BAB III Metode Penelitian
G. Tahap-Tahap Penelitian
Pada tahap persiapan dilakukan beberapa kegiatan sebelum penelitian dilaksanakan, kegiatan tersebut meliputi:
Menyusun rancangan penelitian, rancangan penelitian ini berisi tentang latar belakang, pemilihan alokasi penelitian, penentuan jadwal
44
penelitian, rancangan pengumpulan data, rancangan prosedur analisis data dan rancangan keabsahan data.
Observasi dan wawancara, kegiatan ini merupakan kunjungan langsung terhadap proyek penelitian dengan tujuan peneliti mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Perizinan lokasi penelitian tepatnya di SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri memerlukan surat izin dan prosedur seperti permintaan surat pengantar dari Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember sebagai permohonan izin penelitian yang akan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri.
Penyusunan instrumen penelitian
Penyusunan instrumen penelitian kegiatan ini merupakan penyusunan lembar observasi dan wawancara yang akan digunakan untuk pengambilan data terhadap subyek penelitian yaitu guru biologi, siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri. Instrumen penelitian ini juga telah divalidasi sebelum digunakan untuk penelitian.
2. Tahap pelaksanaan di lapangan
Tahap-tahap pelaksanaan yang akan dilakukan dalam penelitian ini sebagai berikut:
a. Pengumpulan data
Kegiatan pengumpulan data merupakan pengumpulan data yang berkaitan dengan fokus penelitian yang bersumber dari guru biologi kelas XI dan 30 siswa kels XI MIPA SMA Negeri 1
45
Plosoklaten Kabupaten Kediri dengan metode data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi.
b. Pengelolaan data
Pengelolaan data merupakan tahap lanjutan dari pengumpulan data yang dimaksud untuk mempermudah proses analisis data.
c. Analisis data
Analisis data merupakan kegiatan yang dilakukan apabila semua data sudah terkumpul lalu dari hasil analisis data tersebut diuraikan dalam bentuk paparan data dan temuan penelitian.
3. Tahap Akhir Penelitian
Setelah kegiatan analisis data selesai dilakukan, peneliti membuat laporan hasil data penelitian sesuai dengan sistem penulisan skripsi yang baik dan benar.
46 BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
A. Gambaran Obyek Penelitian
1. Sejarah SMA Negeri 1 Plosoklaten
Sumber:Dokumentasi Pribadi Gambar. 4.1 SMA Negeri 1 Plosoklaten
SMA Negeri 1 Plosoklaten merupakan salah satu satuan pendidikan dengan jenjang SMA di Kawedusan, Kec. Plosoklaten, Kab.
Kediri, Jawa Timur. SMA Negeri 1 Plosoklaten berdiri pada tahun 1992 dengan nama SMA Sekartaji, SMA Sekartaji dulu berstatus swasta. Pada tahun 1993 SMA Sekartaji berubah status menjadi negeri dan berubah nama menjadi SMA Negeri 1 Plosoklaten hingga sekarang dan beralamat tetap di daerah Kawedusan, Kec. Plosoklaten, Kab. Kediri, Jawa Timur.
47
2. Profil SMA Negeri 1 Plosoklaten
a. Identitas SMA Negeri 1 Plosoklaten
1) NSPN : 20511951
2) Nama : SMA Negeri 1 Plosoklaten 3) Akreditasi : A
4) Alamat : Desa Kawedusan Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri Kode Pos 64175 5) Nomor Telepon : (0354) 546868
6) Email : [email protected] 7) Website : https://sman1plosoklaten.sch.id
8) Jenjang : SMA
9) Status : Negeri 10) Tahun berdiri : 1992 11) Tahun penegerian : 1993
b. Visi, Misi dan Tujuan SMA Negeri 1 Plosoklaten 1) Visi
“Beriman, Benar, Pintar dan Berprestasi”
Tabel 4.1
Visi SMA Negeri 1 Plosoklaten
No Indikator Visi Nilai karakter yang dikembangkan 1. Tercapainya kondisi
sekolah yang agamis dengan senantiasa mengamalkan ajaran agama yang dianut
Religius, jujur, tanggung jawab, toleransi
2. Memiliki kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah
Disiplin, cinta damai, cinta tanah air, peduli
48
No Indikator Visi Nilai karakter yang dikembangkan
