
2. Pendidikan Dasar
a. Angka Partisipasi Sekolah (APS)
Angka Partisipasi Sekolah (APS) adalah indikator yang digunakan untuk menghitung peluang dalam mengakses pendidikan secara umum dan untuk mengetahui seberapa banyak penduduk yang memanfaatkan fasilitas pendidikan. APS di Kab Purbalingga pada tahun 2020 untuk kelompok umur 7-12 tahun sebesar 99,62 persen. Nilai tersebut
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 41
menunjukkan 99,62 persen penduduk usia 7-12 tahun sudah bersekolah.Bila dibandingkan dengan tahun 2019, angka partisipasi sekolah untuk kelompok umur 7-12 tahun di tahun 2020 mengalami penurunan 0,22 persen dibanding tahun 2019.
Sedangkan APS kelompok umur 13-15 tahun pada tahun 2020 sebesar 94,27 persen artinya masih ada sekitar 5 persen anak berumur 13-15 tahun yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP. Untuk kelompok umur 13-15 tahun mengalami kenaikan 0,50 persen dibanding tahun 2019. Sedangkan APS kelompok umur 16-18 tahun pada tahun 2020 sebesar 59,96 persen ini berarti masih ada sekitar 40 persen anak usia 16-18 tahun yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA/sederajat. Untuk kelompok 16-18 tahun mengalami kenaikan sebesar 0,25 persen dibanding tahun 2019. Pada APS usia 19-24 tahun dalam 5 tahun terakhir masih sangat rendah, masih berada dibawah 20%
bahkan pada tahun 2018 mencapai 10,04%. Hal ini menggambarkan bahwa keinginan penduduk usia 19-24 tahun untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi masih sangat rendah. Secara rinci APS menurut kelompok umur dapat dilihat pada gambar berikut.
Sumber: BPS Kab. Purbalingga, 2016-2021
Gambar 2. 32. APS Kabupaten Purbalingga Menurut Kelompok Umur Tahun 2016-2020
b. Angka Partisipasi Kasar (APK)
Untuk mengetahui partisipasi sekolah penduduk sesuai jenjang pendidikannya digunakan Angka Partisipasi Kasar (APK). APK juga dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan program pembangunan pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka memperluas kesempatan bagi penduduk mengenyam pendidikan. Angka ini dihitung
0 20 40 60 80 100
2016 2017 2018 2019 2020 99,22 98,81 99,57 99,84 99,62
92,82 93,48 92,24 93,77 94,27
67,51
60,97 59,45 59,96 60,21
18,48 15,78
10,04 11,09 12,32
APS Usia 7 –12 APS Usia 13 –15 APS Usia 16 –18 APS Usia 19 –24
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 42
berdasarkan perbandingan antara anak yang sekolah pada tingkat pendidikan tertentu dibagi dengan penduduk umur yang seharusnya anak duduk pada tingkat pendidikan tertentu.Untuk APK SD/MI Kabupaten Purbalingga pada kurun waktu lima tahun terakhir cenderung fluktuatif dari 112,87 pada tahun 2016 menurun menjadi 104,69 pada tahun 2017 dan naik menjadi 110,88 pada tahun 2018. Sementara itu pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 105,64 namun kemudian naik lagi pada tahun 2020 menjadi 107,29. Namun selama lima tahun terkahir APK SD/MI Kabupaten Purbalingga selalu diatas 100%.
APK SD/MI berada diatas 100 persen yang artinya jumlah penduduk yang sedang bersekolah di tingkat SD lebih besar dibandingkan jumlah penduduk kelompok umur 7 - 12 tahun. Hal ini disebabkan adanya siswa yang berumur di atas 12 tahun tetapi saat ini masih bersekolah di tingkat SD/MI dikarenakan kasus tinggal kelas atau terlambat masuk sekolah. Selain itu. juga adanya siswa yang lebih muda dibanding umur standar yang duduk di suatu jenjang pendidikan menunjukkan siswa tersebut masuk sekolah di umur yang lebih muda (kurang dari 7 tahun). Ditambah lagi adanya siswa dari kabupaten tetangga yang bersekolah di Kabupaten Purbalingga sehingga menambah jumlah penduduk yang sedang bersekolah.
