BAB VII PERILAKU MANUSIA DALAM BEKERJA
7.4 Motivasi Kerja
Motivasi kerja adalah satu topik yang sering dibahas dalam psikologi industri. Beberapa definisi mengenai motivasi antara lain motivasi mengandung pengertian: energization, guidance, and
maintenance, motivasi adalah energizes, directs and sustains behaviour.
Motivasi mengandung pengertian individual variability in behavior not due to differences in ability Menurut Greenberg & Baron (1997):
Motivation as a set of process that arouse, direct, and maintain human behaviour toward attaining some goal. Dari beberapa istilah di atas motivasi adalah konsep yang menguraikan tentang kekuatan – kekuatan yang ada dalam diri karyawan yang memulai dan mengarahkan perilaku.
Motivasi adalah dorongan dalam melakukan sesuatu. Proses yang yang terjadi dalam motivasi digambarkan dalam bagan di bawah ini:
Gambar 7.1. Proses dalam Motivasi
Ada dua hal penting yang perklu diperhatikan dalam motivasi, yaitu kosnep abstrak, dan multifaceted. Motivasi merupakan konsep yang abstrak, tidak dapat terlihat tapi dapat disimpulkan dari perilaku yang terlihat. Motivasi merupakan sesuatu yang multifaceted. Artinya seseorang dapat saja memiliki beberapa motivasi yang bekerja dalam satu* waktu.
Konsep motivasi telah mendapat perhatian yang besar. Motivasi akan memberikan pengaruh terhadap kinerja individu, sebagaimana tampak pada hubungan di bawah ini:
Gambar 7.2 Dimensi Kinerja
Motivasi akan mempengaruhi kinerja organisasi, kalau kinerja individu memenuhi kriteria satdar organisasi, maka kinerja organisasi akan baik.
Teori-teori Motivasi. Secara umum teori-teori motivasi dapat dikelompokkan menjadi dua teori, yaitu Content Theory dan Process Theory.
Content theory mengasumsikan bahwa faktor-faktor yang membangkitkan, mengarahkan dan mempertahankan perilaku berada dalam diri individu. Pendekatan ini memfokuskan pada upaya mendidentifikasi elemen internal yang penting dan menjelaskan bagaimana elemen in diprioritaskan dalam diri individu. Content theory dalam motivasi lebih menekankan pada pertanyaan “apa” yang menyebabkan seseorang termotivasi. Teori motivasi yang termasuk content theory adalah Teori Motivasi Maslow, Teori ERG Alderfer, Teori Model motivator-hygiene Herzberg dan Teori motivasi Mc Clelland.
Teori hirarki kebutuhan Maslow. Menurut Maslow, motivasi seseorang akan bertingkat, apabila kebutuan dasarnya yang paling rendah sudah terpenuhi, maka seseorang akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan yang ada di tingkat di atasnya. Namun demikian teori Maslow ini menemui pembantahan, yaitu: a) Tidak ada bukti penelitian bahwa kebutuhan manusia terdiri dari 5 kategori berbeda dan hirarki, b) Hasil penelitian berbeda-beda atas pengujian proposisi kebutuahn yang tidak terpuaskan yang akan membuat individu terfokus dan c)Tidak ada bukti yang menunjukkan kebutuhan terpuaskan akan kebutuhannya.
Teori ERG Alderfer. Menurut Alderfer, teori motivasi Maslow dapat diringkas menjadi tiga yaitu Existance, Relatedness, dan Growth.
Existence, adalah kebutuhan terkait dengan eksitensi manusia (mirip fisiologis dan aman Maslow). Relatedness adalah kebutuhan terkait dengan interpersonal dunia kerja (belonginess). Growth adalah kebutuhan
pengembangan potensi manusia (aktualisasi). Perbedaan teori motivasi Alderfer dengan Maslow, dalam hal Satisfaction-progression, dan frustation-regression. Pada ERG, tiap kebutuhan tidak harus terpenuhi sebelum mencapai.
