• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Teknik Analisis Data

1. Tahap Analisis

Tahap analisis merupakan tahap pertama dalam proses pengembangan. Tahap analisis bertujuan untuk mengetahui masalah yang terjadi pada saat proses pembelajaran biologi khususnya pada materi plantae sub materi spermatophyta kemudian dikaji dan dicari pemecahan solusinya. Pada tahap analisis dilakukan dengan cara wawancara, penyerahan angket, dan observasi. Hal ini dilakukan untuk memperoleh

informasi tentang apa yang akan dikembangkan dan yang akan menjadi acuan dalam proses pengembangan katalog tumbuhan. Proses anlisis yang dilakukan terdiri dari analisis kinerja, analisis kebutuhan, analisis kurikulum, dan analisis karakteristik siswa.

a. Analisis kerja

Analisis kinerja dilakukan untuk mengetahui dan mengelompokkan permasalahan-permasalahan yang ada disekolah yang berhubungan dengan sumber belajar yang digunakan di sekolah tersebut. Hasil dari analisis kerja ini diperoleh bahwa sumber belajar yang digunakan siswa ialah hanya buku paket dan LKS yang jumlahnya sangat minim.

Selain dari buku paket dan LKS tidak ada lagi sumber belajar yang digunakan siswa. Jika ditinjau dari karakteristik buku paket dan LKS yang digunakan siswa, dari segi tulisan dan tidak berwarna sehingga tidak menarik bagi siswa. Selain sumber belajar buku yang minim tersedia, fasilitas yang disediakan di sekolah sangat minim. Contohnya, meskipun sudah ada laboratorium tetapi belum digunakan, masih belum terdapat media yang dapat mendukung materi khususnya materi Tumbuhan Angiospermae, juga tidak terdapat tumbuhan disekitar sekolah yang dapat mendukung kegiatan belajar khususnya materi Plantae. Dari keterbatasan-keterbatasan tersebut guru sangat kesulitan dalam proses belajar mengajar, apalagi dalam menjelaskan materi biologi yang berhubungan dengan penjelasan karakteristik yang mengharuskan siswa mengeksplor lingkungan sekitar seperti plantae. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi SMA di SMA Argopuro Panti, guru sangat kesulitan dikarenakan sumber belajar dan fasilitas yang minim hingga keterbatasan siswa untuk proses pembelajaran yang bersifat outdoor karena lingkungan sekolah

yang kurang memadai, oleh karena itu guru sangat kesulitan memberikan contoh untuk menjelaskan karakteristik, terkadang untuk mengatasi hal tersebut, guru berinisiatif membawa tumbuhan dari luar, kadang juga memakai PPT dan video, namun kembali lagi hal tersebut masih kurang untuk mengeksplor pengetahuan siswa. oleh karena itu, kurangnya sumber belajar dan fasilitas dari sekolah yang sangat minim sehingga dibutuhkan suatu sumber belajar berupa buku yang dapat memberikan wawasan lebih bagi siswa dan dapat digunakan siswa tanpa harus menggunakan akses internet maupun media pembelajaran lainnya.

b. Analisis kebutuhan

Analisis kebutuhan bertujuan untuk mengetahui sumber belajar yang cocok dan dibutuhkan siswa dalam proses pembelajaran. Peneliti memberikan angket analisis kebutuhan kepada 22 siswa kelas X IPA C. Dari hasil perhitungan angket tersebut diperoleh bahwa 100 % siswa menyukai pembelajaran biologi, 86 % siswa kesulitan dalam mempelajari materi plantae, 45 % siswa bosan dengan sumber belajar yang digunakan, 100

% siswa suka mengaitkan pembelajaran dengan lingkungan sekitar, 82 % siswa pernah menggunakan sumber belajar selain buku paket dan LKS, 95 % siswa mencari sumber belajar lain selain buku paket dan LKS, 91 % siswa membutuhkan sumber belajar alternatif yang digunakan untuk mempelajari materi plantae, 100 % siswa sangat setuju jika dikembangkan katalog tumbuhan berbasis lingkungan sekitar sebagai sumber belajar/media pembelajaran materi plantae yaitu tumbuhan Angiospermae.

