Penelitian dilaksanakan di Kota Ambon.
Alasan
dipilihnya
KotaAmbon
sebagai daerah peneliti an karena daerah KotaAmbon merupakan daerah pascakonflik SARA
sehingga penulistertarik melihat peran dan netralitas
Gereja ProtestanMaluku
dalampemilihan
Gubemurdan Wakil Gubemur Provinsi Maluku.
Tipe
dan DasarPenelitian
Dasar pe'nelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metodologi
kualitatif
dengan pendekatan studi kasus. Penelitian
ini
penulis menggunakan tipe penelitian deskriptif.
Sumber
Data
Peneliti turun langsung ke
daerahpenelitian untuk
mengumpulkandata
dalamberbagai bentuk, seperti rekaman
hasilwawancara dan foto kegiatan di
lapangan.Penulis selain turun ke lapangan, juga melakukan telaah pustaka
yakni
mengumpulkan data daribuku, jurnal, koran, dan sumber
informasilainnya yang
eratkaitannya
dengan masalah penelitian.TeknikAnalisa Data
Data dan informasi Yang
telahdikumpulkan dari informan akan diolah
dandianalisa secara kualitatif dengan
melihat peran dan netralitas Gereja ProtestanMaluku
pada pernilihan Gubernur danWakil
GubemurProvinsi Maluku.. Langkah yang
digunakan datamanalisis data
adalah sebagaiberikut
:reduksi data, sajian data, dan verifikasi data.
PEMBAHASAN
Penelitian ini menemukan praktik
politik
yang berlangsung di daerah-daerah pascakonflik SARA
sepertidi Maluku,
komposisi agaff:-amenjadi referensi penting
untuk mencapai keseimbanganpolitik.
Kek*rawatiran akan terjadinyakonflik
yang berkedok agama menj adi alasan tersendiri untuk menggabungkan pasangancalon dari latar belakang
agarrraberbeda. Konfigurasi
pasangancalon
pasca rekonsiliasi perdamaiankonflik Ambon
padapemilihan gubemur, walikota maupun bupati di
Maluku
diarahkan berlandaskan Islam-Kristen, atau Kristen-Islam.Tujuan
utama konfigurasiuntuk meminimalisir kecemburuan
dan mengantisipasi agartidak terjadi lagi konflik
bernuansaSARA.
Jika dicermatikonflik
yang katanya adalahkonflik
agama, secara tersirat sebenamya terjadi karena dominasi kekuasaan agarna.Hasil penelitian SNPK The
Habibie Centre yang kemudian dibukukan (Demokrasi PascaKonflik,
Kekerasandan
Pembangunan Perdamaiandi Aceh dan Maluku),
terhadap insiden dampak kekerasan dalam Pemilukadadi
wilayah pascakonflik, Maluku
berada pada urutan ketiga, setelahAceh dan Maluku Utara.Luas wilayah daratan KotaAmbon secara keseluruhan adalah 359,45 Km2
memilikijumlah
penduduk sebesar 3 87. 47 5 Jiwapadatahun 20 1 1.Dengan demikian rcta-rata kepadatan penduduk
di Kota Ambon
adalah 1.078 Jiwa/I(m2. Daridata
kependudukandi atas, Kota
Ambon digolongkan pada kelaskota
sedang. Karena berdasarkan kriteria BPS mengenai kelas kota, kota sedang adalah kota yangmemiliki jumlah penduduk antara 100.000 sampai
500.000.berdasarkan
wilayah administrasi
kecamatanmaka di tahun 2011
konsentrasi kepadatan penduduk tertinggi masih beradadi
Kecamatan Sirimau dengan jurnlah penduduk 158.865jiwa
atau
4l %
danjumlatr penduduk Kota Ambon danmemiliki
kepadatan penduduk 1.830 Jiwa/Kmz
yang merupakan
kepadatan penduduk tertinggi diantara 5.kecamatandi
Kota Ambon.Persentase agarfla
Islam
danKristen di
KotaAmbon pada tahun 2011 pemeluk agama Islam 49
yo,pemeluk
Protestan4l yo, KatolikT
Yo ,(BPS,20tI).
