KEWIRAUSAHAAN
7. MODEL BISNIS PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN
7. MODEL BISNIS PENGEMBANGAN
mengidentifikasi kendala yang mendasari yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sistem pasar dan berkonsentrasi pada penanganan ini untuk membuat perubahan atau tindakan. Pendekatan M4P berfokus pada pengembangan sistem pasar, dinilai dengan fungsi yang berbeda antara aktor utama dan pihak pendukung baik pihak Pemerintah dan swasta, formal dan informal dengan aturan yang perlu berlaku secara jelas.
Pada konteks pengembangan kewirausahaan, ada tiga fungsi utama dalam pendekatan M4P yang dapat dilaksanakan yaitu:
1. Fungsi Inti yang disebut sebagai pilar program yang merupakan program pengembangan kewirausahaan yang mencakup tahap-tahap pengembangan wirausaha mulai dari masyarakat umum, calon wirausaha, wirausaha baru dan wirausaha mapan yang menjadi pelaku utama dan proses pengembangan kewirausahaan.
2. Fungsi pengaturan atau yang disebut sebagai pilar sistem evaluasi dan monitoring, serta sistem pendukung yang merupakan berbagai fungsi yang mengatur, termasuk di dalamnya adalah berbagai aturan atau kebijakan yang perlu ada dan mendasari serta mengatur partisipasi dan perilaku di pasar. Aturan termasuk aturan resmi atau norma, aturan formal atau hukum dan standar lainnya dan kode etik.
3. Fungsi pelaksana atau yang disebut pilar pelaksana yang membuat dan menjalankan program pengembangan kewirausahaan dan membantu pelaku utama untuk tumbuh dan berkembang termasuk proses konsultasi, penelitian dan pengembangan (litbang), informasi, dan pengembangan kapasitas dan koordinasi.
Gambar 12 di bawah ini menunjukkan urutan prosedur mulai dari adanya peluang usaha dan kebutuhan wirausaha potensial dari masyarakat sampai menciptakan wirausaha mandiri yang mau tumbuh dan meningkatkan skala usahanya.
Tahap-tahap pengembangan kewirausahaan dijelaskan lebih lanjut dalam Tabel 6. Tahap- tahap ini diadaptasi dari rekomendasi kebijakan yang diberikan oleh OECD39 dan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD)40, serta praktik dan praktik baik yang telah dilaksanakan oleh berbagai Kementerian/Lembaga, Pemda dan lembaga lain yang sudah menjalankan program pengembangan kewirausahaan sampai saat ini.
39 OECD Statistics Directorate. (2009). Measuring Entrepreneurship: A Collection of Indicators 2009 Edition:
OECD-Eurostat Entrepreneurship Indicators Programme.
40 UNCTAD. (2012). Entrepreneurship Policy Framework and Implementation Guidance: United Nations
Gambar 12 Proses Bisnis Pengembangan Kewirausahaan
Tabel 6.
Tahapan Pengembangan Kewirausahaan Saat Ini Pilar
pelaksana
Masyarakat umum Calon wirausaha Wirausaha baru Wirausaha mapan Kementerian/
Lembaga (K/L) dan Pemda
Pemasyarakatan ide usaha untuk pra- wirausaha.
Penciptaan wirausaha baru dengan
memfasilitasi ide usaha.
