MODEL-MODEL PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN
E. Model Stringer
PRENADAMEDIA GROUP
lainkan harus berwujud pada kegiatan tindak lanjut disertai upaya monitoring, refleksi, dan evaluasi. Komit men harus te- rintegrasi dalam suatu perencanaan, proses pelaksanaan, dan pencapaian hasil.
Dalam penelitian tindakan unsur-unsur komunikasi, koor- dinasi kerja sama, dan komitmen dapat membawa dampak po- sitif bagi keber langsungan proses perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus, terpadu, sistemik, dan sistematik.
PRENADAMEDIA GROUP
aktif dan kreatif. Aktif karena proses penyelidikan dilakukan secara terus-menerus sampai berbagai persoalan itu dapat diatasi. Dikatakan kreatif karena proses pengamatan dan pe- nyelidikan yang berlangsung secara berulang-ulang dan ber- kesinambungan itu bertu juan untuk menemukan sesuatu yang dapat dikembangkan ke arah perbaikan secara menyeluruh.
Dengan demikian, action research dan action learning me- rupakan proses paralel yang membawa pendidik dan peserta didik bekerja bersama-sama dalam menciptakan proses pem- belajaran yang efektif. Artinya, bagaimana pendidik meng- gunakan langkah-langkah atau siklus seperti look, untuk me ngumpulkan informasi dan mengamati peserta didik; ke- mudian think, untuk merefleksi dan menganalisis aktivitas peserta didik; dan act, untuk membuat perencanaan, menga- jar, dan mengevaluasi hasil belajar peserta didik.
Dengan melihat kerangka berpikir dalam melaksanaan peneli tian tindakan dan pembelajaran aktif menunjukkan, bahwa penelitian tindakan merupakan proses penyelidikan sistematis yang membantu pendidik untuk menformulasi pembelajaran dan mengevaluasi hasil belajar. Selain itu, guru juga dapat mengkaji berbagai isu seputar bahan ajar yang di- gunakan untuk mengakomodasi pembelajaran aktif dalam memperoleh hasil belajar yang efektif. Proses penyelidikan yang dilakukan oleh guru membutuhkan ketelitian dalam me- nyeleksi isu yang dianggap perlu untuk dijadikan fokus kajian.
Untuk membantu guru dalam menyeleksi isu-isu penting yang betul-betul menjadi permasalahan fundamental dalam pelak- sanaan pembe lajaran dapat diawali dengan pertanyaan-per- tanyaan sebagai berikut:
• Bagaimana karakteristik dan kualitas peserta didik saat ini?
• Apa yang seharusnya mereka pelajari?
PRENADAMEDIA GROUP
PRENADAMEDIA GROUP
• Bagaimana mereka mempelajari sesuatu?
• Bagaimana mengetahui kemampuan dan perkembangan peserta didik dalam hubungannya dengan yang mereka pelajari?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini merupakan pertanya- an pene litian yang mendasari penyelidikan sebagai dasar un- tuk melakukan eksplorasi lebih jauh dalam merencanakan strategi pembelajaran efektif yang dilaksanakan dalam ruang kelas. Setelah guru melaksanakan pembelajarannya, dia me- monitori perkembangan peserta didik dengan menggunakan siklus penelitian tindakan seperti mengobservasi aktivitas peserta didik, mengukur kinerja, dan mempersiapkan umpan balik yang sesuai.
Pertanyaan lain pun dapat diajukan untuk mengkaji se- cara mendalam tentang ketercapaian suatu tujuan yang telah didesain dan kemungkinan adanya masalah fundamental yang menghambat proses pencapaian hasil yang diinginkan.
Hampir sama dengan proses yang terjadi dalam pene- litian tindakan seperti dijelaskan di atas, proses penyelidikan dalam belajar aktif juga dapat membantu peserta didik dalam membentuk dan mela kukan aktivitas yang diawali dengan be- berapa pertanyaan. Bermula dari topik, isu, atau berbagai per- soalan yang dihadapi khususnya yang berhubungan dengan batang tubuh ilmu pengetahuan yang dikaji, atau serangkaian konsep, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan seperti di bawah ini:
• Apa yang perlu saya pelajari? Apa yang saya butuhkan un- tuk diketahui atau yang dapat saya lakukan?
• Bagaimana saya belajar semua itu?
