• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis penggunaan google classroom

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "analisis penggunaan google classroom"

Copied!
243
0
0

Teks penuh

(1)

i

ANALISIS PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

PADA HASIL BELAJAR SISWA MATERI SISTEM RESPIRASI KELAS XI TAHUN PELAJARAN 2021/2022

DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PLOSOKLATEN KABUPATEN KEDIRI

SKRIPSI

Oleh:

Umi Nur Khabibah NIM : T20158002

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

JUNI 2022

(2)

ii

ANALISIS PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

PADA HASIL BELAJAR SISWA MATERI SISTEM RESPIRASI KELAS XI TAHUN PELAJARAN 2021/2022

DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PLOSOKLATEN KABUPATEN KEDIRI

SKRIPSI

diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Progam Studi Tadris Biologi

Oleh:

Umi Nur Khabibah NIM : T20158002

Disetujui Pembimbing:

Heni Setyawati, M.Pd.

NIP. 19870729 201903 2 006

(3)

iii

ANALISIS PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

PADA HASIL BELAJAR SISWA MATERI SISTEM RESPIRASI KELAS XI TAHUN PELAJARAN 2021/2022

DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PLOSOKLATEN KABUPATEN KEDIRI

SKRIPSI

telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris Biologi

Hari : Jum’at Tanggal : 17 Juni 2022

Tim Penguji

Ketua Sekretaris

Dr. H. Moh Anwar, M.Pd Ira Nurmawati, S.Pd., M.Pd NIP.196802251987031002 NUP. 20160370

Anggota :

1. Dr. A Suhardi, S.T., M.Pd.I ( )

2. Heni Setyawati, S.Si., M.Pd. ( )

Menyetujui

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I.

NIP. 196405111999032001

(4)

iv MOTTO

ا َ لَو ا ِر َكۡذُيا ۡمَلااَّمِماْاوُلُكۡأَت ا ٱ

اُمۡس اِ َّللّ اٱ ا اُهَّنوَإِا ِهۡيَلَع ا َّنوَإِاٞۗ ق ۡسِف َل ۥا

اَيِطَٰ َي َّشل ٱ ا

اَنوُكِ ۡشُۡم َلاۡمُكَّنِإاۡمُهوُمُتۡعَطَأاۡنوَإِاۡۖۡمُكوُلِدَٰ َجُِلَاۡمِهِنٓاَِلَۡوَأآَٰلَِإاَنوُحوُ َلَ

١٢١ ا

Artinya: Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit (Q.S. Al An’am, 125) ( www.quran.kemenag.go.id )

(5)

v

PERSEMBAHAN

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Skipsi ini saya persembahkan untuk:

1. Mama Nurjannatun dan Alm. Ayah Mulyadi tercinta yang senantiasa mencurahkan kasih sayang, mendo’akan, memberikan nasehat, membimbing, memberikan motivasi dan selalu menjadi penyemangat sehingga proses penempuhan gelar sarjana ini dapat tercapai.

2. Umi Nur Khamidah dan Nur Fitria Imtinan sebagai adik-adik kandung saya tersayang yang senantiasa mencurahkan kasih sayang, mendo’akan, selalu menjadi penyemangat dan juga memberikan inspirasi sehingga proses penempuhan sarjana ini dapat tercapai.

3. Ibu Hj. Sami selaku nenek yang selalu memberikan do’a dan semangatnya.

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah penulis sampaikan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, perencanaan dan penyelesaian skripsi sebagai salah satu syarat menyelesaikan program sarjana, dapat terselesaikan dengan lancar.

Kesuksesan ini dapat penulis peroleh karena dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis menyadari dan menyampaikan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM., selaku Rektor UIN KHAS Jember yang telah memfasilitasi semua kegiatan akademik.

2. Ibu Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember yang telah memberikan semangat motivasi dan ilmunya selama menyelesaikan studi di UIN KHAS Jember.

3. Ibu Dr. Indah Wahyuni, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sains yang telah memberikan segala nasihat dan bimbingan.

4. Ibu Dr. Hj. Umi Farihah, M.M., M.Pd.I., selaku Koordinator Program Studi Biologi yang telah memberikan segala nasihat dan bimbingan.

5. Ibu Heni Setyawati, M.Pd., selaku dosen pembimbing yang telah memberikan pengarahan, bimbingan, pengetahuan dan semangat selama penyusunan skripsi ini.

6. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Biologi yang telah memberikan ilmu serta pengetahuan yang telah diberikan kepada penulis selama duduk dibangku kuliah.

7. Kepala sekolah SMAN 1 Plosoklaten yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian.

8. Bapak Tri Agus Sujiono selaku guru biologi SMAN 1 Plosoklaten yang telah membantu dalam melakukan penelitian dan memberikan motivasi kepada penulis.

9. Bapak Abd. Rosid dan Ibu Mistia selaku mertua yang selalu mendo’akan dan selalu menjadi penyemangat.

10. Sahabat enam serangkai dari masa Sekolah Menengah Atas sampai sekarang,

(7)

vii

Yoga Prasetya Nugraha, Amalia Feby Fitria Sari, Fharidz Imam Wahyudi, Ananda Fahrizal S. (Black), Anissa Chandra, yang selalu memotivasi dan membuat penulis ingin sekali mencapai gelar sarjananya.

11. Teman-teman seperjuangan Biologi angkatan 2015 yang selalu memberikan semangat dan do’a nya.

12. Pelatih Taekwondo saya Sabeumnim Ahmad Safari, S.Pd yang selalu memotivasi saya hingga menyelesaikan gelar sarjana.

13. Teman seperjuangan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Unit Beladiri Mahasiswa masa jabatan 2015/2016 yang telah memberi pengalaman, motivasi dan juga do’a.

14. Teman-teman wasit Taekwondo Indonesia Pemerintah Kabupaten Jember yang selalu memberikan semangat kepada penulis.

Penulis menyadari adanya kekurangan dan keterbatasan dalam penelitian skripsi ini, untuk kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan selanjutnya. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin Yaa Robbal

‘Aalamiin.

Jember, 08 Juni 2022 Peneliti

Umi Nur Khabibah NIM. T20158002

(8)

viii ABSTRAK

Umi Nur Khabibah, 2022: Analisis Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Biologi pada Hasil Belajar Siswa Materi Sistem Respirasi Kelas XI Tahun Pelajaran 2021/2022 di SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri.

Kata Kunci : Google Classroom, Pembelajaran Biologi, Hasil Belajar

Salah satu platform pembelajaran online adalah google classroom. SMA Negeri 1 Plosoklaten merupakan satu-satunya sekolah SMA negeri yang ada di daerah Plosoklaten. SMA Negeri 1 Plosoklaten merupakan sekolah yang telah memanfaatkan e-Learning sebagai media pembelajaran, dimana kegiatan pembelajaran menggunakan media e-learning di sekolah tersebut memanfaatkan google classroom.

Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana proses penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi kelas XI di SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri? 2) Bagaimana persepsi siswa terhadap penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi?

3) Bagaimana persepsi guru terhadap penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi? 4) Bagaimana hasil belajar siswa menggunakan google classroom pada pembelajaran biologi materi sistem respirasi kelas XI di SMA Negeri 1 Plosoklaten kabupaten Kediri?

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif jenis penelitian studi kasus (Case Study). Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana (2014), meliputi kondensasi data, penyajian data, pernarikan kesimpulan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik.

