• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Plantae

Dalam dokumen pengembangan ensiklopedia digital (Halaman 33-39)

F. Definisi Istilah

6. Materi Plantae

Materi plantae salah satu materi biologi yang dipelajari di tingkat SMA/MA kelas X IPA pada semester genap dengan sub materi yang akan diangkat dalam penelitian ini yaitu tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae). Pembahasan Angiospermae ini terdapat pada KD 3.8:

mengelompokkan tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan ciri-ciri umum, serta mengaitkan perananya dalam kehidupan.

16 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

1. Penelitian yang dilakukan oleh Atirah Mulia dkk. (2018) yang berjudul

“Pengembangan Ensiklopedia Tumbuhan Obat Berbasis Potensi Lokal Di Daerah Sinjai Sebagai Sumber Belajar Materi Plantae (Spermatophyta)”

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa kevalidan ensiklopedia diperoleh dari dua validator ahli. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor kevalidan ensiklopedia berbasis potensi lokal berada pada skor 4,39 berdasarkan kriteria skor tersebut bersifat valid. Kepraktisan ensiklopedia diperoleh dari respon guru menunjukkan hasil rata-rata diangka 4,71 dengan persentase 94,3% dan hasil analisis respon peserta didik diperoleh rata-rata 4,3 dengan persentase 94,3%, serta hasil analisis respon peserta didik diperoleh nilai rata-rata 4,3 dengan persentase 89,41%. Keefektifan ensiklopedia diperoleh dari hasil belajar siswa. Hasil analisis menunjukkan keberhasilan dikarenakan data menunjukkan bahwa 27 siswa lulus sesuai dengan kriteria peneliti, yaitu diatas 83,7% melewati kriteria sedang.

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian ini yaitu:

menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D), pengembangan ensiklopedia, memanfaatkan potensi lokal meskipun dalam lokasi yang berbeda, memuat materi plantae, jenjang sekolah ditunjukkan untuk peserta didik kelas X SMA/MA. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini

yaitu: Model penelitian dan pengembangan dalam penelitian tersebut menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Developmentd, Dissemenate) sedangkan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE, lokasi potensi lokal yang diteliti pada penelitian tersebut berlokasi dikabupaten sinjai sedangkan lokasi potensi lokal pada penelitian ini yaitu di Desa Sotabar, ensiklopedia yang dikembangkan pada penelitian tersebut dalam bentuk cetak sedangkan ensiklopedia yang dikembangkan dalam penelitian ini bentuk digital.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Reni Julianti (2021), dengan judul

“Pengembangan Ensiklopedia Tumbuhan Obat Masyarakat Kerinci Sebagai Sumber Belajar Materi Keanekaragaman Hayati Untuk Siswa SMA”.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa Produk ensiklopedia tumbuhan obat masyarakat kerinci divalidasi oleh ahli media dengan perolehan skor 94,4% kategori sangat baik, dan ahli materi dengan skor 95,46% kategori sangat baik. Dengan demikian produk ensiklopedia dikatakan layak. Hasil uji coba pada guru memperoleh skor 99,2 % hasil uji coba pada kelompok kecil memperoleh skor 94,96% yang termasuk kategori sangat baik. Pada uji coba kelompok besar memperoleh skor 96,4% termasuk kategori sangat baik. Dengan demikian produk ensiklopedia tumbuhan obat masyarakat kerinci layak digunakan sebagai sumber belajar.

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D), model pengembangan ADDIE,

meneliti tentang pengembangan sumber belajar, mengembangkan sumber belajar berupa ensiklopedia, memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber belajar meskipun dalam lokasi yang berbeda, jenjang sekolah ditujukan untuk peserta didik kelas X SMA/MA. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini yaitu: Materi yang dikembangkan dalam penelitian tersebut yaitu keanekaragaman hayati, sedangkan pada penelitian ini materi plantae.

Lokasi potensi lokal yang diteliti pada penelitian tersebut berlokasi di Kabupaten Kerinci, sedangkan potensi lokal penelitian ini di Desa Sotabar.