Memiliki kebiasaan berperilaku sesuai dengan norma kehidupan
lingkungan, rasa ingin tahu, bersahabat
3. Memiliki kecakapan hidup (life skill)
Kerja keras, kreatif, mandiri
4. Berprestasi dalam bidang akademis dan non akademis
Tanggung jawab,
demokratis, menghargai prestasi
2) Misi
Tabel 4.2
Misi SMA Negeri 1 Plosoklaten
No Indikator Nilai Karakter
1 Mendorong terciptanya kondisi sekolah yang agamis dengan senantiasa
mengamalkan ajaran agama yang dianut
Religius, jujur, tanggung jawab, toleransi
2 Mendorong terciptanya kondisi sekolah yang membiasakan berfikir dan berperilaku ilmiah
Mendorong terciptanya kondisi sekolah membiasakan berperilaku dengan norma kehidupan
Disiplin, cinta damai, cinta tanah air, perduli lingkungan, tanggung jawab, bersahabat
3 Melaksanakan pendidikan kecakapanhidup (Life Skill Education) sehingga siswa memiliki kecakapan untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa tertekan
kemudian secara proaktif dan kreatif mencari dan
menemukan solusi dan pada akhirnya mampu
mengatasinya
Kerja keras, kreatif, mandiri
4 Melaksanakan
pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efesien sehingga setiap siswa dapat
Rasa ingin tahu, jujur, kreatif, kerja keras,
gemar membaca,
menghargai prestasi
49
No Indikator Nilai Karakter
berkembang secara optimal dan senantiasa mengacu pada perubahan dan pembaharuan pendidikan
Melaksanakan dan meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler sehingga siswa mampu berprestasi setiap diadakan perlombaan
Mengusahakan
terpenuhinya sarana dan prasarana sekolah sehingga kegiatan pendidikan dapat berjalan secara efisien dan efektif
Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan semua warga sekolah dan stakeholder dengan senantiasa mengedepankan prinsip pelayanan prima
Disiplin, kreatif, cinta tanah air, peduli sosial, menghargai prestasi
Peduli lingkungan, tanggung jawab, demokratis
Disiplin, semangat kebangsaan, bersahabat, demokratis
3) Tujuan
Tabel 4.3
Tujuan SMA Negeri 1 Plosoklaten
No Tujuan Nilai Karakter
1. Menjadikan peserta didik sebagai insan yang bertaqwa kepada Allah/Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia
Mewujudkan kebiasaan peserta didik berfikir dan berperilaku ilmiah
Mewujudkan kebiasaan peserta didik berperilaku sesuai dengan norma kehidupan
Religius, jujur, tanggung jawab
Disiplin, cinta damai, cinta tanah air, peduli lingkungan, tanggung jawab, bersahabat
Kerja keras, kreatif, mandiri
50
No Tujuan Nilai Karakter
Membekali peserta didik kecakapan hidup teknologi informasi dan komunikasi
sehingga mampu
mengembangkan diri secara mandiri
Melaksanakan pembelajaran yang kreatif, inovatif agar peserta didik dapat mengembangkan potensinya
Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi
Menanamkan sikap ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi dengan lingkungan agar peserta didik dapat berkompetisi dan mengembangkan sikap sportifitas
Rasa ingin tahu, jujur, kreatif, kerja keras, gemar membaca, menghargai prestasi
Disiplin, kreatif, cinta tanah air, peduli sosial, menghargai prestasi
Melengkapi ketercukupan ruang kelas, laboratorium, buku perpustakaan, alat- alat olahraga dan ketrampilan
Menciptakan situasi yang
kondusif dalam
pengelolaan sekolah serta menjalin komunikasi
positif dengan
stakehoulder dan mengedepankan
pelayanan prima
Peduli lingkungan,
tanggung jawab,
demokratis
Kekeluargaan, semangat kebangsaan, bertanggung jawab
c. Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Plosoklaten
Adapun sarana dan prasarana SMA Negeri 1 Plosoklaten adalah sebagai berikut:
51
1) Data tanah
a) Jumlah tanah yang dimiliki 2 m2 2) Letak Geografis
Secara geografis SMA Negeri 1 Plosoklaten terletak di Dusun Bulurejo RT/RW 01/01, Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kodepos 64175.