Sumber: BPS Kab. Purbalingga, 2021
Gambar 2. 33. APK SD/MI Kabupaten Purbalingga dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016-2020
Untuk APK SMP/MTs mengalami tren kenaikan dalam kurun waktu 5 tahun, meskipun kemudian turun di tahun 2020. Pada tahun 2016 dari 90,74 mengalami kenaikan menjadi 92,69 pada tahun 2017.
Kemudian pada tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi 92,87 dan 109,46 108,44
108,18
107,74
106,32 112,87
104,69
110,88
105,64
107,29
90 100 110 120 130
2016 2017 2018 2019 2020
APK SD/MI Jawa Tengah APK SD/MI Purbalingga
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 43
naik lagi pada tahun 2019 menjadi 98,73. Namun pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 91,58.Sumber: BPS Kab. Purbalingga, 2021
Gambar 2. 34. APK SMP/MTs Kabupaten Purbalingga dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016-2020
Untuk APK SMA/MA mengalami tren penurunan dalam kurun waktu 5 tahun, meskipun kemudian mengalami kenaikan di tahun 2020.
Pada tahun 2016 dari 78,04 mengalami penurunan menjadi 72,83 pada tahun 2017. Kemudian pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 68,08 dan turun lagi pada tahun 2019 menjadi 67,63. Namun pada tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 71,28.
Sumber: BPS Kab. Purbalingga, 2021
Gambar 2. 35. APK SMA/MA Kabupaten Purbalingga dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016-2020
c. Angka Partisipasi Murni (APM)
Ukuran lain yang dapat digunakan untuk melihat tingkat partisipasi sekolah penduduk adalah Angka Partisipasi Murni (APM). APM 86,27
84,35 84,15 86,76 86,83 78,04
72,83
68,08 67,63
71,28
60 70 80 90 100
2016 2017 2018 2019 2020
APK SMA/MA Jawa Tengah APK SMA/MA Purbalingga
89,96 91,09 91,96 91,7 93,21
90,74 92,69 92,87
98,73
91,58
70 80 90 100 110
2016 2017 2018 2019 2020
APK SMP/MTs Jawa Tengah APK SMP/MTs Purbalingga
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 44
menunjukkan proporsi anak sekolah di suatu kelompok umur tertentu yang bersekolah pada tingkat yang sesuai dengan kelompok umurnya.Pada umumnya nilai APM lebih rendah dibandingkan nilai APK, karena APK memperhitungkan jumlah penduduk di luar usia sekolah pada jenjang pendidikan tertentu, sedangkan APM hanya sebatas usia pada jenjang yang bersesuaian. APM dihitung dengan perbandingan antara jumlah siswa umur tertentu pada pendidikan tertentu dibagi jumlah penduduk kelompok umur pendidikan yang bersangkutan.
APM SD/MI Kabupaten Purbalingga tahun 2020 untuk tingkat SD/MI adalah 95,77. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk APM SD/MI belum mencapai 100%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penduduk yang berusia sesuai jenjang pendidikan SD/MI belum seluruhnya mengenyam pendidikan sesuai jenjangnya. Masih ada penduduk Kabupaten Purbalingga yang belum tepat waktu dalam menyekolahkan anak-anaknya ke SD/MI setelah anak berumur 7 tahun.
Sumber: BPS Kab. Purbalingga, 2021
Gambar 2. 36. APM SD/MI Kabupaten Purbalingga dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016-2020
Sedangkan APM SMP/MTs Kabupaten Purbalingga tahun 2020 sebesar 80,49 naik dari tahun 2019 yang sebesar 79,84. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penduduk yang berusia sesuai jenjangpendidikan SMP/MTs belum seluruhnya mengenyam pendidikan sesuai jenjangnyaartinya masih ada penduduk usia 13 - 15 tahun yang saat ini belum sekolah di jenjang SMP/MTs atau mungkin tidak sekolah.
