• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III Error! Bookmark not defined

3.3 Lompat

3.3.2 Lompat Jauh

Sumber: https://www.sacindonesia.com/r/841/mengenal-lompat-jauh-pengertian-sejarah-teknik-dan-gaya

Lompat jauh merupakan salah satu nomor lapangan dalam olahraga atletik yang menggabungkan gerakan melompat dengan teknik untuk mencapai jarak sejauh mungkin. Meskipun terlihat sederhana, lompat jauh dianggap sebagai salah satu nomor lapangan yang paling sulit untuk dikuasai. Dalam cabang olahraga atletik ini, lompat jauh memerlukan kombinasi kecepatan, kekuatan, dan kelincahan. Pada tahap awal, atlet harus berlari di landasan pacu dan melompat menuju lubang pasir.

B. Sejarah

Sejarah lompat jauh dapat ditelusuri kembali ke zaman Yunani Kuno, di mana nomor ini pertama kali menjadi bagian dari Pentathlon dalam Olimpiade kuno. Awalnya, lompat jauh mencerminkan kebiasaan peradaban kuno untuk melewati rintangan seperti sungai dan jurang. Pada masa lalu, atlet dibatasi untuk melakukan start lari singkat dan membawa beban di kedua tangan, yang disebut halteres, dengan berat antara 1 dan 4,5 kg, untuk meningkatkan momentum saat melompat. Kompetisi lompat jauh pertama kali diadakan dalam Olimpiade pada tahun 1896, namun hanya untuk kategori putra.

Olimpiade lompat jauh wanita pertama berlangsung pada tahun 1948, dengan atlet dari

35

lima benua yang berbeda meraih emas dalam acara tersebut, mencakup Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Oseania.

C. Teknik Dasar

Berikut ini adalah teknik dasar yang terdapat pada olahraga lompat jauh.

a. Awalan

Sumber: https://kelaspjok.com/teknik-lompat-jauh/

Terapkanlah teknik awalan secara perlahan, lalu tingkatkan kecepatan berlari hingga mencapai titik akhir tepat sebelum melaksanakan lompatan. Batasan jarak maksimal untuk teknik ini biasanya adalah 45 meter. Terdapat beberapa metode untuk melaksanakan teknik awalan ini, seperti:

● Lari dengan postur yang biasa digunakan, baik itu dengan kaki sejajar, kaki kanan di depan, atau sebaliknya. Sesuaikan ancang-ancang dengan kemampuan tubuh Anda.

● Penurunan sedikit pinggang, terutama untuk meningkatkan daya laju.

● Mulailah dengan perlahan setelah mendapatkan ancang-ancang yang optimal, dan tingkatkan kecepatan berlari secara bertahap sebelum menginjak titik tumpuan yang tersedia di lapangan.

b. Tolakan

Sumber: https://kelaspjok.com/teknik-lompat-jauh/

Teknik tolakan adalah posisi penumpuan sebelum melakukan lompatan. Cara melaksanakan tumpuan atau tolakan melibatkan langkah-langkah berikut:

● Ayunkan kaki secara perlahan dalam posisi horizontal.

● Pertahankan lurus sendi pada mata kaki, lutut, dan pinggang ketika memulai tolakan.

● Lakukan tolakan ke arah yang sekaligus ke depan dan ke atas.

● Pastikan sudut tolakan sekitar 45 derajat.

c. Melayang

36

Sumber: https://kelaspjok.com/teknik-lompat-jauh/

Terdapat tiga teknik yang dapat digunakan ketika melayang di udara, yakni gaya jongkok, gaya menggantung, dan gaya berjalan di atas air. Disarankan untuk memilih gaya yang sesuai dengan kenyamanan pribadi karena kunci dalam teknik melayang adalah menjaga keseimbangan tubuh. Jika teknik yang digunakan tidak sesuai, dapat berpengaruh pada jarak lompatan yang tidak optimal.

d. Pendaratan

Sumber: https://kelaspjok.com/teknik-lompat-jauh/

Teknik pendaratan melibatkan sikap jatuh setelah melakukan tolakan.

Umumnya, pendaratan dilakukan dengan sedikit membengkokkan lutut sambil menjaga keseimbangan tubuh. Saat mendarat, disarankan agar tumit kaki menyentuh tanah terlebih dahulu. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko cedera pada kaki, mengingat mendarat dengan tumit dapat meminimalkan potensi cedera dibandingkan dengan pendaratan pada ujung jari-jari kaki.