Lokasi SMA Negeri 1 Plosoklaten adalah sebagai berikut:
a) Sebelah Utara : Berbatasan dengan jalan b) Sebelah Timur : Berbatsan dengan jalan raya c) Sebelah Barat : Berbatasan dengan sawah
d) Sebelah Selatan :Berbatasan dengan Balai Desa Kawedusan B. Penyajian Data dan Analisis
1. Proses Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Biologi Materi Sistem Respirasi
Kondisi pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi tidak jauh berbeda dengan pembelajaran sebagaimana ketika tatap muka di gedung sekolah. Berdasarkan observasi, siswa dan guru saling berinteraksi ketika proses pembelajaran pada materi sistem respirasi, pelaksanaan tersebut meliputi, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
Dalam kegiatan pendahuluan ini seperti biasa guru menyapa siswa, mengucapkan salam, mengajak siswa berdo’a, melakukan absensi, memberikan pre-test, menggali pengetahuan siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran, juga menyajikan materi dalam bentuk PPT (Microsoft
52
Power Point). Pada kegiatan inti guru menyampaikan materi sistem respirasi, dalam kondisi pembelajaran jarak jauh ini materi sistem respirasi berhasil disampaikan dengan rinci, guru juga bertanya terkait materi yang belum siswa pahami dan ditanggapi dengan siswa, guru juga memberikan soal post-test kepada siswa, guru juga mengajak siswa menjawab dan membahasa sedikit soal-soal yang telah dikerjakan siswa. Kemudian pada kegiatan penutup guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan kesimpulan dari materi sistem respirasi yang telah dipelajari bersama siswa. Guru menyampaikan materi yang akan disampaikan pada pertemuan selanjutnya dan menutup dengan do’a. Meskipun pembelajaran online akan tetapi rangkaian pelaksanaan pembelajaran yang terdapat pada perencanaan pembelajaran sudah terlaksana dengan baik.
Tabel 4.4
Proses Pembelajaran Biologi Saat Luring dan Daring No Proses
Pembelajaran
Luar Jaringan
(Offline) Dalam Jaringan (Online) 1. Kegiatan
Pendahuluan
a. Salam b. Berdo’a
c. Absensi melihat jurnal kelas
d. Pre-Test e. Menggali
pengetahuan awal f. Menyampaikan
tujuan/indikator g. Menyampaikan
materi secara langsung
a. Salam b. Berdo’a
c. Absensi memakai jawaban salam
d. Pre- Test
e. Menyampaikan materi dengan mengirimkan PPT
2. Kegiatan Inti a. Menyampaikan materi
b. Mengajak
berdiskusi terkait materi
c. Post-Test
a. Menyampaikan materi, siswa disuruh membaca dan memahami materi b. Post- Test
53
No Proses Pembelajaran
Luar Jaringan
(Offline) Dalam Jaringan (Online) d. Guru dan siswa
bersama-sama membahas
jawaban soal-soal yang dikerjakan 3. Kegiatan
Penutup
a. Merangkum materi bersama-sama dengan siswa b. Menyampaikan
materi yang akan disampaikan minggu depan c. Menutup
pembelajaran hari ini
a. Merangkum materi yang disampaikan
b. Menyampaikan materi yang akan disampaikan minggu depan
c. Menutup pembelajaran hari ini
Pembelajaran yang ideal yaitu pembelajaran yang memperhatikan beberapa komponen yang saling terkait antara komponen yang satu dengan komponen yang lain. Pembelajaran ini meliputi beberapa komponen pembelajaran antara lain: tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, media pembelajaran dan evaluasi pembelajaran dari semua komponen yang menentukan ketercapaiannya pelaksanaan pembelajaran pada materi sistem respirasi, yang akan peneliti paparkan sebagai berikut:
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran google classroom pada materi sistem respirasi ini diharapkan pembelajaran dapat berlangsung di tengah pandemi COVID-19, tujuan pembelajaran materi sistem respirasi meliputi: siswa dapat menganalisis hubungan antara struktur dan fungsi jaringan pada sistem respirasi manusia, dapat mengaitkan struktur dan fungsi organ pernapasan manusia dengan bioproses yang terjadi.
54
Hasil wawancara (04 Januari 2022) dengan guru biologi kelas XI, menyatakan bahwa:
“Sebenernya saya mulai pembelajaran online ini sudah lama, dari awal COVID-19 pun saya sudah menggunakannya, hanya saja saya dulu memakai edmodo, zoom. Karena edmodo fiturnya ini terbatas, kalau zoom ini penggunaan datanya besar sekali dan untuk ruang penyimpanan juga besar. Jadi, saya menggunakan google classroom sebagai kelanjutan proses pembelajaran online. Kalau google classroom ini kan fiturnya banyak, bisa mengirimkan tugas, video, PPT, soal tes, bisa komen seperti yang ada didalam media sosial seperti itu juga.”.
