• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU DASAR-DASAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

N/A
N/A
Yusuf Rizal

Academic year: 2023

Membagikan "BUKU DASAR-DASAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA"

Copied!
186
0
0

Teks penuh

KONSEP KESEHATAN DAN

Pengertian K3

Sebelum memasuki filosofi K3, perlu dipahami terlebih dahulu pengertian lingkungan kerja atau sering disingkat K3. Pengertian K3 menurut OSHA adalah kesehatan dan keselamatan kerja merupakan penerapan ilmu pengetahuan untuk mempelajari bahaya keselamatan manusia dan harta benda, baik di industri maupun di luar.

Tujuan K3

Saat ini masyarakat sudah mengenal berbagai jenis perangkat yang digunakan untuk membantu pekerjaannya. Masa Kemerdekaan Masa kemerdekaan ditandai dengan adanya landasan hukum yang jelas bagi berdirinya suatu negara, yaitu Undang-Undang Dasar 1945.

Dasar Keilmuan K3

Filosofi K3

Ringkasan

Perlindungan terhadap pekerja mencakup aspek yang cukup luas yaitu perlindungan keselamatan, kesehatan, pemeliharaan etos kerja dan perlakuan sesuai harkat kemanusiaan dan moral agama.

Pertanyaan Diskusi

Perbedaan kedua adalah WHO-ILO menekankan pada kesehatan kerja, sedangkan OSHA menekankan pada keselamatan kerja. Ilmu K3 mempunyai sub ilmu yang saling berkaitan yaitu kesehatan kerja, keselamatan kerja, higiene industri dan ergonomi.

Peta Ingatan (Mind Map)

Penyakit akibat kerja (Occupational disease) Penyakit akibat kerja adalah segala keadaan dan/atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja atau pekerjaan. Paparan getaran pada pekerja merupakan pengaruh dari peralatan mekanik yang digunakan, yang mempunyai pengaruh yang berbeda-beda tergantung pada jenis, posisi, frekuensi dan lamanya paparan getaran pada pekerja. Paparan getaran mekanis pada pekerja terdapat pada pekerja pertanian (traktor, penggiling pada pemisahan gabah padi dan gergaji mesin), transportasi dan pekerjaan umum (trailer, pemecah tanah untuk memahat dan memotong aspal, truk), industri (mesin, penggiling dan gergaji) .

KESELAMATAN KERJA DAN

Beberapa Terminologi K3

Kecelakaan kerja merupakan suatu peristiwa yang tidak diinginkan yang dapat menimbulkan kerugian dan terjadi pada jam kerja dan di tempat kerja. Selain kehilangan waktu kerja, kerugian akibat kecelakaan kerja antara lain kerusakan harta benda dan keterlambatan proses produksi.

Teori Kecelakaan Kerja

Sedangkan kondisi kurang lancar adalah kondisi di tempat kerja termasuk mesin, peralatan, material, proses yang tidak memiliki pedoman keselamatan kerja. Tindakan non-standar ini dapat dikurangi jika perusahaan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada karyawannya.

Gambar 2.1 Teori Domino Heinrich  Penjelasan
Gambar 2.1 Teori Domino Heinrich Penjelasan

Statistik Kecelakaan Kerja

Tempat kerja mempunyai 500 karyawan, jumlah jam kerja yang dicapai adalah 1.150.000 juta jam kerja. Tempat kerja dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 500 orang, jumlah jam kerja mencapai 1.150.000 juta jam kerja dan LTI (Lost Time Injury) sebesar 46.

Ringkasan

Artinya kenaikan 10% pada lokasi B mempunyai perbedaan yang signifikan yaitu penurunan kinerja yang perlu mendapat perhatian.

Pertanyaan Diskusi

Jelaskan secara singkat bahwa kecelakaan kerja merupakan kontak dengan energi atau zat, dan berikan contohnya! Kecelakaan kerja dapat terjadi akibat kontak manusia atau interaksi dengan energi yang melebihi batas toleransi yang dapat diterima oleh struktur tubuh manusia.

Peta Ingatan (Mind Map)

Lingkungan kerja yang dijelaskan pada subbagian lain dapat memberikan pengaruh tidak langsung terhadap keadaan psikologis karyawan. NAV tertinggi atau TLV-C (Threshold Limit Value-Ceiling), yaitu kadar bahan kimia tertinggi di udara tempat kerja yang tidak boleh dilampaui selama bekerja.