96,64
97,13
97,75
97,77 97,9 97,01
95,51
95,15
97,77
95,77
93 94 95 96 97 98 99
2016 2017 2018 2019 2020
APM SD/MI Jawa Tengah APM SD/MI Purbalingga
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 45
Sumber: BPS Kab. Purbalingga, 2021
Gambar 2. 37. APM SMP/MTs Kabupaten Purbalingga dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016-2020
Pada jenjang SMA/MA trend Angka Partisipasi Murni Kabupaten Purbalingga menunjukkan trend yang meningkat pada lima tahun meskipun pada tahun ke lima menunjukkan penurunan. Dari tahun 2016 APM jenjang SMA/MA menunjukkan kenaikan mulai dari 52,07 kemudian naik menjadi 52,7 pada tahun 2017, tahun berikutnya mengalami kenaikan lagi menjadi 54,54 pada tahun 2018 dan 59,35 pada tahun 2019 namun kemudian turun menjadi 56,02 pada tahun 2020. Meskipun menunjukkan trend meningkat, namun APM SMA/MA kabupaten Purbalinga hanya berada pada kisaran 50an persen. Artinya hanya separuh dari penduduk purbalingga usia SMA/MA yang bersekolah tepat waktu pada jenjang SMA/MA, separuh sisanya bisa saja masih bersekolah di jenjang SMP atau bisa juga memilih untuk tidak bersekolah atau bisa kita sebut dengan Anak Putus Sekolah.
Sumber: BPS Kab. Purbalingga, 2021
Gambar 2. 38. APM SMA/MA Kabupaten Purbalingga dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016-2020
78,89 79,13 79,31
79,84
80,53
75,8
78,91
78,23
79,84
80,49
75 76 77 78 79 80 81 82
2016 2017 2018 2019 2020
APM SMP/MTs Jawa Tengah APM SMP/MTs Purbalingga
58,49
59,2 59,31 59,35 59,74
52,07
52,7
54,54
59,35
56,02
52 53 54 55 56 57 58 59 60
2016 2017 2018 2019 2020
APM SMA/MA Jawa Tengah APM SMA/MA Purbalingga
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 46
d. Rasio Ketersediaan Sekolah per Penduduk Usia SekolahRasio ketersediaan sekolah per penduduk adalah jumlah sekolah jenjang pendidikan tertentu per 10.000 penduduk usia sekolah. Rasio ini mengindikasikan sejauh mana ketersediaan sekolah dapat menampung seluruh penduduk usia sekolah. Sejalannya dengan upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), ketersediaan sekolah di Kabupaten Purbalingga pada jenjang pendidikan dasar tingkat SD/MI dan SMP/MTs sedikit mengalami perubahan. Pada jenjang SD/MI pada tahun 2016 tersedia SD / MI sebanyak 647 unit dan pada tahun 2020 menjadi berjumlah 644 unit. Sedangkan pada jenjang SMP / MTs pada tahun 2016 terdapat 114 unit sekolah pada tahun 2020 menjadi 117 unit sekolah karena terdapat pendirian beberapa sekolah baru.
Rasio ketersediaan sekolah SD/MI per 10.000 penduduk usia 7 - 12 tahun dapat diketahui bahwa pada tahun 2016 rasio ketersediaan SD/MI sebesar 70,91 dan mengalami peningkatan menjadi 76,60 pada tahun 2020. Untuk SMP/MTs dalam kurun waktu 2016 - 2019 mengalami peningkatan dari 25,61 pada tahun 2016 menjadi 36,38 pada tahun 2020. Data rasio ketersediaan sekolah selengkapnya tertuang dalam tabel berikut ini.
Tabel II.13. Rasio Ketersediaan Sekolah per Penduduk Usia Sekolah SD/MI dan SMP/MTs Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 - 2020
No Uraian Tahun
2016 2017 2018 2019 2020
1 Jumlah SD/MI 647 650 650 649 644
2 Jumlah penduduk usia 7 s.d 12 th 91.247 91.401 93.445 82.187 84.069 3 Rasio SD/MI per 10.000 penduduk Usia 7-
12 tahun 70,91 71,11 69,56 78,97 76,60
4 Jumlah SMP/MTs 114 117 117 117 117
5 Jumlah penduduk usia 13 s.d 15 th 44.510 44.202 45.899 30.864 32.161 6 Rasio SMP/MTs per 10.000 penduduk Usia
13-15 tahun 25,61 26,47 25,49 37,91 36,38
Sumber :Dindikbud Kab. Purbalingga, 2021
e. Rasio Guru terhadap Siswa
Rasio guru terhadap siswa adalah jumlah siswa yang diampu oleh setiap guru berdasarkan jenjang pendidikan tertentu. Rasio ini mengindikasikan ketersediaan jumlah pendidik dan jumlah ideal siswa untuk satu guru agar tercapai proses pembelajaran yang berkualitas.Pada periode waktu tahun 2016 -2020 rasio guru terhadap siswa SD/MI di
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 47
Kabupaten Purbalingga cenderung fluktuatif dari namun masih dibawah kisaran ideal yaitu 20. Tahun 2020 rasio guru dan siswa menunjukkan rasio 16,07 artinya setiap guru di purbalingga mengampu 16 siswa.Sedangkan pada jenjang SMP/MTs rasio guru terhadap siswa juga terus membaik dari tahun 2016 - 2020 yaitu dari 18,49 menjadi 17,6 atau bisa diartikan setiap satu guru SMP mengampu 17 siswa pada tahun 2020.