Peta
Politik di Kota Ambon tidak
bisa dilepas dari momentum Reformasi 1988. Sejakjatuhnya rcztm Orde Baru,
konstelasi partaipolitik
yang menguasai peta kekuasaandi
Kota Ambon juga mengalami perubahan. Partai-partai berhaluan sekuler manjadi panguasa di berbagaipemilu
maupun pemilihanwali kota
Ambon.Selain itu, PDI
Perjuangan(PDIP)
sebagai partai yangidentik
dengan simbol perlawanan terhadap Orde Baru muncul sebagai actorpolitik
yang mempunyai pengaruh besar. Keberadaan
PDI-P di Kota Ambon memiliki
hubunganerat dengan komunitas Kristen di
wilayah tersebut. Bahkan, beberapa pengurus maupun anggota partai tersebut merupakan fi.ngsionaris Gereja Protestan Maluku(GPIO
Kota Ambon.Seperti yang dikatakan
Novi
Penantuan:
"Nehsedanglran kita tau selama ini tanda kutip
PDIP
itu sangatlant
dengan GPM akang adadi
posisi Herman Ko e dubun (MANDAT)IPemilihan Gubemur dan Wakil Gubernur
Maluku
2013 yang dilaksanakan pada 11 Juni2013.
Terdapat enam pasangkandidat
yang mendaftarke I(PUD
Maluku. Namun, KPUD menyatakan hanya lima pasangan yang lolos dan dapat mengikuti Pilgub Maluku. Pada 26April
2013, KPUD telah mengundi nomor urut peserta Pilgub Maluku.
No Urut
1. Abdullah Tuasikal- Hendrik
Lewerissa(Beta Tulus)
Abdullahtuasikal sendiri
beragamaislam
sedangkan pasangan wakilnya beragama Kristen protestan,No Urut 2. Jacobis Puttileihalat - Arifin Tapi Oyihoe (Bob-Arifl Jacobis
Putilehalat merupakan bupatidi
kabupaten seram bagian barat beilau sendiri beragama Kristen protestan sedangkanArifin Tapi
beragamaIslam,
Nourut
3.Abdullah
Vanath- Martin
Maspaitella (Damai) Abdullah Vanat juga merupakan Bupati Seram Bagian Barat beliau beragama Islam dan pasanganyaMartin Maspaitellah
beragama Kristen Protestan. No urut 4 Herman Koedoboen-
Daud Sangadji (Mandat) Herman Koedoboen beragamaKristen
Protestan danDaud
sendiri beragamaIslam
,No Urut 5.
Said Assagaff-
Zeth
Sahuburua (Setia), Said Assagaf adalah mantan Wakil GUbemur Maluku dan beragama Islam sedangakan pasanganya Zeth Sahuburua beragama Kristen Protestan.Dalam Kampanye Calon
GubemurMaluku
nomorurut 4
yang diusung 14 partai nonparlemenAbdullah
Vanathberjanji
akan memprogramkan pemberiangaji
kepada para imam masjid, pendeta, dan pastorjika terpilih menjadi Gubemur Maluku. Melihat
begitu besamya kekuatan yangdimiliki
oleh para elit'
Wawancara denganNovi
Penantuan selakuPimpinan Redaksi Koran Suara Maluku pada 11 Agustus 201 5 di kediamannya di Jalan Diponegoro Kota Ambon
agama Calon Gubemur
No
utur4
menjadikanprogram ini sebagai salah satu
program unggulanya. Peran pendeta kemudian menjadi sangat menentukanpartisipasi umat
Kristendalam politik dan menciptakan
perubahan dalam pemerintahanKPU Provinsi Maluku telah menetapkan pasangan Said AssagaflZeth Sahuburua sebagai Calon Gubernur dan
Wakil
Gubemur MalukuTerpilih.