KESEHATAN KERJA DAN PENYAKIT

Pengertian Kesehatan Kerja

Definisi kesehatan kerja menurut WHO pada tahun 1950 adalah kesehatan kerja adalah suatu upaya untuk memelihara dan meningkatkan tingkat kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang setinggi-tingginya bagi seluruh pekerja pada semua pekerjaan dari bahaya yang timbul dari faktor-faktor yang membahayakan kesehatan. , penempatan dan pemeliharaan pekerja dalam lingkungan kerja yang disesuaikan dengan kemampuan fisiologis dan psikologis dan disimpulkan sebagai adaptasi kerja manusia dan setiap manusia dalam bekerja. Definisi tersebut mengalami perubahan sehingga pada tahun 1995, gabungan WHO dan ILO mendefinisikan kesehatan kerja dalam tiga fokus yang berbeda, yaitu: 1) Memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kapasitas kerja pekerja, 2) Peningkatan kerja dan lingkungan kerja yang kondusif bagi kesehatan dan kapasitas kerja pekerja. K3 pegawai dan 3) Pengembangan, pengorganisasian kerja dan budaya kerja ke arah yang mendukung kesehatan dan keselamatan di tempat kerja dan dengan demikian meningkatkan suasana sosial yang positif dan kelancaran fungsi serta dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Konsep budaya kerja yang dimaksudkan dalam kerangka ini merupakan cerminan dari sistem nilai dasar yang dianut oleh suatu perusahaan tertentu.

Definisi Penyakit Akibat Kerja

Di beberapa negara, istilah penyakit akibat kerja, penyakit non-kerja, dan penyakit akibat kerja diperlakukan sama dengan penyakit akibat kerja. Ada dua elemen dalam mengidentifikasi penyakit akibat kerja, yaitu 1) Adanya hubungan antara paparan spesifik dengan penyakit tersebut dan 2) Fakta bahwa frekuensi kejadian penyakit pada populasi pekerja lebih tinggi dibandingkan pada populasi umum.

Penyebab Penyakit Akibat Kerja

Bahaya tekanan udara ada dua, yaitu tekanan udara tinggi (paparan hiperbarik) dan tekanan udara rendah (paparan hipobarik). Penyakit dekompresi adalah penurunan tekanan secara tiba-tiba dari tekanan udara tinggi ke tekanan udara rendah.

Diagnosis Penyakit Akibat Kerja

Penyakit akibat kerja berdasarkan faktor psikologis akan dibahas lebih detail pada Bab 3 Perilaku Kerja dan Psikologi. Secara umum gejala penyakit akibat kerja berkurang bahkan terkadang hilang jika penderitanya tidak masuk kerja.

Program Kesehatan Kerja

Pengembangan program kesehatan kerja dalam Sistem Kesehatan Nasional (NHS) akan efektif dengan terciptanya Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Kerja (OHMS) yang merupakan subsistem dari SIKNAS. Pembentukan dan tata cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja bergantung pada jumlah pekerja dan tingkat risiko di tempat kerja.

Ringkasan

Terakhir, setelah program dilaksanakan sesuai rencana, dilakukan evaluasi; Apakah proses pelaksanaan berjalan sesuai rencana, apakah terjadi perubahan perilaku pegawai ke arah positif, apakah ada perubahan keadaan sehubungan dengan promosi kesehatan yang dilaksanakan? Di akhir masa kegiatan, tahap selanjutnya adalah 'Pengembangan Komunitas Pekerja', yang kemudian kembali ke langkah 'Diagnosis Komunitas Pekerja', 'Resep Komunitas Pekerja' dan 'Pengobatan Komunitas Pekerja'.

Penyakit akibat kerja berdasarkan faktor psikologis muncul dari interaksi antar manusia di tempat kerja dan stres psikologis. Pendekatan yang sering digunakan untuk mendiagnosis penyakit akibat kerja adalah pendekatan epidemiologi dan pendekatan klinis.

Peta Ingatan (Mind Map)

Secara umum pekerjaan yang menimbulkan beban kerja yang dilakukan seseorang dapat digolongkan menjadi beban kerja fisik dan beban kerja mental. Lingkungan kerja yang penuh tekanan, tidak nyaman, peralatan yang sudah ketinggalan jaman, jam kerja dan pembagian kerja yang tidak memperhitungkan keterbatasan manusia, dan sebagainya. mereka berasal dari kemauan manajemen.

