KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA (K3)
K3 → Rumah tangga ;
→ Tempat Kerja
• Di AS 13.000 kejadian kekerasan di rumah tangga →
175.000 hari kerja hilang → 3M s/d 5M US $ kehilangan produktivitas
• Tahun 2000, terjadi 5,7 juta kecelakaan/ kesakitan
kerja, 50 M $ biaya kompen-sasi dan 50 M $ biaya tidak langsung dikeluarkan
• 70 juta jam kerja hilang
• Lebih kurang 5200 TK meninggal
• Biaya dikeluarkan akibat kekerasan di tempat kerja 4,3 M $ per tahun.
Lembaga K3 – OSHA (Occupational Safety & Health Administration)
• Lingkup wewenang: memastikan bahwa semua
pengusaha dan pekerja mengikuti segala ketentuan yang berkaitan dengan K3 dan perlindungannya
(Asuransi tenaga kerja, Jamsostek - sekarang BPJS Ketenagakerjaan)
• Ada standard-standard kerja yang dikeluarkan
• Pelaksanaan standard; Pemeriksaan tempat kerja (pemeriksaaannya bisa mendadak,bebas waktu dan tempat); Sanksi pelanggarannya melaluiTeguran
dan penalti (denda/hukuman)
• Konsultasi : on site ; Voluntary Protection Program (VPP) - penghargaan
Tanggungjawab dan Hak – K3
• Tanggung jawab dan Hak Pemberi Kerja ; menjelaskan kepada TK tentang K3, menyimpan dan melaporkan data kecelakaan, memfasilitasi keluhan TK
Tingkat Kecelakaan = (Jml kecelakaan/kesakitan x 200.000) / (Total jam kerja seluruh karyawan)
• Tanggungjawab dan Hak TK ; 1. Melaporkan kondisi kerja yang berbahaya;
2. Mengikuti seluruh peraturan K3 (antara lain penggunaan peralatan dan perlengkapan);
3. Berhak mengajukan kondisi kerja yang lebih aman dan sehat tanpa rasa takut;
4. Berhak untuk meminta informasi tentang kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman
• Mempromosikan Kepedulian terhadap K3 1. Meningkatkan peran penyelia
(yaitu : orientasi K3 bagi tenaga kerja baru, pengawasan K3 secara kontinu)
2. Menyelenggarakan Pelatihan K3 secara Proaktif (yaitu : pertolongan pertama, mengemudi secara hati-hati, teknik pencegahan kecelakaan, memperkenalkan bahan-bahan berbahaya, prosedur keadaan darurat)
3. Pemanfaatan Teknologi Informasi
(yaitu : melalui Promosi, Kepedulian dan Pelatihan K3)
Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman (lanjutan)
• Penegakan Peraturan K3
1. Menggunakan peralatan keamanan yang tepat 2. Menerapkan prosedur kerja yang tepat
3. Mengikuti praktek pelaksanaan kerja yang baik 4. Menerapkan prosedur pelaporan K3 yang sesuai
5. Menggunakan pakaian dan perlengkapan keamanan 6. Hindari ketidakpedulian dan kecerobohan
• Menginvestigasi dan Mencatat Kecelakaan
Menciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat
• Bahaya bagi Kesehatan, berasal dari : – Bahaya bahan kimia
– Kualitas udara di ruangan kerja
– Video Display Terminal (VDT) adalah stasiun kerja dengan menggunakan komputer/tampilan video
(Problem dalam VDT : kesulitan penglihatan (eye strain, irritation, lighting), lelah dan nyeri otot, stress karena pekerjaan)
• Trauma Kumulatif, penyebabnya :
– Karena gerakan kerja yang monoton (sehingga menimbulkan pegal, nyeri, lelah, kram, dll)
– Karena aspek ergonomika (berkaitan interaksi manusia dengan sistem.