Penciptaan wirausaha mapan dengan program inkubasi bisnis dan penguatan usaha
Peningkatan skala usaha dengan peningkatan kapasitas bagi wirausaha mapan dan penyusunan exit strategy dan penciptaan mentor usaha Kementerian
Koperasi dan UKM
Pemasyarakatan pra-wirausaha (1 hari pelatihan ide bisnis)
Gerakan Kewirausahaan Nasional
Pemasyarakatan calon wirausaha (4 hari pelatihan)
Pelatihan vokasi
Magang
Pendampingan melalui Tempat Praktik
Keterampilan Usaha (TPKU)
Pelatihan eks TKI
Pelatihan kewirausahaan
Fasilitasi inkubator di Perguruan Tinggi
Pelatihan wirausaha teknologi
Pelatihan wirausaha sosial
Pelatihan vokasi
Magang
Pendampingan melalui Pusat
Pendampingan melalui PLUT KUMKM
Pendampingan produktivitas
Fasilitasi IUMK (Ijin Usaha Mikro dan Kecil)
Pelatihan dan fasilitasi standarisasi mutu, sertifikasi produk dan
Pilar pelaksana
Masyarakat umum Calon wirausaha Wirausaha baru Wirausaha mapan Layanan Usaha
Terpadu (PLUT) Koperasi dan UMKM
Fasilitasi IUMK (Ijin Usaha Mikro dan Kecil)
Pelatihan dan fasilitasi
standarisasi mutu, sertifikasi produk dan HaKI
Fasilitasi start-up capital
Fasilitasi dana bergulir
Fasilitasi Kredit Usaha Rakyat
HaKI
Fasilitasi dana bergulir
Fasilitasi Kredit Usaha Rakyat
Fasilitasi promosi dan pemasaran
Fasilitasi kemitraan
Fasilitasi restrukturisasi usaha
Kementerian Ketenagakerja an
Pemetaan (3 hari)
Inkubasi in-wall (10 hari)
Inkubasi potensi daerah (10 hari) untuk kelompok tenaga kerja (20 orang)
Pelatihan Tenaga Kerja Mandiri
Inkubasi melalui Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja
Inkubasi out-wall (8 hari)
Temu konsultasi
Bantuan Sarana Usaha
Program Pendampingan untuk
Pemberdayaan Tenaga Kerja Sukarela
Pendampingan dan pembekalan pendamping
Kementerian Pemuda dan Olah Raga
Pemetaan Pemasyarakatan (Pemasalan) kewirausahaan pemuda melalui sosialisasi, workshop dan seminar
Pelatihan dasar kewirausahaan
Temu bisnis (3 hari)
Workshop pengembangan potensi, fasilitasi permodalan, pemilihan wirausaha muda pemula berprestasi, dan promosi melalui pameran.
Peningkatan kemitraan (5 hari)
Kementerian Perindustrian
Pendidikan dan pelatihan kompetensi wirausaha industri (6 bulan, sesuai SKKNI)
Pelatihan wirausaha baru (1 minggu)
Beasiswa penumbuhan wirausaha baru industri/
Beasiswa Tenaga Penyuluh
Lapangan Industri Kecil (3-4 tahun)
Fasilitasi bantuan peralatan
Pelatihan kualitas produk (1 minggu)
Pendampingan teknis dan
manajemen usaha
Pendampingan teknis dan manajemen usaha
Fasilitasi standarisasi mutu, sertifikasi produk dan HKI
Estrukturisasi mesin dan peralatan
Pengembangan pasar
Pilar pelaksana
Masyarakat umum Calon wirausaha Wirausaha baru Wirausaha mapan Kementerian
Desa ,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Pembinaan kawasan
transmigrasi yang memiliki prioritas pengembangan usaha
Pendampingan kelompok transmigrasi (3 bulan)
Inkubasi bisnis
Pembinaan kelompok wirausaha transmigrasi (5 tahun)
Pengembangan himpunan wirausaha transmigrasi
Pelatihan Dasar
Pendampingan bagi pengembangan usaha
(pengembangan inovasi teknologi, akses permodalan, dan kemitraan) Kementerian
Pemberdayaan Perempuan &
Perlindungan Anak
Pelatihan Industri Rumahan (5 hari)
Pelatihan Industri Rumahan (5 hari)
Pemerintah Daerah
Sosialisasi/
pemasyarakatan wirausaha
Pelatihan kewirausahaan (2 hari)
Fasilitasi inkubator pengembangan teknologi dan bisnis
Pelatihan Kewirausahaan
Pengembangan kemitraan:
intermediasi dengan
BUMN/Perbankan dalam fasilitasi PKBL, kerja sama pengembangan usaha dengan swasta, temu bisnis dengan buyer, dan sinergi kegiatan pengembangan kewirausahaan antar dinas terkait
Pendampingan bagi pengembangan usaha: sosialisasi peraturan perundang- undangan terkait, penguatan basis data wirausaha daerah, fasilitasi infrastruktur (modul pelatihan, buku panduan pengembangan usaha, pendaftaran merek, dan
sertifikasi produk)
Pilar pelaksana
Masyarakat umum Calon wirausaha Wirausaha baru Wirausaha mapan Badan
Ekonomi Kreatif
Pelatihan kewirausahaan melalui pola kurasi Kementerian
Komunikasi dan
Informatika
Fasilitasi infrastuktur teknologi, informasi, dan komunikasi
Catatan: Berbagai program dan praktik pada di atas didasarkan pada kegiatan yang telah dijalankan dan penamaan program atau kegiatan dapat berbeda namun esensi kegiatannya adalah seperti yang tertulis dalam masing-masing kolom.