LINGKUNGAN KERJA

Lingkungan Kerja Fisik

Pekerjaan yang berpotensi menimbulkan getaran seluruh tubuh, seperti pengemudi, masinis dan 2) Getaran pada bagian tubuh (getaran segmental). Berdasarkan ISO 2372, getaran pada mesin dibagi menjadi 4 kategori yaitu: a) baik, b) dapat diterima, c) masih diperbolehkan, d) berbahaya.

Tabel 4.1. Nilai Ambang Batas Kebisingan
Tabel 4.1. Nilai Ambang Batas Kebisingan

Lingkungan Kerja Kimia

Bahan kimia yang mudah terbakar ini digolongkan menjadi tiga, yaitu: 1) Padatan mudah terbakar, 2) Cairan mudah terbakar, dan 3) Gas mudah terbakar. Bahan kimia yang mengiritasi adalah zat yang karena reaksinya dapat menyebabkan kerusakan atau peradangan atau sensitisasi bila bersentuhan dengan permukaan tubuh.

Lingkungan Kerja Biologi

Bahan kimia karsinogenik adalah bahan kimia yang menyebabkan perubahan struktur genetik manusia, mutagen, teratogen. Dilihat dari sifatnya, bahan kimia dapat dikelompokkan berdasarkan 1) jenis senyawa, 2) ukuran molekul dan 3) konsentrasi, 4) derajat kelarutan.

Lingkungan Kerja Fisiologi Ergonomi

Pada tempat kerja yang mengharuskan proses produksi berjalan selama 24 jam sehari, maka Anda wajib membuat jadwal kerja. Kelelahan fisik akibat kerja berlebihan yang masih dapat dikompensasi dan ditingkatkan kinerjanya menjadi normal.

Lingkungan Kerja Psikologi dan Perilaku

Beban yang terlalu besar dibandingkan dengan kapasitas kerja (overload) akan mengakibatkan rendahnya prestasi kerja, sedangkan beban yang terlalu kecil akan mengakibatkan rendahnya motivasi kerja. Organisasi yang menerapkan suasana kerja kekeluargaan menawarkan kenyamanan lebih dalam bekerja dibandingkan dengan tempat kerja yang kaku.

Ringkasan

Pekerja shift malam hendaknya mendapatkan istirahat yang cukup dan mengatur pergantian shift dengan baik agar dapat meminimalisir terjadinya kelelahan dalam bekerja. Kondisi bising membuat sulit fokus dalam bekerja, sehingga pekerjaan mudah tidak dapat terlaksana sesuai target.

Pertanyaan Diskusi

Menurut Harrington dan Gill (2003), seni mengenali bahaya diperoleh dengan melakukan survei langsung, dan praktisi harus selalu menyadari potensi lingkungan kerja yang berbahaya bagi kesehatan. Supervisor area kerja terkait harus memastikan bahwa tindakan perbaikan telah diambil sehingga bahaya yang ada telah dihilangkan atau dikendalikan.

Peta Ingatan (Mind Map)

FISIOLOGI KERJA

Metabolisme Energi

Untuk menghasilkan kinerja dan kemampuan kerja yang baik dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, yang harus diperhatikan. Psikologi dalam keselamatan kerja merupakan suatu ilmu yang berupaya mempelajari perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungan kerja, yang khususnya berkaitan dengan terbentuknya perilaku aman yang dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja, serta mempelajari terbentuknya perilaku tidak aman dalam bekerja, yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja.

Gambar.5.1  Diagram  singkat  tiga  tahap  pemecahan  bahan  makanan  yang  complex  menjadi  molekul  yang  lebih  sederhana
Gambar.5.1 Diagram singkat tiga tahap pemecahan bahan makanan yang complex menjadi molekul yang lebih sederhana

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Performa

Homeostatis

Kontribusi berbagai sistem tubuh terhadap homeostatis didasarkan pada sistem tubuh, yaitu sistem saraf, sistem endokrin, sistem rangka, sistem otot, sistem kardiovaskular, sistem limfatik, sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem saluran kemih, dan sistem reproduksi. Tanpa asupan energi dan nutrisi yang teratur dari sistem pencernaan, maka seluruh sistem dalam tubuh akan terganggu.

