BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
Sebagai karya ilmiah maka tidak bisa lepas dari penggunaan metode, peneliti sebagai berikut:
1. Jenis Penelitian
Penelitian kualitatif merupakan risert yang bersifat deskriptif, proses dan makna ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, mengetahui makna yang tersembunyi.43
Alasan peneliti menggunakan penelitian kualitatif karena peneliti mengumpulkan yang berkaitan dengan permasalahan baik data primer dan sekunder dan meneliti langsung ke lapangan (field research), dalam hal ini Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa.
2. Pendekatan Penelitian
Jenis pendekatan penelitian yang peneliti gunakan yaitu yuridis sosiologis. Pendekatan yuridis adalah pendekatan yang melihat kenyataan hukum di masyarakat, untuk melihat aspek-aspek hukum dalam interaksi
41 Ali Fauzi, “Standar Pemberian Mahar Minimal Pada Perkawinan Dalam Tinjauan Hukum Islam ( Studi Masyarakat Adat Ogan Kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah)”, (Tesis, FS UIN Raden Intan Lampung, Bandar Lampung, 2020)., hlm. 41.
42 Mardani, Hukum …, hlm.47.
43Juliansyah Noor, Metodologi penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, (Jakarta: Kencana, 2012), cet. ke-7, hlm. 34.
sosial, dan mengklasifikasikannya ke dalam temuan bahan non hukum bagi keperluan penelitian. 44
Alasan peneliti menggunakan pendekatan yuridis sosiologis karena penelitian ini berhubungan langsung dengan masyarakat sebagai subyek penelitian. Jadi, penelitian ini untuk melihat bagaimana implementasi pasal 32 Kompilasi Hukum Islam tentang mahar menjadi hak pribadi calon mempelai wanita.
3. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti dalam hal ini sangatlah penting dan utama, dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti sendiri atau bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama45
Dalam penelitian ini, peneliti langsung yang terjun ke lapangan bermaksud mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian yang berkaitan dengan implementasi pasal 32 Kompilasi Hukum Islam tentang mahar menjadi hak pribadi calon mempelai wanita di Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa.
4. Sumber Data
Sumber data adalah salah satu yang paling vital dalam penelitian, dalam hal ini sumber data terbagi menjadi dua yaitu:
a. Sumber Data Primer
Sumber data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya.46 Data ini bisa berupa kata-kata atau tindakan dari orang
44 Zainuddin Ali, Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: Sinar Grafika,2015),cet. ke-6, hlm.
105.
45 Ibid,. hlm .36
yang diwawancarai dalam hal ini yang menjadi sumber data adalah:
Pemerintah Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan calon mempelai, dan mertua di Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa.
b. Sumber Data Sekunder
Sumber data Sekunder yaitu data yang diperoleh dari dokumen-dikumen resmi, buku-buku yang berhubungan dengan objek penelitian, hasil penelitian dalam bentuk laporan, skripsi, tesis, dan peraturan perundang-undangan. 47
Sumber data sekunder penulis peroleh dari Kompilasi Hukum Islam, termasuk propil desa dan jurnal-jurnal, buku yang berkaitan dengan mahar yang diberikan menjadi hak pribadi calon mempelai wanita yang terdapat didalam pasal 32 Kompilasi Hukum Islam ataupun data-data penting lainnya.
5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan kompenen penting dan paling utama dalam penelitian. Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan metode pengumpulan data berikut:
a. Observasi
Observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti baik secara langsung maupun secara tidak langsung untuk memperoleh
46 Zainuddin Ali, Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: Sinar Grafika,2015),cet. ke-6, hlm.
106.
47 Ibid
data yang harus dikumpulkan dalam penelitian.48 Observasi terdiri dari observasi partisipan dan observasi non partisipan dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi non partisipan.