Berdasarkan analisis kebutuhan peneliti memilih untuk mengembangkan katalog tumbuhan karena merupakan sumber belajar/media pembelajaran yang berbentuk buku cetak,

berwarna, bergambar dan disertai dengan materi yang disesuaikan dengan indikator dan tujuan pembelajaran.

Pemilihan sumber belajar/media pembelajaran ini, juga di sesuaikan dengan karakteristik siswa dan situasi kondisi sekolah, karena disekolah minim akan adanya buku-buku dan fasilitas, sehingga dengan mengembangkan media berupa katalog tumbuhan yang dapat memenuhi kebutuhan siswa tanpa harus memerlukan fasilitas yang lebih dari sekolah. Selain itu, untuk menambah wawasan dan variasi belajar siswa, katalog tumbuhan yang dikembangkan ini berdasarkan penelitian tumbuhan berbasis potensi lokal/lingkungan sekitar dikawasan Taman Botani Sukorambi yang merupakan tempat dengan memiliki beberapa variasi tumbuhan dan dekat dengan SMA Argopuro Panti, sehingga siswa dapat menambah wawasan baru ketika menggunakan katalog tumbuhan ini. Penggunaan katalog tumbuhan ini juga dapat memberikan variasi dalam pembelajaran karena dapat melibatkan siswa sehingga informasi yang diberikan lebih tersampaikan dibandingkan dengan sumber belajar yang digunakan sebelumnya.

c. Analisis kurikulum

Analisis kurikulum dilakukan untuk mengetahui acuan dalam penyusunan suatu bahan ajar atau katalog tumbuhan agar sesuai dengan kurikulum yang dipakai di sekolah. Dalam analisis kurikulum dilakukan perumusan tujuan pembelajaran yang diperoleh berdasarkan elemen Capaian Pembelajaran (CP) dan tujuan pembelajaran tergolong fase E. Elemen Capaian Pembelajaran (CP) dan tujuan pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut:

Tabel 4.1

Capaian Pembelajaran

Elemen Capaian Pembelajaran

Pemahaman Biologi

Peserta didik memilki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional, dan global terkait pemahaman keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya

Keterampilan dan proses

1. Mengamati

Mampu memilih alat bantu yang tepat untuk melakukan pengukuran dan pengamatan.

Memperhatikan detail yang relevan dari obyek yang diamati.

2. Mempertanyakan dan memprediksi mengidentifikasi pertanyaan dan permasalahan yang dapat diselidiki secara ilmiah. Peserta didik menghubungkan pengetahuan baru untuk membuat prediksi.

3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan

Peserta didik merencanakan penyelidikan ilmiah dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan.

Peserta didik melakukan pengukuran atau membandingkan variabel terikat dengan menggunakan alat yang sesuai serta memperhatikan kaidah ilmiah.

4. Memproses, menganalisis data dan informasi

Menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan bertanggung jawab, menganalisis menggunakan alat metode yang tepat, menilai relevansi informasi yang ditemukan dengan mencantumkan hasil penyelidikan. Mengevaluasi dan refleksi mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang

ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi dan mengusulkan saran perbaikan untuk proses penyelidikan selanjutnya.

5. Mengkomunikasikan hasil

Mengkomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh termasuk di dalamnya pertimbangan keamanan, lingkungan, dan etika yang ditunjang dengan argument, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan.