Beban Kerja

Nadi (denyut/menit) = (10 denyut/waktu hitungan)x 60 Peningkatan denyut nadi mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan curah jantung istirahat agar kerja maksimal. Sumber; Gradjean (2003), Menyesuaikan Tugas Untuk Manusia 100 x (detak jantung kerja - detak jantung istirahat) detak jantung maksimum - detak jantung istirahat.

Tabel 5.1 Persentase Cardiovaskulair Load (CVL) dan Indikasi Kelelahan  Persentase
Tabel 5.1 Persentase Cardiovaskulair Load (CVL) dan Indikasi Kelelahan Persentase

Organisasi Kerja

Dari shift pagi, siang, dan malam, shift malam umumnya paling berpengaruh. Pada shift malam, masyarakat harus waspada terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, waktu yang sebaiknya digunakan untuk istirahat.

Ringkasan

Dalam mengatur shift, perlu diperhatikan bahwa pekerja harus berusia antara 25-50 tahun, pekerja yang mempunyai penyakit saluran cerna dan emosinya tidak stabil disarankan untuk tidak ditempatkan pada shift malam, pekerja yang jauh dari tempat kerja sebaiknya tidak aktif. pada shift malam, rotasi pendek lebih baik daripada rotasi panjang. Artinya, jika pergantian shift lebih baik setiap minggu dibandingkan bulanan, sebaiknya penggantian dilakukan setelah shift kerja malam dengan waktu istirahat minimal 3 x 24 jam. Perencanaan shift malam harus memperhitungkan libur akhir pekan, minimal 2 hari.

Pertanyaan Diskusi

Beban kerja fisik disebut juga operasi manual, yaitu kondisi prestasi kerja akan bergantung sepenuhnya pada orang yang berfungsi sebagai sumber tenaga atau pengontrol kerja. Beban kerja mental ini lebih membebani otak karena proses berpikir memerlukan upaya kreatif untuk dapat memutuskan sesuatu.

Peta Ingatan (Mind Map)

Untuk menimbulkan efek toksik sistemik, suatu zat harus mampu menembus sel tempat ia diambil dan masuk ke dalam sirkulasi sistemik atau peredaran darah. Padahal, penentu toksisitas adalah masuknya suatu zat ke dalam sel target pada tingkat yang mencapai tingkat efek toksik minimal.

Gambar 6.1 Zat Kimia dalam Tubuh Manusia
Gambar 6.1 Zat Kimia dalam Tubuh Manusia

TOKSIKAN DI TEMPAT KERJA

Azas Umum Toksik

Toksikokinetik

Toksikokinetik akan mempelajari bagaimana suatu zat xenofobia masuk ke dalam tubuh dan apa yang akan terjadi pada zat tersebut di dalam tubuh. Namun untuk menimbulkan efek toksik lokal (iritasi atau kerusakan jaringan), suatu zat tidak perlu diserap terlebih dahulu. Beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah dan laju penyerapan suatu zat adalah a) Cara pemberian atau cara pemaparan, b) Konsentrasi dan lama kontak dengan tempat penyerapan, dan c) Sifat fisika dan kimia.

Efek Toksik Suatu Zat

Hal ini terjadi karena zat yang mudah dikeluarkan sulit mencapai tingkat efek toksik minimal dan kemungkinan terjadinya akumulasi lebih kecil. Efek toksik suatu zat bergantung pada banyak faktor, termasuk sifat fisikokimia zat, biotransformasi, kondisi paparan, dan daya tahan tubuh.

Tabel 6.2 Efek Toksik Berdasarkan Skala  Waktu dan Lama Paparan
Tabel 6.2 Efek Toksik Berdasarkan Skala Waktu dan Lama Paparan

Penilaian Toksisita

Ringkasan

Pertanyaan Diskusi

Efek toksik yang ditimbulkan suatu zat sangat bervariasi tergantung pada zat, organ target, mekanisme kerja dan respon dosis. Semua efek toksik yang terjadi diawali dari interaksi biokimia antara zat toksik dan metabolit aktifnya dengan bagian tertentu makhluk hidup atau reseptornya.

Peta Ingatan (Mind Map)

Misalnya: Manajer bertanggung jawab menata tempat kerja dan lingkungan kerja sesuai dengan aturan. Pengendalian bahaya lingkungan kerja bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan paparan zat/bahan berbahaya di lingkungan kerja.

