• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

B. Penyajian dan Analisis data

2. Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam di MA Bustanul Ulum Bulugading diantaranya sebagai berikut :

1). Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga

2). Menyalurkan peserta didik yang memiliki bakat tersebut dapat berkembang secara optimal, sehingga dapat bermanfaat untuk dirinaya sendiri dan bagi orang lain.

Namun secara khusus Madrasah Aliyah Bustanul ulum Bertujuan untuk mengahasilkan keluaran /output yang memiliki kualitas dalam dalam hal :

a). Menyipkan siswa untuk melanjutkan pendidikan jenjang yang lebih tinggi

b). Menyiapkan siswa agar mapu mengembangkan diri sejalan dengan perkembagan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang dijiwai dengan ajaran agama Islam

c). Menyiapkan siswa agar mampu menjadi anggota masyarakat dalam megadakan interaksi soisal, budaya dan alam sekitar yang dijiwai dengan nuansa suasan serta semangat keislaman.

sehingga tidak dapat dipelajari hanya dalam satu bidang pembahasan saja,akan tetapi materi yang disampaikan tetap berkelangsungan yang tetap mengacu pada bidang bidang aqidah, Syariah da Ahklak. ( Interview Tanggal 03 April 2011 )

Selanjutnya Bapak Syarif Sukron S.Pd.I mengatakan bahwa materi Pendidikan Agama Islam Di MA. Bustanul Ulum Bangsalsari tetap mengacu pada tiga bidang yaitu aqidah, Syaria dan akhlak. Hal ini karena disesuaikan dengan keadaan dan tuntutan masyarakat sebagaiman tujuan yang telah dirumuskan semula, jadi untuk materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam ditekankan pada kualitas materi yang ada dalam rangka pencapaian tujuan secara maksimal ( Interview Tanggal 03 April 2011 )

Dalam pembahasan materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dimaksud adalah Aqidah akhlak, fiqih.al-qur’an Hadist dan tarikh Islam. Maka ketiga pokok ajaran agama Islam yaitu bidang aqidah, bidang syariah dan Akhlak dapat dijelaskan sabagai berikut :

a. Bidang Aqidah

Aqidah disini merupakan keimanan dan keyakian. Dalam hal ini bidang aqidah disini mempunyai tujuan keimanan, menurut Bapak Hasyim Baidowi S.Pd.I antara lain sebgaai berikut :

1) Supaya teguh keimanan pada peserta didik kepada Allah, para malaikat-malaikat, kitab suci, hari aklhir

2) Supaya keimanan itu berdasarkan kesadaran dan ilmu pengetahuan bukan dengan taqlid semata

3) Supaya jangan mudah dirusak dan ragu-ragukan keimanan itu oleh orang-orang yang tidak beriman ( interview tanggal 06 April 2011 )

Dengan demikian diberikannya materi dibidang aqidah ini siswa diharapkan beriman dengan benar-benar berusaha menjahui dari hal-hal yang menghapuskan iman ( syirik ). Materi aqidah disini diberikan pada peserta didik untuk membekali para peserta didik agar menjadi manusia yang beriman.

b. Bidang Syariah

Menurut Bapak Drs. Saliman selaku guru agama akhlak dan juga waka Kurikulum, materi bidang Syariah, berisi tentang nilai dan norma yang mengandung ketentuan-ketentuan, perundang-undangan, peraturan dan bimbingan yang diberikan pada peserta didik untuk mengetahui syariat Islam, yang di dalamnya mengandung suruhan atau perintah-perintah agama yang harus diamalkan dan larangan atau perintah-perintah agama untuk melakukan sesuatu perbuatan ( Interview Tanggal 06 April 2011 )

Jadi bidang materi syariah berisi norma-norma hukum, nilai-nilai dan sikap yang menjadi dasar dan pandangan hidup seorang muslim oleh karena itu harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh dirinya, keluarganya dan masyarakat lingkunganya. Diantara contoh dalam bidang syariah ini bertujuan agar siswa mampu mempedomani ketentuan tentang zakat mal, haji dan umroh. Dari contoh ini siswa dapat menjalani kehidupannya sesuai dengan norma-norma Hukum Islam yang berlaku.

