• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pengertian Modul Praktikum

Menurut Kemendikbud (Susanti, 2017:160), modul merupakan bentuk bahan ajar cetak yang didesain untuk dipahami dan dipelajari oleh siswa mandiri. Modul juga disebut sebagai media yang digunakan untuk belajar secara mandiri karena di dalamnya modul tersebut telah dilengkapi pedoman untuk belajar sendiri. Artinya, mahasiswa dapat melakukan kegiatan belajar secara mandiri tanpa kehadiran pengajar atau guru secara langsung.

Beberapa ahli juga mengemukakan pengertian modul.

Menurut Daryanto (Susanti, 2017:160), modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis, yang di dalamnya memuat seperangkat

pengalaman belajar yang terencana dan didesain untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik. Asyhar (Susanti, 2017:160), juga mengemukakan bahwa modul merupakan salah satu bentuk dari bahan ajar berupa cetakan yang didesain untuk belajar secara mandiri oleh siswa. Oleh karena itu modul harus dilengkapi dengan petunjuk untuk belajar secara mandiri. Dalam hal ini, siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara mandiri tanpa bantuan guru atau pengajar secara langsung.2

Modul Praktikum adalah bahan ajar yang didesain secara sistematis yang berfungsi sebagai pedoman berdasarkan pada prinsip dan kaidah ilmiah percobaan di laboratorium.

2 Emilia, EstyDenitha. (2023). “Pengembangan Modul Praktikum Fotosintesis Berbasis Science, Technology, Engineering, And Mathematics (Stem) Berbantuan Arduino Science Journal Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains di SMA Koperasi Pontianak”. Diploma thesis, IKIP PGRI PONTIANAK.

Modul praktikum yang dimaksud adalah materi pendidikan yang dapat dicetak untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada awal pembelajaran. Menurut Jogiyanto, perancangan modul memiliki dua tujuan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan pengguna sistem dan memberikan gambaran yang jelas kepada pemrogram komputer dan profesional teknis lainnya yang terlibat.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa perancangan modul pembelajaran merupakan suatu proses atau pedoman dalam melaksanakan pembelajaran yang meliputi persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan.

a. Fungsi modul sistem mikroprosesor

1) Sebagai alat evaluasi (mengukur kemampuan) 2) Sebagai pedoman dalam memulai perkuliahan

3) Mempermudah dan memperjelas materi agar mudah dipahami oleh dosen dan mahasiswa.

b. Tujuan pengembangan modul

1) Mempermudah dosen dalam proses mengajar 2) Memperjelas dan mempermudah dalam proses

penyajian materi perkuliahan

3) Sebagai pedoman mahasiswa untuk melaksanakan proses pembelajaran mandiri.

2. Langkah-langkah penyusunan modul a. Analisis kebutuhan modul

Menganalisis kebutuhan modul adalah proses mengkaji sistem mikroprosesor dengan mencari informasi yang dibutuhkan mahasiswa agar merancang modul

pembelajaran yang mudah dipahami oleh mahasiswa.

Tujuan dari analisis kebutuhan modul untuk menentukan masalah bagi mahasiswa agar memudahkan menyusun modul dan judul-judul apa yang harus dijelaskan dalam beberapa sesi atau pertemuan.3

b. Desain modul

Desain modul yang dibahas di sini merujuk berbentuk media cetak kertas seperti modul pratikum, yang biasa digunakan oleh mahasiswa dalam melakukan pratikum. Modul tersebut mengandung strategi pembelajaran serta media yang digunakan. Silabus

3 Ammarsyah “2018, hal 8-9 perancangan modul praktikum komputer dan jaringan dasar berbasismultimedia interaktif menggunakan macromedia flash (studi kasus di smkn 1 kota jantho), Universitas Islam Ar- raniry

berfungsi sebagai panduan dalam menyusun dan perancangan modul pembelajaran.

c. Implementasi

Pelaksanaan dan penerapan modul pembelajaran di lakukan sesuai alur dalam modul, sehingga kegiatan dalam belajar harus selaras dengan isi modul. Sarana dan prasarana yang diperlukan harus mencukupi untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran dilaksanakan secara konsisten sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

d. Penilaian

Tujuan penilaian hasil belajar adalah untuk mengetahui tingkat penguasaan dan pemahaman mahasiswa sebelum mempelajari isi mata perkuliahan. Penilaian hasil

pembelajaran dilakukan dengan menggunakan instrumen yang disiapkan pada saat penulisan modul.

e. Evaluasi dan Validasi

Modul digunakan dalam kegiatan pembelajaran, evaluasi dan verifikasi harus dilakukan secara bertahap.

Sebelum digunakan dalam proses pembelajaran, perlu diketahui dan diukur ketetapan pembelajaran dengan modul untuk dapat diterapkan atau tidak sesuai desain pengembangan. Validasi merupakan proses pengecekan kesesuaian modul dengan kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran. Validasi dapat dilakukan dengan meminta bantuan ahli yang telah menguasai keterampilan yang dipelajari.

f. Jaminan dan Kualitas

Mutu dan kelayakan modul akan terjamin apabila memenuhi standar dan kelayakan proses pembuatan dan penyusunan modul. Dalam proses penulisan dan pembuatan modul harus dilakukan monitoring agar sesuai dengan desain yang ditentukan.4

3. Karakteristik Modul Praktikum

Modul merupakan bahan ajar cetak yang bertujuan menyuguhkan materi kepada siswa sebagai alat bantu belajar mandiri. Modul memiliki beberapa karakteristik diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Self-Instructional (pembelajaran diri sendiri) Self-Instructional ini memiliki beberapa ciri yaitu:

4 Bintang Prasetyo Nugroho, (2015). hal 22-23 “Pengembangan Modul Pembelajaran Mata pelajaran Teknik Kerja Bengkel Ynag Baik dan Berkualitan Untuk Kelas X Jurusan Teknik Audio Video SMK N 2 Yogyakarta”

1) Rumusan tujuan modul disusun jelas.