Ensiklopedia yang dikembangkan pada penelitian tersebut dalam bentuk cetak sedangkan ensiklopedia yang dikembangkan pada penelitian ini bentuk digital.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Melda Nuari Handini dkk. (2018) yang berjudul “Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Suku Serawai Sebagai Pengembangan Handout Biologi Kelas X SMA”. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan menunjukan bahwa berdasarkan hasil penelitian studi etnobotani diperoleh data tumbuhan obat suku serawai di Desa Tumbuan sebanyak 90 spesies yang berasal dari 49 family. Data tumbuhan obat dikembangkan menjadi bahan ajar berupa handout biologi tumbuhan obat suku serawai. Adapun hasil penilaian dan validasi tim ahli terhadap bahan ajar handout diperoleh skor rata-rata 82,67 dengan kategori valid (86,11%). Uji keterbacaan peserta didik, dapat disimpulkan bahwa handout biologi yang dikembangkan sangat valid dan baik.

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian ini yaitu:

menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D), memanfaatkan potensi lokal meskipun dengan lokasi yang berbeda, memuat materi plantae, jenjang sekolah sama-sama ditujukkan untuk peserta didik kelas X SMA/MA. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini yaitu: Model pengembangan yang dilakukan dalam pengembangan tersebut menggunakan model pengembangan sugiono yang terdiri dari 10 tahapan penelitian namun hanya dilaksanakan 7 tahapan sedangkan paada penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Bentuk bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian tersebut yaitu handout dalam bentuk cetak, sedangkan bentuk sumber belajar yang dikembangkan penelitian ini yaitu ensiklopedia digital. Lokasi potensi lokal yang diteliti pada penelitian tersebut yaitu suku serawai di Desa Tumbuan Kabupaten Seluma sedangkan potensi lokal pada penelitian ini di Desa Sotabar Kabupaten Pamekasan.

Tabel 2.1

Kedudukan Penelitian No Peneliti, Tahun

dan Judul Penelitian

Persamaan Perbedaan Orisinalitas Penelitian

1 2 3 4 5

1. Atirah Mulia dkk (2018)

“Pengembangan Ensiklopedia Tumbuhan Obat Berbasis Potensi Lokal Di Daerah Sinjai Sebagai Sumber Belajar Materi Plantae (Spermatophyta)

a. Penelitian dan pengembangan (R&D)

ensiklopedia b. Pengembangan

ensiklopedia c. memanfaatkan

potensi lokal.

d. Materi plantae e. Jenjang sekolah

SMA/MA

a. Model 4D b. Lokasi

potensi lokal yang diteliti kabupaten sinjai c. Berbentuk

digital

Penelitian ini lebih

menekankan pada bagaimana pengembangan ensiklopedia berbasis kajian etnobotani

tumbuhan obat masyarakat Madura Desa

1 2 3 4 5 Sotabar

berbentuk digital 2. Reni Julianti,

(2021)

“Pengembangan Ensiklopedia Tumbuhan Obat Masyarakat Kerinci Sebagai Sumber Belajar Materi

Keanekaragama n Hayati Untuk Siswa SMA”

a. Penelitian dan pengembangan (R&D) sumber belajar berupa ensiklopedia b. Model ADDIE c. Memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber belajar.

d. Jenjang sekolah SMA/MA

a. Materi keanekaraga man hayati b. Lokasi

potensi lokal yang diteliti di Kabupaten kerinci c. Berbentuk

digital

Penelitian ini lebih

menekankan pada bagaimana pengembangan ensiklopedia digital berbasis kajian etnobotani tumbuhan obat masyarakat Madura Desa Sotabar pada materi plantae 3. Nuari Handini,

dkk, (2018)

“Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Suku Serawai Sebagai

Pengembangan Handout Biologi Kelas X SMA”

a. Penelitian dan pengembangan (R&D)

b. Memanfaatkan potensi lokal c. Materi plantae d. Jenjang sekolah

SMA/MA

a. Model penelitian dan

pengembang

an yang

digunakan menurut sugiono dengan 10 tahapan namun hanya dilaksanakan 7 tahapan b. Pengembang

an handout c. Lokasi

potensi yang diteliti Desa tumbuan Kecamatan Seluma d. Berbentuk

digital

Penelitian ini lebih

menekankan pada bagaimana pengembangan ensiklopedia berbasis etnobotani

tumbuhan obat masyarakat Madura Desa Sotabar dalam bentuk digital

Dalam dokumen pengembangan ensiklopedia digital (Halaman 33-39)

Dokumen terkait