Observasi non partisipan dilakukan dengan terjun langsung ke lokasi untuk memastikan kejadian sebenarnya yang terjadi di lapangan dengan melihat secara langsung kehidupan masyarakat Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Sumbawa. Alasan peneliti menggunakan observasi non partisipan adalah sebagai pengamat dan tidak terlibat langsung dalam urusan mereka. Baik sebagai pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pihak. Tujuannya untuk mengetahui implementasi pasal 32 Kompilasi hukum Islam, pemahaman masyarakat serta praktek yang terjadi.
b. Wawancara
Wawancara adalah proses bertukar pikiran informasi secara lisan (langsung), dalam menggali keterangan.49 Wawancara terdiri dari wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur karena peneliti akan melakukan wawancara secara bebas untuk mengumpulkan data, peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang tersusun secara sistematis karena akan bersifat terbatas.
48 Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodelogi penelitian kualitatif, (Bandung:
Alfabet, 2014) , Cet. ke-6,hlm. 105.
49Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, ( Jakarta: PT Bumi Aksara,2012) cet. ke-6, hlm.83.
Peneliti melakukan wawancara menggunakan bahasa daerah yang membuat informan mudah memahami maksud dari peneliti.
Dalam kegiatan wawancara peneliti mewawancarai istri, suami, mertua, pemerintah desa, toko masyarakat, tokoh agama, sejarawan, dan tokoh adat. Peneliti akan mencatat dengan cermat dan merekam isi kegiatan tanya jawab dari awal sampai ahir sehingga peneliti dapat memastikan tidak ada informasi yang tertinggal dari setiap informan.
c. Dokumentasi
Dengan teknik dokumentasi ini, peneliti dapat memperoleh informasi bukan hanya dari narasumber, akan tetapi dari macam- macam sumber tertulis.50
Dengan teknik dokumentasi dapat menambah kepercayaan dan memastikan penelitian tersebut benar-benar berlangsung. Dokumen yang digunakan dalam penelitian adalah dokumen resmi seperti profil desa dan foto-foto selama melakukan penelitian. Sebelumnya peneliti telah meminta izin dari para informan untuk mengambil gambar sebagai bukti penelitian.
6. Analisis Data
Analisis data adalah suatu pengelolahan dan untuk menata secara sistematis hasil dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman peneliti terhadap kasus yang diteliti.51 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode yang dikemukakan
50Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi penelitian,(Bandung: Alfabeta,2014), cet. ket-7, hlm. 148.
51 Ibid., hlm. 150.
oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
a. Reduksi data, ialah data-data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dirangkum dengan menitikberatkan pada hal-hal yang dianggap penting oleh peneliti, sehingga data yang direduksi memberikan gambaran lebih rincih.
b. Penyajian data, dilakukan oleh peneliti dengan menyajikan data-data yang didapat oleh peneliti selama melakukan penelitian dalam bentuk teks naratif dan table.
c. Penarikan kesimpulan, peneliti melakukan penarikan kesimpulan terhadap data-data yang telah dikumpulkan. Sehingga peneliti akan mengetahui dengan jelas mengenai penelitian yang telah dilakukan.
7. Validitas Data
Mengecek keabsahan data menjadi bukti bahwa apa yang peneliti amati sesuai dengan yang sebenarnya terjadi dilapangan.52 Untuk mendapatkan data yang valid dan benar penulis melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data.53 Dalam penelitian ini peneliti hanya akan menggunakan triangulasi sumber. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara membandingkan
52Burhan Bungin, Metode Penelitian kualitatif, (Jakarta: Rajawali, 2010), hlm.57
53 Ibid., hlm 330
data yang telah diperoleh dari hasil wawancara informan yang satu dengan informan yang lain.
Dalam melakukan penelitian, peneliti melakukan seluruh metode pengumpulan data yang telah disebutkan dari mulai wawancara dengan berbagai sumber, kemudian melakukan observasi dilapangan untuk memperkuat kevalidan dan kebenaran data yang diperoleh dari narasumber serta peneliti mencantumkan beberapa dokumen agar data yang diperoleh semakin kuat. Kemudian peneliti membuat rangkuman serta kesimpulan sementara.
b. Kecukupan Refrensi
Dalam melakukan pengecekan keabsahan data tidak pernah terlepas dari refrensi-refrensi, seperti buku, dokumen-dokumen, dll.
Refrensi yang dikumpulkan tentunya berkaitan dengan topik penelitian dan digunakan sebagai bahan penyusunan penelitian. Referensi dianggap sudah cukup dan memadai ketika peneliti tidak menemukan referensi lain.