• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Regresi Linier Sederhana

BAB V PENUTUP

D. Hasil Pengujian Hipotesis 1. Uji Asumsi Klasik

2. Model Regresi Linier Sederhana

Analisis regresi linier digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh antara brand ambassador dan brand image secara parsial terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo.

Hasil pengujiannya adalah sebagai berikut:

a. Pengaruh Brand Ambassador (X1) Terhadap Impulsive Buying (Y)

9 Nazaruddin dan Basuki, Analisis Statistik dengan SPSS, 105.

1) Model

Tabel 4. 13: Hasil Regresi Linier Sederhana (𝑋1) Terhadap Y

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta 1

(Constant) 1.568 1.770 .886 .378

Brand

Ambassador .671 .104 .553 6.433 .000

a. Dependent Variable: Impulsive Buying

Sumber: Data diolah dengan SPSS 20, 2023.

Berdasarkan hasil uji dari tabel 4.13 di atas maka dapat dirumuskan persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 1,568 + 0,671X1 + e Konstanta (𝐛𝟎)

Nilai konstanta (𝐛𝟎) sebesar 1,568 menunjukkan bahwa apabila variabel independen X1 nol atau tidak ada maka impulsive buying adalah 1,568.

Konstanta (𝐛𝟏) untuk variabel 𝐗𝟏 (Brand Ambassador)

Besarnya nilai koefisien regeresi (b1) sebesar 0,671 dapat diartikan bahwa variabel independen X1 yaitu brand ambassador mempunyai pengaruh signifikan dan bersifat positif terhadap variabel dependen (Y) yaitu impulsive buying. Jika brand ambassador naik sebesar satu satuan maka impulsive buying mengalami kenaikan 0,671 dengan asumsi variabel lain tetap.

2) Uji – t

Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh X1 terhadap Y. Hipotesis yang digunakan untuk X1 adalah sebagai berikut:

Ho1: Brand ambassador tidak berpengaruh terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo.

Ha1: Brand ambassador berpengaruh terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo.

Tingkat signifikansi yang akan digunakan adalah 0,05 dengan kriteria jika | thitung | > ttabel atau Sig. < α maka Ha1 diterima dan Ho1 ditolak, juga dapat diartikan bahwa variabel X1 berpengaruh secara signifikan terhadap Y.10 Hasil uji-t dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 14: Hasil Uji t 𝑋1 Terhadap Y

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta 1

(Constant) 1.568 1.770 .886 .378

Brand

Ambassador .671 .104 .553 6.433 .000

a. Dependent Variable: Impulsive Buying

Sumber: Data diolah dengan SPSS 20, 2023.

10 Sujarweni, Metode Penelitian Bisnis dan Ekonomi, 162.

Berdasarkan hasil uji dari tabel 4.14 di atas dapat dirumuskan persamaan regresi X1 terhadap Y menghasilkan nilai signifikansi uji-t sebesar 0,000 < 0,05 (α = 5%) sehingga Ha1 diterima dan Ho1 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa brand

ambassador berpengaruh terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo. Selanjutnya nilai koefisien regresinya sebesar 6,433 memiliki arti brand ambassador mempunyai arah pengaruh positif terhadap impulsive buying, sehingga arah pengaruh positif yang dihasilkan adalah signifikan.

3) Koefisien Determinasi

Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh X1 terhadap Y dapat diketahui dengan menghitung nilai Rsquare (koefisien determinasi).11 Nilai Rsquare hasil penguaian regresi linier sederhana adalah sebagai berikut:

Tabel 4. 15: Hasil Koefisien Determinasi (𝑋1)Terhadap Y Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .553a .306 .298 2.18646

a. Predictors: (Constant), Brand Ambassador Sumber: Data diolah dengan SPSS 20, 2023.

11 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, 84.

Berdasarkan hasil uji dari tabel 4.15 di atas dapat diketahui bahwa nilai R yang di peroleh sebesar 0,553 menunjukkan bahwa brand ambassador memiliki hubungan positif terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo. Nilai Rsquare yang diperoleh sebesar 0,306 memiliki arti bahwa brand ambassador memiliki pengaruh sebesar 30,6% berpengaruh terhadap impulsive buying dan 69,4% dipengaruhi oleh faktor lain.

b. Pengaruh Brand Image (X2) Terhadap Impulsive Buying (Y) 1) Model

Tabel 4. 16: Hasil Regresi Linier Sederhana (𝑋2) Terhadap Y Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std.

Error

Beta

1

(Constant) -.161 1.738 -.093 .926 Brand

Image .750 .099 .614 7.551 .000

a. Dependent Variable: Impulsive Buying Sumber: Data diolah dengan SPSS 20, 2023.

Berdasarkan hasil uji tabel 4.16 di atas dapat dirumuskan persamaan regresi sebagai berikut:

Y = - 0,161 + 0,750𝐗𝟐 + e Konstanta (𝐛𝟎)

Nilai konstanta (b0) sebesar -0,161 menunjukkan bahwa apabila variabel independen X2 nol atau tidak ada maka impulsive buying adalah -0,161.

