• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Penelitian

Tahap evaluation (evaluasi) untuk melakukan dengan merevisi produk berdasarkan saran-saran ahli melalui sebuah angket.

pembelajran yang digunakan disekolah selama ini. Peneliti melakukan observasi dan pembelajaran dikelas dan wawancara kepada guru biologi. Kemudian dari hasil analisis tersebut peneliti menemukan solusi dengan mengembangkan media pembelajarn berupa katalog tumbuhan.

Berdasarkan observasi disekolah, siswa hanya menggunakan sumber belajar biologi berupa buku paket dan LKS yang bersifat monoton dan minimnya buku bacaan untuk siswa selain dari buku pelajaran sehingga wawasan siswa sangat minim. Meskipun di sekolah sudah difalisitasi dengan laboratorium, LCD, laptop, HP, akan tetapi media yang digunakan sangat kurang dan pengetahuan siswa hanya sebatas didapatkan dari guru, buku paket dan LKS. Berdasarkan situasi dan kondisi yang ada disekolah tersebut, peneliti perlu untuk mengembangkan sumber belajar atau media pembelajaran untuk siswa agar siswa mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru.

2. Analisis kebutuhan

Analisis kebutuhan bertujuan untuk mengetahui kebutuhan siswa terkait dengan sumber belajar atau media pembelajaran yang digunakan disekolah. Hal ini digunakan agar siswa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas.

Analisis ini dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada siswa kelas X di sekolah SMA Argopuro Panti Jember terkait dengan kebutuhan media pembelajaran pada pembelajaran biologi. Guru disekolah tersebut hanya menggunakan sumber belajar yang sudah disediakan disekolah yaitu buku paket dan LKS. Hal ini mengakibatkan wawasan siswa sangat terbatas.

Selama ini, media katalog tumbuhan masih belum ada dan masih belum dikembangkan di sekolah tersebut karena berbagai keterbatasan yang ada disekolah tersebut.

Tabel 3.1

Kisi-Kisi Angket Analisis Kebutuhan Siswa

Kriteria Indikator Nomor Soal

1. Aspek kondisi siswa di dalam kelas.

a) Keantusiasan siswa dalam belajar biologi

1 b) Kondisi siswa dalam belajar 2 c) Proses pembelajaran dikelas 3 2. aspek strategi

pembelajaran

a) Pengetahuan sekilas materi yang dipelajari

1,2,3

b) Kebutuhan bahan ajar terhadap materi yang dipelajari

7,8

c) Buku penunjang pembelajaran 3, 7 d) Media penunjang pembelajaran 9,10

e) Metode pembelajaran 8

3. Aspek gaya belajar siswa

a) Kecenderungan gaya belajar siswa 4, 5, 6

2. Analisis Kurikulum

Analisis kurikulum dilakukan untuk mengetahui acuan dalam penyusunan suatu bahan ajar atau katalog tumbuhan agar sesuai dengan kurikulum yang dipakai disekolah. Dalam analisis kurikulum dilakukan perumusan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam suatu pembelajaran. Perumusan tujuan pembelajaran ini disesuaikan dengan elemen capaian pembelajaran (CP) dan tujuan pembelajaran dalam kurikulum merdeka pada materi tumbuhan berbji tertutup (angiospermae) yang termasuk pada materi keanekaragaman hayati.

3. Analisis karakteristik siswa

Analisis siswa dilakukan untuk memahami karakter siswa yang meliputi kemampuan, latar belakang pengetahuan, dan tingkat kemampuan kognitif siswa. analisis siswa dilakukan dengan wawancara terhadap guru untuk mengetahui gaya belajar siswa dan pembagian angket terhadap siswa kelas X IPA SMA Argopuro Panti. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan pengetahuan siswa terhadap tumbuhan yang ada di sekitarnya dan penggunaan sumber belajar dan media pembelajaran.

4. Analisis Potensi Lokal

Analisis potensi lokal dilakukan dengan menelaah potensi lokal yang ada di Taman Botani Sukorambi. Pada proses analisis potensi lokal dilakukan wawancara kepada Kepala Taman Botani Sukorambi dan proses pengambilan data tanaman di Taman Botani Sukorambi. Wawancara dilakukan untuk mengetahui tentang Taman Botani Sukorambi berikut kisi-kisi pertanyaan yang diajukan kepada kepala Taman Botani Sukorambi:

a. Selayang pandang Taman Botani Sukorambi b. Jenis-jenis Tumbuhan

c. Pemanfaatan dan Penelitian tentang tumbuhan yang sudah

d. Pendapat kepala Taman Botani Sukorambi terkait pengembangan katalog tumbuhan sebagai media pembelajaran

Setelah proses wawancara selesai kemudian dilanjutkan dengan penelitian tumbuhan di area yang luasnya12 hektar. Dalam penelitian ini tumbuhan yang diteliti adalah jenis tumbuhan dikotil dan monokotil.

b. Tahap Design (Desain)

Tahap desain bertujuan untuk merancang produk sumber belajar/media pembelajaran yang akan dibuat dan digunakan berdasarkan permasalahan yang sudah diketahui pada tahap analisa yaitu pembuatan katalog tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) yang dilanjut dengan penyusunan produk. Rancangan pembuatan katalog tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) dijelaskan sebagai berikut:

1. Bagian awal

Pada bagian awal produk terdiri atas:

a) Sampul depan (cover) yang memuat judul katalog, penyusun, nama instansi, dan logo instansi.

b) Halaman utama yang memuat judul katalog, nama penyusun, dosen pembimbing, nama instansi.

c) Kata pengantar d) Daftar isi e) Daftar tabel f) Daftar gambar g) Daftar spesies h) Peta konsep i) Materi pengantar 2. Bagian inti

Pada bagian ini, katalog tumbuhan berisi deskripsi tumbuhan yang mencakup klasifikasi, ciri morfologi, info dan peranan, serta dilengkapi foto tumbuhan asli hasil dari dokumentasi langsung atau hasil dari penelitian.

3. Bagian Penutup

Pada bagian penutup produk terdiri atas:

a) Daftar pustaka

b) Sampul belakang yang berisikan tentang biodata penulis.

c) Sampul belakang yang berisi logo instansi.

c. Tahap Development (Pengembangan)

Pada tahap ketiga ini hasil dari rancangan yang diperoleh dari tahap sebelumnya direalisasikan menjadi produk yang siap digunakan.

Akan tetapi pengembangan ini hanya sampai tahap uji validasi saja, dikarenakan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti. Tahap- tahap pengembangan tersebut yaitu:

1. Produk awal

Pada tahap ini peneliti melakukan struktur pengembangan katalog tumbuhan denga struktur yang telah di rancang pada tahap design. Tahap pertama ialah menyusun materi disajikan dalam produk katalog tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) yang berasal dari buku-buku rujukan dan jurnal, materi yang akan dibahas dalam katalog tumbuhan adalah materi plantae sub bab spermatophyta materi tumbuhan Angiospermae, kemudian menyusun hasil identifikasi berdasarkan urutan sub divisi kemudian secara random. Setelah materi dan pengurutan tanaman sudah dilakukan kemudian dilanjut mendesai cover, layout dan isi berdasarkan rancangan yang telah dibuat yaitu: (1) cover yang memuat judul katalog, penyusun, nama instansi, dan logo instansi, (2) halaman utama yang berisi judul katalog, nama penyusun, dosen pembimbing, nama instansi, (3) kata pengantar, (4) daftar isi, (5) daftar tabel, (6) daftar gambar, (7) daftar spesies, (8) peta konsep materi, (9) materi pengantar, (10) katalog tumbuhan, (11) daftar pustaka, (12) sampul belakang yang berisi tentang biodata penulis (profil penulis). Desain cover dan layout katalog tumbuhan dibantu dengan canva. setelah desain layout dan cover selesai dilanjut dengan pengimputan materi dan gambar pendukung yang telah disusun sebelumnya di setiap bagian-bagian yang telah di rancang. Tahap keempat adalah proses eksplor file dalam bentuk pdf untuk memudahkan dalam proses percetakan. Tahap kelima adalah tahap percetakan

katalog tumbuhan, katalog tumbuhan ini dicetak dalam ukuran A5 (21 cm × 14,8 cm) dengan menggunkan kertas Artpaper pada bagian cover dan bagian isi, dicetak dengan menggunakan warna yang cerah dan menarik.

2. Validasi media dan validasi materi

Setelah produk awal dibuat, tahap selanjutnya adalah tahap validasi oleh ahli. Katalog tumbuhan yang sudah dibuat divalidasi oleh ahli materi, ahli media untuk mengetahui tingkat validitas katalog tumbuhan tersebut. Peneliti memberikan angket kepada setiap validator untuk mengetahui kekurangan yang ada di dalam katalog tumbuhan.

3. Revisi produk

Setelah produk divalidasi oleh validator ahli materi dan ahli media kemudian dilakukan revisi produk berdasarkan pendapat dan penilaian dari validator ahli materi dan ahli media.

Revisi ini dilakukan bertujuan untuk memperbaiki produk berdasarkan saran dan penilaian dari validator.

d. Tahap Implementation (Implementasi)

Pada tahap implementasi merupakan tahap uji produk yang bertujuan untuk memperoleh dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk uji pengembangan yaitu data respon siswa yang hasilkan dari angket respon siswa terhadap katalog tumbuhan dan data efektivitas yang dapat dilihat dari hasil pretest dan posttest siswa pada kelas uji coba. Pada tahap ini tidak dilakukan karena keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti.

e. Tahap evaluation (evaluasi)

Tahap yang terakhir adalah tahap evaluasi. Tahap evaluasi meliputi evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilakukan untuk mengumpulkan data pada setiap tahapan yang digunakan untuk penyempurnaan. Sedangkan evaluasi sumatif dilakukan pada akhir program untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa

dan kualitas pembelajaran secara luas. Pada tahap evaluasi hanya dilakukan evaluasi formatif yaitu dengan melakukan validasi produk/media kepada validator ahli. Setelah dilakukan validasi, untuk menyempurnakan produk/ media dengan melakukan revisi. Pada tahap ini, tidak dilakukan evaluasi sumatif dikarenakan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti.

Dokumen terkait