URGENSI PUBLIKASI DAN JURNAL ILMIAH
B. Publikasi Ilmiah
4. Manfaat Publikasi Ilmiah
Terdapat beberapa manfaat yang dapat kita peroleh dengan mempublikasikan karya atau tulisan ilmiah yang telah kita buat, yaitu sebagai berikut.
r. Memperdalam pemahaman terhadap materi perkuliahan
Saat kita membuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu kita, kita dituntut untuk membaca banyak referensi.
163 Referensi tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, misalnya buku, jurnal, publikasi ilmiah, dokumen-dokumen negara, artikel daring hingga berita harian. Dengan membaca banyak referensi, tentunya pengetahuan kita juga akan bertambah.
Bahkan, apabila tulisan ilmiah kita itu adalah hasil penelitian, maka tentunya kita memperoleh pengetahuan ketika mencari data primer di lapangan. Melalui pencarian data primer, kita akan meningkatkan pemahaman sekaligus pengalaman dalam bidang keilmuan kita.
s. Latihan persiapan untuk Tugas Akhir
Tugas akhir merupakan syarat wajib bagi setiap mahasiswa.
Meskipun sringkali tugas akhir tersebut menjadi momok menakutkan bagi mahasiswa karena berbagai hal, seperti banyaknya revisi yang menyebabkan wisuda tertunda, atau juga tidak tahu memulai penulisan skripsi.
Oleh sebab itu, berlatih menulis artikel ilmiah ialah salah satu cara yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut, karena saat menulis artikel ilmiah kita akan mempraktekkan secara langsung metode- metode penelitian yang dipelajari di dalam kelas.
t. Portofolio
Ketika artikel yang kita tuliskan berhasil melewati serangkaian seleksi yang dilakukan oleh reviewer dan editor, maka satu hal yang pasti ialah kita telah memperoleh pengakuan bahwa artikel kita telah ditulis dengan mengikuti kaidah-kaidah yang telah ditentukan dan memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan.
Ketika artikel tersebut telah diterbitkan di jurnal, itu berarti bahwa artikel ilmiah yang kita tulis telah diabadikan dalam bentuk tulisan, atau dengan kata lain kita sudah mempunyai portofolio berkaitan
164 dengan bidang keilmuanmu. Portofolio tersebut berguna bagi kita yang berniat untuk melamar pekerjaan di lembaga-lembaga yang kita tuju.
u. Salah satu syarat wajib bagi seseorang yang akan menjadi seorang akademisi atau dosen
Bagi kita yang ingin melanjutkan karir di bidang akademik, misalnya sebagai dosen maupun jenjang akademisi lainnya, memiliki artikel ilmiah yang telah diterbitkan oleh jurnal terakreditasi menjadi syarat wajib.
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) biasanya mewajibkan calon dosen yang melamar memiliki publikasi ilmiah setidaknya satu artikel ilmiah di jurnal yang telah terkareditasi.
v. Jalan untuk menjadi Profesor
Mendapatkan gelar profesor ialah pencapaian tertinggi bagi siapapun yang berkcimpung dalam dunia akademik. Pasalnya, profesor ialah pangkat dosen tertinggi di perguruan tinggi. Sebutan lainnya yaitu mahaguru dan guru besar.
Gelar profesor ini menjadi simbol bahwa kita telah benar-benar menguasai dan memiliki kontribusi yang berarti dalam bidang keilmuan tertentu. Salah satu syarat utama yang harus kita penuhi dalam mencapai gelar tersebut adalah harus mempunyai publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi.
5. Jenis-Jenis Publikasi Ilmiah
Publikasi Ilmiah Guru ini memiliki beberapa jenisnya, Publikasi Ilmiah ini terbagi menjadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.
165 a. Persentasi Forum Ilmiah
1) Menjadi narasumber pada seminar yang diadakan tentang keilmuwan tersebut atau lokakarya ilmiah.
2) Menjadi narasumber pada koloqium dan diskusi ilmiah untuk menjabarkan Karya yang dibuat.
b. Publikasi Hasil Penelitian
1. Membuat sebuah Karya Tulis yang ebrupa laporan dari hasil penelitian di bidang pendidikan lingkungan sekolahnya. Nantinya akan diterbitkan dalam bentuk sebuah buku ber-ISBN dan diiedarkan di tingkat Nasional.
2. Membuat sebuah Karya Tulis yang didalamnya memuat laporan hasil penelitian di bidang pendidikan lingkungan sekolahnya, selanjutnya dipublikasikan dalam majalah atau jurnal ilmiah di tingkat Nasional yang terakreditasi.
3. Membuat sebuah Karya Tulis yang didalamnya memuat laporan hasil penelitian di bidang pendidikan lingkungan sekolahnya, selanjutnya dipublikasikan dalam majalah atau jurnal di tingkat provinsi.
