BAB VI DESAIN RISET
Bagan 2: Format Laporan Penelitian
B. Materi Pokok 1. Definisi
Di antara bagian dari perencanaan penelitian adalah menyusun proposal penelitian. Proposal penelitian adalah usulan yang dibuat oleh calon peneliti yang ditujukan kepada lembaga penyelenggara penelitian. Agar suatu proposal penelitian dapat diterima oleh lembaga penyelenggara penelitian, maka proposal tersebut hendaknya disusun secara baik. Pada umumnya isi proposal penelitian yang baik mampu menjawab berbagai dimensi, apa (what), kapan (when), siapa (who), mengapa (why), dan bagaimana (how) penelitian tersebut dilaksanakan. Dalam menjelaskan unsur-unsur pertanyaan tersebut, isi proposal penelitian meliputi: latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, telaah pustaka, landasan teoretik, metodologi penelitian, sistematika pembahasan, daftar isi (kalau ada), daftar pustaka (sementara), dan lampiran (kalau ada).
Proposal penelitian adalah sekumpulan berkas dimana para pembacanya dapat membuat keputusan. Tujuan pokok menyusun proposal penelitian adalah dapat mempengaruhi para pengambil keputusan tersebut terhadap proyek kegiatan yang diusulkan, seperti pengajuan proposal untuk mendapat bantuan dana atau grant, atau untuk memenangkan tender sebuah kontrak.
Dengan mengajukan proposal penelitian kepada pihak institusi atau departemen berarti sedang melakukan penawaran untuk mencapai kesepakatan, serta untuk menyelesaikan suatu masalah dengan sumber dana tertentu dan dalam batas waktu tertentu pula.
Proposal penelitian juga merupakan dokumen yang dipandang dapat memberi peluang untuk menunjukkan seberapa baik suatu penelitian dilaksanakan. Peneliti dipandang dapat menyampaikan kemampuannya untuk menyelesaikan masalah dan merancang sebuah proyek kegiatan yang dapat dilaksanakan dan akan memberi solusi bagi masalah yang dihadapi.
Kemampuan tadi harus dinyatakan dalam bentuk proposal penelitian. Agar lebih jelasnya, bandingkanlah proposal penelitian tersebut dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam mengerjakan tugas, yakni bila seorang peneliti diminta untuk menjawab pertanyaan atau mengatasi masalah yang telah diidentifikasi oleh orang lain untuknya. Atau, setidaknya mengaplikasikan parameter yang telah ditetapkan sebelumnya terhadap wilayah yang diminati.
Lepas dari isi pengetahuan dan analisis-kritis yang mereka inginkan,
kebanyakan tugas menguji kemampuan peneliti untuk mampu menganalisis dan/atau menafsirkan perintah atau pertanyaan orang lain.
Salah satu manfaat proposal penelitian adalah dapat membantu peneliti mengambil keputusan dan dalam jangka panjang dapat memfasilitasi penyelesaian proyek penelitian. Mempersiapkan dan menyerahkan dokumen proposal penelitian tersebut kepada instansi terkait dapat mendorong peneliti mencermati dan menentukan pilihan, sehingga seorang peneliti dapat menentukan dan menangani berbagai faktor yang dapat membuat dan mengatasi proyek yang tidak sukses sebelum memulai bekerja. Dengan cara itu, peneliti dapat memodifikasi proyek tersebut melalui penanganan terhadap faktor penghambat tadi.
Selain itu, manfaat proposal penelitian adalah dapat menyediakan dasar bagi pemikiran atau tesis peneliti. Materi proposal penelitiannya dapat menyediakan referensi pembanding bila terjadi hasil penelitian yang berbeda dengan yang direncanakan atau diharapkan.