Selain elemen dan Capaian Pembelajaran (CP) diperoleh hasil tujuan pembelajaran yang dirumuskan pada tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2 Tujuan Pembelajaran Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Peserta didik memiliki

kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan- permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional dan global terkai pemahaman keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya

1. Mampu mengidentifikasi tipe keanekaragaman hayati (biodiversitas) 2. Mampu mengidentifikasi tipe ekosistem (air

dan darat)

3. Mampu mengidentifikasi penyebaran flora dan fauna di Indonesia

4. Mampu menganalisa ancaman dan upaya pelestarian keanekaragaman hayati

5. Mampu memahami manfaat dan dasar klasifikasi makhluk hidup

6. Mampu memahami urutan takson hewan dan tumbuhan

7. Mampu menjelaskan tata naman binomial

nomenklatur

8. Mampu menjelaskan perkembangan klasifikasi makhluk hidup

9. Mampu membuat kladogram d. Analisis karakteristik siswa

Analisis karakteristik siswa bertujuan untuk mengetahui karakteristik siswa SMA Argopuro Panti kelas X IPA C secara umum yang berhubungan cara belajar siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi, wawancara kepada guru biologi dan pembagian angket kepada siswa, diketahui bahwa proses pembelajaran siswa di SMA Argopuro terlihat sangat monoton, karena kurangnya motivasi belajar mandiri dikarenakan minimnya sumber belajar, sehingga hanya mengandalkan guru. Sedangkan untuk minat belajar terhadap pembelajaran biologi berdasarkan angket yang disebarkan, 100

% siswa sangat menyukai pembelajaran biologi, 73 % siswa menyukai sumber belajar yang berwarna, 77 % siswa menyukai sumber belajar yang bergambar, 100 % siswa suka mengaitkan pembelajaran dengan lingkungan sekitar. Mengenai gaya belajar siswa berdasarkan hasil wawancara guru SMA Argopuro dan penyebaran angket kepada siswa dapat diketahui bahwa siswa cenderung suka pembelajaran dengan memperlihatkan sesuatu secara nyata, seperti gambar yang berwarna ataupun alat peraga.

Selain itu, siswa juga senang mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari karena lebih diingat siswa. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa gaya belajar siswa cenderung visual.

e. Analisis potensi lokal

Berdasarkan hasil analisis kerja dan analisis kebutuhan siswa terhadap sumber belajar yang sudah dikaji sebelumnya maka, dibutuhkan untuk menganalisis potensi lokal yang ada

disekitar sekolah sebagai sumber daya konten materi didalam katalog tumbuhan. kawasan yang dapat diangkat ialah kawasan Taman Botani Sukorambi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap kepala manajemen Taman Botani Sukorambi diketahui bahwa dikawasan Taman Botani Sukorambi dibagi menjadi beberapa area yaitu, tempat wisata dan tempat edukasi. Sebagai tempat wisata Taman botani menyediakan wahana-wahana bermain seperti flying fox, rumah pohon, kolam renang, playground, serta spot foto yang instagramable. Sedangkan tempat edukasi, taman botani menyediakan flora dan fauna yang dapat dijadikan sebagai sarana belajar untuk menambah pengetahuan. Di Taman Botani juga terdapat sekitar 500 jenis tumbuhan mulai dari tumbuhan epifit, tanaman obat, tanaman hias dan tanaman langka.

Keanekaragaman tumbuhan di Taman Botani Sukorambi dapat dikelompokkan menjadi 2 dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar yaitu tumbuhan kelas dikotil dan tumbuhan kelas monokotil (Tabrani dkk, 2017).

Pada tahap analisis potansi lokal, setelah melakukan wawancar, kemudia peneliti melanjutkan dengan kegiatan penelitian tumbuhan. Proses pengambilan sampel tumbuhan angiospermae ini dilakukan menggunakan metode jelajah (Cruised Method) dengan menyusuri jalur yang ada. Identifikasi tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) yang dilakukan yakni dengan melihat ciri-ciri morfologi spesies yang ditemukan dan membandingkannya dengan ciri-ciri morfologi yang ada pada tumbuhan monokotil atau tumbuhan dikotil.

Dokumen terkait