• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media Pembelajaran

B. Kajian Teori

4. Media Pembelajaran

Katalog berbentuk micro memerlukan alat bantu baca, misalnya alat baca microfilm, microreaders, dan sebagainya.

Katalog dalam bentuk mikro keuntungannya lebih murah dibanding dengan katalog berbentuk buku, dan terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah daripada katalog kartu.

Bentuknya ringkas dan mudah menyimpannya.

5) Katalog Bentuk Computer Terpasang (Online Computer Catalog)

Katalog ini sering disebut dengan online public access katalogue (OPAC), yaitu bentuk katalog terbaru yang telah digunakan pada sejumlah perpustakaan tertentu. OPAC cepat menjadi pilihan katalog yang digunakan diberbagai jenis perpustakaan karena dari berbagai bentuk fisik katalog yang telah digunakan diperpustakaan, ternyata OPAC dianggap paling luwes (flexible) dan paling mutakhir.

Secara lebih spesifik media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar yang efektif, bertujuan dan terkendali. Dengan menggunakan media pembelajaran diharapkan siswa mampu mencapai hasil belajar dengan kompetensi yang ditetapkan ( Hadi, 2004).

Media suatu alat atau sejenisnya, yang dapat dipergunakan sebagai pembawa pesan dalam kegiatan pembelajaran. Yang dimaksud pesan adalah materi pelajaran, agar pesan lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa (Rohani, 2019).

Berdasarkan beberapa pendapat yang disampaikan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa media pembelajaran adalah suatu teknologi yang dirancang secara khusus untuk menyampaikan pesan dari guru sebagai sumber pesan kepada peserta didik sebagai penerima pesan serta dapat merangsang pemikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar dalam proses pembelajaran sehingga dapat mendorong hasil belajar siswa sesuai dengan standar kompetensi yang diinginkan.

Belajar mengenai media pembelajaran tentu banyak macamnya, dari mulai media yang sederhana sampai media yang komplek.

Menurut (Yaumi, 2017) media pembelajaran dikelompokkan menjadi beberapa bagian, antara lain:

a. Media cetak

Merupakan media sederhana dan mudah diperoleh dimana dan kapan saja dan dapat dijangkau pada toko – toko terdekat.

Yang termasuk dalam media ini adalah buku, brosur, leaflet, modul, lembar kerja siswa, dan handout.

b. Media pameran (display)

Media pameran ini beracam – macam jenisnya, seperti benda nyata (realia) dan benda tiruan (replica dan model).

Penggunaan media ini dilakukan dengan cara memasang atau memamerkan pada suatu tempat tertentu, di depan ruang kelas, pada dinding ruang kelas, di samping papan tulis, atau di tempat lain yang memungkinkan untuk dapat menyampaikan informasi atau pesan – pesan pembelajaran.

c. Media audio

Merupakan jenis media yang berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang ingin disampaikan dituangkan ke dalam lambang – lambang auditif, baik verbal (ke dalam kata – kata lisan) maupun non verbal.

d. Media visual

Media visual dibagi menjadi dua komponen yakni media visual yang nonprojected dan projected. Media visual nonprojected mencakup gambar, tabel, grafik, poster, dan karton. Media visual tesebut menerjemahkan ide –ide yang abstrak ke dalam suatu format yang realistic, dari symbol – symbol verbal ke dalam bentuk yang kongkrit, dan dapat diperoleh dengan mudah walaupun menggunakan biaya yang relative mahal tetapi dibutuhkan kreatifitas untuk merancang, mengembangkan, dan memanipulasinya sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Sedangakan yang termasuk media visual projected adalah kamera, OHP, gambar digital (CD-Room, foto CD, DVD-Rom dan disket komputer), dan gambar projeksi digital yang di desain untuk digunakan dengan perangkat lunak presentasi grafik seperti panel projeksi liquid crystal display (LCD) yang dihubungkan dengan komputer ke layar.

e. Media multimedia

Multimedia adalah penggabungan penggunaan teks, animasi, foto, video dan suara untuk menyajikan informasi.

Penggunaan multimedia dapat disesuaikan dengan kemampuan

pebelajar, pemelajar, dan didukung dengan sarana dan fasilitas yang memadai.

f. Komputer dan jaringan

Komputer berkembang tidak lagi berfungsi hanya sebagai sarana komputasi, melainkan telah menjadi sarana untuk berkomunikasi. Penggunaan komputer telah membentuk jaringan yang mendunia. Melalui internet dapat mencari dan memperoleh beragam informasi dan pengetahuan yang diperlukan. Berbagai situs internet yang dapat dipergunakan untuk mencari buku, makalah, artikel, jurnal, dan berbagai hasil penelitian mutakhir.

Termasuk perangkat lunak yang dapat digunakan untuk belajar mandiri dengan mudah dapat diunduh dari berbagai alamat situs online.

Menurut Arsyad (2013), terdapat beberapa kriteria yang patut di perhatikan dalam memilih media yaitu:

a. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan instruksional yang telah ditetapkan yanbg secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

b. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi.

c. Praktis, luwes dan bertahan. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimana pun dan kapan pun dengan peralatan yang tersedia disekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa keman- mana.

d. Guru terampil menggunakannya. Nilai dan manfaat media amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya.

e. Pengelompokkan sasaran. Ada media yang tepat untuk jenis kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil, dan perorangan.

f. Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan teknis tertentu.

Dalam penggunaannya, media pembelajaran dapat memberikan rangsangan dan membangkitkan minat belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran sangat efektif untuk menyampaikan isi pelajaran kepada siswa pada saat proses pembelajaran.

Menurut Muhson (2010) menjelaskan bahwa, terdapat beberapa manfaat yang dimiliki oleh media pembelajaran, antara lain:

a. Mengkonkretkan konsep – konsep yang bersifat abstrak, sehingga dapat mengurangi verbalisme. Misalnya dengan menggunakan gambar, skema, grafik, model, dan sebagainya.

b. Membangkitkan motivasi, sehingga dapat memperbesar perhatian individual siswa untuk seluruh anggota kelompok belajar sebab jalannya pelajaran tidak membosankan dan tidak monoton.

c. Memfungsikan seluruh indera siswa, sehingga kelemahan dalam salah satu indera (misal: mata atau telinga) dapat diimbangi dengan kekuatan indera lainnya.

d. Mendekatkan dunia teori/konsep dengan realita yang sukar diperoleh dengan cara – cara lain menggunakan media pembelajaran. Misalnya untuk memberikan pengetahuan tentang pola bumi, anak tidak mungkin memperoleh pengalaman secara langsung. Maka dibuatlah globe sebagai model dari bola bumi.

Demikian juga benda – benda lain yang terlalu besar atau terlalu kecil, gejala – gejala/objek yang berahaya maupun sukar didapat, hal – hal yang terlalu kompleks dan sebagainya, semuanya dapat diperjelas menggunakan media pembelajaran.

e. Meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi langsung antar siswa dengan lingkungannya. Misalnya dengan mmenggunakan rekaman, eksperimen, karyawisata, dan sebagainya.

f. Memberikan uniformitas atau keseragaman dalam pengamatan, sebab daya tangkap setiap siswa akan berbeda – beda tergantung

dari pengalaman serta intelegensi masing – masing siswa. Misalnya persepsi tentang gajah, dapat diperoleh uniformitas dalam pengamatan kalau binatang itu diamati langsung atau tiruannya saja dibawa ke depan kelas.

Menyajikan informasi belajar secara konsistensi dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan. Misalnya berupa rekaman, film, slide, gambar, foto, modul, dan sebagainya.

Dokumen terkait