c. Bidang Akhlak

Bidang akhlak di sini diberikan pada peserta didik untuk membentuk dan mengamalkan tingkah laku yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Akhlak atau perilaku yang didasarkan pada suatu sistem nilai dan norma agama Islam serta proses pembentukan ide atau konsep berpikir yang dapat melahirkan bentuk-bentuk institusi sosial tertentu maupun karya budaya yang bersifat materi dan konseptual.

Adapun tujuan pemberian Akhlak menurut Bapak . Saliman Antara lain :

1 ). Mendidik murid- murid supaya berlaku sopan santun dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Islam dan masyarakat yang beretika/berperadapan tinggi

2 ). Membentuk kepribadian murid-murid sebagai seorang muslim sejati 3 ). Membiasakan sifat-sifat yang baik dan Akhlak yang mulia, sopan

santun, halus budi pekerti, adil, sabar serta menjauhi sifat-sifat yang buruk.

Disamping itu Bapak Drs. Saliman mengatakan bahwa siswa memiliki kepribadian muslim ( berahlak mulia ) hal ini diukur dengan :

a).Siswa taat mengabdi kepda Allah dan orang tua serta senang berbakti kepada masyarakat

b). Siswa gemar melakukan kebaisaan-kebiasaan yang baik dalam kehidupan sehari-hari dengan lingkungannya

c). Siswa senantiasa melaksanakan sifat-sifat terpuji ( hemat, disiplin, cinta ilmu pengetahuan, jujur, pemaaf dan sabar ) ( Interview Tanggal 06 April 2011 )

. Menurut bapak Hasanurrafik selaku guru agama bahasa arab sebagaimana yang telah diakui oleh guru bidang studi Pendidikan Agama Islam bahwa tingkat penyampaian atau pengajaran masih kurang maksamal, mengingat banyaknya materi yang ada dan terbatasnya alokasi waktu dan tenaga pegajar sendiri, serta tingkat kemampuan siswa yang berfariasi.

Namun lebih lanjut dikatakan bukan berarti dalam hal ini tidak ada upaya untuk penyampaian kearah itu, sebagaimana diketahui bahwa kesemuanaya materi tersebut telah terumuskan dalam satuan pelajaran dalam dua jam pelajaran tatap muka kadang-kadang tidak mencapai ketuntasan dalam arti pokok bahasan beserta sub pokok bahasan, yang seharusnya tersampaikan pada kesempatan tatap muka yang dua jam terpaksa ditunda, penyampaiannya untuk pertemuan berikutnya dikarenenakan materi yang akan disampaikan membutuhkan tingkat pemahaman yang lama dan berat. Sehingga penyampaiaan Pendidikan Agama Islam tersebut kurang mencapai ketuntasan. Dengan sebuah contoh, sebagaimana dicontohkan oleh Ach Fauzi S.Pd.i yaitu ketika penyampaian Materi Al-Quran Menggunakan metode penugasan dengan menugaskan

kepada siswa utnuk menghafalkan kemudian di tes tingkat kemampuan menghafalnya satu persatu dari siswa tersebut, hal ini mebutuhkan waktu yang cukup lama sehingga penyampaian serta materi ini mengalami ketidaktuntasan, ketidaktuntasan tersebut disiasati dari keseluruhan totalitas waktu yang tersedia untuk satu semester tersebut dapat tuntas..( Interview Tanggal 10 April 2011 )

Jadi dalam hal ini penggunaan atau pemanfaantan waktu tidak terpaku pada setiap jamnya untuk bisa menyelesaikan materinya serta sub pokok bahasannya untuk bisa menjelaskan atau menyampaikan materi Pendidikan Agama Islam dalam waktu satu semester dengan ketersediaan waktu selama satu semester hingga tuntas

