BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Konsep Dasar Keperawatan
3. Luaran dan Perencanaan keperawatan
Tabel 2.2
Rencana Keperawatan
NO (SDKI) (SLKI) (SIKI) RASIONAL
1 Penurunan Curah Jantung (D.0008)
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x24 jam maka curah jantung (L.02008) meningkat dengan kriteria hasil :
1. Bradikardia (menurun) 2. Takikardia (menurun) 3. Gambaran EKG aritmia
(cukup menurun) 4. Lelah (menurun) 5. Dyspnea (menurun) 6. Batuk (menurun)
7. Hepatomegali (menurun) 8. Tekanan darah (membaik)
Perawatan Jantung (I.02075) Observasi :
1. Identifikasi tanda & gejala primer penurunan curah jantung.
2. Identifikasi tanda/gejala sekunder penurunan curah jantung.
3. Monitor tekanan darah.
4. Monitor intake dan output cairan.
5. Monitor saturasi oksigen.
6. Monitor keluhan nyeri dada.
Perawatan Jantung (I.02075) Observasi :
1. Untuk memantau kejadian tanda/gejala primer sehubungan dengan miokard infark.
2. Untuk memantau kejadian tanda/gejala sekunder sehubungan dengan miokard infark.
3. Hipotensi dapat terjadi sehubungan dengan disfungsi miokardia dan rangsangan vagal.
40 9. Central venous pressure
(membaik)
7. Monitor EKG 12 sadapan.
Terapeutik :
1. Posisikan pasien semi- Fowler atau fowler dengan kaki ke bawah atau posisi nyaman.
2. Berikan diet jantung yang sesuai.
3. Berikan terapi relaksasi untuk mengurangi stres, jika perlu.
4. Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen >94%.
Edukasi :
1. Anjurkan beraktivitas fisik sesuai toleransi.
2. Anjurkan beraktivitas fisik secara bertahap.
4. Pemantauan yang ketat pada produksi urin <600 ml/hari merupakan tanda- tanda terjadinya syok kardiogenik.
5. Untuk mengetahui tingkat oksigenisasi pada jaringan sebagai dampak adekuat tidaknya proses pertukaran oksigen.
6. Nyeri berat dapat menyebabkan syok kardiogenik yang berdampak pada kematian yang mendadak.
7. Memantau adanya aritmia, ST Elevasi Segmen.
41
3. Anjurkan berhenti merokok.
4. Anjurkan pasien dan keluarga mengukur intake dan output cairan harian.
Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian antihistamin, jika perlu.
Terapeutik :
1. Untuk mengurangi kesulitan bernapas dan mengurangi jumlah darah yang kembali ke jantung yang dapat mengurangi kongesti paru.
2. Mengatur diet sehingga kerja dan ketegangan otot jantung minimal, dan status nutrisi terpelihara, sesuai dengan selera dan pola makan klien.
3. Stres menghasilkan vasokonstriksi, terkait meningkatkan tekanan darah dan kerja jantung.
4. Meningkatkan jumlah sediaan oksigen untuk
42
kebutuhan miokard, menurunkan iskemia dan disaritmia lanjut.
Edukasi :
1. Untuk menurunkan seluruh kebutuhan kerja pada jantung.
2. Karena jantung tidak dapat diharapkan untuk benar- benar istirahat saat proses pemulihan maka hal terbaik yang dilakukan dengan mengistirahatkan klien.
3. Merokok menimbulkan aterosklerosis,
peningkatan
trombogenesis dan vasokontriksi, peningkatan
43
Perawatan Jantung Akut (I.02076)
Observasi :
1. Identifikasi karakteristik nyeri dada (meliputi faktor pemicu dan pereda, kualitas, lokasi, skala, durasi dan frekuensi).
Terapeutik :
1. Pertahankan tirah baring.
2. Puasakan hingga bebas nyeri.
3. Sediakan lingkungan yang kondusif untuk beristirahat dan pemulihan.
Edukasi :
1. Anjurkan menghindari
manuver Valsava
tekanan darah pemicu
aritmia jantung
meningkatkan kebutuhan oksigen jantung, dan penurunan kapasitas pengangkutan oksigen.