Kesimpulan dari penelitian ini 1) Penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi: a) Tujuan pembelajaran b) Materi pembelajaran c) Media pembelajaran d) Metode pembelajaran e) Strategi pembelajaran 2) Persepsi siswa: a) Materi: menarik karena menggunakan PPT, dapat belajar mandiri, tidak efektif dan efisien karena tidak tatap muka. b) Media: menarik karena disertai gambar c) Metode: kurang interaktif d) Faktor pendukung: perangkat, aplikasi mudah digunakan, jaringan e) Faktor penghambat: akses internet, perangkat, tidak ada praktek f) Kelebihan: lebih praktis dan efisien, mudah diakses g) Kekurangan:

kurang interaktif, tidak ada praktikum 3) Persepsi guru: a) Materi: PPT disertai gambar. b) Media: gambar. c) Metode: tanya jawab d) Strategi: poin-poin penting dengan gambar atau video e) Faktor penghambat: jaringan f) Faktor pendukung: rasa ingin tahu g) Kelebihan: tidak perlu ke sekolah, fitur aplikasi bagus h) Kekurangan:

kurangnya pemahaman materi 4) Hasil belajar siswa: a) Dari 172 siswa yang tuntas mencapai KKM (Kriteria Ketntasan Minimal) yaitu 83 siswa, tidak tuntas 89 siswa.

Dengan KKM yaitu ≥74. b) Penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal c) Penyebab rendahnya hasil belajar siswa yaitu pemahaman materi kurang, dalam mengerjakan soal evaluasi susulan karena akses internet, tidak mengirimkan evaluasi, absen alpa, tidak mengerjakan soal evaluasi meskipun sudah selalu diingatkan.

(9)

ix DAFTAR ISI

Hal

HALAMAN SAMPUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Konteks Penelitian ... 1

B. Fokus Penelitian ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 6

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Definisi Istilah ... 8

F. Sistematika Pembahasan ... 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 11

A. Penelitian Terdahulu ... 11

B. Kajian Teori ... 15

(10)

x

1. Google Classroom ... 15

2. Pembelajaran Biologi ... 19

3. Hasil Belajar ... 27

4. Materi Sistem Respirasi ... 32

BAB III Metode Penelitian ... 38

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 38

B. Lokasi Penelitian ... 38

C. Subyek Penelitian ... 38

D. Teknik Pengumpulan Data ... 39

E. Analisis Data ... 42

F. Keabsahan Data ... 43

G. Tahap-Tahap Penelitian ... 43

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA ... 46

A. Gambaran Obyek Penelitian ... 46

B. Penyajian Data dan Analisis ... 51

C. Pembahasan Temuan ... 96

BAB V PENUTUP ... 115

A. Simpulan ... 115

B. Saran-saran ... 118

DAFTAR PUSTAKA ... 120

(11)

xi

DAFTAR TABEL

No Uraian Hal

2.1 Kedudukan Penelitian ... 13

4.1 Visi SMA Negeri 1 Plosoklaten ... 47

4.2 Misi SMA Negeri 1 Plosoklaten ... 48

4.3 Tujuan SMA Negeri 1 Plosoklaten ... 49

4.4 Tabel Proses Pembelajaran Daring dan Luring ... 57

4.5 Daftar Hasil Belajar Siswa kelas XI MIPA Mata Pelajaran Biologi Materi Sistem Respirasi ... 101

4.6 Temuan Penelitian Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Biologi Kelas XI Tahun Ajaran 2021/2022 di SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri ... 114

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

No Uraian Hal.

Gambar 4.1 SMA Negeri 1 Plosoklaten ... 46

Gambar 4.2 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 46

Gambar 4.2 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 55

Gambar 4.3 Screenshot Google Classroom Materi Sistem Respirasi ... 56

Gambar 4.4 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 58

Gambar 4.5 Screenshot Google Classroom Materi Sistem Respirasi Minggu Pertama ... 59

Gambar.4.6 Screenshot Google Classroom Materi Sitem Respirasi Minggu Kedua ... 60

Gambar 4.7 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 62

Gambar 4.8 Screenshot Google Classroom Media Pembelajaran Sistem Repirasi ... 63

Gambar 4.9 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 65

Gambar 4.10 Screenshot Google Classroom Metode Tanya Jawab yang Digunakan oleh Guru ... 66

Gambar 4.11 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 68

Gambar 4.12 Strategi Pembelajaran ... 69

Gambar 4.13 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 71

Gambar 4.14 Screenshot Materi disertai Gambar ... 72

Gambar 4.15 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 75

(13)

xiii

Gambar 4.16 Screenshot Google Classroom Materi disertai dengan Gambar 75

Pribadi ... 75

Gambar 4.17 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 78

Gambar 4.19 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 83

Gambar 4.20 Screenshot Materi Pembelajaran disertai dengan Gambar .... 84

Gambar 4.21 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 86

Gambar 4.22 Screenshot Tanya Jawab ... 87

Gambar 4.23 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 89

Gambar 4.24 Materi disertai dengan Gambar yang Mendukung ... 90

Gambar 4.25 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 91

Gambar 4.26 Screenshot Media Pembelajaran disertai dengan Gambar .... 92

Gambar 4.27 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran . 94 Gambar 4.28 Screenshot Metode yang Digunakan oleh Guru dalam Pembelajaran ... 95

Gambar 4.29 Screenshot Hasil Observasi Proses Pembelajaran ... 97 Gambar. 4.30 Screenshot Materi yang Disertai Gambar Sebagai Pendukung 98

(14)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Hal.

Lampiran 1 Matriks Penelitian ... 130

Lampiran 2 Instrumen Penelitian ... 132

Lampiran 3 Surat Validasi Instrumen Penelitian ... 137

Lampiran 4 Daftar Nilai Biologi Kelas XI MIPA ... 140

Lampiran 5 Surat Ijin Penelitian ... 145

Lampiran 6 Jurnal Kegiatan Penelitian ... 146

Lampiran 7 Surat Selesai Penelitian ... 150

Lampiran 8 Dokumentasi Penelitian ... 151

Lampiran 9 Transkip Wawancara ... 159

Lampiran 10 Pernyataan Keaslian Tulisan ... 227

Lampiran 11 Biodata Peneliti ... 228

(15)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Konteks Penelitian

Belajar merupakan proses seseorang untuk dapat mengetahui, memahami dan dapat melakukan dari hal yang tadinya belum diketahui, dipahami dan tidak dapat dilakukan (Nurbaeti, 2019:50). Belajar dalam pandangan islam memiliki arti yang sangat penting, sehingga hampir setiap saat manusia tidak pernah lepas dari aktivitas belajar. Dengan belajar manusia dapat mengetahui hal-hal yang baru yang belum diketahuinya. Proses pembelajaran memiliki peran penting sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Agar tercipta pembelajaran yang bermakna tentunya harus mengoptimalkan pembelajaran yang lebih diarahkan pada aktivitas modernisasi (Ningrum, 2020:1).