Hal ini didukung oleh hasil wawancara (14 Januari 2022) dengan Anastya Artika Dewi selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Iya, kayak lebih enak gitu. Kan ada kayak PPT gituloh, lebih terperinci materinya”.
Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara (10 Januari 2022) dengan Yudea Magdalena Christutianti selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Seru. Soalnya PPT ituloh kan biasanya guru-guru yang lain itu kalau ngasih materi di google classroom itu gaada PPT nya”.
Berdasarkan hasil observasi bahwa tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan indikator yang tertuang dalam kurikulum. Tercapainya tujuan pembelajaran materi sistem respirasi memberikan pengetahuan siswa, agar tujuan pembelajaran tercapai tentunya tidak lepas dari indikator materi sistem respirasi. Berdasarkan hasil observasi materi yang disampaikan guru sudah sesuai dengan indikator dari materi sistem respirasi, yang ditunjukkan pada gambar 4.2.
55
Sumber:Dokumentasi Pribadi Gambar 4.2
Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran
56
Data hasil wawancara dan observasi didukung oleh hasil dokumentasi penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi. Screenshot yang menunjukkan guru memberikan materi berupa PPT disajikan pada gambar 4.3
Sumber:Dokumentasi Pribadi Gambar 4.3
Screenshot Google Classroom Materi Sistem Respirasi b. Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran merupakan isi dari pelajaran yang disampaikan guru kepada siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dalam persiapan mengajar, guru tentunya mempersiapkan materi yang akan diajarkan kepada siswa, materi yang disampaikan kepada siswa meliputi: struktur dan fungsi sistem respirasi, mekanisme
57
sistem respirasi dan gangguan pada sistem respirasi.
Hasil wawancara (04 Januari 2022) dengan guru biologi kelas XI yang menyatakan bahwa:
“Penggunaan pembelajaran secara online ini awalnya memang sulit, terutama bagi guru yang umunya lebih tua, namun perlahan-lahan rata-rata guru sudah bisa menjalankannya dengan baik. Pada masa pandemi seperti ini siterapkan pembelajaran secara online merupakan suatu tantangan dalam mengajar, guru harus menyesuaikan dengan keadaan yang terjadi saat ini, walaupun dalam penyampaian materi tidak keseluruhannya bisa diserap oleh siswa. Namun, guru selalu berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperbaiki kekurangan. Proses pembelajaran online seperti ini, menuntut guru melakukan bermacam-macam media pembelajaran daring yang variatif, sehingga siswa itu keluar dari zona bosannya. Menggunakan media yang bisa live seperti zoom, memakai google classroom, edmodo dan lain sebagainya begitu. Meski ada beberapa materi, terutama biologi kan harus ada pratikum. Terlebih lagi materi sistem respirasi ini, jadi untuk menambahkan pengetahuan mereka karena tidak bisa praktikum kita share link untuk melihat video terkait dengan materi seperti itu”.
Hal ini dibenarkan oleh hasil wawancara (07 Januari 2022) dengan Lintang Lusiana selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Efektif, pembelajarannya masuk di saya.”.
Hasil ini diperkuat oleh hasil wawancara 10 Januari 2022) dengan AK selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Lumayan menarik soalnya kan PPT yang dibuat itu juga enak gitu dibacanya sudah diringkas.”
Data hasil observasi yang menunjukkan bahwa peneliti mengikuti proses pembelajaran ditunjukkan pada gambar 4.4.
58
Sumber:Dokumentasi Pribadi Gambar 4.4
Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran
Data hasil wawancara dan observasi didukung oleh hasil
59
dokumentasi berupa screenshot yang menunjukkan guru menyampaikan materi dengan jelas disajikan pada gambar 4.5 dan gambar 4.6.