Konstanta (𝐛𝟏) untuk variabel 𝐗𝟐 (Brand Image)

Besarnya nilai koefisien regeresi (b1) sebesar 0,750 dapat diartikan bahwa variabel independen X2 yaitu brand image mempunyai pengaruh signifikan dan bersifat positif terhadap variabel dependen (Y) yaitu impulsive buying. Jika brand image naik sebesar 1 satuan maka impulsive buying mengalami kenaikan 0,750 dengan asumsi variabel lain tetap.

2) Uji – t

Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh X2 terhadap Y. Hipotesis yang digunakan untuk X2 adalah sebagai berikut:

H02: Brand image tidak berpengaruh terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo.

Ha2: Brand image berpengaruh terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo.

Tingkat signifikansi yang akan digunakan adalah 0,05 dengan kriteria jika | thitung | > ttabel l atau Sig. < α maka Ha2 diterima dan Ho2 ditolak, juga dapat diartikan bahwa

variabel X2 berpengaruh secara signifikan terhadap Y.12 Hasil uji-t dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 17: Hasil Uji t 𝑋2 Terhadap Y Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std.

Error

Beta

1

(Constant) -.161 1.738 -.093 .926 Brand

Image .750 .099 .614 7.551 .000

a. Dependent Variable: Impulsive Buying Sumber: Data diolah dengan SPSS 20, 2023.

Berdasarkan hasil uji dari tabel 4.17 di atas maka dapat dirumuskan persamaan regresi X2 terhadap Y menghasilkan nilai signifikansi uji t sebesar 0,000 < 0,05 (α = 5%) sehingga Ha2 diterima dn Ho1 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa brand image berpengaruh terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo. Selanjutnya nilai koefisien regresinya sebesar 7,551 memiliki arti brand image mempunyai arah pengaruh positif terhadap impulsive buying, sehingga arah pengaruh positif yang dihasilkan adalah signifikan.

3) Koefisien Determinasi

Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh X2 terhadap Y dapat diketahui dengan menghitung nilai Rsquare

12 Sujarweni, Metode Penelitian Bisnis dan Ekonomi, 162.

(koefisien determinasi). Nilai Rsquare hasil penguaian regresi linier sederhana adalah sebagai berikut:

Tabel 4. 18: Hasil Koefisien Determinasi 𝑋2 Terhadap Y Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .614a .378 .371 2.07028

a. Predictors: (Constant), Brand Image Sumber: Data primer diolah SPSS 20, 2023.

Berdasarkan hasil uji pada tabel 4.18 di atas dapat diketahui bahwa nilai R yang di peroleh sebesar 0,614 menunjukkan bahwa brand image memiliki hubungan positif terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo. Nilai Rsquare yang diperoleh sebesar 0,378 memiliki arti bahwa brand image memiliki pengaruh sebesar 37,8% berpengaruh terhadap impulsive buying dan 62,2% dipengaruhi oleh faktor lain.

3. Model Regresi Linier Berganda a. Model

Tabel 4.19: Hasil Model Regresi Linier Berganda 𝑋1 dan 𝑋2 Terhadap Y

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std.

Error

Beta

1

(Constant) -1.871 1.824 -1.026 .308

Brand Ambassador (X1) .319 .127 .263 2.502 .014 Brand Image (X2) .540 .128 .442 4.208 .000 a. Dependent Variable: Impulsive Buying (Y)

Sumber: Data diolah dengan SPSS 20, 2023.

Berdasarkan hasil uji dari tabel 4.19 di atas maka dapat dirumuskan persamaan regresi sebagai berikut:

Y = -1,871 + 0,319𝐗𝟏 + 0,540𝐗𝟐 + e Konstanta (𝐛𝟎)

Nilai konstanta (b0) sebesar -1,871 menunjukkan bahwa apabila variabel independen X1 dan X2 nol atau tidak ada maka impulsive buying adalah -1,871 satuan.

Konstanta (𝐛𝟏) untuk variabel 𝐗𝟏 (Brand Ambassador)

Besarnya nilai koefisien regeresi (b1) sebesar 0,319 dapat diartikan bahwa variabel independen X1 yaitu brand ambassador mempunyai pengaruh signifikan dan bersifat positif terhadap variabel dependen (Y) yaitu impulsive buying.

Konstanta (𝐛𝟏) untuk variabel 𝐗𝟐 (Brand Image)

Besarnya nilai koefisien regeresi (b1) sebesar 0,540 dapat diartikan bahwa variabel independen X2 yaitu brand image mempunyai pengaruh signifikan dan bersifat positif terhadap variabel dependen (Y) yaitu impulsive buying.

b. Uji-F

Uji signifikan simultan (Uji F) dilakukan untuk mengetahui apakah variabel X secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel Y, hipotesisnya adalah sebagai berikut:

H𝑜3: Brand ambassador dan brand image tidak berpengaruh terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo.

