• Tidak ada hasil yang ditemukan

Macam-Macam Perdagangan a. Perdagangan Besar

Dalam dokumen Buku Kewirausahaan untuk Pendidikan Tinggi (Halaman 193-200)

BAB IX PROFIL USAHA

B. Macam-Macam Perdagangan a. Perdagangan Besar

kontra, agar kita dapat mengambil keputusan secara tepat dan berhasil.

B. Macam-Macam Perdagangan

BAB IX : Profil Usaha |

187

 Governmental consumers.

3. Cara-cara usaha dari perusahaan tersebut. Mengenai cara berusaha ada beberapa kriteria yaitu:

 Perdagangan besar mempunyai usaha yang diskriminatif, hanya melayani pedagang ecerab, tidak melayani semua konsumen.

 Transaksi perdagangan besar adalah besar, dalam arti lebih besar dari kebutuhan sehari-hari.

 Harga-harga dapat berubah sesuai situasi, bukan one price policy seperti pada pedagang, tetapi dapat diadakan korting, kredit, cara-cara pengiriman, dan sebagainya.

Pedagang besar memegang peranan yang sangat penting, sehingga fungsi pedagang besar adalah:

1. Pengumpulan dan penyebaran (assembling and distributing).

2. Pembelian dan penjualan (buyers and selling).

3. Pemilihan barang (selection of goods).

4. Pembelian kredit (financing).

5. Penyimpanan (storage).

6. Pengangkutan (transportation).

b. Perdagangan Eceran

Kegiatan perdagangan besar dan perdagangan eceran adalah sangat penting dalam proses penyaluran barang dan jasa.

Tanpa usaha perdagangan besar dan eceran, sulit produsen menyalurkan barangnya, walaupun beberapa produsen dapat langsung menyalurkan barang kepada konsumen atau ke pengecer, tapi kegiatan tersebut tidak dapat diandalkan dan tidak efisien.

Apa yang diartikan dengan perdagangan eceran atau retailing adalah; Retailing may be defined as the activities incident to selling good and ser-vice to ultimate consumers. Retailing is the final link in

the chain of distribution of most products from initial producers to ultimate consumers. Artinya: Perdagangan eceran bisa didefinisikan sebagai suatu kegiatan men-jual barang dan jasa kepada konsumen akhir.

Perdagangan eceran adalah mata rantai terakhir dalam penyaluran barang dari produsen sampai kepada konsumen.

Sedangkan pedagang eceran adalah orang-orang atau toko yang kerja utamanya mengecerkan barang, dalam hal ini harus diingar kata UTAMA di atas. Sebab dalam prektik bisa menjadi seorang pabrikan atau petani produsen menjual langsung barangnya pada konsumen akhir, ini bukan retailer. Juga ada retailer yang menjual barang untuk restoran (restoran bukan konsumen akhir), ini juga bukan pekerjaan retailing. Jadi yang penting di sini ialah pekerjaan utama retailing ialah menjual barang pada konsumen akhir.

Perdagangan eceran ini sangat penting artinya bagi produsen, karena melalui pengecer produsen dapat memperoleh informasi berharga tentang barangnya. Produsen dapat menginterview pengecer, bagaimana komentar konsumen, mengenai bentuk, rasa, daya tahan, harga, dan segala sesuatu mengenai produknya. Juga dapat diketahui mengenai kekuatan saingan. Produsen dan pengecer dapat memupuk kerjasama yang saling menguntungkan. Produsen memasang iklan, memberi bonus, mengadakan undian, memberi hadiah, semuanya dapat dilakukan melalui toko-toko pengecer. Toko-toko pengecer dapat pula dipakai sebagai tempat memasang spanduk, selebaran promosi dan produsen. Memang produsen biasanya mempergunakan saluran distribusi melalui grosir, tapi informasi yang diperoleh melalui grosir kurang komplit. Oleh karena itu, bagian penjualan dari produsen lebih senang menjual dan

BAB IX : Profil Usaha |

189

berhadapan langsung dengan toko pengecer agar mendapat informasi dari tangan pertama.

Perdagangan eceran dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

1. Perdagangan eceran besar.

2. Perdagangan eceran kecil terdiri dari;

 Eceran kecil berpangkalan.

 Eceran kecil tidak berpangkalan.

Jika kita gambarkan pembagian perdagangan eceran tersebut dalam bentuk skematis adalah sebagai berikut:

Ukuran yang dipakai untuk klasifikasi ini ialah ownership pemilikan dan jumlah pegawai. Perdagangan eceran kecil biasanya mempunyai 2 atau 3 pegawai/pelayan. Pelayan itu kadang-kadang adalah anggota keluarga sendiri, ataupun orang lain yang di gaji.

Yang mengendalikan keuangan, pembelian barang-barang biasanya di pegang langsung oleh pemilik atau keluarga lain yang di gaji. Yang mengendalikan keuangan, pembelian barang biasanya di pegang langsung oleh pemilik atau keluarga lain yang dipercaya, masih jarang dijumpai sistem manager bergaji penuh diserahi mengurus kegiiatan perdagangan eceran ini.

