• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV LINGKUNGAN KERJA

4.2 Lingkungan Kerja Kimia

antara lain rdar, televisi, berbagai peralatan medis (microwave diathermy), rumah tangga (microwave oven), peralatan navigasi, telekomunikasi dan lain-lain.

Laser. Laser merupakan singkatan dari Light Amplification by Stimulating Emission of Radiation. Laser merupakan suatu alat untuk mengkonsentrasikan visible light yang memiliki panjang gelombang yang bermacam-macam dan yang memancarkan cahaya ke segala arah sehingga terbentuk cahaya yang mempunyai panjang gelombang yang sama, melintas dalam udara menurut satu arah, cahaya yang dipancarkan adalah sempit dan monomkromatik sehingga sinar laser ini dikenal sebagai coherent light.

Kabut. Kabut adalah titik cairan halus dalam udara yang terjadi karena kondensasi bentuk uap atau dari pemecahan zat cair menjadi tingkat dispersi dengan cara splashing, foaming, dan lain-lain.

Fume. Fume adalah partikel zat padat yang terjadi karena adanya kondensasi dari bentuk gas, biasanya sesudah penguapan benda padat yang dipijarkan dan lain-lain, biasanya disertai dengan oksidasi kimiawi, sehingga terjadi zat-zat seperti : ZnO, PbO, dan lain sebagainya.

Awan. Awan adalah partikel-partikel cair sebagai hasil kondenasi dari fase gas. Sifat fume dan awan adalah berflokulasi; kadang bergumpal;

ukuran partikel-partikel dibawah 1 mikron, yaitu antara 0,10-1 mikron.

Asap. Asap biasanya dianggap partikel-partikel zat karbon yang ukurannya kurang dari 0,5 mikron, sebagai akibat dari pembakaran tidak sempurna dari bahan-bahan yang mengandung karbon.

Keadaan fisik zat-zat tersebut diatas dapat digolongkan menjadi padat, cair dan gas. Tergolong zat padat ialah fume, asap dan debu.

Termasuk zat cair ialah awan/kabut dan kabut. Sedangkan yang termasuk zat gas adalah uap. Selain itu partikel-partikel yang ada di udara juga dapat digolongkan menjadi : a)Bahan-bahan bersifat partikel, yaitu debu, awan, kabut, fume, b)Bahan-bahan tidak bersifat partikel yaitu gas dan uap. Bahan-bahan partikel yang ada di udara dapat juga digolongkan menurut sifat-sifatnya yaitu : a) Perangsang, misalnya kapas, sabun, bubuk beras, dan lain-lain, b)Toksik, misalnya partikel Pb, AS, Mn, dan lain-lain, c) Bahan yang menyebabkan fibrosis, misalnya debu kwarts, asbes, dan lain-lain, d) Bahan yang menyebabkan alergi, misalnya tepung sari, kapas dan lain-lain, e) Bahan yang menimbulkan demam, misalnya fume, ZnO, dan lain-lain, f)Bahan yang bersifat inert, misalnya aluminium, kapur, dan lain-lain.

Sedangkan bahan-bahan yang tidak bersifat partikel, yaitu gas dan uap dapat digolongkan berdasarkan sifat-sifatnya menjadi a) Asphyxiants, misalnya methan, N2CO2, Helium, dan lain-lain, b)Perangsang, misalnya amoniak, HCl, H2S, dan lain-lain, c) Racun anorganik atau organic, misalnya AsH3, TEL, Nikelcarbonyl, dan lain-lain, d) Bahan kimia mudah menguap, yang digolongkan juga menurut pengaruhnya terhadap pekerja, yaitu bahan yang memiliki efek anastesi, misalnya tricholretiline, bahan yang dapat merusak alat-alat tubuh misalnya CCl4, bahan yang dapat merusak susunan darah, misalnya Benzene, dan bahan yang dapat merusak susunan syaraf, misalnya Parathion.

Berdasarkan Tipenya. Berdasarkan tipenya bahan kimia dikelompokkan menjadi bahan kimia mudah terbakar, bahan kimia mudah meledak, bahan kimia reaktif terhadap air, reaktif terhadap asam, bahan

kimia korosif, bahan kimia iritan, bahan kimia beracun, bahan kimia bertekanan dan karsinogen.