Berdasarkan berbagai praktik baik dan tahap-tahap pengembangan kewirausahaan seperti yang telah dituliskan pada Tabel 7, disusun rancangan proses bisnis untuk setiap tahap pengembangan kewirausahaan. Tabel 7 juga menunjukkan kriteria dan indikator yang perlu dikembangkan untuk mengevaluasi capaian dari tahapan pengembangan kewirausahaan.
Tabel 7
Kriteria Pencapaian Program dan Indikator Capaian Masyarakat
umum
Calon wirausaha
Wirausaha baru Wirausaha mapan
Fokus program pengembangan kewirausahaan
Pemasyaraka -tan ide usaha untuk pra- wirausaha
Penciptaan wirausaha baru dengan memfasilitas i ide usaha (inkubasi bisnis, pendamping an dan pendanaan).
Penciptaan wirausaha mapan dengan program inkubasi bisnis
Penciptaan wirausaha mapan dengan penguatan usaha dan penciptaan infrastruktur dan
pendanaan pinjaman
Peningkatan skala usaha dengan peningkatan kapasitas bagi wirausaha mapan
Penciptaan mentor usaha
Periode pelaksanaan program
1 tahun program intra- atau ekstra- kurikular sekolah, atau
maksimum 2 hari untuk sosialisasi/
seminar/
lokakarya/
bimbingan teknis
1 hari s.d. 5 hari untuk sosialisasi/
seminar/
lokakarya/
bimbingan teknis
1 tahun – 2,5 tahun (disesuaikan dengan jenis kewirausahaan)
2 hari – 2 minggu tergantung program
Maksimal 10 hari
Pendampingan 6 bulan 1 tahun 6 bulan
Kriteria pencapaian program
Banyaknya ide dan kesempatan usaha baru
Banyaknya wirausaha baru yang bertahan
Peningkatan kontribusi pada perekono- mian
Peningkatan jumlah wirausaha yang “naik kelas”
menjadi mapan
Masyarakat umum
Calon wirausaha
Wirausaha baru Wirausaha mapan
Fokus program pengembangan kewirausahaan
Pemasyaraka -tan ide usaha untuk pra- wirausaha
Penciptaan wirausaha baru dengan memfasilitas i ide usaha (inkubasi bisnis, pendamping an dan pendanaan).