Secara lebih lengkap jumlah guru dan siswa pada jenjang pendidikan dasar Kabupaten Purbalingga sebagaimana dalam tabel berikut:
Tabel II.14. Rasio Guru dan Siswa Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 - 2020
No Jenjang Pendidikan Tahun
2016 2017 2018 2019 2020
I
SD/MI
Jumlah guru 5.839 5.291 6.309 6.435 6.132
Jumlah siswa 91.247 99.292 99.997 98.929 98.564
Rasio 15,63 18,77 15,85 15,37 16,07
II
SMP/MTs
Jumlah guru 2.416 2.263 2.511 2.511 2.530
Jumlah siswa 44.672 44.487 44.724 43.047 44.566
Rasio 18,49 19,66 17,81 17,14 17,62
Sumber :Dindikbud Kab. Purbalingga, 2021
Secara kualitas jumlah guru sebenarnya sudah sangat memadai, namun guru tersebut masih belum terdistribusi secara merata pada setiap sekolah dan setiap mata pelajaran. Sehingga sebenarnya ada beberapa sekolah yang masih kekurangan guru kelas dan kekurangan guru mata pelajaran. Selain itu hampir separuh guru tersebut adalah guru non ASN.
f. Kondisi Ruang Kelas
Secara lebih detail jumlah kelas yang ada di Sekolah Dasar Kabupaten Purbalingga menurut data dapodik 2021 adalah sebanyak 3226 kelas, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 7-12 tahun maka daya tampung rata-rata per kelas adalah 26 orang. Mengacu pada permendikbud no 17 tahun 2017yang menyebutkan bahwa jumlah murid SD dalam satu kelas paling sedikit 20 orang dan paling banyak 28 orang, maka jumlah kelas yang ada di Kabupaten Purbalingga sudah cukup memadai, namun sebaran/distribusi sekolah/kelas tersebut yang belum sesuai dengan kondisi demografis suatu wilayah. Sehingga pada kenyataannya ada sekolah yang memiliki jumlah murid yang melebihi kapasitas kelas semestinya, dan ada juga sekolah dasar yang jumlah muridnya jauh dibawah kapasitas kelas semestinya. Jika merujuk pada jumlah murid/siswa maka jumlah kelas yang ada dibagi dengan jumlah
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 48
murid menghasilkan komposisi 1 banding 30, artinya satu kelas di SD menampung hingga 30 murid/siswa SD. Rasio 1 banding 30 ini menunjukkan bahwa jumlah kelas yang ada di Kabupaten purbalingga belum memenuhi komposisi ideal jumlah murid yang ada dan masih membutuhkan pembangunan ruang kelas baru.Tabel II.15. Persentase Ruang Kelas Rusak SD di Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 - 2020
Tahun
Ruang Kelas SD Baik (%) Rusak Ringan
(%)
Rusak Sedang (%)
Rusak Berat (%)
2016 28,74 63,21 4,32 3,72
2017 26,30 62,89 5,54 5,27
2018 24,32 62,10 6,55 7,03
2019 9,53 69,78 14,33 6,36
2020 36,30 35,24 18,18 10,28
Sumber :Dindikbud Kab. Purbalingga, 2021
Kondisi ruang kelas SD yang sudah ada juga masih memerlukan perbaikan atau rehabilitasi. Meskipun Pada tahun 2020 jumlah kelas dengan kondisi baik mencapai 36,30 persen, namun perbaikan lebih banyak menyentuh pada kelas dengan kondisi rusak ringan, sehingga jumlah kelas dengan kondisi rusak ringan bisa berkurang, namun kelas dengan kondisi rusak sedang dan rusak berat terus bertambah persentasenya.
