• Tidak ada hasil yang ditemukan

Motivasi Belajar

Dalam dokumen UNIVERSITAS RIAU 2010 - ADOC.PUB (Halaman 36-44)

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

2. Motivasi Belajar

Dalam proses pendidikan di sekolah. Belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Artinya, berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan ditentukan oleh bagaimana proses belajar dan pembelajaran yang dialami siswa. Belajar merupakan usaha yang dilakukan siswa untu memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,

sebagai hasil pengalamannya sendiri dan berinteraksi dengan lingkungan.

Faktor internal yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar salah satunya adalah motivasi.

Motivasi berasal dari kata latin “movere” yang berarti dorongan atau daya penggerak. Motivasi merupakan dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk berbuat atau bertindak sehingga dapat menghasilkan suatu hasil dalam bentuk sikap yang positif. Menurut Crider (1983:188) motivation can be defined as the desires, need and interest that arouse or activate an organism and direct it toward a special goal, can lead to many different behaviors. Berdasarkan pendapat tersebut disimpulkan bahwa motivasi dapat didefenisikan sebagai keinginan, kebutuhan dan perhatian yang membangkitkan atau mengaktifkan organisme dan menuntunnya ke arah pencapaian tujuan tertentu, dapat mendorong untuk berbagai perilaku.

Mc Donald dalam Oemar (2002:173) menyatakan bahwa

motivation is an energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reactions” artinya motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseornag yang ditandai dengan timbulnya sikap dan reaksi untuk mencapai tujuan.

Berdasarkan pengertian yang dikemukakan di atas maka motivasi mengandung tiga elemen penting yaitu:

1) Motivasi mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu dalam neurophysiological sehingga terlihat pada kegiatan fisik.

2) Motivasi ditandai dengan munculnya rasa, afeksi dan emosi yang dapat menenrukan tingkah laku manusia

3) Motivasi merupakan respon dari suatu aksi yaitu pencapaian tujuan yang menyangkut dengan kebutuhan

Keller dalam Abizar (1997) motivasi mengacu kepada besarnya serta arah tingkahlaku, kalau dikembangkan ia akan mengacu pada pilihan yang dilakukan orang mengenai apa yang dialaminya atau tujuan yang didekatinya dan dihindarinya dalam pilihan tersebut, sedangkan indikator dari motivasi tersebut adalah usaha. Hasibuan (2001:145) mengemukakan bahwa motivasi merupaka keinginan yang terdapat pad diri seseorang atau individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan.

Chalijah (1995) mengemukakan motivasi adalah suatu kekuatan dalam diri seseorang yang mendorong seseorang berbuat sesuatu untuk menetukan arah dan mengontrol perbuatanya. Winkel (1987) mengemukakan motivasi adalah keseluruhan daya penggerak fisikis dalam diri siswa untuk menimbulkan aktivitas belajar, yang menjamin kelansungan belajar dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu motivasi merupakan dorongan dan kemauan yang datang dari diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu dalam diri individu. Nasution (1996)

mengemukakan motivasi dipengaruhi oleh faktor yang bersifat intrinsik dan ektrinsik atau motivasi yang datang dari dalam diri seseorang dan dari luar diri seseorang.

Berdasarkan beberapa keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar berkaitan dengan adanya, minat, keinginan dan perhatian, kebutuhan, harapan, kepuasan, ketekunan, keuletan dan semangat untuk mencapai prestasi. Dengan minat yang tinggi dari siswa tentu mereka memiliki keinginan dan perhatian untuk belajar.

Siswa dapat menjadikan belajar sebagai suatu kebutuhan dalam dirinya, sehingga mereka tidak perlu disuruh untuk melakukan proses belajar tersebut. Selain itu apapun kesulitan yang dihadapinya dapat dengan segera diselesaikan sehingga prestasi belajar dapat diraih. Hal inilah yang membuat siswa berhasil dalam belajar.

b. Prinsip Motivasi

Selanjutnya Keller dalam Reigeluth (1983) telah menyusun seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar, dengan menggunakan prinsip tersebut, siswa mampu meningkatkan motivasi belajarnya secara optimal, diantaranya adalah :

1) Perhatian ( Atention )

Perhatian muncul didorong oleh rasa ingin tahu. Oleh sebab itu perlu mendapat ransangan, sehingga akan memberikan perhatian, dan

perhatian tersebut terpelihara selama dapat diransang oleh elemen- elemen baru, baik secara kontra diktif maupun secara komplek.

2) Relevansi (Relevance )

Relevansi menunjukan adanya hubungan materi dengan kebutuhan dan kondisi. Motivasi akan terpelihara apabila yang dipelajari memenuhi kebutuhan atau bermanfaat sesuai dengan yang dinginkan, baik kebutuhan untuk berprestasi (needs for achievement), kebutuhan untuk menguasai (needs for power) dan kebutuhan untuk berafilisasi (needs for affiliation).