4. Penurunan curah jantung, mengakibatkan gangguan perfusi ginjal, retensi natrium/air, dan penurunan output urin.
Kolaborasi :
1. Untuk meredakan keluhan atau gejala akibat reaksi alergi.
44
(mengedan saat BAB dan batuk).
Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian antiplatelet, jika perlu.
2. Kolaborasi pemberian antiangina, jika perlu.
3. Kolaborasi pemberian obat untuk mencegah manuver Valsava (pelunak tinja, antiemetik).
4. Kolaborasi pencegahan
trombus dengan
antikoagulan, jika perlu.
Perawatan Jantung Akut (I.02076)
Observasi :
1. Dengan mengidentifikasi dapat membantu perawat untuk berfokus pada penyebab nyeri dan manajemen nyeri.
Terapeutik :
1. Untuk mengurangi aktivitas yang memperberat nyeri dan mengurangi rasa sesak.
2. Untuk mengurangi kerja dan ketegangan otot jantung menjadi minimal.
3. Untuk memberikan kenyamanan pada pasien untuk dapat beristirahat.
45
Edukasi :
1. Mengedan saat BAB dan batuk mampu memicu meningkatnya beban kerja
jantung akibat
dibutuhkannya tenaga yang besar.
Kolaborasi :
1. Antiplatelet adalah kelompok obat yang
digunakan untuk
mencegah terjadinya penggumpalan darah.
2. Antianginal adalah obat yang digunakan dalam pengobatan angina pektoris, gejala penyakit jantung iskemik.
46
3. Obat pelunak tinja berfungsi untuk membantu sisa metabolisme bergerak dengan mudah di dalam usus sehingga membuat proses pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih lancar. Obat Antiemetik adalah kelompok obat yang
digunakan untuk
meredakan gejala mual dan muntah.
4. Antikoagulan adalah obat yang berfungsi mencegah penggumpalan darah.
Obat ini digunakan untuk mengatasi atau mencegah penyumbatan pembuluh darah yang dapat
47
membahayakan nyawa, seperti fibrilasi atrium, serangan jantung, penyakit jantung bawaan, stroke, deep vein thrombosis (DVT), atau emboli paru.
2 Pola Napas Tidak Efektif (D.0005)
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x24 jam maka pola napas membaik (L.01004) dengan kriteria hasil :
1. Penggunaan otot bantu napas menurun
2. Dispnea menurun
3. Frekuensi napas membaik
4. Kedalaman napas membaik
Manajemen Jalan Napas (I.01011)
Observasi :
1. Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, usaha napas).
2. Monitor bunyi napas tambahan (mis. Gurgling, mengi, wheezing, ronkhi).
3. Monitor sputum (jumlah, warna).
Terapeutik :
1. Posisikan semi-fowler.
Manajamen Jalan Napas (I.01011)
Observasi :
1. Mengontrol pernapasan (penurunan kecepatan) dapat terjadi.
2. Kehilangan suara napas aktif pada area ventilasi
sebelum dapat
menujukkan segmen paru.
3. Sputum berlebih dapat menyebabkan
terhambatnya jalan napas.
48
2. Lakukan fisioterapi dada, jika perlu.
3. Lakukan penghisapan lendir kurang dari 15 detik.
4. Berikan oksigen, jika perlu.
Edukasi :
1. Ajarkan teknik batuk efektif.
Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspektoran, mokolitik, jika perlu.
Terapeutik :
1. Menurunkan konsumsi oksigen/ kebutuhan dan meningkatakan inflamasi paru maksimal.
2. Untuk mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan saluran pernapasan.
3. Untuk melancarkan/
membebaskan jalan napas.
4. Meningkatkan jumlah oksigen yang ada untuk pemakaian miokardia dan juga mengurangi ketidaknyamanan
sehubungan dengan iskemia jantung.
49
Pemantauan Respirasi (I.01014)
Observasi :
1. Monitor pola napas (Seperti bradipnea, takipnea, hiperventilasi, kussmaul, cheynes-Stokes, biot, ataksik).
2. Monitor kemampuan batuk efektif.
3. Monitor saturasi oksigen.
Terapeutik :
1. Atur interval pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien.
2. Dokumentasi hasil pemantauan.
Edukasi :
1. Untuk mengeluarkan dahak yang sudah terkumpul keseluruh pernapasan yang besar.
Kolaborasi :
1. Mengendurkan otot-otot saluran pernapasan agar aliran udara menjadi lebih lancar.
Pemantauan Respirasi (I.01014)
Observasi :
1. Memantau pola
pernapasan pasien dengan tujuan untuk mengetahui kodisi pasien.