Perintah belajar dan pembelajaran dikemukakan dalam Q.S al-„Alaq 96 ayat 1-5 (Qardhawi, 1998:91), Allah SWT berfirman :

َسۡيَل َ أ ٱ

ُ َللّ

ِمَكۡح َ أِب َيِهِكَٰ َحۡل ٱ

٨ َقَلَخ َوَٰ َسنِ ۡ ٱ

ٍق َلَع ۡوِن لۡ

٢

ۡ ٱ أَرۡق

َكُّبَرَو ٱ

ُمَرۡك َ ۡ لۡ

٣ ٱ يِ لَّ َ ِب َم َلَع ِمَلَقۡل ٱ

٤ َمَلَع َوَٰ َسنِ لۡ ۡ ٱ ۡمَلۡعَي ۡمَل اَن

٥

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dan mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah dampak pandemic COVID-19 yang merambah ke dunia pendidikan, sehingga

(16)

2

pemerintah berupaya untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan, selain itu pemerintah juga membatasi aktivitas manusia di luar rumah upaya membatasi interaksi antar banyak orang hal itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Kebijakan tersebut tidak hanya berlaku di negara Indonesia saja, tetapi juga di negara-negara yang telah terpapar COVID-19(Ningrum, 2020:2).

Adanya kebijakan tersebut maka sekolah menerapkan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran daring (dalam jaringan).

Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemenbidkbud) mengeluarkan kebijakan SE Nomor 4 Tahun 2020 dengan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan pembelajaran jarak jauh (online) (Siahaan, 2020:2). Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini, guru dituntut untuk memilih dan menggunakan metode yang tepat agar proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif (Ningrum, 2020:2).

Era teknologi yang semakin berkembang menyebabkan program pembelajaran diarahkan untuk bisa memanfaatkan teknologi dengan lebih baik. Penerapan pembelajaran daring ini tentunya menuntut kesiapan bagi kedua belah pihak, baik dari tenaga pendidik (guru) maupun dari siswa.

Pembelajaran daring ini juga sangat membutuhkan bantuan teknologi yang mumpuni agar bisa diakses sehingga dapat memperlancar proses pembelajaran (Ningrum, 2020:2).

(17)

3

Menurut Miarso dalam Salamah (2020:534), perkembangan ilmu dan teknologi merupakan salah satu produk manusia yang terdidik, dan pada gilirannya manusia perlu mendalami dan mampu mengambil manfaat dan bukan menjadi korban dari perkembangan ilmu dan teknologi sendiri.

Perkembangan tentang informasi dan teknologi sangat penting mengingat setiap tahun atau bahkan setiap bulan ilmu pengetahuan dan informasi selalu berkembang. Dengan adanya era teknologi yang semakin berkembang ini maka diharapkan program pembelajaran dapat memanfaatkan teknologi dengan baik (Ningrum, 2020:3).

Menurut Dewi (2020:60) COVID-19 menyebabkan dampak besar bagi pendidikan untuk memutus rantai penularan pandemi COVID-19 pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah sekarang menjadi belajar di rumah dengan menggunakan berbagai macam aplikasi seperti ruang guru, classroom, zoom, google doc, google form, maupun melalui grup whatsapp.

Pendidik diharapkan memiliki keterampilan dan kemampuan berfikir kreatif dan inovatif untuk berkolaborasi dengan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung (Maulana, 2020:2).

Salah satu platform pembelajaran online yang saat ini sedang berkembang dan mulai digunakan adalah google classroom. Google classroom adalah platform khusus digunakan untuk pembelajaran online yang dapat dilakukan dari jarak jauh sehingga memudahkan guru untuk membuat, mengelompokkan dan membagikan tugas selain itu guru dan siswa bisa setiap saat melakukan kegiatan pembelajaran melalui kelas online google classroom

(18)

4

dan siswa nantinya juga dapat belajar, menyimak, membaca dan mengirim tugas dari jarak jauh (Ningrum, 2020:3).

Menurut Data Pokok Kemdikbud (2021) SMA Negeri 1 Plosoklaten merupakan satu-satunya sekolah SMA negeri yang ada di daerah Plosoklaten.

Berdasarkan data hasil pra-observasi (20 Oktober 2020) yang telah dilakukan oleh peneliti, SMA negeri 1 Plosoklaten merupakan sekolah yang telah memanfaatkan e-Learning sebagai media pembelajaran, dimana kegiatan pembelajaran menggunakan media e-learning di sekolah tersebut memanfaatkan google classroom. Dalam proses pembelajaran siswa diberikan materi yang disampaikan oleh guru melalui google classroom.

Selain itu juga siswa diberi penugasan oleh guru dan mengirimkan hasil laporannya ke google classroom. Google classroom merupakan salah satu alternatif untuk memberikan materi dan soal-soal tanpa menggunakan media cetak.

Peneliti memilih google classroom dalam pembelajaran jarak jauh dalam mata pelajaran biologi materi sistem respirasi karena google classroom ini dapat menghubungkan antara guru dengan siswa secara online atau daring.

Google classroom selain dapat diakses melalui PC (komputer) juga dapat diakses melalui ponsel (handphone) dari tablet yang berbasis android dan iOS. Hal ini semakin mempermudah penggunaan google classroom baik oleh guru yang bersangkutan maupun siswa untuk saling berinteraksi. Peneliti memilih materi sistem respirasi karena, materi tersebut perlu adanya penjelasan yang lebih tentang bagaimana cara udara masuk dan dikeluarkan dari dalam tubuh, apalagi disaat masa pandemi seperti sekarang yang

(19)

5

pembelajaran jarak jauh.

Google classroom merupakan salah satu aplikasi Learning Management System (LMS). Menurut Ellis dalam Sriyani (2021: 458), LMS merupakan aplikasi perangkat lunak untuk administrasi, dokumentasi, pelacakan, pelaporan, dan penyampaian kursus pendidikan, atau program pelatihan. Google classroom dapat diakses oleh semua orang melalui google pribadi. Aplikasi google classroom ini dapat diunduh secara gratis di handphone yang berbasis android atau iOS.

Berdasarkan kondisi di atas, peneliti akan mengkaji sejauh mana penggunaan google classroom pada pembelajaran terutama mata pelajaran biologi saat pandemic COVID-19 di SMA Negeri 1 Plosoklaten dan diharapkan dengan penelitian tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi terhadap pengembangan media e-learning yang ada di sekolahan. Maka peneliti fokus meneliti “Analisis Penggunaan Google Classroom Dalam Pembelajaran Biologi Pada Hasil Belajar Siswa Materi Sistem Respirasi Kelas XI Tahun Pelajaran 2021/2022 Di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri”.

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian dalam penelitian ini meliputi:

1. Bagaimana proses penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi kelas XI di SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri?

(20)

6

2. Bagaimana persepsi siswa terhadap penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi?

3. Bagaimana persepsi guru terhadap penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi?

4. Bagaimana hasil belajar siswa menggunakan google classroom pada pembelajaran biologi materi sistem respirasi kelas XI di SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang sudah dipaparkan, tujuan penelitian ini meliputi:

1. Untuk mendeskripsikan proses penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi kelas XI di SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri.

2. Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi kelas XI di SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri.

3. Untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi materi sistem respirasi kelas XI di SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri.

4. Untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa terhadap penggunaan google classroom pada pembelajaran biologi materi sistem respirasi kelas XI di SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri.

(21)

7

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang jelas bagi para pembaca serta dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun secara praktis:

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai penggunaan media Google Classroom.

2. Manfaat Praktis 1) Bagi Sekolah

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan kepada sekolahan dalam melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), ataupun dalam pembelajaran tatap muka.

2) Bagi Guru

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam memanfaatkan teknologi sebagai salah satu platform pembelajaran yang efektif yang memajukan intelektual siswa dalam berpikir.