PERILAKU MANUSIA DALAM BEKERJA

Latar Belakang Psikologi dalam K3

Dalam teori motivasi, berbagai dorongan dan alasan manusia dalam bekerja akan menjadi skala prioritas seseorang dalam bekerja. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi sebagai syarat hidup dan kelangsungan hidup, masyarakat bekerja untuk memenuhi kebutuhan sekundernya.

Seleksi dan Penempatan Karyawan

Pengumpulan data secara mekanis adalah pengumpulan data berdasarkan pedoman, peraturan, dan prosedur yang telah ditentukan. Pengumpulan data klinis adalah ketika data dikumpulkan dengan cara yang fleksibel, dalam artian jenis data yang dikumpulkan dari seseorang berbeda dengan data yang dikumpulkan dari orang lain.

Tabel 7.2 Enam Strategi Seleksi  Pengumpul
Tabel 7.2 Enam Strategi Seleksi Pengumpul

Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan

Menekankan aktivitas Menekankan pengetahuan Menekankan perbandingan prestasi dan tingkat pengetahuan dengan orang lain. Perbedaan antara pelatihan dan pengembangan dapat dilihat dari pengertian konsep pengembangan yang berarti pertumbuhan atau realisasi.

Motivasi Kerja

Secara umum teori motivasi dapat dikelompokkan menjadi dua teori, yaitu teori isi dan teori proses. Beberapa teori motivasi, termasuk teori proses, adalah teori harapan Victor Broome, teori ekuitas, dan teori penguatan.

Gambar 7.1. Proses dalam Motivasi
Gambar 7.1. Proses dalam Motivasi

Sikap Kerja dan Perspektif Psikis

Penguatan positif, yaitu peningkatan frekuensi perilaku, terjadi ketika penguatan positif diterapkan secara kondisional. Unsur kepuasan meliputi input, outcome, komparator, kesetaraan-ketidaksetaraan, teori dua faktor yaitu kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja merupakan dua hal yang berbeda.

Kepemimpinan

Manajemen yang sangat aktif, apabila manajer secara aktif dan ketat memantau pelaksanaan tugas pekerjaannya agar tidak melakukan kesalahan. Manajemen yang sangat pasif, ketika manajer hanya bertindak ketika bawahan tidak mencapai tujuan, atau setelah masalah serius benar-benar muncul.

Komunikasi dan Interaksi dalam Bekerja

Peran Psikologi dalam K3

Pelanggaran adalah kesalahan yang terjadi karena seseorang mengetahui apa yang seharusnya dilakukannya namun memilih untuk tidak melakukan apa yang diketahuinya. Human error adalah kesalahan yang dilakukan seseorang karena faktor manusia (pengetahuan, keterampilan) dan terpeleset.

Ringkasan

Kesalahan adalah kesalahan dalam merumuskan maksud yang benar dan dapat diakibatkan oleh kelemahan atau kekurangan persepsi, ingatan dan kognisi.

Pertanyaan Diskusi

Sementara itu, Teori Proses motivasi berupaya menggambarkan bagaimana perilaku dihasilkan, diarahkan dan dipertahankan. Berbagai teori motivasi termasuk Teori Proses adalah Teori Harapan Victor Broom, Teori Ekuitas dan Teori Penguatan, Model Motivator-Hygiene Herzberg dan Teori Motivasi McClelland.

Peta Ingatan (Mind Map)

Oleh karena itu, alat pelindung diri atau alat pelindung diri sangat diperlukan untuk melindungi pekerja dari paparan bahaya di lingkungan kerja. Penggunaan alat pelindung diri merupakan upaya terakhir apabila pengendalian teknis dan pengendalian administratif tidak dapat mengurangi paparan terhadap bahaya lingkungan kerja.

PENGENDALIAN BAHAYA/HAZARD

Konsep Pengendalian Bahaya

Pengenalan bahaya dicapai dengan melakukan survei walk-through, dan praktisi harus selalu menyadari potensi lingkungan kerja yang berbahaya bagi kesehatan. Penilaian lingkungan kerja merupakan tahapan penilaian terhadap karakteristik dan besarnya potensi bahaya yang mungkin timbul, sehingga dapat ditentukan prioritas untuk mengatasi permasalahan.