Sumber:Dokumentasi Pribadi Gambar. 4.5
Screenshot Google Classroom Materi Sistem Respirasi Minggu Pertama
60
Sumber:Dokumentasi Pribadi Gambar.4.6
Screenshot Google Classroom Materi Sitem Respirasi Minggu Kedua
61
c. Media Pembelajaran
Media pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Siswa akan lebih mudah memahami materi jika didukung oleh media. Hasil wawancara (04 Januari 2022) dengan guru biologi kelas XI yang menyatakan bahwa:
“Penggunaan pembelajaran secara online ini awalnya memang sulit, terutama bagi guru yang umunya lebih tua, namun perlahan-lahan rata-rata guru sudah bisa menjalankannya dengan baik. Pada masa pandemi seperti ini siterapkan pembelajaran secara online merupakan suatu tantangan dalam mengajar, guru harus menyesuaikan dengan keadaan yang terjadi saat ini, walaupun dalam penyampaian materi tidak keseluruhannya bisa diserap oleh siswa. Namun, guru selalu berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperbaiki kekurangan. Proses pembelajaran online seperti ini, menuntut guru melakukan bermacam-macam media pembelajaran daring yang variatif, sehingga siswa itu keluar dari zona bosannya. Menggunakan media yang bisa live seperti zoom, memakai google classroom, edmodo dan lain sebagainya begitu. Meski ada beberapa materi, terutama biologi kan harus ada pratikum. Terlebih lagi materi sistem respirasi ini, jadi untuk menambahkan pengetahuan mereka karena tidak bisa praktikum kita share link untuk melihat video terkait dengan materi seperti itu”.
Hal ini dibenarkan oleh hasil wawancara (04 Januari 2022) dengan Fajrarriyatul Hidayah selaku siwa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Seru dan lebih enak. Soalnya ada PPT, ada gambarnya juga dan juga dapat soal latihan”.
Data hasil observasi yang menunjukkan bahwa peneliti mengikuti proses pembelajaran secara langsung adalah disajikan pada gambar 4.7.
62
Sumber:Dokumentasi Pribadi
Gambar 4.7
Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran
Data hasil wawancara dan observasi didukung oleh hasil dokumentasi berupa screenshot yang menunjukkan media yang digunaka guru dalam penggunaan google classroom dalam
63
pembelajaran biologi materi sistem respirasi yang disajikan pada gambar 4.8.
Sumber:Dokumentasi Pribadi Gambar. 4.8
Screenshot Google Classroom Media Pembelajaran Sistem Repirasi d. Metode Pembelajaran
Dalam pelaksanaan pembelajaran metode yang digunakan oleh guru memiliki peranan penting untuk meraih tujuan pembelajaran.
64
Penggunaan google classroom daam pembelajaran biologi materi sistem respirasi ini menjadikan guru harus memilih metode pembelajaran yang tepat agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan efektif. Hasil wawancara (04 Januari 2022) dengan guru biologi kelas XI yang mneyatakan bahwa:
“Kalau menurut saya, sejauh ini masih belum, masih sedikit siswa yang aktif dan sebagian siswa belum terlalu aktif”.
Hal ini dibenarkan dengan hasil wawancara (17 Jnauari 2022) dengan Aini Salsabila selaku siswa kelas XI MIPA yang menyataka bahwa:
“Emm, apa ya. Yang tadi itu, kan biasanya apa itu namanya kan kalau ada anak yang tidak mengerti dia kayak malu gitu kan mau tanya, jadi dipendam sendiri. Kayak ngerti tidak ngerti ya diam saja”.
Data hasil observasi yang menunjukkan bahwa peneliti mengikuti proses pembelajaran secara langsung disajikan pada gambar 4.9.
65
Sumber:Dokumentasi Pribadi
Gambar 4.9
Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran
Data hasil wawancara dan observasi tersebut selaras dengan hasil dokumentasi berupa screenshot metode yang digunakan guru dala penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi
66
sistem respirasi. Disajikan pada gambar 4.10.
Sumber:Dokumentasi Pribadi Gambar. 4.10
Screenshot Google Classroom Metode Tanya Jawab yang Digunakan oleh Guru
e. Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran berkaitan erat dengan pengaturan suasana pembelajaran. Strategi pembelajaran memiliki peranan penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Dalam penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi harus memilihi strategi
67
pembelajaran yang tepat agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan efektif. Hasil wawancara (04 Januari 2022) dengan guru biologi kelas XI yang menyatakan bahwa:
“Kalau strategi saya ya menyampaikan materi intinya saja, jangan terlalu banyak. Artinya menyampaikan materi poin- poinnya saja, bisa juga dilengkapi dengan video atau gambar yang menarik dan mendukung untuk materi itu saja”.
Hal ini dibenarkan oleh hasil wawancara (10 Januari 2022) dengan Yudea Magdalena Christutianti selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Seru. Soalnya PPT ituloh kan biasanya guru-guru yang lain itu kalau ngasih materi di google classroom itu gaada PPT nya”.
Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara (10 Januari 2022) dengan Ade Keyma selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Lumayan menarik, soalnya kan PPT yang dibuat itu juga enak gitu dibacanya. Udah diringkas”.
