• Tidak ada hasil yang ditemukan

Macam-Macam Kegiatan Masyarakat Desa Nongkodono

BAB V: PENUTUP

A. Data Umum Desa Nongkodono 1. Profil Desa Nongkodono

4. Macam-Macam Kegiatan Masyarakat Desa Nongkodono

Adapun kegiatan-kegiatan masyarakat Desa Nongkodono meliputi kegiatan mingguan, bulanan dan tahunan. Kegiatan-kegiatan tersebut sangat berperan besar dalam menumbuhkan jiwa religius Ponorogo, terlebih menjadikan Desa Nongkodono menjadi desa yang barokah, sebab kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat selalu berkaitan dengan keagamaan. Acara atau kegiatan tersebut seperti.44

a. Yasinan RT

Yasinan meruapakan kegaiatan mingguan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu berkunjung ke salah satu kediaman warga secara bergiliran pada setiap minggunya dipilih sesuai dengan kesepakatan baik itu secara urut maupun secara acak atau di undi, namun semua

43 Hasil Transkip Wawancara, Nomer 01/W/06-3/2023.

44 Hasil Transkip Wawancara, Nomer 02/W/03-3/2023.

51

warga mendapatkan jatah pada setiap minggunya. Acara yasinan di desa-desa lain juga ada dan tidak harus setiap minggu tetapi bisa bulanan, tahunan bahkan sewaktu-waktu bisa dilaksanakan, yang jelas sesuai dengan kesepakatan peserta yasinan tersebut.

Kegaiatan yasinan di Desa Nongkodono terdiri dari 10 kelompok, kelompok tersebut terdiri atas kelompok bapak-bapak dan kelompok ibu-ibu, jadwal kegiatan pada setiap kelompok-kelompok tidak lah sama, namun ada yang berbeda waktu dan harinya. Dalam akativitas kegiatan tersebut, acara dibuka oleh pembawa acara, diawali dengan membaca tahli yang dipimpin oleh salah satu warga dan dilanjutkan membaca yasin secara bersama-sama. Adapun rentetan agenda dalam kegiatan yasinan ini adalah “ pertama pembukaan, kedua pemabacaan tahlil dan yasin, ketiga tausiyah dan pengumuman kalau ada, keempat doa dan terakhir kelima penutup. Pada kegaiatan inilah kepala desa kerap sekali menyampikan gagasan-gagasan pembangunan desa serta menyadarkan masyarakat untuk berpartisipasi ikut membangun Desa Nongkodono.

b. Sima’an Al-Qur’an

Sima’an Al-Quran sebulan sekali, yaitu pada setiap hari minggu.

Seperti pada umumnya sim’an Al-Qur’an di desa nongkodono juga dihadiri oleh masyarakat desa nongkodono dan karang tarunanyaa.

Dalam sim’an Al-Qur’an masyarakat scara bergilir membuat menu makanan bergiliran bebas sesuai dengan keinginan masing-masing

52

untuk disuguhkan kepada para hafidz dan seluruh hadirin yang ikut berpartisipasi dalam acara kegaiatn simakan Al-Qur’an tersebut.

Bergiliran dalam membuat masakan untuk acara khotaman Al-Qur’an yaitu berdasarkan kesepakatan setiap RT nya masing-masing. Untuk jadwal makan seperti umumnya, yaitu tiga kali sehari, jadi jika acara tersebut dimulai pada pagi hari dan tutup pada sore hari selepas ashar atau sekitar jam lima maka jatah makannya tiga kali yitu, pagi, siang, sore/petang, jadi warga hendak membuat pelangan/nasi bungkus dalam tiga kali sehari dan setiap RT mendapatkan jatah sekali dalam pembuatnya.

Adapun peran komunikasi kepala Desa Nongkodono, Bapak Jemadi memberikan, tausiah, masukan agar masyarakat selalu bertakwa kepada Allah dan menjalakan syariat islam dengan baik, dan membacakan doa setelah kotaman selesai. Kesempatan seperti ini lah kadang digunakan dalam menyampikan kebijakan dalam rangka pembangunan.45

c. Istighosah Kubro

Istigoasah kubro untuk kaum perempuan dilaksanakan pada hari minggu kliwon bertempatan di masjid Desa Nongkodono. Acara dimulai pada pukul 19.30 atau selepas sholat isya’ dan seluruh hadirin yang datang di majelis tersebut hendak mengenaikan pakaian muslimah. Adapun tujuan yaitu, bertuajuan untuk menambah

45 Hasil Transkip Wawancara, Nomer 02/W/03-3/2023.

53

keimanan dan ketakwaan masyarakat dan ditambah dan kegiatan ini sudah menjadi rutinan setaip bulannya. Dalam kegiatan ini kepala desa juga meluangkan kesempatan untuk menyampaikan kebijakan dan menerangkan anggaran-anggaran serta program-program kerja Desa Nongkodono baik yang sudah terlaksana maupun yang akan dilaksanakan.

d. Dzikrul Gofilin

Dzikrul Gofilin untuk kaum laki-laki dilaksnakan pada setiap jumat pahing bertempatan di semua masjid yang ada di Desa Nongkodono secara bergiliran. Acara dimulai pada pikil 19.30 atau selepas isya’.