3) Percaya diri (expectancy).

Motivasi dan percaya diri meningkat harapan untuk mencapai keberhasilan. Dengan demikian terdapat hubungan spiral antara percaya diri dengan motivasi. Motivasi dapat menghasilkan ketekunan yang membewa keberhasilan (prestasi), dan selanjutnya pengalaman sukses akan memotivasi dalam mengerjakan tugas.

4) Kepuasan (satisfaction).

Keberhasilan dalam mencapai tujuan akan menghasilkan kepuasan dan termotivasi untuk terus berusaha untuk mencapai tujuan.

Kepuasan dalam mencapai tujuan dipengaruhi oleh konsekuensi yang diterima, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar.

Keempat prinsip tersebut saling berkaitan, dengan adanya perhatian timbulah dorongan untuk memperoleh kebutuhan siswa dan

dengan belajar ia akan menemukan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan percaya diri yang dimilikinya, sehingga dapat dikatakan dengan adanya motivasi akan melahirkan tingkahlaku yang bermanfaat untuk mencapai tujuan, walaupun tujuan itu dicapai akan mengalami kesuksesan ataupun kegagalan. Motivasi Belajar yang tinggi akan memberikan semangat dan kegairahan dalam belajar sehingga akan membangkitkan semangat dalam melakukan aktifitas dalam belajar.

Sementara itu De Cecco dalam Rosdiana (1990:37) motivasi dalam kegiatan belajar ada empat faktor diantaranya:

1) Menimbulkan semangat, dalam hal ini secara umum motivasi memberikan arahan kepada siswa bagaimana cara menimbulkan semangat belajar siswa.

2) Menimbulkan harapan, hal ini menimbulkan harapan kepada siswa bahwa dengan belajar ia memperoleh pengetahuan yang baik dari pengetahuan yang tersedia.

3) Penghargaan, memberikan dorongan kepada siswa untuk belajar agar memperoleh hasil dari ilmu pengetahuan yang dipelajarinya.

4) Memberikan hukum atau ganjaran, maksudnya memberikan dorongan yang baik kepada siswa, apabila ia belajar dengan baik ia akan memperoleh pengetahuan dari hasil belajar yang baik itu.

Dari teori-teori di atas dapat disimpulkan bahwa, ada tiga komponen utama daalam motivasi yaitu: (a) kebutuhan (need), (2) dorongan (drive) dan (3) tujuan (goal). Kebutuhan terjadi apabila

individu merasa keseimbangan antara apa yang dimiliki dan yang diharapkan. Dorongan merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada tujuan dan tujuan adalah hal yang ingin dicapai yaitu menggerakkan perilaku belajar. Motivasi dalam belajar tidak saja menjadi energi tapi juga menggerakkan aktivitas dalam belajar.

c. Ciri-ciri Motivasi

Menurut Arief (2006:83) motivasi dalam diri setiap orang itu memiliki ciri-ciri yaitu :

1) Tekun menghadapi tugas 2) Ulet menghadapi kesulitan

3) Menunjukan minat terhadap bermacam-macam masalah 4) Lebih senang bekerja mandiri

5) Tidak cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin

6) Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu) 7) Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu

8) Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal

Berdasarkan pendapat di atas, maka dapt diketahui bahwa termotivasi atau tidaknya siswa dalam belajar, dapat dilihat dari sikap dan ciri-ciri dari orang termotivasi yang telah dikemukakan. Hal ini perlu diketahui, agar guru dapat senantiasa mengetahui keadaan siswanya dan diharapkan segera mengambil tindakan bila siswa terlihat tidak termotivasi dalam belajar.

d. Peranan Motivasi

Motivasi yang dimiliki seseorang memegang peranan yang sangat penting, karena motivasi yang dirasakan adalah faktor utama yang mendorong seseorang mau melakukan sesuatu. Tanpa adanya motivasi yang kuat maka tidak akan ada semangat untuk melakukan sesuatu, sehingga seseorang cenderung malas untuk melakukan aktivitas. Apabila tetap dilakukan, akibatnya hasil dari kegiatan yang dilakukan tidak akan maksimal dan baik. Menurut Arief (2005:85) ada tiga fungsi dari motivasi yaitu :

1) Mendorong manusia untuk berbuat, menjadi sebagai penggerak yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

2) Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai.

Dengan demikian motivasi dapat membebankan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan urusan dan tujuannnya.

3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikejarkan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisikan perbuatan-perbuatan yang tidak bermnafaat bagi tujuan tersebut.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi sangat berperan besar terhadap berhasil atau tidaknya tujuan yang akan dicapai. Karena motivasi merupakan pendorong agar tujuan yang telah ditetapkan berhasil.

Dalam dokumen UNIVERSITAS RIAU 2010 - ADOC.PUB (Halaman 36-44)

Dokumen terkait