2) Disajikan ilustrasi yang mendukung materi pembelajaran.

3) Bersifat kontekstual.

4) Modul yang dikembangkan dilengkapi dengan instrumen penilaian.

5) Untuk mengevaluasi diri siswa pada akhir pembelajaran adanya umpan balik terhadap tingkat penguasaan pemahaman mahasiswa.

b. Self-Contained (satu kesatuan utuh yang dipelajari) Ciri karakteristik dari Self Contained yaitu:

1) Materi pembelajaran dalam satu kesatuan yang utuh untuk dipelajari berdasarkan kompetensi yang ditetapkan.

2) Adanya kewajiban mahasiswa untuk mempelajari materi pembelajaran di dalam modul secara utuh.

c. Stand Alone (tidak tergantung faktor lain/berdiri sendiri), maksud karakteristik ini memuat tentang tidak adanya ketergantungan antara modul dengan media lain dalam penggunaannya dan modul bisa dipelajari secara mandiri.

d. User Friendly (mudah digunakan)

Karakteristik User Friendly ini memiliki beberapa ciri yaitu:

1) Modul bisa dimanfaatkan dengan mudah.

2) Disajikan sederhana.

3) Bahasa yang ada di dalam modul tergolong sederhana dan mudah untuk dipahami.

e. Adaptive (adaptif), ciri karakteristik adaptif ini berarti bahwa modul menyajikan tentang materi yang bisa dipakai pada periode waktu tertentu.5

4. Unsur-unsur Dalam Modul Praktikum

Unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam penyusunan modul adalah sebagai berikut:

a. Rumusan tujuan instruksional khusus. Bertujuan untuk menggambarkan tingkah laku dan prestasi mahasiswa setelah menyelesaikan tugasnya.

b. Petunjuk dosen. Tujuannya untuk menggambarkan proses kegiatan pembelajaran bagi dosen.

c. Lembar kegiatan belajar mahasiswa, yang memuat materi pelajaran yang harus dipahami mahasiswa.

5 Citra Kurniawan dan Dedi Kuswandi, Pengembangan E-Modul Sebagai Media Literasi Digital Pada Pembelajaran Abad 21, (Lamongan:

Academia Publication, 2021), h. 17

d. Lembar tugas mahasiswa, mencakup beberapa pertanyaan dan masalah-masalah yang harus di jawab dan diselesaikan oleh mahasiswa.

e. Kunci jawaban, yang bertujuan agar mahasiswa bisa mengevaluasi hasil belajarnya.

f. Lembaran evaluasi, bertujuan untuk mengetahui apakah mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran khusus.

g. Kunci dari lembaran evaluasi, mencakup butir-butir tes dijabarkan dari rumusan tujuan.6

5. Kelebihan dan Kekurangan Modul Praktikum

6 Yulia Rizki Ramadhani dkk, Metode dan Teknik Pembelajaran Inovatif, (Sumatera Utara: Yayasan Kita Menulis, 2020), h. 7

Bahan ajar atau modul mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan didalam nya. Kelebihan nya di antara lain sebagai berikut:

a. Struktur Pembelajaran yang Terorganisir: Modul dapat menyajikan materi-materi dalam mata kuliah sistem mikroprosesor secara terstruktur dan sistematis, memudahkan mahasiswa untuk memahami konsep- konsep kompleks.

b. Fokus pada Konsep Penting: Modul dapat menekankan konsep-konsep penting dan kritis yang harus dipahami oleh mahasiswa dalam mempelajari sistem mikroprosesor, sehingga mengurangi kemungkinan terjadi kebingungan.

c. Fleksibilitas: Modul dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman mahasiswa dan kecepatan belajar mereka.

Mahasiswa dapat mengakses materi kapan pun

diperlukan dan belajar sesuai dengan ritme mereka sendiri.

d. Referensi yang Jelas: Modul dapat berfungsi sebagai referensi yang jelas dan mudah diakses bagi mahasiswa, baik selama proses pembelajaran maupun untuk persiapan ujian.

e. Pembaruan Materi: Modul dapat diperbarui dengan mudah untuk mencakup perkembangan terbaru dalam teknologi dan pemahaman tentang sistem mikroprosesor.

Selain memiliki kelebihan modul juga tidak luput dari kekurangan. Di antaranya kekurangan modul sebagai berikut:

a. Dalam menyusun suatu modul dibutuhkan keahlian tertentu agar modul yang dihasilkan berkualitas, karena bagus atau tidaknya suatu modul ditentukan oleh proses penyusunannya

b. Memerlukan manajemen pendidikan yang berbeda dari pembelajaran konvensional karena setiap orang mempunyai waktu yang berbeda dalam menyiapkan modul ajar dan bergantung pada kecepatan serta kemampuan masing-masing individu.7

Dokumen terkait