• Tidak ada hasil yang ditemukan

Motivasi Belajar

Dalam dokumen problematika guru pai - etheses UIN Mataram (Halaman 35-41)

BAB I PENDAHULUAN

F. Kerangka Teoritik

2. Motivasi Belajar

a. Pengertian Motivasi

Istilah motivasi berasal dari bahasa Latin yaitu movere yang dalam bahasa Inggris berarti move adalah kata kerja yang artinya menggerakkan. Motivasi itu sendiri dalam bahasa Inggris berarti motivation yaitu sebuah kata benda yang artinya penggerakan.20 Menurut Sobry istilah motivasi dapat diartikan sebagai “daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan”. 21

Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Motivasi sangat diperlukan di dalam kegiatan belajar sebab seseorang yang tidak mempunyai

19 Abdul Majid, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h. 130.

20Abdurrakhman Ginting, Belajar dan Pembelajaran (Bandung: Humaniora, 2010), h. 86.

21Sobry, Belajar dan Pembelajaran (Lombok: Holistica, 2013), h. 69.

motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.22 Hal tersebut sesuai dengan teori kebutuhan Mc.Clelland, mengajukan teori motivasi yang berkaitan erat dengan konsep belajar.

Mc. Clelland berpendapat ada tiga kebutuhan yang dapat dipelajari, yaitu kebutuhan berprestasi (need for achievement), kebutuhan berkuasa (need for power) dan kebutuhan berafiliasi (need for affiliation). Mc.Clelland mengatakan bahwa jika kebutuhan seseorang sangat kuat, maka motivasinya akan kuat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sebagai misal, seseorang yang mempunyai kebutuhan berprestasi, maka akan terdorong untuk menetapkan tujuan yang penuh tantangan dan seseorang tersebut akan bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut serta menggunakan keahliannya untuk mencapainya.23 b. Fungsi Motivasi

Secara garis besar Oemar Hamalik, sebagaimana dikutip Sobry, menjelaskan ada tiga fungsi motivasi, yaitu:24

1) Mendorong manusia untuk berbuat. Motivasi ini sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan langkah penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

2) Menentuakan arah perbuatan yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian, motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.

3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan- perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan pembelajaran.25

22Ibid,. h. 69-70.

23Satria Hadi Lubis, Total Motivation (Yogyakarta: Pro-You, 2008), h. 24-25.

24Sobry s Sutikno, Belajar., h. 71.

25Ibid., h. 70-71.

c. Macam-Macam Motivasi

Motivasi ada dua macam, yaitu:

1) Motivasi instrinsik (motivasi dari dalam). Jenis motivasi ini timbul dari dalam individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain. Motivasi ini sering disebut “motivasi murni” atau motivasi yang sebenarnya, yang timbul dari dalam diri siswa.

Misalnya keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu, mengembangkan sikap untuk berhasil, dan sebagainya.

2) Motivasi ekstrinsik (motivasi dari luar). Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ada ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu. Motivasi ekstrinsik diperlukan di sekolah sebab pembelajaran di sekolah tidak semuanya menarik minat atau sesuai dengan kebutuhan siswa. Kalau keadaan seperti ini, maka siswa bersangkutan perlu dimotivasi agar belajar, dan guru harus berusaha membangkitkan motivasi belajar siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri.26 Sedangkan menurut Riduwan, motivasi “merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari dalam diri siswa untuk memberikan kesiapan agar tujuan yang telah ditetapkan tercapai”. Sedangkan belajar merupakan suatu proses yang dilakukan siswa untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang lebih baik dari sebelumnya

26Ibid., h. 70-71.

sebagai hasil pengamatan siswa dalam berinteraksi dengan lingkungannya. 27

d. Indikator Motivasi Belajar

Indikator motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar antara lain:

1) Ketekunan dalam belajar, meliputi:

a) Mengikuti PBM (proses belajar mengajar) di kelas b) Belajar di rumah

2) Ulet dalam menghadapi kesulitan, meliputi:

a) Sikap terhadap kesulitan b) Usaha menghadapi kesulitan

3) Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar, meliputi:

a) Semangat dalam mengikuti PBM (proses belajar mengajar) b) Fokus terhadap penjelasan guru

4) Berprestasi dalam belajar, meliputi:

a) Keinginan untuk berprestasi b) Kualifikasi hasil

5) Mandiri dalam belajar, meliputi:

a) Penyelesaian tugas/PR

Menggunakan kesempatan diluar jam pelajaran untuk berdiskusi dengan teman sekelas.28

27Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula, (Bandung: Alfabeta, 2009),h. 210.

28Riduwan, Belajar Mudah., h. 210.

e. Strategi Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa

proses belajar mengajar adalah suatu proses yang sengaja diciptakan untuk kepentingan anak didik. Agar anak didik senang dan bergairah belajar guru berusaha menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dengan memanfaatkan semua potensi kelas yang ada.

Ada beberapa bentuk motivasi yang dapat guru gunakan guna mempertahankan minat anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan. Bentuk-bentuk motivasi dimaksud adalah:

1) Member angka

Angka dimaksud adalah sebagai symbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik. Angka merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada anak didik untuk mempertahankan atau bahkan lebih meningkatnya prestasi belajar sisw.

2) Hadiah

Hadiah adalah sesuatu yang diberikan kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan/ cenderamata. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru dapat memberikn hadiah berupa apa saja kepada anak didik yang berprestasi dalam menyelesaikan tugas, benar menjawab ulangan formatif yang diberikan, dapat meningkatkan disiplin dalam belajar, taat pada tata tertib sekolah, dan sebagainya.

3) Pujian

Pujian adalah alat motivasi yang positif. Guru dapat menggunakan pujian untuk menyenangkan anak didik. Anak didik senang mendapat perhatian dari guru dengan memberikan perhatian, anak didik akan mersa diawasi dan dia tidak akan dapat berbuat menurut kehendak hatinya.

4) Gerakan tubuh

Gerakan tubuh merupakan penguatan yang dapat membangkitka gairah belajar anak didik, sehingga proses belajar mengajar lebih menyenangkan. Misalnya, suatu ketika guru dapat bersikap diam untuk memerhentikan kelas yang gaduh.

5) Member tugas

Tugas dapat diberikan oleh guru setelah selesai menyampaikan bahan pelajaran. Anak didik yang menyadari akan mendapat tugas dari guru setelah mereka menerima bahan pelajaran, akan memperhatikan penyampaian pelajaran.

6) Member ulangan

Ulangan dapat diberikan pada setiap akhir dari kegiatan pembelajaran.

Agar perhatian anak didik terhadap bahan yang akan diberikan dapat bertahan dalam waktu yang relative lama.

7) Mengetahui hasil

Dengan mengetahui hasil dari apa yang telah dilakukan anak didik, apalagi dengan prestasi yang tinggi, dapat mendorong untuk mempertahankannya dan bahkan anak didik berusaha meningkatkannya dikemudian hari dengan cara giat belajar dirumah ataupun disekolah.

8) Hukuman

Dalam proses belajar mengajar, anak didik yang membuat keributan dapat diberikan sanksi untuk menjelaskan kembali bahan pelajaran yang baru saja dijelaskan oleh guru.29

Dalam dokumen problematika guru pai - etheses UIN Mataram (Halaman 35-41)

Dokumen terkait