Dasar
Kesehatan Dan
Keselamatan Kerja (K3)
Perkantoran
Dosen Pengampu : Wiwiek Mulyani, SKM, M,kes)
Member Of Group 1
1. Yones P. massangka ( 2022071014064 ) 2. Vicky A. S. Saleki ( 2022071014025 ) 3. Dirk J. A. Sirami ( 2022071014010 ) 4. Glen G. Aragae ( 2022071014082 ) 5. Riska M. Sari ( 2022071014018 )
6. Rekson D. Alwolka ( 2022071014055 ) 7. Aprilia Krey ( 2022071014072 )
8. Moris Kondorura ( 2022071014035 ) 9. Enny Helembo (2022071014086 )
10.Zanetha A. Wafumilena(2022071014048) 11.Agnes Rumbekwan ( 2022071014047 )
12.Yustina Butu ( 2022071014031 ) 13.Militera Liwia ( 2019071014058 ) 14.Berta L. Kabes ( 2019071014132 )
15.Apliando F. Sremere ( 2019071014466 ) 16.Dones Deitai ( 2020071014515 )
17.Marcince Agapa ( 2020071014555 ) 18.Melki Bembok ( 2020071014586 ) 19.Yakomina Manday (2021071014126 ) 20.Jesi O. Tabuni ( 2021071014247 )
21.Felicia I. A. Warisal ( 2021071014346 ) 22.Feros J. May (2021071014006 )
Pengertian K3
perkantora n
01
Pengertian K3
Segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan kerja karyawan melalui upaya pencegahan
kecelakaan akan kerja (KAK) dan penyakit akibat kerja (PAK) di kantor. K3
perkantoran diatur tersendiri dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No. 48 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Perkantoran. Seperti halnya K3 di bidang atau sektor lain seperti konstruksi, manufaktur, pertambangan, dan lain-lain,
K3 perkantoran diatur secara rinci dalam
peraturan tersebut.
Tujuan
penerapan K3
perkantora n
02
Mencegah dan mengurangi penyakit akibat kerja (PAK) dan penyakit lain, serta
kecelakaan kerja (KAK) pada karyawan Mewujudkan kantor yang sehat, aman,
nyaman, dan karyawan yang sehat, selamat,
bugar, berkinerja dan produktif
Potensi Bahaya K3 Perkantora
n
03
Ada 5 potensi bahaya K3
Fisik
Bising, getaran, pencahayaan, radiasi layar komputer, elektrik
Kimia
Partikel debu cairan desinfektan, uap,
Ergonomi
Posisi kerja tidak netral, kelebihan beban, gerakan berulang
Psikosiosial
Konflik antar rekan, stress kerja, beban kerja,
karir, shift
Biologi
Mikroorganisme seperti virus, bakteri, vektor
Pentingnya K3 di
perkantora n
04
* Frekuensi kecelakaan kerja di area perkantoran bisa dibilang lebih kecil dari pada di area outdoor. Namun, perlu diingat
bahwa masalah keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya yang bersifat dampak jangka pendek, tetapi juga dampak
jangka panjang. Risiko seperti ini sering kali luput dari perhatian
* Faktor risiko bahaya yang mungkin terjadi di perkantoran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu keselamatan dan
kesehatan pekerja. Risiko keselamatan misalnya terjatuh, terbentur, bahaya kebakaran, bencana alam, dan
sebagainya. Sementara itu, risiko kesehatan seperti beban kerja berlebih, masalah kesehatan karena perilaku yang tidak sehat, dan sebagainya
Hal ini sangat berpengaruh bagi kehidupan seorang karyawan karena waktu yang dihabiskan di area perkantoran hampir atau bahkan lebih dari sepertiga waktu sehari. Jika perilaku atau kebiasaan yang tidak sehat dilakukan atau dialami tiap
hari, dampaknya signifikan pada jangka panjang Saat ini, jumlah penduduk Indonesia yang bekerja di sektor
formal, khususnya pekerja perkantoran, memang lebih sedikit daripada yang bekerja di sektor informal. Meskipun
potensi bahaya yang terjadi hanya dari ringan ke sedang, usaha K3 perlu terus dilakukan. Pasalnya, K3 perkantoran
membutuhkan identifikasi dan pengendalian khusus
Masalah K3 perkantora
n yang sering muncul
05
Masalah K3 perkantoran
Penataan dokumen dan peralatan yang
tidak aman
Penataan
kelistrikan yang tidak aman
Penempatan alat pemadam
api ringan (APAR) yang
tidak sesuai
Kondisi hidran gedung yang
terhalang
Posisi kerja yang tidak ergonomis
Kondisi tangga darurat yang
tidak sesuai
Hal yang perlu di perhatikan
untuk
standar K3 perkantora
n
06
Ada 4 hal yang perlu
diperhatikan untuk standar K3 perkantoran
Keselamatan Kerja
Kesehatan Kerja
Kesehatan lingkungan kerja
perkantoran
Ergonomi
Keselamatan Kerja
Pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan
ruang perkantoran
Desain alat dan tempat kerja
Pengelolaan listrik dan sumber api
Persyaratan dan tata cara
evakuasi
Penempatan dan
penggunaan alat
perkantoran Penggunaan mekanik dan
elektronik
Kesehatan
Kerja * Peningkatan pengetahuan kesehatan kerja
* Pembudayaan perilaku hidup
bersih dan sehat di tempat
kerja
* Aktivitas Fisik
Standar dan persyaratan Kesehatan lingkungan perkantoran
Sarana bangunan
Penyediaan air bersih
Pengelolaan limbah
Cuci tangan pakai sabun
(CTPS)
Toilet
Pengendalian vector dan
binatang
Ergonomi
Luas tempat
kerja 1
koridor 3
kursi
2
Postur kerja
4 5
Durasi
kerja
Terimakasi
h