Bahan kimia mudah terbakar. Bahan kimia mudah terbakar ini diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: 1) Zat padat mudah terbakar dan 2) Zat cair mudah terbakar,dan 3) Gas mudah terbakar. . Zat padat mudah terbakar adalah bahan yang mudah bereaksi dengan oksigen dan menimbulkan kebakaran. Contoh zat padat yang mudah terbakar adalah belerang, batubara, kayu. Zat cair mudah terbakar banyak ditemukan di industri berupa pelarut (solvent). Contoh bahan pelarut adalah alkohol, benzen, toluene, metanol. Gas mudah terbakar adalah gas yang mudah bereaksi dengan oksigen dan mudah terbakar. Bentuk gas yang sering digunakan misalnya hidrogen, asetilen, etil oksida.

Bahan kimia mudah meledak. Bahan kimia mudah meledak (eksplosive) adalah bila reaksi bahan menghasilkan jumlah dan tekanan yang besar serta suhu yang tinggi, sehingga menghasilkan kerusakan yang ada di sekelilingnya. Bahan mudah meledak biasanya juga peka terhadap panas dan gesekan. Contoh bahan yang mudah meledak belerang, karbon.

Bahan kimia reaktif terhadap air. Bahan reaktif adalah bahan yang bila bereaksi dengan air akan mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar. Contoh bahan kimia yang reaktif terhadap air misalnya alkali, logam.

Bahan kimia reaktif terhadap asam. Bahan reaktif terhadap asam akan menghasilkan panas dan gas yang mudah terbakar atau gas –gas yang beracun dan korosif. Bahan-bahan yang reaktif terhadap asam misalnya kalium permangant, asam kromat,kalium perklorat.

Bahan kimia korosif. Bahan kimia korosif adalah bahan yang karena reaski kimia dapat merusak logam. Bahan kimia korosif misalnya asam sulfat, asam nitrat, asam klorida, natrium hidroksida, kalsium hidroksida.

Bahan kimia iritan. Bahan kimia iritan adalah bahan yang karena reaksinya dapat menimbulkan kerusakan atau peradangan atau sensitisasi bila kontak dengan permukaan tubuh. Bantuk bahan kimia iritan dalam dikelompokkan menjadi bahan iritan padat, bahan iritan cair dan bahan iritan gas. Bahan iritan padat, timbul apabila kontak dengan kulit atau mata. Bahan iritan cair, timbul apabila kontak dengan kulit atau mata, yang menyebabkan proses pelarutan atau denaturasi protein. Misalnya asam sulfat, asam format. Bahan iritan gas dikelompokkan berdasarkan kelarutannya dalam air. Gas amat larut air, merusak saluran pernafasan atas, misalnya amonia. Gas dengan kelarutan sedang, merusakkan saluran pernafasan bagian atas dan bagian dalam. Misalnya sulfur dioksida. Gas

dengan kelarutan kecil, merusakkan alat pernafasan bagian dalam.

Misalnya ozon, fosgen.

Bahan kimia beracun. Didefinisikan sebagai bahan yang dalam jumlah kecil menimbulkan keracunan pada manusia atau mahkluk hidup lainnya. Suatu bahan dikatakan beracun tergantung dari dosis, lama pajanan, dan kerentanan individu.

Bahan kimia karsinogen. Bahan kimia karsinogen adalah bahan kimia yang bersifat menyebabkan perubahan struktur genetik manusia, mutagen, teratogen.

Berdasarkan Sifat-sifat Kimia Bahan. Dilihat dari sifatnya, bahan kimia dapat dikelompokkan berdasarkan 1) Jenis persenyawaan, 2)Besar molekul dan 3)Konsentrasi, 4) Derajat kelarutan.

Jenis persenyawaan. Salah satu masalah dalam toksikologi terutama toksikologi industri adalah seringkali dalam penggunaan bahan kimia secara umum dalam bentuk campuran atau persenyawaan. Dalam hal ini persenyawaan zat bisa menguntungkan ataupun merugikan, akibat persenyawaan ini secara toksisitas zat di bagi dua.

Port d’entrée (jalan masuk) kedalam tubuh manusia. Pada umumnya jalur masuk toksikan pada tubuh manusia melalui tiga cara, yaitu : 1)Melalui pernapasan, untuk bahan kimia di udara,2) Melalui pencernaan, untuk bahan kimia yang di udara yang melekat di tenggorokan dan tertelan, atau bentuk cair dan padat, dan 3) Melalui kulit, untuk bahan- bahan cair, atau bahan-bahan di udara yang mengendap di kulit.

Dokumen terkait