Lebih lanjut bapak Hasanirrofik menjelaskan lagi beliau mengatakan bahwa alokasi waktu yang tersedia tidak merupakan suatu yang kaku , tetapi bersifat luwes yang disesuaikan dengan taraf kemampuan siswa dan kondisi daerah tertentu. (Interview Tanggal 10 April 2011)

Kemudian bagaimana dengan materi tentang sistem pembelajaran apakah sudah mencakup pada tiga Aspek pendidikan yaitu kognitif, Afektif dan Psikomotorik. Fauzi S.Pd.i menjeaksan bahwa untuk dapatnya merealisasikan ketiga aspek tersebut pada diri siswa ada beberapa pendekatan yang harus dilakukan Sebagai berikut :

(1). Pendekatan pengalaman yaitu memberikan pegalaman kepada siswa dalam rangka pembekalan nilai-nilai keagamaan

(2). Pendekatan pembiasaan yaitu usaha utnuk menggugah perasaan dan emosi siswa untuk senantiassa mengamalkan ajaran Islam.

(3). Pendekatan rasional yaitu usaha untuk memberikan peranan kepada Rasio ( Akal ) dalam memahami dan menerian kebebasan ajaran agamanaya.

(4). Pendekatan emosional yaitu usaha untuk menggugah perasaan dan emosi siswa dalam meykini, memahmi dan menghayati ajaran agama islam.

(5). Pendekatan funsional yaitu ajaran agama Islam degan menekanan pada segi kemanfaatan bagi siswa dalam kehidupaannya sehari-hari sesuai dengan tingkat perkembangaannya.

Dengan pendekatan-pendekatan diatas apabila setiap materi pelajaran ( termasuk materi Pendidikan Agama Islam ) dapat mewujudkan dengan baik dan benar maka ke tiga aspek tersebut akan terakomulasi dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari peserta didik ( siswa )

Selanjutnya Bapak Drs. Saliman menjelakskan bahwa untuk materi Pendidikan Agama Islam yang paling mencakup secara sempuran ketiga aspek pendidikan tersebut yaitu kognitif, afektif dan Pskomotorik adalah Pedidikan Agama Islam. Dan beliau sanantiasa berupaya menekankan ketiga aspek tersebut dalam setiap kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh lagi sebuah alasan bahwa Pendidikan Agama Islam telah mencakup ranah aspek ketiga pendidikan tesebut yaitu, kognitif, afektif dan Psikomotorik

yaitu antara lain dalam materi fiqih atau ibadah misalnya dalam materi pelajaran ibadah banyak istilah yang harus dihayati misalnya thaharah atau wudhuk, apa pengertiannya, apakah syaratnya dan rukunnya, alat-lat yang digunakan , hal-hal yang berkaiatan denganya dan membatalkan dan cara mempratekkannya, hal ini jelas menekankan pada aspek kognitif kemudian tentang shalat, bagian rukuk sholat ied yang dilaksanakan dilapangan atau di masjid , lalu bagaimanakah sikap murid atau peserta didik melihat perbedaan tesebut dengan memeberikan dasar-dasar alasannya, terlihat ekoah dalam contoh ini menekankan pada aspek afektif. Sedangkan pada aspek psikomotorik, adalah dengan melaksanakan kaifiyah sholat tau takbir yang benar dalam pelajaran tersebut kemudian dipraktekkan dengan benar dalam kesehariaanya. Dan banyak contoh lainnya pada materi Pendidikan Agama Islam yang ada. ( Interview Tanggal 10 April 2011 )

Dari pendapat tersebut bahwa materi yang disampaikan di MA Bustanul ulum tetap mengacu pada nilia-nilai religi baik itu aqidah, syariah atau ahklah dan materi ini lebih mengarah kepada koknitif, afektik dan pskomotorik siswa, selanjutnya terkait dengan materi yang disampaikan sangat luas sedangkan waktunya sempit ini merupakan bukan sebuah masalah karne meteri yang disampaikan disesuaikan dengan taraf kemampuan siswa.