3) Bagi Siswa

Penelitian ini diharapkan siswa sebagai penerima ilmu semakin giat lagi dalam belajar khususnya untuk meningkatkan semangat belajar dengan menggunakan platform pembelajaran yang

(22)

8

menarik.

4) Bagi Peneliti Lain

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan, sumber informasi dan bahan referensi penelitian selanjutnya.

E. Definisi Istilah

1. Google Classroom

Google Classroom merupakan salah satu sistem manajemen pembelajaran yang ditawarkan oleh google kepada tenaga pendidik untuk memfasilitasi pembelajaran dalam jaringan.

2. Pembelajaran biologi

Pembelajaran biologi adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertaqwa hingga berakhlak mulia terhadap proses penciptaan kehidupan dalam hal proses pembelajaran yang berkaitan dengan seluk beluk makhluk hidup yang dipelajari berdasarkan materi melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan serta penggunaan pengalaman.

3. Sistem Respirasi

Sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbondiksida dan uap air.

(23)

9

4. Hasil belajar

Hasil belajar adalah hasil atau nilai yang diperoleh dari proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan dalam ranah kognitif dan afektif.

F. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan dalam penelitian ini akan memberikan gambaran secara global tentang isi setiap bab, yaitu:

Bab satu adalah pendahuluan yang merupakan bagian dasar dalam penelitian meliputi konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah dan sistematika pembahasan.

Bab dua adalah kajian kepustakaan yaitu penelitian terdahulu dan kajian teori yang berhubungan dengan penelitian. Penelitian terdahulu yang dicantumkan berupa penelitian sejenis yang telah dilakukan sebelumnya.

Kajian teori memuat pandangan tentang penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi pada hasil belajar siswa materi sistem respirasi kelas XI Tahun Pelajaran 2021/2022 di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Plosoklaten Kbupaten Kediri.

Bab tiga adalah metode penelitian yang memuat obyek penelitian yang berisi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, metode pengumpulan data, analisis data, keabsahan data dan tahap-tahap penelitian.

(24)

10

Bab empat adalah penyajian data dan analisis data yang memuat gambaran obyek penelitian, penyajian data dan analisis data dan pembahasan temuan.

Bab lima adalah penutup yang berisi simpulan dan saran-saran.

(25)

11 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

1. Penelitian yang dilakukan oleh Anita Ningrum (2020) dengan judul,

“Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Google Classroom Era Pandemic COVID-19 Materi Tata Surya Pada Siswa Kelas VII MTs Negeri Salatiga Tahun Pelajaran 2019/2020”. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Pembelajaran google classroom era pandemic COVID-19 materi tata surya kelas VII MTs Negeri Salatiga meliputi (a) tujuan pembelajaran pembelajaran materi tata surya ini agar siswa mampu mendeskripsikan komponen tata surya, (b) materi pelajaran: guru memberikan materi dengan rinci, (c) media yang digunakan guru berupa gambar, (d) metode yang digunakan tanya jawab, (e) strategi mengajar guru dengan menyampaikan poin-poin penting, (f) hasil penilaian pembelajaran google classroom belum berhasil mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) secara klasikal. (2) Persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran google classroom era pandemic COVID-19 materi tata surya yaitu: (a) materi tata surya materi yang menarik, (b) media gambar dapat memeberikan pemahaman kepada siswa, (c) faktor pendukung: motivasi dalam diri siswa, bimbingan orangtua, (d) faktor penghambat: kurangnya manajemen waktu, keadaan rumah yang kurang kondusif, sebagian siswa masih terkendala akses internet, (e) kelebihan: lebih efektif, siswa dapat belajar secara mandiri, (f) kekurangan: tidak ada praktikum dalam pada materi tata surya (3) Persepsi

(26)

12

guru terhadap pelaksanaan pembelajaran google classroom era pandemic COVID-19 materi tata surya yaitu: (a) media yang paling efektif digunakan video, (b) hasil belajar siswa masih rendah, (c) metode tanya jawab hanya 50% siswa yang aktif, (d) faktor penghambat: siswa belum siap dalam pembelajaran digital, (e) faktor pendukung: siswa tertarik untuk mengikuti pembelajaran karena menjadi hal yang baru bagi siswa, (f) kelebihan:

efektif, (g) kekurangan: pemahaman siswa terhadap materi akan berbeda ketika tatap muka secara langsung sebagaimana di gedung sekolah dan kedisiplinan siswa masih kurang.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Dewi Berliana (2020) dengan judul,

“Analisis Google Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa”.

Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa penggunaan google classroom dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena penggunaan google classroom mudah digunakan karena efektif dikarenakan dalam pembelajaran menggunakan google classroom terdapat fasilitas yang menunjang dalam kegiatan belajar mengajar dan juga pembelajaran dapat menggunakan model dan metode apapun dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan google classroom yang akan mempengaruhi meningkatnya hasil belajar siswa.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Yuda Darmawan (2019) dengan judul,

“Penggunaan Aplikasi Google Classroom Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas X SMA Jurusan IPS”. Hasil penelitian ini adalah meningkatnya hasil belajar siswa pada pembelajaran

(27)

13

matematika. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase hasil belajar siswa dari sebelum tindakan, siklus I sampai siklus II. Pada pra siklus jumlah siswa yang mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah 48% atau 14 siswa, meningkat 18% pada siklus I menjadi 66% atau 19 siswa. Pada siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) meningkat sebanyak 23% menjadi 89% atau 25 siswa.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi google classroom dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika di kelas X IPS 3 SMA Batik 2 Surakarta Tahun 2018/2019.

Secara rinci letak persamaan dan perbedaan serta orisinalitas penelitian ini dijelaskan sebagimana tabel berikut:

Tabel 2.1

Kedudukan Penelitian No Nama, Tahun,

Judul

Persamaan Perbedaan Orisinalitas

1 2 3 4 5

1. Anita Ningrum (2020) “Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Google

Classroom Era Pandemic

COVID-19

Materi Tata Surya Pada Siswa Kelas VII MTs Negeri Salatiga Tahun Pelajaran

2019/2020”

a. Menggunakan analisis google classroom

a. Materi yang digunakan untuk penelitian ini adalah materi tata surya b. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs c. Lokasi penelitian

a. Penelitian ini menganalisis

penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi pada hasil belajar siswa materi sistem respirasi kelas XI di SMA

1 Dewi Berliana (2020) “Analisis Google

Classroom Untuk Meningkatkan

a. Menggunakan analisis google classroom

b. Digunakan untuk melihat

a. Tidak ada spesifikasi materi yang diteliti.

b. Menggunakan jenis penelitian

a. Penelitian ini menganalisis

penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi

(28)

14

Hasil Belajar Siswa”

hasil belajar kepustakaan pada hasil belajar siswa materi sistem respirasi kelas XI di SMA

2 Yuda Darmawan (2019)

“Penggunaan Aplikasi Google Classroom Dalam Upaya

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas X SMA Jurusan IPS”

a. Menggunakan google classroom dalam proses pembelajaran b. Digunakan untuk melihat hasil belajar c. Responden dalam penelitian ini adalah siswa SMA

a. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Matematika.

b. Responden dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas X Jurusan IPS

a. Penelitian ini menganalisis

penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi pada hasil belajar siswa materi sistem respirasi kelas XI di SMA

Dari tabel 2.1 diatas, dapat diketahui bahwa persamaan penelitian terdahulu dan penelitian ini yaitu pada skripsi yang dilakukan oleh Anita Ningrum (2020) persamaannya adalah menggunakan analisis google classroom, pada penelitian skripsi yang dilakukan oleh Dewi Berliana (2020) persamaan penelitiannya dengan penelitian ini yaitu analisis google classroom dan hasil belajar siswa. Pada penelitian skripsi oleh Yuda Darmawan (2019) persamaan penelitiannya dengan penelitian ini yaitu penggunaan google classroom, hasil belajar dan responden siswa SMA.

Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Anita Ningrum (2020) dengan penelitian ini yaitu mater yang digunakan, responden dalam penelitian, lokasi penelitian. Perbedaan pada penelitian skripsi yang dilakukan oleh Dewi Berliana (2020) dengan penelitian ini yaitu tidak ada spesifikasi materi penelitian, jenis penelitian menggunakan kepustakaan.

Perbedaan penelitian skripsi yang dilakukan oleh Yuda Darmawan (2019) dengan penelitian ini adalah materi yang digunakan, responden penelitian.

(29)

15

Pada penelitian ini adalah menganalisis penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi pada hasil belajar siswa dengan materi yang di spesifikasikan yaitu materi sistem respirasi kelas XI MIPA yang bertempat di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri.

B. Kajian teori

1. Google Classroom

a. Pengertian Google Classroom

Google Classroom adalah layanan berbasis internet yang disediakan oleh Google sebagai sebuah sistem e-learning service, didesain untuk membantu pengajar membuat dan membagikan tugas kepada pelajar secara paperless (tanpa kertas) (Utami, 2019: 498).

Google classroom merupakan sebuah aplikasi yang memungkinkan terciptanya ruang kelas di dunia maya. Selain itu, google classroom bisa menjadi saran untuk distribusi tugas, submit tugas bahkan untuk menilai tugas-tugas yang dikumpulkan. Penggunaan service ini harus mempunyai akun di google. Google classroom sesungguhnya dirancang untuk memudahkan interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran didunia maya (Nurbaeti, 2019: 51).

Berdasarkan teori tersebut, google classroom adalah salah satu bentuk pembelajaran online yang dapat digunakan oleh guru sebagai media pembelajaran yang menarik siswa. Aplikasi google classroom ini menciptakan folder drive untuk setiap tugas siswa, membantu dan menjaga semua dokumen secara terorganisir.

(30)

16

b. Fitur-fitur Google Classroom

Adapun fitur yang dimiliki google classroom, yaitu (Purnomo, 2021: 93):

1) Assignment (Penugasan)

Penugasan disimpan dan dinilai pada rangkaian aplikasi produktivitas Google yang memungkinkan kolaborasi antara guru dan siswa maupun siswa dan siswa.

2) Grading (Pengukuran)

Google classroom mendukung berbagai macam cara untuk memberikan penilaian. Guru memiliki opsi untuk memantau kemajuan setiap siswa dengan tugasnya menggunakan komentar serta mengeditnya. Tugas yang telah murid ubah sebagai bentuk pengerjaannya dapat dinilai oleh guru lalu dikembalikan beserta komentar agar murid dapat merevisi tugasnya dan dikembalikan lagi kepada guru. Setelah mendapatkan nilai, tugas hanya dapat diedit oleh guru kecuali beliau mengembalikan tugas untuk diedit murid kembali.

3) Communication (Komunikasi)

Pengumuman dapat diposkan oleh guru ke arus kelas yang dapat dikomentari oleh siswa sehingga terjadi komunikasi dua arah antara guru dan siswa. Beberapa jenis media dari produk Google seperti file video YouTube dan Google Drive dapat dilampirkan ke pengumuman dan pos untuk berbagi konten. Gmail juga

(31)

17

menyediakan opsi e-mail bagi guru untuk mengirim email ke satu siswa atau lebih di antar muka Google classroom. Kelas dapat diakses di website atau melalui aplikasi seluler Android dan IOS Classroom.

4) Time-Cost (Hemat Waktu)

Guru dapat menambahkan siswa dengan memberi kode untuk mengikuti kelas. Guru juga mengelola kelas dapat menggunakan kembali pengumuman, tugas atau pertanyaan yang ada di kelas lain.

Guru juga dapat berbagi tulisan di beberapa kelas dan kelas arsip untuk kelas masa depan. Pekerjaan siswa, tugas, pertanyaan, nilai, komentar semua dapat diatur oleh satu atau semua kelas, atau diurutkan sesuai dengan apa yang perlu dikaji.

5) Archive Course (Arsip Program)

Kelas memungkinkan instruktur (guru) untuk mengarsipkan materi pada akhir semester atau tahun. Saat materi di arsipkan, maka materi tersebut akan dihapus dari beranda dan ditempatkan di arsip kelas untuk membantu guru mengatur kelas mereka saat ini. Ketika materi diarsipkan, guru dan siswa dapat melihatnya tetapi tidak dapat melakukan perubahan apapun sampai materi tersebut dikembalikan terlebih dahulu.

6) Mobile Application (Aplikasi Seluler)

Aplikasi yang diperkenalkan mulai tahun 2015 ini tersedia di perangkat iOS dan juga android. Aplikasi ini memungkinkan

(32)

18

pengguna mengambil foto dan melampirkannya ke dalam tugas, berbagi file dari aplikasi lain dan mendukung akses offline.

7) Privacy (Privasi)

Berbeda dengan layanan konsumen Google, Google Classroom sebagai bagian dari Google Suite for Education tidak menampilkan iklan apapun dalam antarmuka untuk siswa, fakultas, dan juga guru dan data penggunaan tidak dipindai atau digunakan untuk tujuan periklanan.

c. Kelebihan dan Kekurangan Google Classroom Kelebihan penggunaan google classroom:

1) Guru dapat menambahkan siswa secara langsung atau berbagi kode dengan kelasnya untuk bergabung. Hal ini berarti guru sudah memberitahukan kepada siswa bahwa guru akan menerapkan google classroom dengan syarat setiap siswa harus memiliki email pribadi dengan menggunakan nama lengkap pemiliknya (tidak menggunankan nama panggilan/samaran).

2) Guru memberikan tugas mandiri atau melemparkan forum diskusi melalui laman tugas atau laman diskusi kemudian semua materi kelas disimpan secara otomatis ke dalam folder di google drive.

3) Selain memberikan tugas, guru juga dapat menyampaikan pengumuman atau informasi terkait dengan mata pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa di kelas nyata pada laman tersebut. Siswa

(33)

19

dapat bertanya kepada guru atau kepada siswa lain dalam kelas tersebut terkait dengan informasi yang disampaikan oleh guru.

4) Siswa dapat melacak setiap tugas yang hampir mendekati batas waktu pengumpulan tugas di laman tugas, dan mulai mengerjakannya hanya dengan sekali klik.

5) Guru dapat melihat dengan cepat siapa saja yang belum menyelesaikan tugas, serta memberikan masukan dan nilai langsung di kelas.

Kekurangan penggunaan google classroom:

a) Mengaplikasikan google classroom tentunya bukan hal mudah bagi guru yang tidak memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi.

b) Membutuhkan koneksi internet yang memadai untuk mengirim tugas dan mengunggah materi.

c) Membutuhkan perangkat yang mempunyai kapasitas.

d) Membutuhkan panduan penggunaan panduan bagi pengguna baru.