Penciptaan wirausaha mapan dengan program inkubasi bisnis
Penciptaan wirausaha mapan dengan penguatan usaha dan penciptaan infrastruktur dan
pendanaan pinjaman
Peningkatan skala usaha dengan peningkatan kapasitas bagi wirausaha mapan
Penciptaan mentor usaha
Indikator pencapaian program
Jumlah peserta pemasyara- katan
Jumlah ide tercipta untuk usaha baru
Jumlah wirausaha baru yang bertahan
“Survival rate” atau tingkat bertahan dalam minimal 1 tahun setelah menerima fasilitasi Pemerintah
Jumlah wirausaha baru yang mendapat- kan penyertaan modal
Persentase penyerapan dana pinjaman lembaga peminjam/
bank/
ventura
Persentase NPL
Persentase peningkat- an omset
Persentase peningka- tan 1 tenaga kerja per tahun dari usaha mapan
Persentase peningkat- an omset dan aset usaha per tahun dari usaha mapan
Persentase peningka- tan 1 tenaga kerja per tahun dari usaha mapan
Persentase peningkat- an omset dan aset usaha per tahun dari usaha mapan
Jadwal evaluasi pencapaian program
Setelah program
Setelah program
1 tahun setelah pelaksanaan program
Maksimum 2,5 (30 bulan) tahun setelah pelaksanaan program
1 tahun setelah pelaksanaan program
1 tahun setelah pelaksanaan program
Masyarakat umum
Calon wirausaha
Wirausaha baru Wirausaha mapan
Fokus program pengembangan kewirausahaan
Pemasyaraka -tan ide usaha untuk pra- wirausaha
Penciptaan wirausaha baru dengan memfasilitas i ide usaha (inkubasi bisnis, pendamping an dan pendanaan).
Penciptaan wirausaha mapan dengan program inkubasi bisnis
Penciptaan wirausaha mapan dengan penguatan usaha dan penciptaan infrastruktur dan
pendanaan pinjaman
Peningkatan skala usaha dengan peningkatan kapasitas bagi wirausaha mapan
Penciptaan mentor usaha
Catatan khusus Perlu klausul khusus yang akan
mencakup kriteria-kriteria yang lebih mendetil untuk wirausaha teknologi, wirausaha sosial, dan berbagai kategori atau sector wirausaha sesuai dengan peraturan perundangan.
Perlu klausul khusus untuk mencakup tipe wirausaha yang: ambisius (growth), berbasis teknologi maju dan/atau wirausaha social atau dapat ditambahkan sesuai dengan kebutuhan sektor yang didasarkan pada peraturan yang berlaku.
Program pengembangan kewirausahaan yang tertera pada Tabel 7 selanjutnya dijelaskan dalam prosedur operasional baku, termasuk dengan berbagai klausul khusus untuk kondisi dan kriteria yang lebih spesifik sesuai dengan tahap perkembangan dan jenis kewirausahaan. Sebagai contoh, untuk tahap dini bagi calon wirausaha, lingkungan yang mendukung (nutrient-rich environment) yang didasari pada norma sosial dan budaya yang mendukung ekosistem kewirausahaan adalah hal yang perlu ditekankan. Upaya ini perlu menjadi bagian dalam pengembangan kewirausahaan, namun belum menjadi program yang perlu pengaturan dalam bentuk prosedur dan indikator pencapaian yang khusus.
Cara atau proses penguatan karakter untuk berwirausaha di tahap dini melalui pendekatan baik budaya, sosial dan ekonomi, misalnya dapat dilakukan melalui:
1. Pendidikan keluarga dan masyarakat, termasuk persepsi wirausaha sebagai pilihan karir yang menjanjikan;
2. Kaderisasi budaya perusahaan melalui organisasi kemasyarakatan;
3. Pemasyarakatan kewirausahaan dan budaya usaha melalui pendidikan; dan
4. Penyebarluasan dan kemudahan akses informasi dan pengetahuan, terutama contoh- contoh wirausaha sukses, informasi peluang berwirausaha dan informasi pengelolaan usaha.
Beberapa kisah sukses untuk penerapan tahap-tahap pengembangan kewirausahaan dijelaskan dalam Tabel 8. Tabel ini dibuat untuk menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengembangan kewirausahaan dapat berjalan dengan baik melalui sinergi antar organisasi atau institusi.