Data hasil observasi yang menunjukkan bahwa penliti mengikuti proses pembelajaran secara langsung disajikan pada gambar 4.11.
68
Sumber:Dokumentasi Pribadi
Gambar 4.11
Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran
Data hasil wawancara dan observasi didukung oleh hasil dokumentasi berupa screenshot yang menunjukkan guru menggunakan strategi pembelajaran yang menarik seperti gambar yang menarik
69
disajikan pada gambar 4.12.
Sumber:Dokumentasi Pribadi Gambar. 4.12 Strategi Pembelajaran
2. Persepsi Siswa Terhadap Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Biologi Materi Sistem Respirasi
a. Materi Pembelajaran
Dalam penyampaian materi pembelajaran membutuhkan penyampaian materi yang menarik siswa. Hasil wawancara (07 Januari
70
2022) dengan Ahmad Sutan Fadindo Putra selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Hasilnya cukup paham memahami materi”.
Dan didukung oleh hasil wawancara (07 Januari 2022) dengan Karisma Nurul Khasanah selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Kelebihannya ya materinya bisa di share lewat situ dan lebih memudahkan. Kalau di whatsapp itu kan banyak pesan-pesan yang ketumpuk-tumpuk. Kalau di google classroom kan enggak”.
Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara (14 Januari 2022) dengan Anastya Artika Dewi selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Iya, kayak lebih enak gitu. Kan ada kayak PPT gituloh, lebih terperinci materinya”.
Hasil observasi bahwa peneliti mengikuti proses pembelajaran di sajikan dalam gambar 4.13.
71
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Gambar 4.13
Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran
Dari hasil wawancara dan hasil observasi dudukung oleh hasil dokumentasi yang disajikan pada gambar 4.14.
72
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Gambar 4.14
Screenshot Materi disertai Gambar
Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa
73
penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi materi sangat menarik bagi siswa karena menghasilkan suasana belajar yang berbeda dengan penyampaian materi menggunakan power point (PPT) dan juga disertai dengan gambar. dari hasil
b. Media Pembelajaran
Dalam pembelajaran, pemilihan media pembelajaran juga erat dengan pengaturan suasana pembelajaran, agar pembelajaran tetap efektif. Penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi menjadikan guru harus memilih media pembelajaran yang tepat agar pelaksanaan pembelajaran biologi berjalan efektif.
Hasil wawancara (04 Januari 2022) dengan Fajrarriyatul Hidayah selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakn bahwa:
“Seru dan lebih enak. Soalnya ada PPT, ada gambarnya juga dan juga dapat soal latihan”.
Hasil observasi yang menunjukkan bahwa peneliti ikut dalam proses pembelajan disajikan dalam gambar 4.15.
74
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Gambar 4.15
Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran
Hal ini didukung oleh hasil dokumentasi berupa gambar screenshot yang menunjukkan PPT materi disertai dengan gambar ang disajikan pada gambar 4.16.
75
Sumber:Dokumentasi Pribadi Gambar. 4.16
Screenshot Google Classroom Materi disertai dengan Gambar c. Faktor Pendukung
Penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi tidak terlepas dari adanya faktor pendukung.
Faktor tersebut berperan besar dalam membantu kesuksesan terlaksananya pembelajaran menggunakan google classroom dalam materi sistem respirasi, faktor tersebut yaitu:
76
1) Materi yang mendukung
Guru sudah menyampaikan materi dengan rinci sehingga siswa mudah memahaminya. Hasil wawancara (04 Januari 2022) dengan Lynove Regyta Rahma selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakn bahwa:
“Iya materi yang disampaikan bisa dimengerti bu, mudah dipahami juga dalam penyampainnya”.
Hal ini didukung oleh hasil wawacara (04 Januari 2022) dengan Agnesia Faticha Widana selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Kalau faktor penghambat itu dari segi kuota bu, kalau pendukungnya ya itu tadi mudah dipahami tidak bosan”.
Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara (06 Januari 2022) dengan Selvia Auliya Putri selaku siswa kelas XI MIPA yang menyatakan bahwa:
“Tidak ada, masalah paket data itu juga bisa mempengaruhi itu lewat google classroom. Kan kalau gaada paket data juga tidak bisa menggunakan google classroom. Faktor pendukungnya, kalau nge-share materi bisa lewat PPT atau foto file, video lewat google classroom juga bisa”.
Hal ini didukung oleh hasil observasi yang menunjukkan bahwa peneliti mengikuti proses pembelajaran yang disajikan pada gambar 4.17