H𝑎3: Brand ambassador dan brand image berpengaruh terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo.

Adapun dasar pengambilan keputusan uji F adalah sebagai berikut:

Berdasarkan nilai signifikansi:

1) Jika nilai Sig. < 0,05 maka hipotesis diterima, artinya variabel X secara simultan berpengaruh terhadap variabel Y.

2) Jika nilai Sig. > 0,05 maka hipotesis ditolak, artinya variabel X secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel Y.

Berdasarkan perbandingan nilai F hitung dengan F tabel:

1) Jika nilai f hitung > f tabel , maka hipotesis diterima. Artinya variabel X secara simultan berpengaruh terhadap variabel Y.

2) Jika nilai f hitung < f tabel , maka hipotesis ditolak. Artinya variabel X secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel Y.13

Hasil uji F dengan menggunakan alat bantu komputer dengan program IBM SPSS 20 ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 4. 20: Hasil Uji F Variabel 𝑋1 dan 𝑋2 Terhadap Y ANOVAa

13 Sujarweni, 160.

Model

Sum of Squares

df Mean Square

F Sig.

1

Regression 269.751 2 134.876 33.229 .000b Residual 377.488 93 4.059

Total 647.240 95

a. Dependent Variable: Impulsive Buying (Y)

b. Predictors: (Constant), Brand Image (X2), Brand Ambassador (X1)

Sumber: Data diolah dengan SPSS 20, 2023.

Berdasarkan hasil uji dari tabel 4.20 di atas, diketahui nilai Sig. adalah sebesar 0,000. Karena nilai Sig. 0,000 < 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji f dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima atau dengan kata lain Brand Ambassador (X1) dan Brand Image (X2) secara simultan berpengaruh terhadap Impulsive Buying (Y).

c. Uji-t

Uji t adalah pengujian koefisien regresi parsial individual yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X) secara individual memengaruhi variabel dependen (Y)14, hipotesisnya adalah sebagai berikut:

H𝑜3: Brand ambassador dan brand image tidak berpengaruh terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo.

14 Sujarweni, 161.

H𝑎3: Brand ambassador dan brand image berpengaruh terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo.

Adapun acuan yang dapat digunakan dalam dasar pengambilan keputusan adalah:

3) Apabila t hitung > t tabel atau t statistik < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

4) Apabila t hitung < t tabel atau t statistik > 0,05, maka Ha ditolak dan Ho diterima, berarti tidak terdapat pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Hasil uji t dengan menggunakan alat bantu komputer dengan program IBM SPSS 20 ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 4. 21: Hasil Uji t Variabel 𝑋1 dan 𝑋2 Terhadap Y

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std.

Error

Beta

1

(Constant) -1.871 1.824 -1.026 .308

Brand Ambassador (X1) .319 .127 .263 2.502 .014

Brand Image (X2) .540 .128 .442 4.208 .000

a. Dependent Variable: Impulsive Buying (Y)

Sumber: Data diolah dengan SPSS 20, 2023.

Dari tabel hasil uji t pada tabel 4.21, dapat diketahui bahwa:

a) Berdasarkan tabel output SPSS “coefficients” diatas, dapat diketahui nilai signifikansi (Sig.) variabel brand

ambassador adalah sebesar 0,014. Karena nilai Sig.

0,014 < probabilitas 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis dierima yang artinya ada pengaruh secara signifikan antara brand ambassador (X1) dengan impulsive buying (Y).

b) Berdasarkan tabel output SPSS “coefficients” diatas, dapat diketahui nilai signifikansi (Sig.) variabel brand image adalah sebesar 0,000. Karena nilai Sig. 0,000 <

0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yang artinya ada pengaruh secara signifikan antara brand image (X2) dengan impulsive buying (Y).

d. Koefisien Determinasi

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara X1 dan X2 terhadap Y dengan mengetahui nilai Rsquare (koefisien determinasi). Nilai Rsquare hasil pengujian regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 22: Hasil Koefisien Determinasi Variabel 𝑋1 dan 𝑋2 Terhadap Y

Model Summary Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .646a .417 .404 2.01470

a. Predictors: (Constant), Brand Image (X2), Brand Ambassador (X1 )

Sumber: Data diolah dengan SPSS 20, 2023.

Berdasarkan hasil uji pada tabel 4.22, diketahui nilai R yang diperoleh adalah sebesar 0,646 menjunjukkan bahwa hubungan antara brand ambassador dan brand image terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo tergolong lemah karena nilai R yang dihasilkan jauh dari angka 1. Adapun untuk nilai Rsquare yang dihasilkan adalah sebesar 0,417 yang artinya brand ambassador dan brand image memiliki pengaruh sebesar 41,7%

terhadap impulsive buying behavior konsumen mi instan Lemonilo dan 58,3% dipengaruhi faktor lainnya.

Dokumen terkait