Berhubungan dengan kebisingan, pencahayaan, bau-bauan, suhu, kelembaban, studi gerakan, dll)
Menciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat
• Kekerasan di tempat kerja
- Kasus perampokan, pemerkosaan, pelecehan dll
- Upaya perusahaan mengurangi kekerasan di tempat kerja ; a. Komitmen manajemen
b. Identifikasi dan disain ulang tempat kerja yang berpotensi terjadinya kekerasan c. Pelatihan melawan kekerasan dan evaluasi program K3
- Terorisme (perlu adanya : identifikasi,fasilitas vital, alat deteksi) - Pembentukan Tim Manajemen Krisis
(identifikasi risiko dan mengembangkan manajemen K3)
• Membangun Kesehatan Kerja lebih baik
- Menjamin kesehatan pekerja (tersedia asuransi; alat pelindung diri)
- Pendekatan alternatif dalam menjaga kesehatan (kondisi lingkungan kerja, gaya hidup pekerja, pola makan dan istirahat, dll)
• Mempromosikan Kebugaran dan Kesehatan
• Program Asistensi Pekerja, hal ini untuk menanggulangi :
(krisis individu; problema emosional/stress, depresi; alkohol; Narkoba)
Ekspresi pekerja terhadap ketidakpuasan
STRESS
• Merupakan kondisi ketegangan yang
berpengaruh terhadap : emosi, jalan pikiran dan kondisi fisik seseorang
• Stress yang tidak dapat diatasi berakibat
ketidakmampuan seseorang untuk berinteraksi secara positif dengan lingkungannya, baik
dalam pekerjaan maupun di luar pekerjaan
A Model of Stress
Sumber Stres
• Beban tugas yang terlalu berat,
• Tekanan waktu,
• Penyeliaan (supervisi) yang kurang baik,
• Iklim kerja yang tidak nyaman
• Kurangnya informasi dan feed back tentang prestasi kerja,
• Ketidakseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab,
• Ketidakjelasan peranan karyawan dalam keseluruhan kegiatan perusahaan
• Frustrasi karena adanya intervensi pihak lain yang menimbulkan terganggu konsentrasi kerja,
• Konflik antara karyawan dengan pihak lain didalam maupun di luar lingkungan kerja,
• Pderbedaan sistem nilai yang dianut oleh karyawan dan yang dianut oleh perusahaan,
• Perubahan yang menimbulkan ketidakpastian
PENGELOLAAN STREES
• Stress, yaitu tekanan dalam bentuk fisik, mental atau emosional → maka harus dilakukan penyesuaian perilaku
• Eustress → bersifat positif, adalah stress yang baik, yang benar-
benar memotivasi kita untuk maju terus, dan mengarah pada prestasi.
Misal : promosi jabatan, pernikahan, kelahiran, pekerjaan baru, dan peristiwa-peristiwa luar biasa yang dinanti-nantikan.
• Distress, yaitu stress berat, stress yang mengarah kondisi buruk, bisa menimbulkan hilangnya rasa kepedulian dan keamanan
• Alarm reaction (tanda stress); detak jantung, pernafasan, tekanan darah dll
• Beberapa tips menangani Eustress dan Distress antara lain : Tidur, Diet, Udara Segar, Berolah raga, pengalihan pada kegiatan lain, herbal, waktu tenang, dan tertawa
Stress karena pekerjaan
• Sumber : Beban kerja tinggi, tekanan pekerjaan berlebihan, PHK dan restrukturisasi organisasi, kondisi ekonomi (utama) dll
• Burnout ; akibat dari distress → depresi, frustasi, anjloknya produktivitas
• Mengatasi stress dalam pekerjaan - Bertanggungjawab tanpa berkuasa
- Mengatasi ketidakmampuan mengajukan komplain
- Hilangkan prasangka berkaitan dengan umur, jender, agama, suku
- Atasi kondisi kerja yang buruk
- Perbanyak pemberian penghargaan (recognition)
- Atasi ketidakjelasan dalam uraian pekerjaan dan rantai komando - Atasi hubungan antar personal yang tidak akrab
CONTOH
KALENDER K3
Responsi Pertemuan 6
• Kelompok mahasiswa mempelajari K3 suatu perusahaan melalui internet :
a. Upaya apa saja yang dilakukan oleh perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman
b. Upaya apa saja yang dilakukan oleh perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat
c. Apakah selama ini para karyawan taat pada peraturan K3 dan patuh menggunakan alat pelindung diri (personal protective equipment), jelaskan !
d. Alat pelindung diri (personal protective equipment) apa saja yang harus digunakan ? Apa saja sanksi tegas terhadap pelanggarnya ? e. Apa saja sumber potensial pemicu stress di perusahaan tersebut ?
jelaskan upaya perusahaan untuk mencegah atau menanggulanginya !
Responsi Pertemuan 6 (lanjutan)
f. Sesuai hasil pengamatan / wawancara kelompok Anda di
perusahaan, Berikanlah beberapa masukan untuk ke depannya mengenai perbaikan implementasi K3 yang dapat dilakukan
secara bertahap oleh perusahaan, demi perbaikan K3 perusahaan !
g. Presentasi kelompok mengenai implementasi Kesehatan &
Keselamatan Kerja (K3) pada pertemuan 12
JAWAB SOAL SOAL INI
Salah satu Sertifikat Kompetensi Sarjana Terapan LNK adalah Ahli K3