Gambar 8.1 Diagram Alir Pengendalian Bahaya
Gambar 8.1 Diagram Alir Pengendalian Bahaya

Langkah-langkah Pengendalian Baya

Subtitusi

Pemisahan

Pengendalian dengan cara pemisahan dilakukan dengan cara pemisahan fisik, pemisahan waktu, pemisahan jarak.

Ventilasi

Alat Pelindung Diri atau APD adalah seperangkat alat yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi seluruh/bagian tubuhnya dari potensi bahaya/kecelakaan kerja. Materi pelatihan jenis-jenis alat pelindung diri menurut bahayanya, jenis pekerjaan dan bagian tubuh yang dilindungi, penggunaan alat pelindung diri yang benar dan cara merawat APD yang benar.

Gambar 8.2 Tahap Penentuan Alat Pelindung Diri
Gambar 8.2 Tahap Penentuan Alat Pelindung Diri

Pengendalian Adminsitratif

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

Alat pelindung diri ini sangat disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan dan potensi bahaya yang ada. Jenis APD berdasarkan bagian tubuh yang dilindungi adalah alat pelindung kepala berupa penutup rambut, topi dari berbagai bahan, helm, alat pelindung wajah dan mata berupa face shield, aneka kaca mata (goggle, kacamata safety, pelindung wajah), alat pelindung telinga: penutup telinga, penutup telinga, penutup telinga, alat pelindung pernapasan, berupa respirator khusus, masker, alat pelindung tangan dan jari, berupa sarung tangan yang terbuat dari berbagai bahan, alat pelindung diri berupa kaki, sepatu dari berbagai bahan, alat pelindung tubuh berupa pakaian kerja dari berbagai bahan.

Penerapan Langkah Pengendalian

Pengawasan

Manajer area kerja terkait dan perwakilan karyawan (sebaiknya anggota komite keselamatan) melakukan inspeksi jenis ini. Pengawas area kerja yang bersangkutan harus memastikan bahwa semua kondisi tidak aman yang ada telah dikendalikan secara efektif sebelum kegiatan dilaksanakan.

Ringkasan

Inspeksi khusus dilakukan sesegera mungkin setelah terjadi kecelakaan, malfungsi atau setelah dikeluarkannya prosedur kerja baru atau pada saat penambahan mesin baru. Laporan inspeksi harus diselesaikan dan dibagikan kepada Departemen HSE dan komite keselamatan setempat untuk ditinjau.

Pertanyaan Diskusi

Empat jenis inspeksi/supervisi adalah a) inspeksi tempat kerja informal, b) inspeksi tempat kerja formal, c) inspeksi komite keselamatan, d) komite keselamatan lokal dan e) inspeksi khusus. Laporan inspeksi lengkap akan diduplikasi dan dikirim ke supervisor area kerja yang sesuai dan departemen HSE untuk ditinjau.

Peta Ingatan (Mind Map)

Pelatihan bagi pengurus dan pengawas Anggota pengurus eksekutif dan pengurus mengikuti pelatihan yang mencakup penafsiran kewajiban dan prinsip hukum serta penerapan K3 Manajer dan pengawas mendapat pelatihan yang sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya. Kedua belas unsur tersebut adalah 1) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen, 2) dokumentasi strategis, 3) perencanaan dan peninjauan kontrak, 4) pengendalian dokumen, 5) pengadaan, 6) keselamatan kerja berdasarkan SMK3, 7) standar pemantauan, 8) pelaporan dan perbaikan , 9) Pengelolaan dan perpindahan materi, 10) Pengumpulan dan penggunaan data, 11) Revisi SMK3 dan 12) Pengembangan keterampilan dan kemampuan.

MANAJEMEN KESEHATAN DAN

Latar Belakang Manajemen dalam K3

K3, serta aspek pengelolaan tenaga kerja khususnya pekerja pada umumnya berada pada fase ‘kesejahteraan’. Teori penyebab kecelakaan kerja menyatakan bahwa kecelakaan kerja tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan interaksi banyak faktor.

Pengertian SMK3

Penerapan peraturan perundang-undangan serta pengawasan dan perlindungan terhadap pekerja merupakan prinsip dasar sistem manajemen ini. Sistem ergonomi (penyesuaian beban kerja/alat kerja dengan kemampuan dan fisik pekerja), merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan tenaga kerja produktif dengan meningkatkan sumber daya manusia yang profesional dan andal.

