• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model John Elliott

MODEL-MODEL PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN

C. Model John Elliott

PRENADAMEDIA GROUP

lebih khusus, refleksi maksudnya adalah proses yang di- lakukan dengan sengaja untuk mengungkap bagaimana orang mentransformasi praktik mereka dengan menggu- nakan siklus spiral dari tindakan dan refleksi kritis, meng- kaji bagaimana hubungan refleksif antara praktik kerja seorang individu dan masyarakat sosial, pengetahuan tentang pekerjaan mereka, struktur sosial yang mem- bentuk dan menghambat praktik, dan media sosial yang mengungkapkan praktik tersebut, baik yang merepresen- tasikan realitas yang sebenar nya maupun yang tidak.

Bertujuan untuk mentransformasikan teori dan prak- tik. Trans formasi ini bertujuan untuk mengartikulasi dan mengembangkan masing-masing teori dan praktik me- lalui alasan kritis dengan mengkaji konsekuensi yang di- timbulkannya. Dalam hal ini, transformasi antara tori dan praktik yang digunakan oleh praktisi dan orang lain yang perspektif dan praktiknya mem bentuk kondisi kehidupan dan pekerjaan dalam bidang-bidang khusus yang bersi- fat lokal. Dengan kata lain, transformasi yang dimaksud merujuk pada bagaimana menghubungkan hal-hal yang berskala lokal dan global dengan memegang teguh pada slogan personal is political (pribadi ialah politis).

PRENADAMEDIA GROUP

kurikulum ber basis sekolah pada 1960-an di sekolah-sekolah menengah modern di Inggris. John Elliott berusaha mencoba menolak pandangan umum yang mengatakan bahwa peruba- han fungsi guru sebagai peneliti diawali dan diprakarsai oleh para akademisi dari sektor pendidikan tinggi.

Dalam perspektif teori dan praktik, kebanyakan praktik kuri kulum tidak terbangun dari teori kurikulum yang diuji secara terpisah dari praktik itu. Padahal, teori dan praktik ti- dak dapat dipisahkan satu sama lain. Oleh karena itu, Elliott mencoba menguji kurikulum termasuk dengan berbagai teori yang menopangnya. Walaupun dia (Elliott) tidak bermaksud melakukan penelitian apa lagi dengan penelitian tindakan, tetapi dia mengajukan sejumlah hipotesis yang kemudian di- ikuti dengan pengumpulan data empiris tentang dampak yang ditimbulkan serta menggunakannya sebagai dasar teori dalam konteks pertanggungjawaban kepada para koleganya. Namun demikian, konsep mengajar secara refleksif merupakan suatu bentuk penyelidikan dalam pendidikan yang diperoleh secara intuitif melalui pengalaman dari proses inovasi. Jadi, peneliti- annya sama sekali tidak sistematik karena hanya merupakan respons ketika munculnya perta nyaan dan isu-isu khusus.

Tetapi paling tidak begitulah jalan yang ditempuh oleh guru sebagai peneliti dalam merespons isu yang dihadapinya.

Dalam konteks kebijakan, John Elliott, merujuk pada ke- bijakan pemerintah Inggris dalam hubungannya dengan pe- nilaian kinerja guru, baik di tingkat sekolah maupun tenaga pendidikan di perguruan tinggi pada sekitar 1980-an. Peme- rintah menetapkan penilaian kinerja dalam rangka menja- lankan kebijakan nasional pada lembaga pendidikan. Kebi- jakan itu diambil untuk mengontrol kualitas kinerja guru di satu sisi, karena berkaitan dengan kelayakan pembayaran guru yang berdasarkan pada kinerja di sisi lain. Tampaknya

PRENADAMEDIA GROUP

PRENADAMEDIA GROUP

kebijakan tersebut tidak diterima baik oleh guru, karena se- cara birokratis hanya melegitimasi penilaian dari pada ide di balik upaya peningkatan kinerja guru itu sendiri. Lebih dari itu, seharusnya guru dan sekolah mene kankan pada kondisi ruang kelas yang terfokus pada belajar profesional bersamaan dengan pengembangan karier sebagai tujuan utama penilaian.

Dalam hubungannya dengan hal inilah penelitian John Elliot dilakukan dengan maksud untuk pengembangan profesional- isme guru, sehingga terjalin negosiasi antara legitimasi kebi- jakan dan pengem bangan budaya profesional.

John Elliott melakukan revisi terhadap model Kurt Lewin dengan mempertimbangkan objek kajian yang sedikit berbeda.

Fokus revisinya terletak pada tiga kategori, yaitu:

• Ide utama seharusnya diubah menjadi mengidentifikasi ide awal.

• Menyelidiki atau tinjauan seharusnya melibatkan analisis dan temuan fakta secara terus-menerus berulang dalam aktivitas ber bentuk spiral daripada terjadi pada bagian awal saja.

• Implementasi dari langkah tindakan tidak selalu mudah, seharus nya tidak langsung berlanjut pada mengevaluasi dampak dari suatu tindakan sebelum dimonitori (diawa- si) tingkat atau luasnya dampak tindakan yang diimple- mentasikan. Oleh karena itu, perlu adanya suatu tahapan mengawasi implementasi dan dampak.

Pertama, mengidentifikasi dan mengklarifikasi ide umum meru juk pada pernyataan yang menghubungkan suatu ide dengan tindakan. Dengan kata lain, bahwa ide umum itu meru- pakan pernyataan tentang suatu kondisi atau situasi dari suatu objek yang hendak diubah atau diperbaiki melalui tahapan tindakan. Kedua, penyelidikan atau tinjauan (reconnaissance)

PRENADAMEDIA GROUP

PRENADAMEDIA GROUP

dapat dibagi ke dalam dua langkah, yakni: (1) mendeskripsi- kan fakta dari suatu situasi termasuk berbagai persoal an yang sungguh-sungguh dihadapi oleh baik guru maupun peserta didik; (2) menjelaskan fakta atau kondisi objektif dari suatu situasi.

Ketiga, mengawasi implementasi dan dampak merupakan bagian yang harus dilakukan lebih dahulu sebelum sampai pada tahap penyelidikan dengan maksud untuk menjelaskan implementasi dan dampak.

INITIAL IDEA RECONNAISSANCE

(Fact Finding) GENERAL PLAN

STEP 1 STEP 2

IMPLEMENT STEP 1

EVALUATE AMENDED

PLAN STEP 1 STEP 2

IMPLEMENT STEP 2

EVALUATE Etc

Gambar 3.3 Model Spiral Lewin yang Direvisi

Penulis dapat menerima ketika John Elliott menambah- kan satu langkah seperti mengawasi implementasi dan dam- pak dari suatu tin dakan sebelum sampai pada tahap evaluasi.

Tetapi dengan memasuk kan penyelidikan atau tinjauan de-

PRENADAMEDIA GROUP

PRENADAMEDIA GROUP

ngan maksud untuk menjelaskan kegagalan, dan dampaknya kemudian menghilangkan tahap evaluasi merupakan sesuatu yang perlu direvisi kembali. Hal ini dilakukan meng ingat taha- pan evaluasi bukan hanya untuk menjelaskan kegagalan dan dampaknya, melainkan juga menjelaskan sejauh mana tindak- an itu memberi kontribusi pada perbaikan hasil yang dicapai.

Oleh karena itu, penulis lebih cenderung menggantikan tahap tinjauan di akhir tindakan itu dengan evaluasi.