Gambar 7.3 Hirarki Kebutuhan Menurut Maslow
Model motivator-hygiene Herzberg. Teori ini mungkin merupakan teori yang paling kontroversial dalam teori motivasi kerja. Hal yang paling kuat pada teori ini adalah adanya efek yangkuat dalam menstimulasi pemikiran dan peningkatan motivasi pekerjaan. Secara skematis, maka teori Herzberg dapat dilihat dalam diagram berikut ini:
Tabel 7.5 Perbedaan Teori Motivasi pada Motivation Hygiene Factor
Motivation Hygiene Factor
Achievment Working condition
Recognition Supervision
Advancement Welfare benefits Responsibility
Interest
Sumber: Yuwono. 2005. Psikologi Industri dan Organisasi
Teori motivasi Mc Clelland. Menurut McClelland, individu memperoleh sejumlah kebutuhan dari budaya masyarakat yang dipelajari melalui sesuatu yang mereka lihat secara alami khususnya di masa awal kehidupan. Ada empat kebutuhan yang dipelajari seseorang dari lingkungan,yaitu kebutuhan berprestasi, berkuasa, berafiliasi dan berotonom.
Sedangkan pada Process Theory dari motivasi, berusaha untuk
menggambarkan bagaimana perilaku dibangkitkan, diarahkan dan dipertahankan. Teori ini memfokuskan pada proses psikologis tertentu
yang mendasari perilaku. Process theory lebih berusaha mencari jawaban atas pertanyaan ”mengapa” seseorang termotivasi. Beberapa teori motivasi yang termasuk Process Theory adalah teori Expectancy Victor Broom, teori Equity dan teori Reinforcment.
Exectancy Theory . Expectancy theory, dikemukakan oleh Victor Vroom. Vroom mendasarkan teorinya pada tiga konsep penting, yakni :harapan (expectancy), nilai (value) dan pertautan (instrumentality).
Harapan adalah suatu kesempatan yang diberikan terjadi karena perilaku.
Harapan mempunyai nilai yang berkisar dari nol yang menunjukkan tidak ada kemungkinan bahwa suatu hasil akan muncul sesudah perilaku atau tindakan tertentu, sampai angka positif satu yang menunjukkan kepastian bahwa hasil tertentu akan mengikuti suatu tindakan atau perilaku. Harapan dinyatakan dalam probabilitas (kemungkinan). Nilai (valence) adalah akibat dari prilaku tertentu mempunyai nilai/ martabat tertentu (daya atau nilai memotivasi) bagi setiap individu tertentu. Pertautan (instrumentality).
Pertautan adalah persepsi dari individu bahwa hasil tingkat pertama akan dihubungkan dengan hasil tingkat kedua.
Equity Theory.Setiap manusia selalu mendambakan keadilan dalam pemberian hadiah maupun hukuman terhadap setiap prilaku yang relatif sama. Bagaimana prilaku bawahan dinilai atasan, akan mempengaruhi semangat kerja mereka. Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang, dimana seorang atasan harus bertindak adil terhadap semua bawahannya. Jika dasar keadilan diterapkan dengan baik oleh atasan, maka gairah kerja bawahan cenderung meningkat.
Reinforcement Theory. Teori ini didasarkan atas hubungan sebab dan akibat dari prilaku dengan pemberian kompensasi. Misalnya, promosi tergantung dari prestasi yang selalu dapat dipertahankan. Bonus kelompok tergantung pada tingkat produksi kelompok. Sifat ketergantungan tersebut bertautan dengan hubungan antara prilaku dan kejadian yang mengikuti
perilaku itu. Reinforcement theory terdiri dari positive reinforcement dan negative reinforcement.
Positive reinforcement (pengukuhan positif), yaitu bertambahnya frekuensi prilaku, terjadi apabila pengukuh positif diterapkan secara bersyarat. Negative reinforcement (pengukuhan negatif), yaitu bertambahnya frekuensi prilaku, terjadi apabila pengukuh negatif dihilangkan secara bersyarat.
Kaitan Motivasi dengan K3. Motivasi penting dipelajari dalam K3. Sikap selamat dan aman merupakan motivasi yang paling dasar dari hirarki kebutuhan manusia. Mengetahui tentang teori motivasi akan memudahkan memberikan pendekatan yang lebih bersifat humanistik untuk selalu mengedepankan perilaku aman dalam bekerja.