Rekapitulasi penghitungansuara
11 kabupatenlkota menunjukkan pasangan SETIA menang dengan memperoleh suara terbanyak3 89. 884 sedangkan
DAMAI
hanya 3 83.705 suara dari jumlah suara sah 773.589. Tingkat partisipasi pemilih mencapai 794.403 (67 persen) dari total pemilih dalam DPT sebanyak 1.186.603 pemilih.SETIA menang
di
7 kabupaten/kota yaitu Kota Ambon, Buru, Bursel,Malr4
KotaTual, MTB
danMBD.
SedangkanDAMAI
hanya mampu ungguldi
Kabupaten Malteng,SBB,
SBT dan KepulauanAru.Komposisi Kristen
protestanGPM
di Maluku hampir 70%yang lainya adalah gereja- gerejaaliran. MUI
Kota Ambon lebih dinamisberbeda dengan struktur Gereja
ProtestanMaluku yang hirakhis dan
cenderung sistem komando. Dalam peraturan tata gereja tentang sinode pasal 1 terhadap ketentuan umum yangmemberi pengertian bahwa Sinode
adalah badantertinggi
dalamjenjang
kepemimpinanGereja Protestan Maluku.
Kenyataannya praktek presbiterial sinodal GPM menyebabkan penumpukan kuasa pada satu tangan yaitu sinode pada level gereja di Maluku secara menyeluruh maupunklasis
padalevel wilayah yang
ada.Sebab
dalam
gereja kuasayang ada
bukan dengan tujuan untukmendominasi
melainkan untuk melayani dan memberdayakan.I
Wayan Sutapa mengatakan:"SINODE itu satu komando
bedadengan MUI,
MUI
itu dong seng satu komando,jadi
apayang dikatakan ketuaMUI
belum tentudiikuti
dibowah.jadi pernah
kejadian pendetatidak mengikuti SINODE
dipindahkan karena secorotidak
langsung apa yangdilakukon pendeta pasti diketahui SINODE."2 Kecenderungan
yang lain jug4
yaitulebih berorientasi pada penguatan
institusi ketimbang penguatan jemaat.Memang
dalam pergeserantitik tolak wawasan
eklesiologiGPM jelas mengalami pergeseran
dari penguatan institusi kepada jemaat.Ada hirarki jabatan, pada level
atas, menengah maupun bawah danberarti
pejabatlevel
bawah harustunduk kepada pejabat atas.
Pemberlakuan presbyterial-sinodal dalamekklesiologi
GPM, seharusnya memposisikanjemaat, klasis,
dansinode adalah setara. Sehingga
mekanismebergereja tidak boleh to|-4orn
melainkanegaliteristis, sebab yang membedakan mereka adalah peran
dan firngsi. Ekklesiologi
GPMharus didudukan kembali
sehinggayang di mengerti
tentang gerejabukanlah klasis
dansinode melainkan jemaat setempat.
Jemaat setempatitulah gereja yang
sesungguhnya.Sebab kehadiran
klasis dan sinode
hanyalah merupakankelanjutan dari kehidupan
gerejayang sudah ada di jemaat
setempat. Klasis Gereja ProtestanMaluku (GPM)
Kota Ambon mengajak seluruh jemaatuntuk
tetap menjaga ketenangan dan keharmonisanhidup
bersama, dengan menghindari berbagai isu dan provokasi dalam bentuk selebaran, pesan singkat melalui telepon seluler yang memfitnah dan bemuansa SARA, yang berpotensi menciptakan kerawanan keamanandan
memecahbelah
persekutuanhidup dalam jemaat dan Perselisihan
dan masyarakatElit politik menyadari agama itu
terkonsolidasi kalau mereka berhasil mengakses institusi agama dan memobilisasi dukungan dari institusi itu. mereka paling tidak meyakini akan menang, karena
relatif
terkonsolidasi, apalagi agama-agama besar islam dan Kristen iturelatif
terkonsolidasi.Kalau
merekabisa
mengkasesinstitusi agama memobilisasi
dukungan terutama memainkan isu-isu sectarian misalnyamereka membayangkan akan
mendapatkan dukunganitu juga salah satu faktor
dimana2
Wawancara denganI
Wayan Sutapa selaku Ketua HINDU Parisada Provinsi Maluku pada tanggal Tanggal 12 Agustus 2015 kediamannya Jalan Patimura KotaAmbonyong jauh,
elit
agama tertarik masukke
dalam konstalasipolitik praktik.