Dalam acara ini dihadiri seleuruh masyarakat Desa Nongkodono dan juga diisi tausiyah oleh KH. Abdussami’ Hasyim pengurus pondok pesantren Darul huda mayak. Adapun tujuan dari terselengaranya acara rutinan ini yaitu untuk meningkatakan keimanan dan ketakwaan, dan juga untuk menambah kedekatan atar masyarakat. Dan tidak lupa juga dal kegaiatan ini kepala Desa Nongkodono meluangkan kesempatan untuk menyampikan kebijakan-kebijakan beliau.

e. Khotaman Al-Qur’an

Khotaman Al-Qur’an dilaksanakan oleh seluruh pemuda serta orang tua desa nongkodono khususnya masyarakat dukuh krajan.

Acara khotaman ini diadakan sebulan sekali guna memperjelas hasil program-program Pemuda Desa Nongkodono, dalam kegiatan ini juga terdapat musyawarah pemuda dan wali serta pengurusnya seperti

54

kamituwo dan Kepala Desa. Adapun tujuan dari musyawarah ini sendiri adalah mengevaluasi mengoreksi masalah-masalah pemuda dan program-program pemuda dalam selama setahun. Adapun komunikasi kepala desa nongkodono yaitu memberikan pengarahan tausiyah agar pemuda dan orang tua berperan aktif ikut serta memajukan Desa Nongkodono.

Adapun yang perlu diperhatikan oleh pemuda dan orang tua yaitu menghindari pergaulan bebas dan kenakalan remaja, jika salah satu pemuda terjerumus dalam perilaku tersebut maka peran orang tua sangat berperan besar dalam menyadarkan anaknya, sebab orang tua lah yang dekat dan kemungkinan dapat menyentuh hatinya agar tidak mengulangi perbuatan keji tersebut.46

5. Bentuk-Bentuk Gotong Royong di Desa Nongkodono a. Gotong Royong Berupa Fisik/Tenaga

Gotong royong berupa fisik, yaitu partisipasi masyarakat berupa bantuan tenaga secara langsung ikut serta dalam pembangunan desa seperti perbaikan jalan, bersih-bersih makam, pembangunan masjid, mushola dan lain sebagainya.

b. Gotong Royong yang Berbentu Uang/Material

Gotong royong berbentuk uang atau material yaitu partisipasi masyarakat secara tidak langsung, artinya mereka tidak turun langsung kelapangan tetapi dengan membayarkan uang ataupun memberikan

46 Hasil Transkip Wawancara, Nomer 02/W/03-3/2023.

55

bantuan berupa barang yang dibutuhkan dalam pembangunan, seperti semen, pasir, batu batu bata, kawat dan lain sebaginya.47

Untuk menjalin hubungan persuadaraan yang lebih erat antar warga Desa Nongkodono, gotong royong di Desa Nongkodono tidak hanya dalam rangka pembangunan sarana umum, namun juga dalam rangka meringankan beban warga yang tertimpa musibah, yaitu dengan memberikan bantuan dana untuk berobat. Gotong royong semacam ini bermula muncul dari pemikiran Bapak Jemadi selaku Kepala Desa Nongkodono saat ini, mengingat biaya berobat ke rumah sakit yang harus dikeluarkan masyarakat yang terkena musibah begitu banyak sehingga perlu adanya uluran dari masyarakat untuk membantu meringankannya. Masyarakat yang ingin menyumbang di beri amplop agar diidi uang seikhlasnya namun dalam amplop tersebut tidak perlu ditulis nama dan nominal uang yang akan disumbangkan, bagi warga yang tidak bisa berpartisipasi dalam menyumbang tidak ada sanksi karena itu buka merupakan pelanggaran.48

Dari awal pemikiran Kepala Desa Nongkodono ini sudah diterima warga dengan baik, banyak warga yang setuju dengan pendapat beliau, sehingga gotong royong semacam ini membudaya di Desa Nongkodono.

47 Hasil Transkip Wawancara, Nomer 02/W/03-3/2023.

48 Hasil Transkip Wawancara, Nomer 02/W/03-3/2023.

56

B. Data Khusus Gotong Royong Dan Pembangunan Di Desa

Dokumen terkait