Tujuan Penerapan SMK3

Audit mengandung beberapa unsur yaitu a) Alat untuk mengukur keberhasilan penerapan dan penerapan SMK3 di tempat kerja, b) Audit yang sistematis, c) Audit yang dilakukan secara mandiri, d) Audit SMK3 yang dilakukan oleh Badan Audit yang independen. Dalam melaksanakan Audit SMK3 ada 12 unsur yang harus diaudit yaitu 1) Kewajiban Pembinaan dan Pemeliharaan, 2) Dokumentasi Strategi, 3) Review Desain dan Kontrak, 4) Pengendalian Dokumen, 5) Pembelian, 6) Keselamatan Kerja berdasarkan SMK3, 7) Pengawasan Standar, 8) Pelaporan dan Peningkatan, 9) Pengelolaan dan Perpindahan Material, 10) Pengumpulan dan Penggunaan Data, 11) Audit SMK3 dan 12) Pengembangan Keterampilan dan Kemampuan.

Gambar 9.1 Bagan elemen OHSAS 18001
Gambar 9.1 Bagan elemen OHSAS 18001

Penerapan Manajemen dalam SMK3

Manfaat Penerapan SMK3

Bagi perusahaan penerapan K3 memberikan manfaat: 1) Mengetahui kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan K3, 2) Memperoleh bahan masukan untuk tinjauan manajemen guna meningkatkan kinerja SMK3, 3) Mengetahui efektivitas, efisiensi dan kesesuaian serta kekurangan penerapan SMK3, 4 ) Mengetahui kinerja K3 di perusahaan, 5) Meningkatkan citra perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing perusahaan, 6) Meningkatnya kesadaran dan pengetahuan staf mengenai K3 yang juga akan meningkatkan produktivitas usaha, 7) Pemantauan bahaya dan risiko yang ada di perusahaan, 8) Terus menerus menangani risiko yang ada di perusahaan, 9) Mencegah kerugian yang lebih besar bagi perusahaan dan 10) Pengakuan atas prestasi K3 di perusahaan atas penerapan SMK3. Bagi pemerintah, penerapan K3 akan membawa manfaat: 1) Sebagai alat untuk melindungi hak-hak pekerja di bidang K3, 2) Meningkatkan kualitas hidup bangsa dan citra bangsa di forum internasional, 3 ) Berkurangnya angka kecelakaan kerja yang juga akan meningkatkan produktivitas kerja/nasional. 4) Mengetahui tingkat kepatuhan terhadap persyaratan hukum.

Prinsip Penerapan SMK3

Audit SMK3

Dalam spesifikasi pembelian barang dan jasa perlu adanya prosedur terdokumentasi untuk memastikan spesifikasi dan informasi yang relevan dengan K3 diperiksa sebelum keputusan pembelian. Dalam sistem pengangkutan dan penyimpanan serta pembuangan, diperlukan prosedur untuk memastikan bahwa bahan disimpan dan dipindahkan dengan cara yang aman sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Ringkasan

Pengembangan keterampilan dan kemampuan. Pengembangan keterampilan dan kompetensi meliputi 1) strategi pelatihan, 2) pelatihan manajemen dan supervisor, 3) pelatihan pekerja, 4) pelatihan induksi pengunjung dan kontraktor, dan 5) pelatihan keterampilan khusus.

Pertanyaan Diskusi

Lima prinsip tersebut adalah komitmen dan kebijakan, perencanaan, implementasi, pengukuran dan evaluasi, penilaian dan perbaikan manajemen, dan terakhir perbaikan berkelanjutan. Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga bagi pemerintah.

Peta Ingatan (Mind Map)

Gambar

Gambar 2.1 Teori Domino Heinrich  Penjelasan
Gambar 2.2. Teori Domino Heinrich dalam Mencegah Kecelakaan  Teori  kecelakaan  kerja  Frank  E  Bird/  ILCI
Gambar 2.3 Modifikasi Teori Domino (ILCI Teori Frank E Bird)  Penjelasan
Gambar 2.4. Fenomena Gunung Es Kecelakaan Kerja  Sumber. ILCI.1990. Accredited Safety Auditors-Pre Course  Reading, Georgia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Standard Operation Procedure (SOP) yang tertuang dalam Buku Panduan Keselamatan Ketenagalistrikan PT PLN (Persero) terkait dengan pelaksanaan sistem keselamatan dan