4. Membuat sebuah Karya Tulis yang didalamnya memuat laporan hasil penelitian di bidang pendidikan lingkungan sekolahnya, selanjutnya dipublikasikan dalam majalah atau jurnal di tingkat kabupaten ataupun kota.
5. Membuat sebuah Karya Tulis yang didalamnya memuat laporan hasil penelitian di bidang pendidikan lingkungan sekolahnya, selanjutnya diseminarkan di lingkungan sekolahnya, lalu disimpan secara rapi di perpustakaan.
166 6. Membuat suatu makalh yang berupa tinjauan ilmiah pada bidang pendidikan formal dan pembelajaran di satuan pendidikannya, tidak harus diterbitkan, lalu disimpan dengan baik di perpustakaan.
7. Membuatt Karya Tulis Ilmiah Populer pada bidang pendidikan formal beserta pembelajaran satuan pendidikannya, tidak harus diterbitkan, disimpan dengan baik di perpustakaan.
8. Membuat Artikel Tulis Ilmiah Populer pada bidang pendidikan formal beserta pembelajaran di satuan pendidikan yang dimuat dalam media masa tingkat Nasional.
9. Membuat Artikel Tulis Ilmiah Populer pada bidang pendidikan formal beserta pembelajaran di satuan pendidikan yang dimuat dalam media masa tingkat Provinsi (Koran dalam daerah).
10. Membuat Artikel Tulis Ilmiah di bidang pendidikan formal beserta pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat dalam Jurnal tingkat Nasional yang sudah terakreditasi.
11. Membuat Artikel Tulis Ilmiah di bidang pendidikan formal beserta pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat dalam Jurnal tingkat Nasional yang tak terakreditasi atau tingkat provinsi.
12. Membuat Artikel Tulis Ilmiah di bidang pendidikan formal beserta pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat dalam Jurnal tingkat Lokal (Kabupaten, Kota, Lembaga Pendidikan).
c. Publikasi Buku
1. Membuat sebuah Buku yang memuat pelajaran pada tingkat pendidikan dengan judul yang berbeda.
2. Buku pelajaran yang akan dibuat dan disebarkan sudah harus lolos penilaian ole BSNP.
3. Buku pelajaran dibiuat oleh penerbit dan ber-ISBN.
167 4. Buku pelajaran dicetak dan dibuat oleh penerbit tetapi belum ber- ISBN.
5. Membuat sebuah modul atau diktat dengan pembelajaran per semester.
6. Digunakan pada tingkat Provinsi dengan pengesahan modul dari Dinas Pendidikan Provinsi.
7. Digunakan pada tingkat kabupaten atau kota dengan pengesahan modul dari Dinas Pendidikan Kabupaten atau Kota.
8. Digunakan pada tingkat Lembaga Pendidikan Terpadu.
9. Membuat suatu karya hasil terjemahan yang sudah dinyatakan oleh kepala sekolah/madrasah tiap karya.
10. Membuat buku pedoman guru.
6. Pentingnya Publikasi Ilmiah
Publikasi ilmiah layaknya sebuah album yang diluncurkan para musisi, seperti yang diungkapkan (Rahmayanti, 2020).
Seseorang dikatakan telah menghasilkan sebuah karya apabila telah dikenal khalayak ramai. Begitu pula halnya dengan skripsi, tesis, dan atau disertasi, jika hanya menjadi koleksi perpusatakaan kampus, maka tidak akan banyak yang mengetahui hasil dari penelitian bahkan kontribusi apa saja yang dapat diterapkan dari temuan tersebut.
Publikasi ilmiah cukup efektif dan lebih memberikan solusi nyata dan lebih mengangkat martabat mahasiswa sebagi agen perubahan dari segi akademik. Mahasiswa merupakan insan intelektual yang hasil temuannya dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Bahkan bila mungkin dijadikan acuan kebijakan baru di negeri ini.
168 Tidak hanya mahasiswa, guru juga dituntut untuk dapat menuliskan gagasan mereka melalui tulisan yang diterbitkan di buku maupun jurnal ilmiah, baik itu jurnal terakreditasi nasional maupun jurnal internasional. Salah satu ragamkegiatan dalam rangka pengembangan profesi guru dapat dilihat dari berapa banyaknya dari jumlah publikasi guru yang dimuat berupa buku maupun media massa, terlebih lagi jurnal ilmiah. Namun, pada kenyataanya publikasi ilmiah dari para guru masih minim. Sedangkan, pada dasarnya penulisan karya tulis ilmiah semacam ini diyakini dapat meningkatkan kemampuan profesionalisme guru sekaligus memperbaiki kualitas pembelajaran yang disampaikannya. Bentuk dari pengembangan profesi guru tersebut adalah pengembangan kemampuan guru untuk membuat karya tulis ilmiah. Kemampuan untuk membuat karya tulis ilmiah ini mau tidak mau menjadi prasyarat yang harus dimiliki oleh seorang guru.