Pada jenjang SMP, kapasitas murid per kelas jika dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 13-15 tahun pada tahun 2021 mencapai 29,4 artinya secara rata-rata setiap kelas jenjang SMP di Kabupaten Purbalingga menampung 29 murid sedangkan idealnya dalam setiap kelas smp menampung maximal 32 murid. Jika dibandingkan dengan jumlah murid SMP di Kabupaten Purbalingga mencapai 40,7 atau setiap kelas menampung 40 siswa SMP di Kabupaten Purbalingga. sehingga sebenarnya jumlah kelas SMP masih belum memadai.
Tabel II.16. Persentase Ruang Kelas Rusak SMP di Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 - 2020
Tahun
Ruang Kelas SMP Baik (%) Rusak Ringan
(%)
Rusak Sedang (%)
Rusak Berat (%)
2016 35,97 57,47 4,46 2,09
2017 34,28 58,68 4,19 2,85
2018 33,55 51,82 6,09 8,55
2019 18,26 64,55 13,07 4,12
2020 43,00 37,51 13,17 6,31
Sumber :Dindikbud Kab. Purbalingga, 2021
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 49
Bersamaan dengan jumlah ruang kelas SMP yang belum memadai, kondisi ruang kelas SMP Kabupaten Purbalingga juga masih belum mencapai kondisi yang diharapkan. Hingga tahun 2020 sudah ada 43 persen jumlah kelas SMP di Kabupaten Purbalingga dalam kondisi baik, 13% dalam kondisi rusak sedang dan 6,31 persen kelas dalam keadaan rusak berat.Menurut standar nasional pendidikan, selain ruang kelas setiap sekolah juga harus mempunyai ruang perpustakaan ruang laboratorium, ruang pimpinan, ruang guru, ruang tata usaha, tempat ibadah, ruang konseling, ruang UKS, ruang organisasi kesiswaan, toilet, gudang, ruang sirkulasi dan tempat bermain/olahraga. Menurut dapodik tahun 2020 hampir semua atau sebagian besar SMP sudah memiliki ruang perpustakaan (97,4 %) Lab Komputer (95 %) Lab IPA ( 100%) ruang pimpinan/kepala sekolah (97,4 %) ruang guru (100%) tempat ibadah (85%) dan ruang TU (90,9 %). Sedangakan untuk ruang UKS (70,13 %) ruang bimbingan konseling (64,94%) dan ruang organisasi kesiswaan (72,73 %) masih lebih membutuhkan pembangunan ruang baru.
g. Penyelenggaraan Pendidikan Berakreditasi A
Mutu penyelenggaraan pendidikan salah satunya ditunjukkan dengan nilai akreditasi sekolah. Penyelenggaraan pendidikan berakreditasi A yang ada di Kabupaten Purbalingga pada jenjang SD/MI masih tergolong kecil, dimana pada tahun 2019 dan 2020 dari 644 SD/MI hanya 203 (31,52%) yang berakreditasi A. Sedangkan pada jenjang SMP/MTs, dari 117 SMP/MTs sebanyak 71 (60,08%) yang berakreditasi A.
Tabel II.17. Persentase Pendidik Berkualitifkasi S1/D4 Kabupaten Purbalingga Tahun 2019 – 2020
No Uraian Satuan Tahun
2016 2017 2018 2019 2020
1 Jumlah SD/MI Unit 647 647 650 644 644
2 Jumlah SD/MI
Berakreditasi A Unit 99 99 99 203 203
3
Persentase SD/MI
Berakreditasi A
Persen 15,30 15,30 15,23 31,52 31,52
4 Jumlah
SMP/MTs Unit 114 115 117 117 117
5 Jumlah
SMP/MTs Unit 50 50 50 71 71
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 50
No Uraian Satuan Tahun
2016 2017 2018 2019 2020
Berakreditasi A 6
Persentase SMP/MTs Berakreditasi A
Persen 43,86 43,48 42,74 60,68 60,68
Sumber: Dindikbud Kab. Purbalingga, 2021
h. Guru yang memenuhi Kualifikasi S1/D4
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik.