2. Pembelajaran Biologi

Hasan dkk. (2017: 4) menyatakan bahwa biologi memiliki kedudukan yang unik dalam bidang keilmuan. Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan alam atau natural science, biologi memiliki kesamaan dengan cabang atau disiplin lainnya dalam sains yaitu gejala alam dan merupakan konsep prinsip teori (produk sains). Cara kerja atau metode ilmiah (proses

(34)

20

sains) didalamnya terkandung sejumlah nilai dan sikap. Sebagai bagian dari ilmu-ilmu yang mempelajari manusia, biologi berbeda dari sosiologi atau psikologi. Biologi mempelajari struktur fisiologis dan genetika manusia sedangkan sosiologi mempelajari aspek hubungan sosial antar manusia, dan psikologi aspek perilaku dan kejiwaan manusia. Biologi memiliki karakteristik yang sama dengan ilmu sains lainnya. Karakteristik ilmu penegtahuan alam termasuk biologi yaitu: obyek kajian berupa benda konkret dan dapat ditangkap indera. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata) memiliki langkah-langkah yang sistematis yang bersifat baku menggunakan cara berpikir logis yang bersifat deduktif artinya berpikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku umum. Hasilnya bersifat obyektif atau apa adanya dan terhindar dari kepentingan pelaku (subyektif).

Proses pembelajaran dalam satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipatif aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulsan (Khoirurohmah, 2019:14).

(35)

21

a. Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan yang merumuskan tujuan-tujuan apa yang ingin dicapai oleh suatu kegiatan pembelajaran, cara apa yang digunakan untuk menilai pencapain tujuan tersebut, materi atau bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikan bahan serta media atau alat apa yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran tersebut (Yusuf, 2017: 9-10).

b. Pelaksanaan Pembelajaran

Aktivitas pembelajaran bukan hanya merupakan proses penyampaian dan penerimaan informasi tetapi juga memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik. Pengalaman ini harus memberikan dorongan untuk mengubah tingkah laku peserta didik seperti yang diinginkan. Untuk mencapai kompetensi tertentu, pengelolaan pembelajaran dapat menggunakan berbagai pendekatan dan metode (Adrianto, 2010: 124).

Urutan proses pembelajaran dikelompokkan ke dalam tiga tahapan pokok, yaitu tahap pendahuluan, penyajian materi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Ketiga tahapan ini harus ditempuh pada setiap melaksanakan pembelajaran. Apabila satu ditinggalkan, maka tidak dapat dikatakan sebagai proses pembelajaran yang baik (Adrianto, 2010: 125).

(36)

22

1) Tahap pendahuluan

Kegiatan ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mencipatakan suasana pembelajaran yang memungkinkan peserta didik siap secara mental untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Dalam membuka pelajaran biasanya guru membuka dengan salam dan presensi peserta didik, dan menanyakan tentang materi sebelumnya, tujuan membuka pelajaran sebagai berikut (Agustin, 2018: 9):

1) Menimbulkan perhatian dan memotivasi peserta didik.

2) Menginformasikan cakupan materi yang akan dipelajari dan batasan-batasan tugas yang akan dikerjakan peserta didik.

3) Memberikan gambaran mengenai metode atau pendekatan- pendekatan yang akan digunakan maupun kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.

4) Melakukan apersepsi, yaitu mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari.

5) Mengaitkan peristiwa aktual dengan materi baru.

2) Penyajian materi

Penyajian materi atau penyampaian materi merupakan kegiatan inti dari proses pelaksanaan pembelajaran. Dalam menyampaikan materi guru menyampaikan materi berurutan dari materi yang paling mudah terlebih dahulu, untuk memaksimalkan penerimaan peserta didik terhadap materi yang disampaikan guru

(37)

23

maka guru menggunakan metode mengajar yang sesuai materi dan mengunakan media sebagai alat bantu penyampaian materi pembelajaran. Tujuan penyampaian materi pembelajaran sebagai berikut (Agustin, 2018: 9):

a) Membantu peserta didik memahami dengan jelas semua permasalahan dalam kegiatan pembelajaran.

b) Membantu peserta didik untuk memahami suatu konsep atau dalil.

c) Melibatkan peserta didik untuk berpikir.

d) Memahami tingkat pemahaman peserta didik dalam menerima pembelajaran.

3) Evaluasi

Kegiatan evaluasi dilakukan guru sebagai kegiatan menutup pelajaran. Kegiatan ini dilakukan untuk mengakhiri kegiatan inti pembelajaran terhadap materi yang telah disampaikan. Tujuan kegiatan menutup pembelajaran adalah sebagai berikut (Agustin, 2018: 10) :

a) Mengetahui keberhasilan peserta didik dalam mempelajari materi pembelajaran.

b) Mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

c) Membuat rantai kompetensi antara materi sekarang dengan materi yang akan datang.

(38)

24

Berdasarkan penjelasan mengenai pelaksanaan pembelajaran diatas, dapat disimpulkan, bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang juga berperan dalam menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran adalah proses yang didalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru dengan peserta didik dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar (Agustin, 2018: 10).

c. Penilaian Proses Pembelajaran

Penilaian proses pembelajaran merupakan penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran untuk perbaikan (Permendikbud, 2018: 7).

Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian otentik yang menilai kesiapan peserta didik, proses dan hasil belajar secara utuh (Permendikbud, 2016:13). Hasil penilaian digunakan untuk merencanakan program perbaikan pembelajaran, pengayaan, dan layanan konseling untuk mengatasi kesulitan belajar (Permendikbud, 2018: 7).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian proses pembelajaran adalah sebagai berikut (Permendikbud, 2018: 7):

1) Penilaian sebagai bagian dari proses pembelajaran;

2) Fungsi penilaian sebagai diagnosis untuk perbaikan proses pembelajaran;

3) Tindak lanjut hasil penilaian berupa perbaikan dan pengayaan; dan

(39)

25

4) Berbagai teknik penilaian dapat digunakan seperti penilaian diri, penilaian antar teman, kuis, dan pengamatan.

d. Pengawasan Proses Pembelajaran

Pengawasan proses pembelajaran dilakukan dilakukan melalui kegiatan pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, serta tindak lanjut secara berkala dan berkelanjutan. Pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas (Permendikbud, 2016: 14).

1) Prinsip Pengawasan

Pengawasan dilakukan dengan prinsip objektif dan transparan guna peningkatan mutu secara berkelanjutan.

2) Sistem dan Entitas Pengawasan

Sistem pengawasan internal dilakukan oleh kepala sekolah, pengawas, dan dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan.

a) Kepala Sekolah, Pengawas dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan melakukan pengawasan dalam rangka peningkatan mutu.

b) Kepala Sekolah dan Pengawas melakukan pengawasan dalam bentuk supervisi akademik dan supervisi manajerial.

(40)

26

3) Proses Pengawasan a) Pemantauan

Pemantuan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian hasil pembelajaran.

Pemantauan dilakukan melalui antara lain, diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara dan dokumentasi.

b) Supervisi

Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan melalui antara lain, pemberian contoh pembelajaran di kelas, diskusi, konsultasi, atau pelatihan.

c) Pelaporan

Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesinalan pendidik secara berkelanjut.

d) Tindak Lanjut

Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk:

1) Penguatan dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja yang memenuhi ataunmelampaui standar; dan

2) Pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti program pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.