Sepertiyang
diutarakan Lucy Peilow:" Dukungan ins titus i s angat b erp engaruh kuat terhadap
pilihan politik
masyarakat,jadi kolau
ketuaSINODE berdiri dia tidak perlu bilang pilih SETIA, nomun dalam
khotbah minggudia
singgungsaja terkait
dengonvisi
misi calon tertentu secora tidak langsung umat menangkapmakna itu knrenq diq
bermaindengan psikologi umot, jadi susah
untuk menjebak tokoh agamadi
situ.Jadi
Pengaruh lretuasinode itu ikut
mempengaruhipilihon politik
masyarakat tradisional yang ada diluar
kota ambonjadi secara langsung ada pengaruhs o s ok pimpinan gerej a terhadap pemilih-pemilih
tradisional yang adalah warga gereja sehingga warga gereja tetntu dia punya pendeta-pendeta malah memakai umat
ini
untuk memilihSETA di
bgndingyang lain. Apabila
RUHULESSIN (retua sinode) dan dia bilangpilih SETA
orang smuamiring
ke SETIAbiar
orangkei ad alai
dong aknn kasi tinggal MANDAT dan memilihMemilihsetio."3 ,
, ..Justus Patipawae juga mengatakan:
"cerita
pengalamanpitkada
gubernur kemorin itu cukup kuat tarik menarik dari kntongpung
semocam organisasipemuda di
bawahsinode GPM, Angkatan Muda GPM
l<Btuaumumnya
itu kaknk laki-lakinya calon wakil
gubernur pasongan dengan VANATHyaitu
L.MASPITELIA nah
jaringan
angkann mudaini
terpisahdan
solidaritas teman-teman pendeta itulran tinggi, knrenadia itu
tokoh muda yang mempunyaikaraher dan
sekarangini
beliauadalah salah satu knndidat ketua
SINODEpimpinan tertinggi di GPM, nah jaringan-
jaringan ini yang kemarin wahu
pemilihangubernur bermain cukup kuat, dia punya teman- teman pendeta
di
bawah dijaringan-jaringan
banyak apapunjuga kepentingan ketua SINODEjua
punya knpentingan ada. Ketua SINODEini
banyak
lari
ke Gubernur seknrong SETA."43
Wawancara denganLucy
PeilowKomisioner Bawaslu Provinsi Maluku tanggal 2015 di Kafe Cinderela Comer Kota Ambon
a
Yustus Patipawae selaku Ketua LSM selaku3
juli
TIFA
Menyikapi dinamika politik
yang berkembangsaat menjelang
berlangsungnyapemilihan Gubemur dan Wakil
GubernurMaluku, GPM secara moril turut
merasabertanggung jawab untuk
menyukseskanpilkada tersebut. Ketua Sinode GPM
jugamenyampaikan sejumlah pesan
moral menjelang pelaksanaanpilkada.
Pesan moral tersebut mengajak seluruhumat
beragama di Provinsi Maluku terlebih khusus di KotaAmbonuntuk tetap
menjagakondisi
keamanan dan ketertibandemi
menyukseskanpilkada
yang aman dan demokratis dan menghimbau seluruhtim
sukses dan pendukung dari pasangan yang akanmengikuti
pilkada putaranuntuk
tidakmelakukan
penyimpangandan sportif
baikdalam
prosespemilihan,
penghitungan suara maupun penetapan hasil.Gubemur
Maluku Karel Albert
Rala-halu juga menghimbau Gereja
ProtestanMaluku (GPM)
dapat menjaga netralitas saatmomentum Pemilihan Gubemur dan
Wakil Gubernur Maluku periode 2013-2018. Harapan tersebut disampaikan Ralahalu saat membuka Sidang Majelis Pekerja Lengkap(MPL)
SinodeGPM XXXIV
Tiahun 2012, yang berlangsungdi
JemaatTep4 Klasis
Pulau Babar, Minggu(11/ll). Dikatakan, GPM
hendaknya dapat bersikapdan
memposisikandiri
secara tepatdalam pesta
demokrasitersebut.