50 Edukasi :
1. Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan.
2. Informasikan hasil pemantauan, jika ada.
2. Apakah pasien mampu mengeluarkan dahak atau dahak tertahan.
3. Untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah normal.
Terapeutik :
1. Agar pemantauan respirasi dapat terkontrol setiap jam.
2. Mencatat hasil dari pemantauan pasien agar dapat mengetahui kondisi pasien dan tindakan yang akan diberikan.
Edukasi :
1. Ajarkan pasien dan
keluarga dapat
mengetahui tindakan apa
51
yang akan dilakukan dan tujuannya.
3 Nyeri Akut (D.0077)
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x24 jam maka tingkat nyeri (L.08066) menurun dengan kriteria hasil :
1. Keluhan nyeri (menurun) 2. Frekuensi nadi (membaik) 3. Tekanan darah (membaik) 4. Meringis (menurun)
Manajemen Nyeri (I. 08238) Observasi :
1. Identifikasi respons nyeri non verbal.
2. Monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah diberikan.
Terapeutik :
1. Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (pencahayaan,
kebisingan).
2. Fasilitasi istirahat dan tidur.
Manajemen Nyeri (I. 08238) Observasi :
1. Ekspresi wajah (meringis, menggeletukkan gigi, menggigit bibir).Gerakan tubuh (gelisah, imobilisasi, ketegangan otot, peningkatan gerakan jari dan tangan).
2. Memonitor tindakan terapi non farmakologi yang telah diberikan apakah dapat mengurangi rasa nyeri yang dialami oleh pasien.
52
Terapeutik :
1. Pengontrolan lingkungan membantu pasien agar tetap nyaman.
2. Istirahat dan tidur yang cukup akan membuat tubuh menjadi rileks dan stamina tubuh.
4 Ansietas (D.0080) Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tingkat ansietas menurun dengan kriteria hasil :
1. Verbalisasi khawatir akibat kondisi yang dihadapi (menurun)
2. Perilaku gelisah (menurun) 3. Diaforesis (menurun) 4. Tremor (menurun) 5. Pucat (menurun)
Reduksi Ansietas (I.09314) Observasi :
1. Identifikasi saat tingkat ansietas berubah.
2. Monitor tanda-tanda ansietas (verbal dan nonverbal).
Terapeutik :
1. Ciptakan suasana terapeutik untuk
Reduksi Ansietas (I.09314) Observasi :
1. Tingkat kecemasan dapat berkembang ke panik yang dapat merangsang respon simpatik dengan melepas katekolamin.
2. Pasien mungkin tidak menunjukkan masalah secara langsung tetapi
53
6. Pola tidur (membaik) menumbuhkan kepercayaan.
2. Temani pasien untuk mengurangi kecemasan.
3. Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan.
Edukasi :
1. Informasikan secara faktual mengenai diagnosis, pengobatan dan prognosis.
2. Anjurkan mengungkapkan perasaan dan persepsi.
3. Latih kegiatan pengalihan.
Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian obat anti ansietas, jika perlu.
kata-kata tindakan dapat menunjukkan rasa agitasi, marah dan gelisah.
Terapeutik :
1. Membina hubungan saling percaya
2. Pengertian yang empati merupakan pengobatan
dan mungkin
meningkatkan
kemampuan koping klien.
3. Dapat menghilangkan ketegangan terhadap kekhawatiran yang tidak diekspresikan.
Edukasi :
1. Untuk memberikan jaminan kepastian
54
tentang langkah-langkah tindakan yang akan diberikan sehingga klien dan keluarga.
2. Respon terbaik adalah klien mengungkapkan
perasaan yang
dihadapinya
mendapatkan informasi yang lebih jelas.
3. Meningkatkan relaksasi/
istirahat dan menurunkan rasa cemas.
Kolaborasi :
1. Meningkatkan relaksasi dan menunjukkan kecemasan.