(41)

27

3. Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Menurut Suprijono dalam Widayanti (2013: 34), hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap- sikap, apresiasi dan ketrampilan. Menurut Supraktiknya dalam Widayanti (2013: 34) bahwa hasil belajar yang menjadi objek penilaian kelas berupa kemampuan-kemampuan baru yang diperoleh siswa setelah mereka mengikuti proses belajar-mengajar tentang mata pelajaran tertentu. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan mengacu pada klasifikasi hasil belajar dari Bloom yang secara garis besar yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ada dua menurut Slameto dalam Ratnasari (2017: 290), yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang dipengaruhi dari dalam diri individu yang sedang belajar, faktor eksternal adalah faktor yang dipengaruhi dari luar individu itu sendiri.

1) Faktor internal

Faktor internal terdiri dari:

a) Faktor kesehatan, kesehatan jasmani dan rohani sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar. Apabila kesehatan jasmani dan mental sering terganggu maka dapat mengakibatkan tidak bergairah untuk belajar. Sehingga sangat penting untuk tetap menjaga kesehatan jasmani maupun rohani.

(42)

28

b) Faktor intelegensi dan bakat, apabila siswa memiliki intelegensi tinggi dan bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari, maka proses belajarnya akan lancar dan berdampak baik terhadap hasil belajarnya.

c) Faktor minat dan motivasi, minat serta motivasi yang tinggi turut mempengaruhi hasil belajar siswa. Karena kedua faktor tersebut merupakan modal utama untuk mencapai keberhasilan dan tujuan belajar.

d) Faktor cara belajar, belajar tanpa memperhatikan teknik dan faktor fisiologis, psikologis dan ilmu kesehatan akan memperoleh hasil belajar yang kurang memuaskan sehingga cara belajar yang tepat harus diperhatikan dan disesuaikan dengan karakteristik siswa.

2) Faktor eksternal

Menurut Slameto dalam Ratnasari (2017: 290), faktor eksternal terdiri dari:

a) Faktor keluarga, siswa yang yang belajar akan mendapatkan pengaruh dari keluarga berupa pendidikan dari orang tua, interaksi dari antar anggota keluarga, suasana keluarga dan keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang budaya sosial yang ada.

b) Faktor masyarakat, faktor masyarakat dapat mempengaruhi hasil belajar siswa karena keberadaan siswa di dalam suatu masyarakat

(43)

29

yang merupakan makhluk sosial. Hal-hal yang mempengaruhi belajar siswa yang dilihat dari lingkungan masyarakat yaitu seperti kegiatan siswa di dalam masyarakat, teman bergaul, dan bentuk kehidupan lainnya di dalam masyarakat.

c) Faktor lingkungan sekitar, seperti bangunan rumah, keadaan lingkungan, keadaan lalu lintas, keadaan iklim dan sebagainya.

Jika keadaan lalu lintas lingkungan rumah terlalu bising, hiruk pikuk orang sekitar yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar, jika semangat belajar rendah atau menurun maka hal tersebut memungkinkan berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar.

Karena dapat mengganggu kenyamanan anak.

d) Faktor sekolah, faktor sekolah ini sangat mempengaruhi belajar siswa. Faktor ini mencakup metode mengajar guru, kurikulum, hubungan guru dengan siswa, hubungan siswa dengan siswa, disiplin sekolah, media pelajaran dan waktu pelajaran, standar pelajaran, keadaan bangunan sekolah, dan tugas-tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa.

b. Macam-Macam Hasil Belajar

Macam-macam hasil belajar menurut Bloom dalam pendidikan nasional dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok, yaitu:

1) Ranah Kognitif

Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Segala upaya yang menyangkut aktifitas otak adalah

(44)

30

termasuk ranah kognitif. Menurut Bloom, dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berpikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi. Keenam kegiatan tersebut adalah sebagai berikut (Basuki dan Hariyanto, 2015:12) :

a) Knowledge (pengetahuan/hafalan/ingatan)

Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, urutan, metodologi, prinsip dasar dan pengingatan data serta informasi yang lain.

b) Comprehension (pemahaman)

Siswa memahami makna, translasi, membuat interpolasi dan menafsirkan pembelajaran dan dapat menyatakan masalah dengan bahasanya sendiri.

c) Application (penerapan)

Siswa memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dan lain-lain di dalam kondisi pembelajaran. Siswa mampu menerapkan apa yang telah dipelajari ke dalam situasi baru.

d) Analysis (analisis)

Siswa akan mampu menganalisis indormasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih sederhana atau kecil untuk mengetahui pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan

(45)

31

faktor penyebab akibat dari sebuah skenario yang rumit. Siswa mampu membedakan antara fakta dan kesimpuilan.

e) Syinthesis (sintesis)

Siswa akan mampu menjelaskan struktur pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, juga mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan. Siswa dapat menempatkan bagian bersama- sama menjadi satu keseluruhan, dengan penekanan menciptakan makna baru dari suatu struktur.

f) Evaluation (penilaian)

Kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, prosedur kerja dan lain-lain. Dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektivitas manfaatnya. Mampu membuat pertimbangan tentang nilai-nilai suatu gagasan atau bahan-bahan kajian.

g) Ranah Afektif

Menurut Sudjiono dalam Mulyadi (2010:9), ranah afektif adalah ranah yang berkenaan dengan sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki penguasaan kognitif tingkat tinggi. Tipe hasil belajar afektif akan nampak pada murid dalam berbagai tingkah laku seperti perhatiannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar,

(46)

32

menghargai guru dan teman kelas, kebiasaan belajar dan hubungan sosial.

h) Ranah Psikomotorik

Hasil belajar ranah psikomotorik adalah hasil belajar yang berkaitan dengan ketrampilan dan kemampuan bertindak setelah murid menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotorik itu sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar afektif (yang baru nampak dari kecendrungan- kecendrungan untuk perilaku) (Mulyadi, 2010:9).

4. Materi Sistem Respirasi

a. Struktur dan Fungsi Sistem Respirasi

Sistem respirasi manusia merupakan suatu susunan yang sangat kompleks (Niera Putri, 2016). Setiap sel dan jaringan yang menyusunnya memiliki fungsi dan peranannya tersendiri. Sistem pernapasan pada manusia adalah sistem organ yang digunakan untuk menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbondioksida dan uap air (Munawir, 2020).

Saluran sistem pernapasan (respiratory tract) adalah bagian yang berfungsi sebagai tempat lintasan dan tempat pertukaran gas yang diperlukan untuk proses pernapasan. Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut: Rongga hidung - Faring - Laring – Trakea – Bronkus – Bronkeolus – Alveolus – Paru-paru (Pulmo).

(47)

33

1) Rongga Hidung (Cavum Nasais)

Rongga hidung berlapis selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan.

2) Faring/Tekak

Faring/tekak terletak di belakang rongga hidung dan mulut.

Faring tersusun dari otot lurik. Furing ini merupakan persimpangan antara saluran pencernaan dengan saluran pernapasan.

3) Laring (Pangkal Tenggorokan)

Laring terdapat sebuah katup yang disebut epiglotis. Epiglotis berfungsi mengatur jalannya makanan dan udara pernapasan sesuai dengan salurannya masing-masing. Pada luring terdapat pita suara yang merupakan organ penghasil suara pada manusia.

4) Trakea (Batang Tenggorokan)

Trakea terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Pada bagian dalam rongga terdapat epithel bersilia fungsinya menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.