Perdagangan eceran kecil berpangkalan, ialah yang mempunyai tempat yang tetap, seperti toko kecil, kios, dan

warung. Sedang yang tidak berpangkalan adalah pedagang eceran yang tak mempunyai tempat usaha. Kelompok ini dapat dibagi atas yang memakai alat seperti tukang bakso, tukang sepatu, tukang rusak, dan sebagainya. Dan ada pula yang tak pakai alat seperti tukang catut.

Kotler (2003:536) dalam Bob Foster membagi tipe-tipe pedagang eceran menjadi tiga bagian besar yaitu:

1) Store Retailer (pedangan eceran bertoko) a) Speciality store Aoko khusus

b) Department store Aoko serba ada c) Supermarket atau toko swalayan

d) Convenience store Aoko barang kebutuhan sehari-hari

e) Superstore, Combination Store, and Hypermarket (toko super, toko gabungan, dan hypermarket)

f) Discount store Aoko pembeli potongan harga g) Off price retailer Aoko Gudang h) Catalog showroom/ruung pamer katalog

2) Non Store Retailer (pedagang eceran bukan toko) a) Direct selling (penjualan langsung)

b) Direct marketing (pemasaran langsung)

c) Automatic vending machine (mesin penjaja otomatis) d) Buying service (pelayanan pembeli)

3) Retailer Organization (organisasi pedagang eceran) a) Corporate chain (mata rantai perusahaan)

b) Voluntary chain and retail cooperative (rantai suka rela dan koperasi pedagang eceran)

c) Customer cooperative (koperasi konsumen)

d) Franchise organization (organisasii hak guna paten/franchise)

BAB IX : Profil Usaha |

191

Kita sudah banyak mengenal tipe ritel, speciality store (toko khusus), seperti toko olahraga, toko perabot, pakaian, toko buku, dan sebagainya. Department store, supermarket, convenience store, menjual kebutuhan sehari-hari (toko P & D) biasanya berada dekar wilayah pemukiman.

c. Keuntungan dan Kelemahan Perdagangan Eceran Beberapa keuntungan dari perdagangan eceran kecil adalah:

1. Modal yang diperlukan adalah kecil dan rentabilitasnya besar.

2. Pedagang-pedagang eceran kecil menganggap bahwa pendapatnya dari usaha itu merupakan pendapatan tambahan atau kadang-kadang hanya iseng atau mengisi waktu lowong terutama pada daerah musiman.

3. Tempat kedudukan pedagang-pedagang eceran kecil biasanya paling strategis. Mereka selalu mendekatkan the center of consumers (pusat-pusat konsumen).

4. Hubungan antara pedangan eceran kecil dan konsumen adalah kuatt misalnya kita lihat pembeli-pembeli pada warung-warung kopi mengadakan obrolan yang intim sekali dengan pemiliknya.

d. Faktor-Faktor yang Mendorong Majunya Toko Eceran Banyak sekali faktor yang mendorong toko-toko eceran ke arah kemajuan, antara lain:

1. Lokasi/Tempat Toko Eceran

Tempat yang strategis dari toko eceran ini sangat besar pengaruhnya kepada kemjuan kelancaran penjualan barang pada toko tersebut. Apabila toko-toko itu terletak pada tempat yang terpencil harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan toko-toko yang letaknya di daerah ramai, karena toko eceran yang letaknya pada pusat keramaian kota akan lebih banyak dikunjungi oleh para

konsumen. Toko ini akan memiliki volume penjualan lebih tinggi dibandingkan dengan toko-toko eceran yang letaknya jauh dari pusat keramaian kota besar.

Pemilihan lokasi ini sangat penting karena akan mempengaruhi tingkat profitabilitas dan kontinuitas usaha dalam jangka panjang. Menurut Kotler (2004:446) dalam Bob Foster, Retailing are accustomed to saying that the three keys to success are location, location and location. Jadi tiga kunci sukses bagi toko eceran adalah lokasi, lokasi dan lokasi. Hal ini menyiratkan betapa pentingnya keputusan mengenai lokasi bagi usaha eceran. Lokasi juga akan mempengaruhi citra toko atau kepribadian toko dan kekuatan daya tank yang dibuat oleh toko terhadap pelanggannya. Jika daya tank lainnya sama diantara beberapa toko, maka konsumen pasti akan memilih toko terdekat dengan tempat tinggalnya, karena akan memberi kenyamanan, hemat waktu dan tenaga lebih kecil pengorbanan konsumen dilihat dari segi: money, energy, dan fisik. Walaupun dalam jangka panjang, lokasi dipengaruhi oleh perkembangan pemmbangunan, para wirausahawan hams jeli mempertimbangkan lokasi pada saat akan mendirikan perusahaan.

2. Kelengkapan Barang

Lengkapnya barang paa toko-toko eceran akan sangat menarik bagi konsumen. Lengkap di sini diartikan barang- barangnya komplit sesuai dengan jenis barang yang diperdagangkan. Jika barang tidak lengkap, maka konsumen akan mencarinya ke toko lain. Pada hati konsumen akan timbul anggapan bahwa toko tidak lengkap, akhirnya konsumen pindah menjadi langganan toko lain tersebut.

Dalam dokumen Buku Kewirausahaan untuk Pendidikan Tinggi (Halaman 193-200)