"Melintasi tugas-tugas pelayanandan bergerej4
sesu- ngguhnya warga GPMjuga
terpanggil untuk menyatakankarya dan
kesaksiannya dengan memenuhi hak-hakpolitik
selaku warga negara.Klasis GPM Kota
Ambonmeminta warga jemaat untuk berdoa
agar penyelenggaraanPemilihan Gubemur
danWakil Gubernur Maluku masa bakti
2013- 2018, yang diselenggarakandi
seluruh Provinsi Maluku berlangsurg tertib, aman dan lancar dan semua orang yang diberi tanggung jawab dalam penyelenggaraan pesta demokrasiini
diberikan kekuataandan hikmat untuk
bekerja denganjujur
dan adil.Cara elit agama di
KotaAmbon
terlihardari
ceramah,dakwah, khotbah atau
pesan DAMAI, tanggal24 Juni20l5 di kediamannya di Jalan Dr Soetomo, Pohon Pule Kota Ambonpolitik
yang dilakukan oleh elit agama terhadap masyarakatdi Kota Ambon
didasarkan pada tanggungjawab
iman. Tanggungjawab
inilahyang
kemudian mendorongelit
agama untukmemberikan
ceramah,dakwa atau
khotbah kepada masyarakatuntuk turut aktif
dalampemilihan Gubemur dan Wakil
Gubernur Maluku diKotaAmbon.
Lewat momentpolitik diharapkan dapat menghasilkan
pemimpinMaluku yang
dapatmelihat dan
melindungi semua kepentingan masyarakat, sehingga rasa arnan, kedamaiandan
kebersamaan diantara semua kemajemukan umat bisa terwujud.Proses komunikasi
politik elit
agama diKota Ambon
secarapsikologis
menghasilkan gambaranpsikologis
berupa persepsi, sikap, perilaku dan tindakan terhadap objek politik atau sikap dan perilaku politik yang ditunjukkan olehelit
agama. Perilaku memilih yang diperagakan oleh masyarakat di KotaAmbon terhadap objekpolitik
yang dikomunikasikan olehelit
agamajuga
merupakan pengaruhpsikologis
dalam proseskomunikasi politik elit
agama. Pada aspek komunikator,elit
agamadi
Kota Ambonmemiliki
sumber daya pengaruhyang
secara pribadi dapat menumbuhkan sikap dan perilaku ketundukan masyarakat terhadap pandangan dan anjuranpolitik
yang ditunjukkannya.Indikasi
sudahbisa di telusuri
ketika para kandidat mendatangi tokoh-tokoh agama terutamatokoh yang punya
pengaruh yang mereka presepsikan berpengaruh,bukan
safudua
pasangantapi hampir
semua pasangan mendatangiislam, katolik,
protestan, hindu,budha mereka datangi untuk
meyakinkan sehinggamendapatkan dukungan. Jadi sejak awal penulis melihat indikasinya sudah ada, terlebihlagi
fasilitasyang
diberikan kepada institusi-institusi
agama.Karakteristik
masyarakat di Maluku masih dikatakan patrenialistik sehingga tokoh-tokoh atau orang-orang yang dituakan di masyarakat cukup memiliki pengaruh. Sebagianbesar masih bergantung pada
pandangan- pandangan agama atauelit
agama.Pada kenyataanya
pilihan-pilihanpolitik
masyarakat dalam orientasi kebinekaan Indonesiatermasuk di Kota Ambon
belum rasional.Pilihan-pilihan itu masih di
bentukoleh sentiment