5) Bronkus (Cabang Tenggorokan)

Trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.

(48)

34

6) Alveolus

Alveolus merupakan struktur berbentuk bola-bola mungil atau gelembung paru-paru yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah.

7) Paru-paru (Pulmo)

Paru-paru terletak di rongga dada tepat di atas sekat diafragma. Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru terdiri dari dua bagian.

Paru-paru kanan memiliki tiga lobus, sehingga lebih besar dari paru- paru kiri yang terdiri dari dua lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua lapis selaput paru-paru atau pleura.

b. Mekanisme Pernapasan 1) Mekanisme Pernapasan

a) Pernapasan luar (eksternal) terjadinya pertukaran udara antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler.

b) Pernapasan dalam (internal) terjadinya pertukaran udara antara darah dalam kapilar dengan sel-sel tubuh.

Berdasarkan cara melakukan inspirasi dan ekspirasi serta tempat terjadinya pernapasan manusia dapat melakukan 2 mekanisme pernapasan, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.

Pernapasan dada dan perut terjadinya secara bersamaan.

(49)

35

a) Pernapasan Dada

Pernapasan dada merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot antartulang rusuk (intercosta). Pernapasan dada terjadi melalui fase, mekanismenya sebagai berikut:

1) Fase inspirasi pernapasan dada 2) Fase ekspirasi pernapasan dada b) Pernapasan Perut

1) Fase inspirasi pernapasan perut 2) Fase ekspirasi pernapasan perut

2) Volume dan Kapasitas Paru-Paru

Udara yang dipernafaskan oleh tubuh dapat digolongkan menjadi:

a) Udara pernapasan biasa / volume tidal (VT)

b) Udara cadangan inspirasi/udara komplementer (UK) c) Udara cadangan ekspirasi/udara suplementer (ES) d) Udara residu (UR)

3) Frekuensi Pernapasan

Frekuensi pernapasan adalah intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per menit, dari dalam ke luar tubuh atau dari luar ke dalam tubuh. Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan frekuensi pernapasan adalah:

a) Usia

(50)

36

b) Jenis kelamin c) Suhu tubuh d) Posisi tubuh e) Aktivitas 1. Kelainan Sistem Pernapasan

a. Gangguan Sistem Pernapasan

Beberapa gangguan (kelainan dan penyakit) padfa sistem pernapasan manusia sebagai berikut:

1) Asma

2) Tuberkulosis (TBC) 3) Faringitis.

4) Bronkitis 5) Pneumonia 6) Emfisema 7) Dipteri 8) Asfiksi

9) Kanker paru-paru 10) Laringitis 11) Sinusitis

b. Teknologi Pernapasan Pada Manusia

1) Teknologi Pulmotor/Alat Pernapasan Buatan

Pulmotor merupakan alat yang digunakan untuk melakukan proses pernapasan buatan.

(51)

37

a. Teknologi Oxygen Catheter/Selang Pernapasan

Selang yang sering kita lihat terpasang di hidung pasien adalah selang bagian dari teknologi sistem pernapasan yang disebut Oxygen Catheter atau Oxygen Cannula.

b. Teknologi Spirometer/Alat Diagnosa Kondisi Paru-Paru

Spirometer merupakan alat yang digunakan untuk diagnosa kondisi paru-paru. Untuk mengetahui kondisi paru-paru, maka Spirometer akan mengukurnya dan kemudian menampilkannya dalam bentuk grafik-grafik.

c. Teknologi Nebulizer/ Alat Yang Digunakan Oleh Penderita Asma

Nebulize merupakan alat yang sering digunakan bagi mereka yang mengidap asma kronis. Nebulizer sendiri merupakan alat yang memiliki kemampuan mengubah obat dalam bentuk cair menjadi uap. Nebulizer terdiri dari beberapa jenis antara lain adalah Nebulizer compressor, Nebulizer ultrasonic dan Nebulizer mesh.

(52)

38 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Alasan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena ingin menggambarkan dan mendeskripsikan secara jelas tentang obyek penelitian. Jenis penelitian ini berbentuk studi kasus (case study).

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Plosoklaten, yang beralamat di Dusun Bulurejo RT/RW 01/01, Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kodepos 64175. Alasan pemilihan lokasi penelitian dikarenakan SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri satu- satunya SMA Negeri yang ada di daerah Plosoklaten Kabupaten Kediri yang mengadakan pembelajaran jarak jauh (online) dengan menggunakan google classroom.

C. Subjek Penelitian

Pemilihan sampel untuk dijadikan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Subyek dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Tri Agus Sujiono, S.Pd selaku guru mata pelajaran biologi Kelas XI SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri, subyek diambil

(53)

39

dengan adanya pertimbangan untuk dapat memperoleh data yang dibutuhkan peneliti dalam penelitiannya, karena dianggap paling tahu tentang apa yang diharapkan dan juga sebagai penguasa sehingga dapat memudahkan peneliti dalam menjelajah objek atau sesuatu yang diteliti.

2. Tiga puluh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri. Banyaknya subyek dalam penelitian ini ditentukan oleh adanya pertimbangan siswa tersebut mempunyai nilai paling tinggi dengan siswa yang memiliki nilai paling rendah dalam kelas tersebut, dan kelas dalam penelitian ini mengambil kelas XI MIPA yang terdiri dari 5 kelas.

D. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data sebagai berikut:

1. Wawancara

Dalam penelitian ini wawancara dilakukan setelah peneliti mengikuti pembelajaran dari awal materi sampai selesainya materi yang diteliti.

Narasumber dalam wawancara ini adalah guru biologi dan siswa MIPA kelas XI yang diambil dengan ketentuan 3 rang nilai terendah dan 3 orang nilai tertinggi dari setiap kelas. Bentuk wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Wawancara ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai penggunaan google classroom dalam pembelajaran biologi pada hasil belajar siswa materi sistem respirasi.

Wawancara dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang (Ningrum, 2020: 52):

Gambar

Gambar 2.22  Screenshot Tanya Jawab

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat pembelajaran online menggunakan Google Classroom kombinasi WhatsApp Group ada beberapa kendala yang dialami selama pembelajaran online antara lain: 1)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Efektifitas proses pembelajaran googleclassroom, 2) efektifitas aplikasi google classroom untuk pembelajaran online di

Terdapat beberapa saran dalam studi literatur ini (1) google classroom merupakan media pembelajaran yang efektif digunakan pada pembelajaran dikondisi pandemi

Google classroom merupakan aplikasi pembelajaran secara online yang dapat dilakukan melalui jarak jauh sehingga guru menjadi mudah dalam memberikan

Dari kegiatan tersebut diperoleh data bahwa pelaksanaan penggunaan Google Classroom dalam pembelajaran daring tersebut tidak jauh berbeda dengan pembelajaran sebagaimana

Pemerhatian guru menunjukkan bahawa murid menunjukkan respons yang lebih positif terhadap pembelajaran penulisan karangan dengan menggunakan wadah Google Classroom.. Dahulu,

6 Dapat disimpulkan oleh peneliti berdasarkan hasil wawancara dengan ibu TR selaku guru sejarah bahwa perencanaan pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Google Classroom sebagai

Hasil penelitian ini yaitu, menyatakan bahwa Implementasi penggunaan media google classroom dalam pembelajaran Blended Learning pada mata pelajan PAI di SMAN 06 Kota Bengkulu tidak