D. Jenis Gaya

Beikut ini macam-macam gaya yang terdapat pada olahraga lompat jauh.

a. Lompat Jauh Gaya Jongkok (Ortodok)

Sumber: https://kelaspjok.com/gaya-lompat-jauh/

Gaya ini bertujuan untuk lari secepatnya dari jarak sekitar 40 hingga 45 m di lintasan. Gaya ini dimulai dengan lari secepat mungkin serta tidak mengurangi kecepatan sampai melakukan tumpuan ketika melompat. Saat tolakan atau tumpuan, badan lebih digerakkan. Ketika di udara, tangan lurus ke depan lalu gerakkan tangan ke arah belakang serta mendarat dengan ujung tumit.

b. Lompat Jauh Gaya Menggantung (Schnepper)

37

Sumber: https://kelaspjok.com/gaya-lompat-jauh/

Gaya menggantung atau schnepper yaitu gerakan yang dilakukan dengan memposisikan badan melenting ke depan dengan posisi tangan berada di samping telinga serta posisi kaki rapat di belakang ketika di udara. Mirip seperti gaya jongkok, posisi badan di gaya ini lebih tegap serta ayunan ke belakang dan depan juga diterapkan pada kaki, bersamaan dengan kedua lengan yang diayunkan ke depan dan belakang.

c. Lompat Jauh Gaya Jalan di Udara (Walking in the Air)

Sumber: https://kelaspjok.com/gaya-lompat-jauh/

Gaya lompat berjalan di udara dengan teknik yang hampir mirip dengan gaya jongkok, baik ketika awalan, tumpuan, dan mendarat. Perbedaannya adalah ketika berada di udara, kamu harus mengayunkan kaki layaknya orang berjalan saat berada di udara. Awalan dari gaya berjalan ini yaitu melakukan 10 langkah lalu atlet lari dan menambah kecepatan sebelum tumpuan.

E. Peraturan

Peraturan pengukuran lompatan mencakup:

a. Pengukuran dilakukan dari sisi bekas pendaratan terdekat dengan balok tumpuan.

b. Dua juri pengukur akan mengukur hasil lompatan yang dianggap sah.

c. Pengukuran dimulai dari ujung balok tumpu terdekat dengan bak pasir hingga tanda awal pendaratan.

d. Jika pelompat berjalan mundur setelah lompatan, pengukuran dilakukan pada jarak saat mundur.

e. Alat pengukur harus sama untuk setiap lompatan atlet selama perlombaan.

f. Pengukuran harus sangat teliti karena perbedaan 1 cm dapat berpengaruh.

g. Catatan hasil lompatan selalu dilakukan oleh pencatat hasil perlombaan.

Berikut adalah peraturan yang terkait dengan peserta lomba lompat jauh:

a. Pengukuran dilakukan dari sisi bekas pendaratan terdekat dengan balok tumpuan

38

b. Jika jumlah peserta lebih dari delapan, setiap peserta dapat melakukan tiga lompatan secara bergiliran. Delapan peserta terbaik akan melanjutkan dengan tiga lompatan lagi untuk menentukan pemenang. Jika peserta kurang dari delapan, setiap peserta dapat melakukan enam lompatan bergantian, dan pemenang ditentukan setelah itu.

c. Pengukuran dimulai dari titik bebas terdekat dengan bak pasir pendaratan setelah peserta melakukan lompatan.

d. Peserta memiliki waktu 1,5 menit untuk setiap lompatan.

e. Hasil lompatan terbaik dicatat untuk menentukan pemenang.

F. Lapangan

Sumber: https://www.tuliskan.id/lompat-jauh/

a. Papan tolakan harus memiliki panjang 1,22 m, lebar 20 cm, dan ketebalan 10 cm.

b. Lintasan awalan harus memiliki panjang antara 30-40 m dan lebar 1,22 m.

c. Papan tolakan diletakkan di sisi dekat tempat pendaratan, dengan jarak 1 m ke bak pasir.

d. Tempat pendaratan harus memiliki lebar minimal 2,75 m dan jarak minimal 10 m antara garis tolakan dan akhir area lompatan.

e. Permukaan pasir pada tempat pendaratan harus sejajar dengan bagian atas papan tolakan.

3.3.3 Lompat Jangkit

Dokumen terkait