Tabel 8
Kisah sukses penerapan kegiatan pengembangan kewirausahaan
Masyarakat umum Calon wirausaha Wirausaha baru Wirausaha mapan Program
pengembangan kewirausahaan
Pemasyarakatan ide usaha untuk pra-wirausaha
Penciptaan wirausaha baru dengan
memfasilitasi ide usaha (inkubasi bisnis,
pendampingan dan pendanaan).
Penciptaan wirausaha mapan dengan program inkubasi bisnis
Penciptaan wirausaha mapan dengan penguatan usaha dan penciptaan
infrastruktur dan pendanaan pinjaman
Peningkatan skala usaha dengan peningkatan kapasitas bagi wirausaha mapan
Contoh pelaksanaan
Program Kreativitas Mahasiswa untuk peningkatan kesadaran akan masyarakat
dan/atau ide usaha (khususnya untuk program PKM-K untuk
kewirausahaan). Ide PKM diseleksi untuk
dipresentasikan pada PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).
i-STEP (Student Entrepremeurship Program) RAMP (Recognition and Mentoring Program)
Inkubasi bisnis melalui program mentoring (INOTEK Mentoring Program sebagai bentuk out- wall incubation)
Program SCORE (Kesinambungan Daya Saing dan Tanggung Jawab Perusahaan) untuk UKM/IKM yang lebih baik, produktif dan kompetitif.
Executing agency &
Implementing agency
Executing agency:
Kemenristek-dikti Implementing agency: Universitas
Implementing agency:
Akselerasi.id Institut Pertanian Bogor dengan dana dari the Lemelson Foundation
Implementing agency:
Yayasan INOTEK (Lembaga nirlaba) dengan dana dari the Lemelson Foundation
Kerja sama antara ILO (International Labour
Organization) dan Kemenakertrans dan Apindo dab serikat buruh nasional.
Masyarakat umum Calon wirausaha Wirausaha baru Wirausaha mapan Program
pengembangan kewirausahaan
Pemasyarakatan ide usaha untuk pra-wirausaha
Penciptaan wirausaha baru dengan
memfasilitasi ide usaha (inkubasi bisnis,
pendampingan dan pendanaan).
Penciptaan wirausaha mapan dengan program inkubasi bisnis
Penciptaan wirausaha mapan dengan penguatan usaha dan penciptaan
infrastruktur dan pendanaan pinjaman
Peningkatan skala usaha dengan peningkatan kapasitas bagi wirausaha mapan
Testimoni dan catatan mengenai pelaksanaan kegiatan
“saya melihat PIMNAS dan PKM memanng bukan sebagai ajang yang prestigious
melainkan bukti nyata kita dalam upaya membenahi permasalahan di Indonesia….
PIMNAS sebagai ajang akselerasi kita untuk memunculkan bermacam
kreatifitas…” (Wegit Triantoro,
mahasiswa UI, dikutip dari
mahasiswa.ui.ac.id)
“Dalam i-STEP 2011, mahasiswa diberikan pelatihan yang terstruktur dan mendalam untuk membantu peserta mulai dari
membangkitkan dan
memformulasikan ide-ide,
mengembangkan teknologi menjadi produk,
memproteksi hasil temuan,
membentuk bisnis, memasarkan, mengelola pembiayaan dan keuangan, serta memperluas dampaknya bagi masyarakat.”
(www.ramp-
ipb.org/en/istep/pa st_istep/21)
“Dengan ikut mentoring INOTEK, selain mendapatkan dana hibah yang sangat membantu untuk peningkatan produksi, juga difasilitasi pelatihan- pelatihan yang memang kita sedang perlukan. Program ini sangat membantu startup company seperti saya. Pada saat itu, kami benar- benar tidak ada pegangan dan tempat bertanya apa yang harus dilakukan.”
(Ratna, Bumibraja Nusantara,
wawancara personal)
“Tiga bulan setelah mengikuti program pelatihan SCORE, kami dapat memperluas pangsa pasar dan menguasai pasar local berkat peningkatan produktivitas kami” (Niko Sugiharto, Makassar, dikutip dari ilo.org)