Praktik Gotong Royong
Perhatikan Gambar 5.2 dan cuplikan isi pidato Ir. Sukarno dalam Risalah Sidang BPUPK berikut ini.
Gambar 5.1 Ir Sukarno Sedang Berpidato Sumber: ANRI
“Gotong Royong” adalah paham yang dinamis, lebih dinamis dari “kekeluargaan”, Saudara-Saudara! Kekeluargaan adalah satu paham yang statis, tetapi gotong royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota Tujuan Pembelajaran
Setelah melalui pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu merancang kegiatan bersama sebagai wujud praktik gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci
Gotong royong, Bekerja sama, Praktik
Peta Konsep
Kerja Sama dalam Membangun Gotong Royong
Nilai-Nilai Gotong Royong Praktik Gotong Royong Kepribadian Bangsa Gotong
Royong
yang terhormat Soekardjo satu karya, satu gawe. Marilah, kita menyelesaikan karya-gawe‚ pekerjaan‚ amal ini‚ bersama-sama!
Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama‚ pemerasan keringat bersama‚ perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua‚ keringat semua buat kebahagiaan semua Ho-lopis kuntul-baris, buat kepentingan bersama! Itulah gotong royong!
Berdasarkan cuplikan pidato tersebut, kita sadar bahwa keberadaan gotong royong merupakan suatu usaha bersama yang dinamis untuk mewujudkan kepentingan bersama. Gotong royong juga menjadi kepribadian bangsa Indonesia yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Artinya, hampir di setiap daerah di Indonesia, menanamkan nilai gotong royong sebagai budaya yang sudah berakar kuat.
Kesadaran akan pentingnya gotong royong harus dicerminkan pada seluruh masyarakat Indonesia. Kebersamaan, keberagaman, keselarasan, dan kepentingan
Bab 5 Praktik Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia 141 ke dalam nilai sila ke-3 Pancasila demi menciptakan persatuan Indonesia.
Dalam hal ini, gotong royong telah menjadi karakteristik yang mencerminkan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Sejak dahulu, gotong royong telah tertanam dan menjadi wujud perilaku dalam menyelesaikan berbagai masalah kehidupan oleh berbagai suku bangsa yang hidup di Nusantara.
Setelah kamu memahami bahan bacaan tersebut, kamu kerjakan latihan berikut ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman kamu tentang gotong royong.
Asesmen Awal, Siap Belajar
1. Apa tujuan bergotong royong dalam masyarakat?
2. Apa ciri khas dari gotong royong?
3. Apa saja bentuk gotong royong dalam masyarakat?
4. Sikap apa saja yang harus ditunjukkan dalam kegiatan gotong royong?
5. Bagaimana cara melestarikan kegiatan gotong royong sebagai budaya bangsa?
A. Kerja Sama dalam Bergotong Royong
Dalam kehidupan sehari-hari, kamu pasti tidak asing dengan istilah kerja sama. Istilah tersebut dapat kamu jumpai pada suatu kegiatan yang melibatkan beberapa orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Kamu dapat melihat berbagai bentuk kegiatan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari seperti kerja sama kelompok untuk menyelesaikan pekerjaan di sekolah dengan berdiskusi antarpeserta didik, kerja sama antaranggota keluarga dalam membersihkan rumah atau kerja sama masyarakat melalui kegiatan poskamling. Dari berbagai kegiatan kerja sama tersebut, dapat diartikan bahwa kerja sama secara umum sering dimaknai sebagai bekerja secara bersama-sama dan saling bantu untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
1. Kategori Kerja Sama
Adapun beberapa kategori kerja sama berdasarkan kepentingannya (urgensi) menurut Rahman M.T (2011) sebagai berikut.
a. Kerja Sama Spontan
Merupakan bentuk kerja sama yang dilakukan tanpa direncanakan terlebih dahulu dan tanpa mengharapkan imbalan (pamrih). Contohnya: ketika seorang guru meminta para peserta didik berkelompok dengan teman sebelahnya untuk mengerjakan soal tertentu atau berdiskusi.
b. Kerja Sama Langsung
Merupakan bentuk kerja sama yang telah diarahkan atau diperintahkan sebelumnya oleh atasan, penguasa atau pemimpin. Contohnya: para mahasiswa dalam suatu universitas yang ditugaskan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di suatu daerah perdesaan sebagai pengabdiannya kepada masyarakat dan syarat kelulusan.
c. Kerja Sama Kontrak
Merupakan bentuk kerja sama berdasarkan adanya motif tertentu dan biasanya terdapat perjanjian yang harus ditaati oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
Contohnya: seorang pekerja pabrik dapat memperoleh gaji atau upah harus bekerja dengan menaati peraturan dan mampu bekerja sama dengan sesama pekerja atau mandor dengan ketentuan yang sudah diatur melalui kontrak kerja.
Siap Berkinerja
Bagi peserta didik sekolah kejuruan (SMK), bentuk kerja sama antarlembaga sering ditemukan pada saat kegiatan praktik kerja industri (Prakerin) atau Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pola pikir peserta didik agar terkonstruktif baik serta memberikan pengalaman dalam dunia industri maupun dunia kerja. Menjalin kerja sama yang baik antara sekolah dan perusahaan terkait, baik dalam dunia usaha maupun dunia industri sebagai langkah awal pengenalan dan pematangan ilmu yang sudah diajarkan. Biasanya, kegiatan ini dilakukan dengan sistem kontrak selama 3-6 bulan.
Bab 5 Praktik Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia 143 d. Kerja Sama Tradisional
Kerja sama tradisional merupakan bentuk kerja sama yang tercipta karena adanya sebuah adat atau kebiasaan yang telah turun-temurun dalam masyarakat.
Misalnya, kerja sama berupa gotong royong dalam rangka membersihkan selokan. Tujuannya supaya tidak terjadi banjir ketika datang hujan deras. Kerja sama itu atas dasar kerelaan dan tanpa pamrih demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bersih.
Perhatikan Gambar 5.2.
Gambar 5.2 Operasional TPA Terganggu
Sumber: Abdan Syakura/republika.co.id (2021)
Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan hidup di Indonesia.
Bahkan, menurut hasil penelitian Jenna Jambeck dari University of Georgia (2017), Indonesia tercatat sebagai penyumbang sampah plastik terbesar di dunia setelah China. Jika tidak tertangani dengan baik, sampah dapat menimbulkan banyak masalah, seperti masalah kesehatan, lingkungan, sosial, dan ekonomi.
China
Jumlah (dalam juta metrik ton)
Negara Penghasil Sampah Plastik Terbesar
9 8 7 6 5 4 3 2 1
0 Indonesia Filipina Vietnam Srilanka Thailand Mesir Malaysia Nigeria Bangladesh
Gambar 5.3 Diagram Penghasil Sampah
Sumber: Jenna Jambeck, University of Georgia (2017)/ www.alinea.id
Sehubungan dengan hal itu, sebagai langkah awal membangun kerja sama antarsesama untuk menumbuhkan rasa cinta dan sikap peduli terhadap lingkungan alam di sekitar kita, mari, kita mengadakan kegiatan/proyek yang penting dan bermanfaat pada Aktivitas 5.1. Tujuan utama dalam proyek ini ialah menjaga lingkungan alam ruang hidup kita agar tidak tercemar oleh sampah. Siap eksplorasi dimulai dari kelas kita bersama!