• Bagaimana saya menunjukkan bahwa saya telah mem- pelajari semua konsep itu?
PRENADAMEDIA GROUP
PRENADAMEDIA GROUP
• Apa saja yang telah saya kuasai dan yang belum saya pa- hami sehingga membutuhkan proses belajar lebih lanjut?
Proses belajar yang melibatkan cara eksplorasi dengan menga jukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang sedang atau telah dipelajari, dapat memberikan kesadar- an yang mendalam terhadap peserta didik untuk menguji pe- nguasaan tentang sesuatu hal dalam rangka mendapatkan ha- sil belajar yang maksimal sebagai tujuan pembelajaran yang efektif. Di sinilah perlunya melaksanakan penye lidikan yang paralel antara action research di satu sisi dan action learning di sisi lain. Penelitian tindakan di sini yaitu proses pelak sanaan penyelidikan sistemik dengan menggunakan siklus look, think, dan act yang dilakukan oleh guru. Adapun, yang dimaksud dengan belajar aktif dalam hal ini yaitu penyelidikan sistema- tik dengan menggunakan siklus look, think, dan act yang di- lakukan oleh peserta didik.
Kedua proses tersebut berjalan seiring walaupun dalam realitas menunjukkan bahwa belajar aktif melibatkan guru dalam perencanaan pembelajaran dan menciptakan sistem advokasi dalam mengakomodasi proses belajar peserta didik.
Pada Gambar 3.4 di halaman berikut ini diilustrasikan proses paralel penelitian tindakan dan belajar aktif yang diadopsi dari Stringer, Christensen, dan Baldwin (2009 : 11).
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membahas secara menda lam tentang proses belajar aktif, tetapi hanya untuk menunjukkan betapa kedua proses penelitian tindakan dan belajar aktif itu berjalan secara paralel.
Dalam hubungannya dengan penelitian tindakan, Stri- nger (2007) memperlihatkan model spiral interaktif yang merupa kan kombinasi dari proses look, think, dan act seba- gaimana telah disinggung sebelum nya. Proses ini merupakan proses yang berlangsung secara terus-menerus sampai dite-
PRENADAMEDIA GROUP
PRENADAMEDIA GROUP
mukan pencapaian hasil yang diinginkan. Artinya, jika target yang hendak dicapai belum menunjukkan hasil yang memadai, maka dapat diulangi hingga beberapa kali sehingga perbaikan dapat dilakukan sesuai dengan standar yang ditentukan. Ada- pun model spiral interaktif yang dimaksud dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.5 Siklus Penelitian Tindakan Model Interaktif Spiral
Sumber: Stringer (2007 : 9).
Gambar 3.4 Proses Paralel Penelitian Tindakan dan Belajar Aktif
Diadopsi dari Stringer, Christensen, dan Baldwin (2009 : 11).
PENELITIAN TINDAKAN Guru
Melihat (mengumpulkan informasi)
Mengobservasi aktivitas belajar peserta didik.
Memikirkan (merefleksi & menganalisis)
Mengukur kinerja peserta didik.
Berbuat (mengambil tindakan) Mempersiapkan umpan balik
kepada peserta didik
BELAJAR AKTIF Peserta didik
Melihat (mengumpulkan informasi)
Memperoleh informasi dengan melihat, mendengar & melakukan.
Memikirkan (merefleksi & menganalisis)
Memproses informasi:
mengingat, menyeleksi &
mengelola.
Berbuat (mengambil tindakan) Melakukan aktivitas dan
mendemonstrasikan kemampuan.
PRENADAMEDIA GROUP
PRENADAMEDIA GROUP
Walaupun proses penelitian tindakan model interaktif spiral disajikan dalam bentuk format linier seperti digambar- kan di atas, bukan berarti dipahami dalam bentuk tataran atau tingkatan, tetapi harus dipahami sebagai rangkaian proses melihat, memikirkan, dan menindaki dalam bentuk siklus yang berjalan secara berkesinambung an. Artinya, jika hasil yang i ngin dicapai belum dapat diwujudkan setelah diberi tindakan pada siklus pertama, maka perlu dilanjutkan dengan aktivitas lain yang dapat memperbaiki keadaan. Proses ini berlangsung hingga sampai ditemukan hasil perbaikan berdasarkan target yang diinginkan.