Umumnya proposal penelitian mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Judul b. Abstrak c. Pendahuluan
d. Perumusan masalah, hipotesis atau tujuan penelitian e. Kajian Pustaka
f. Kerangka konseptual Anda
g. Tujuan dan Manfaat pentingnya kajian atau proyek tersebut diusulkan h. Asumsi di balik proyek atau kajian penelitian
i. Pembatasan wilayah proyek atau kajian penelitian j. Metodologi penelitian yang Anda pilih
k. Sistematika Pembahasan l. Bibliografi
m. Lampiran-lampiran:
1) Jadwal Penelitian 2) Personalia penelitian 3) Anggaran Biaya
Beberapa tips sebelum Anda mulai menyusun proposal penelitian yang perlu Anda perhatikan adalah:
a. Jawablah sebanyak mungkin pertanyaan penelitian tanpa memperhatikan bidang ilmu dan pendekatan yang Anda pilih. Ingatlah bahwa salah satu
tujuan menyusun proposal penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menghilangkan hambatan atau kesulitan yang muncul.
b. Pastikan bahwa tiap bagian proposal itu konsisten dengan bagian yang lain.
c. Diskusikan gagasan Anda dengan pembimbing, promotor atau penasehat akademik. Jelaskan bahwa semua bagian dari proposalnya itu sesuai antara satu bagian dengan yang lainnya.
d. Sediakan waktu untuk merevisi proposal sebelum Anda akhirnya menyerahkan proposal tersebut kepada lembaga penyelenggara penelitian.
Pastikan bahwa gaya bahasa dan tulisan Anda sederhana, jelas, tepat dan cermat dalam ungkapannya.
2. Urgensi
Menyusun proposal penelitian merupakan langkah yang sangat penting karena ia menentukan berhasil tidaknya seluruh kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Karena proposal penelitian pada intinya adalah usulan penelitian yang notabene tidak dibuat untuk diri sendiri, melainkan diajukan kepada pihak lain yang menyelenggarakan penelitian, maka proposal penelitian perlu dibuat sebaik-baiknya agar usulannya diterima dan disetujui oleh lembaga tersebut. Proposal penelitian disusun sebagai panduan kerja yang jelas tentang apa yang akan dilakukan. Dengan rencana yang matang dan tertulis tersebut, peneliti sendiri dapat melakukan evaluasi terus-menerus tentang apa yang sedang dilakukan serta mengadakan modifikasi seperlunya bila dibutuhkan.
3. Implementasi
Umumnya peneliti pemula tidak sepenuhnya paham apa arti proposal penelitian itu, dan tidak pula mengerti makna pentingnya. Secara kasar dapat dikatakan bahwa penelitian seseorang itu baik dilihat dari kualitas proposalnya. Proposal yang tidak baik dapat merusak proyek penelitian meskipun proposalnya telah melalui tim penguji. Sebaliknya, proposal yang berkualitas tidak hanya menjanjikan keberhasilan dalam proyek penelitian, melainkan juga dapat memberi kesan kepada tim penguji tentang diri Anda sebagai seorang peneliti yang berpotensi.
Sebuah proposal penelitian itu dibuat untuk meyakinkan pihak lain bahwa Anda memiliki proyek penelitian yang berharga dan bahwa Anda punya kemampuan serta rencana kerja untuk menyelesaikannya. Secara umum, proposal penelitian mestilah berisikan semua unsur utama yang terkait dalam proses penelitian dan mencakup informasi yang cukup bagi para pembaca untuk menilai penelitian yang diusulkan.
Apapun wilayah penelitian dan metodologi yang dipilih, semua proposal penelitian mestilah diarahkan untuk menjawab pertanyaan: apa rencana peneliti untuk menyelesaikannya, dan mengapa ia ingin mengerjakannya, serta bagaimana cara melakukannya. Proposal penelitian harus memuat informasi yang cukup ntuk meyakinkan pembacanya bahwa Anda memiliki gagasan penelitian yang penting, dan bahwa Anda punya kemampuan memahami isu
utamanya, serta memahami literatur yang terkait dan metodologi yang tepat.
Kualitas proposal penelitian tidak hanya tergantung pada proyek yang diusulkan, melainkan juga kualitas penulisan proposal. Proyek penelitian yang baik bisa saja menolak proposal yang Anda ajukan karena penulisannya kurang baik.