Peningkatan kualitas pendidik dapat diukur dari tingkat pendidikan yang dimiliki. Tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi tingkat pendidikan S1 atau D4 terus ditingkatkan, baik pada jenjang SD/MI maupun SMP/MTs. Di Kabupaten Purbalingga, pada tahun 2020 persentase Guru SD yang telah memiliki sertifikat pendidik adalah sebanyak 97,62 meningkat jumlahnya dibanding tahun 2019 yang sebesar 95,76.
Sedangkan persentase Guru SMP yang telah memiliki sertifikat pendidik pada tahun 2020 adalah sebanyak 98,66, meningkat jumlahnya dibanding tahun 2019 yang sebesar 97,19.
Tabel II.18. Persentase Pendidik Berkualifikasi S1/D4 Kabupaten Purbalingga Tahun 2019 – 2020
No Jenjang Satuan Realisasi Kinerja
2016 2017 2018 2019 2020
1 Jumlah Pendidik SD/MI Orang 5.839 5.926 6.309 6.435 5.986 2 Jumlah Pendidik SD/MI
Berkualifikasi S1/D4 Orang 5.304 5.624 6.148 6.162 6.132
3
Persentase Pendidik SD/MI Berkualifikasi S1/D4
Persen 90,84 94,90 97,45 95,76 97,62
4 Jumlah Pendidik
SMP/MTs Orang 2.416 2.514 2.511 2.561 2.530
5
Jumlah Pendidik
SMP/MTs Berkualifikasi S1/D4
Orang 2.286 2.384 2.451 2.489 2.496
6
Persentase Pendidik SMP/MTs Berkualifikasi S1/D4
Persen 94,62 94,83 97,61 97,19 98,66
Sumber: Dindikbud Kab. Purbalingga, 2021
i. Angka Kelulusan Sekolah
Angka kelulusan menunjukkan tingkat kelulusan siswa dalam menyelesaikan pendidikan pada masing-masing jenjang pendidikan.
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 51
Angka kelulusan jenjang pendidikan dasar di Kabupaten Purbalingga pada tahun 2016 – 2020 mengalami trend yang fluktuatif. Pada tingkat SD/MI/SDLB, sepanjang tahun 2016 - 2020 mencapai tingkat kelulusan sebesar 99% s.d 100% dan kondisi terakhir tahun 2020 ada 1 orang siswa SD yang tidak lulus. Sedangkan untuk angka kelulusan sekolah SMP/MTs/SMPLB selama kurun waktu 2016 - 2020 juga mencapai tingkat kelulusan sebesar 99% s.d 100%. Kondisi terakhir tahun 2020 ada 3 orang siswa SD yang tidak lulus. Begitu pula dengan indeks integritas Ujian Nasional yang mencapai 100% menunjukkan bahwa seluruh peserta UN mempunyai tingkat kejujuran dalam mengerjakan soal UN. Selengkapnya capaian angka kelulusan disajikan dalam gambar berikut.Sumber: Dindikbud Kab. Purbalingga, 2021
Gambar 2. 39. Angka Kelulusan Pendidikan Dasar Kabupaten Purbalingga Tahun 2016-2020
j. Angka Melanjutkan
Angka melanjutkan sekolah adalah salah satu bukti nyata dari kegiatan pendidikan yang secara berjenjang terjadi dalam siklus pendidikan. Angka melanjutkan sekolah di Kabupaten Purbalingga dari tingkat SD/setara ke jenjang SMP/setara pada tahun 2016 sebesar 99,76 mengalami penurunan sampai dengan tahun 2019 menjadi 81.98 namun kemudian mengalami kenaikan mencapai 100. Sedangkan angka melanjutkan dari jenjang pendidikan dari SMP/setara ke SMA/setara sepanjang 2016 - 2019 mengalami penurunan dari 84,46 menjadi 79,67 dan kemudian naik menjadi 82,17 pada tahun 2020.
99,1 99,3 99,5 99,7 99,9
2016 2017 2018 2019 2020 99,7
100 100
99,94 99,99
99,45 99,72
100
100
99,98 Angka Kelulusan SD/MI/SDLB Angka Kelulusan SMP/MTs/SMPLB
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 52
Sumber: Dindikbud Kab. Purbalingga, 2021
Gambar 2. 40. Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs dan SMP/MTs ke SMA/SMK/MA Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 – 2020
k. Angka Putus Sekolah
Angka Putus Sekolah mencerminkan anak-anak usia sekolah yang sudah tidak bersekolah lagi atau yang tidak menamatkan suatu jenjang pendidikan tertentu. Hal ini sering digunakan sebagai salah satu indikator berhasil/tidaknya pembangunan di bidang pendidikan.
Penyebab utama putus sekolah antara lain kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan anak sebagai investasi masa depannya, kondisi ekonomi orang tua yang miskin, dan keadaan geografis.
Angka putus sekolah untuk jenjang pendidikan dasar di Kabupaten Purbalingga pada tahun 2016 - 2020 mengalami fluktuasi dan cenderung meningkat. Pada jenjang SD/MI tahun 2016 sebesar 0,32 persen dan menurun menjadi 0,3 persen pada tahun 2017 dan 2018. Kemudian mengalami kenaikan menjadi 0,74 pada tahun 2019, naik lagi menjadi 0,77 pada tahun 2020.
Sedangkan untuk jenjang SMP/MTs angka putus sekolah pada tahun 2016 sebesar 0,44 persen naik menjadi 0,48 persen pada tahun 2017, kemudian turun menjadi 0,47 pada tahun 2018. Namun kemudian pada tahun 2019 naik lagi menjadi 0,84 dan pada tahun 2020 menurun mencapai 0,26.
Pada jenjang SMA/MA jika merujuk pada angka partisipasi sekolah APS kelompokumur 16-18 tahun pada tahun 2020 sebesar 59,96 persen ini berarti masih ada sekitar 40 persen anak usia 16-18 tahun yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA/sederajat atau lebih 0
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
2016 2017
2018 2019 2020 99,76
94,31
81,98 81,98 100 84,46
78,94
76,07 76,07 82,17
Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs Angka Melanjutkan dari SMP/MTs ke
SMA/SMK/MA
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 53
tepatnya masih ada penduduk purbalingga usia 16-18 tahun yang tidak berpartisipasi dalam sekolah apapun atau bisa kita sebut dengan anak tidak sekolah. Pada APS usia 19-24 tahun bahkan menunjukkan angka yang lebih kritis lagi, dalam 5 tahun terakhir masih sangat rendah, masih berada dibawah 20% bahkan pada tahun 2018 mencapai 10,04%. Hal ini menggambarkan bahwa keinginan penduduk usia 19-24 tahun untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi atau pendidikan non formal masih sangat rendah. Pada tahun 2019 penduduk purbalingga usia 19-24 hanya 11,02 yang masih mengenyam pendidikan baik itu pendidikan tinggi ataupun pendidikan non formal. Artinya masih 90 persen penduduk kabupaten purbalingga usia 19-24 tahun yang sudah tidak berpartisipasi dalam pendidikan baik itu pendidikan tinggi ataupun pendidikan non formal.Sumber: Dindikbud Kab. Purbalingga, 2021
Gambar 2. 41. Angka Putus Sekolah Pendidikan Dasar Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 – 2020
l. Angka Mengulang
Angka mengulang menggambarkan seberapa banyak siswa yang tinggal kelas pada suatu jenjang pendidikan. Angka mengulang SD/sederajat di Kabupaten Purbalingga menunjukkan penurunan dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 yaitu dari angka 4,05 menjadi 1,86. Hal tesebut menunjukkan bahwa siswa SD/sederajat tidak banyak yang tinggal kelas. Sedangkan angka mengulang SMP/sederajat cenderung menunjukkan kenaikan dimana pada tahun 2016 sebesar 0,17 naik menjadi 0,25 pada tahun 2017, turun menjadi 0,24 pada tahun 2018 namun kemudian naik lagi menjadi 0,26 pada tahun 2019 dan 2020. Hal tesebut menunjukkan bahwa siswa SMP/sederajat yang tinggal kelas semakin banyak. Capaian angka mengulang dapat dilihat pada gambar berikut.
0,32 0,3 0,3
0,74 0,77
0,44 0,48 0,47 0,84
0,26
0 0,5 1
2016 2017 2018 2019 2020
Angka Putus Sekolah SD/MI/SDLB
Angka Putus Sekolah SMP/MTs/SMPLB
RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2022
II - 54
Sumber: Dindikbud Kab. Purbalingga, 2021
Gambar 2. 42. Angka Mengulang Pendidikan Dasar Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 – 2020