BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Paparan Data Siklus I
❖ Deskripsi Pelaksanaan Siklus I a. Perencanaan Tindakan
Pada tahap ini guru merencanakan tindakan yang dilakukan pada siklus I, yaitu:
1) Mempersiapkan Materi
Setelah menyepakati waktu pelaksanaan tindakan di kelas, guru menentukan materi yang akan diberikan kepada siswa yaitu tema cuaca materi pecahan sederhana pokok bahasan mengenal pecahan sederhana, menuliskan lambang pecahan dan mengurutkan pecahan.
2) Menyusun RPP
Setelah menentukan materi yang akan diberikan selanjutnya guru mempersiapkan dan menyusun RPP yang akan digunakan. RPP yang digunakan mengacu pada silabus. Pada siklus I dan siklus II, tema yang dipelajari adalah tema cuaca. RPP yang akan digunakan adalah RPP yang telah mendapatkan persetujuan dari guru kelas III.
3) Mempersiapkan Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan pada siklus I adalah soal tes, lembar observasi kegiatan siswa dan lembar observasi guru pada saat pembelajaran. Soal tes digunakan untuk megetahui hasil belajar siswa mata pelajaran matematika materi pecahan sederhana setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe maka a match. Lembar observasi siswa digunakan untuk mengetahui sikap dan aktivitas siswa selana proses
52 pembelajaran berlangsung. Lembar observasi guru digunakan untuk mengetahui terlaksana atau tidaknya kegiatan pembelajaran menggunakan pembelajaran kooperatif tipe make a match.
4) Menyusun Soal
Soal evaluasi dibuat berdasarkan materi pada setiap pertemuan dan diberikan pada akhir pelajaran. Soal tes akhir dibuat berdasarkan materi ajar pada pertemuan I sampai III dan diberikan pada akhir akhir siklus I.
5) Mempersiapkan kartu
Kartu yang akan digunakan adalah kartu yang terbuat dari kertas karton berwarna yang telah diukur dan dipotong-potong sehingga membentuk kartu. Kartu berwarna putih merupakan kartu soal dan kartu berwarna merah muda merupakan kartu jawaban. Jumlah kartu soal dan kartu jawaban dibuat sesuai dengan jumlah siswa. Kartu soal dibuat pada setiap pertemuan karena pada setiap pertemuan materi yang diberikan berbeda.
6) Menentukan Waktu Kegiatan
Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru kelas III dan peneliti menyepakati waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu pada siklus I selama 3 pertemuan. Berdasarkan hasil kesepakatan antara peneliti dengan guru waktu kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan 1 dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2021. Pertemuan 2 dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2021 dan pertemuan 3 dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2021. Dalam setiap pertemuan waktu yang digunakan adalah 2 jam pelajaran (2 X35 menit).
Untuk pelaksanaan tes siklus I dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2021.
53 7) Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
Sebelum memberikan evaluasi pada setiap akhir pembelajaran dan di akhir siklus I peneliti dan guru bersama-sama menetapkan Kriteria Ketuntasan Mininal (KKM) mata pelajaran matematika yaitu 70,00.
b. Pelaksanaan (Tindakan) 1. Pertemuan 1
Pertemuan 1 dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan yaitu pada hari Jum’at, 21 Mei 2021. Pembelajaran dilaksanakan selama 2 jam pelajaran (2 X 35 Menit) yang dimulai pada pukul 07.30-08.40. Jumlah siswa yang hadir adalah 33 siswa dan 5 siswa tidak hadir tanpa keterangan. Pada pertemuan ini, guru meminta kepada peneliti untuk memulai pembelajaran.
Adapun kegiatan pelaksanaan pembelajarannya sebagai berikut:
Kegiatan awal yang meliputi:
• Membuka Pelajaran
Guru membuka pelajaran dengan berdo’a bersama-sama kemudian guru memberi salam, menanyakan kabar kepada siswa dan mengecek kehadiran siswa, setelah itu guru memperkenalkan diri kepada siswa. Guru mengajak siswa bersama-sama menyanyikan lagu wajib Nasional.
• Menyampaikan Tujuan Pembelajaran.
Setelah membuka pelajaran, guru menjelaskan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran hari ini. Guru menyampaikan bahwa hari ini siswa akan belajar matematika materi pecahan sederhana menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Pada saat guru menjelaskan
54 kepada siswa bahwa pembelajaran kooperatif tipe make a match adalah pembelajaran dimana nantinya kalian akan belajar dengan pasangan kalian yang belum kalian ketahui siapa pasangannya, nanti setelah mendapatkan kartu yang cocok dengan kartu soal dan kartu jawaban yang kalian pegang baru kalian akan tahu siapa pasangan kalian. Hampir semua siswa laki-laki menjawab “jangan dipasangkan dengan perempuan” dan hampir semua siswa perempuan menjawab “jangan dipasangkan dengan teman laki-laki”, kelas menjadi gaduh sehingga guru menenangkan siswa. Kemudian guru bertanya
“apakah kalian paham apa yang harus dilakukan dalam pembelajaran ini?”
semua siswa menjawab “tidak tahu”. Model pembelajaran kooperatif tipe make a match pertama kali dilakukan di kelas ini sehingga mereka masih belum tahu apa yang akan mereka lakukan.
Setelah melakukan kegiatan awal, selanjutnya guru memulai melaksanakan kegiatan inti antara lain:
• Memberikan Materi Tentang Mengenal Pecahan. Guru bertanya kepada siswa tentang makanan yang sering mereka makan sehar-hari dan apakah mereka sering memotong makanan tersebut dan membaginya kepada keluarga atau teman-temannya. Guru menjelaskan kepada siswa tentang pecahan sederhana. Guru menjelaskan kepada siswa tentang nama dan lambang pecahan sederhana. Guru bertanya kepada siswa “jika kita mempunyai apel kemudian apel tersebut dibagi dua, maka setiap bagian potongannya disebut seperdua atau bisa kita tulis ½”, guru menjelaskan bahwa angka 1 merupakan pembilang dan angka 2 merupakan penyebut.
55 Kemudian guru bertanya “jika ibu kalian mempunyai roti kemudian roti tersebut dipotong sebanyak 8 potong, maka berapa bagian dari tiap potongan tersebut?”. Siswa masih banyak yang kebingungan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Sehingga guru menjelaskan kepada siswa tentang pecahan sederhana. Ketika guru bertanya kepada siswa siapa yang belum paham tentang pecahan ini hanya 3 orang yang mengangkat tangan dan bertanya kepada guru. Guru kemudian kembali memberikan pertanyaan kepada siswa dan memberi kesempatan kepada siswa yang lain untuk menjawab pertanyaan tersebut, hanya beberapa orang yang mengangkat tangan dan mau menjawab.
• Guru kemudian mengambil kartu soal dan kartu jawaban, kemudian guru membagikan kartu soal dan kartu jawaban tersebut kepada siswa.
Kemudian guru menjelaskan bahwa kartu yang berwarna putih adalah kartu yang berisi soal dan kartu yang berwarna merah muda adalah kartu yang berisi jawaban dari soal. Kemudian guru meminta siswa yang mendapatkan kartu berwarna putih untuk bergerak dan mencari jawaban dari soal tersebut dan siswa yang mendapat kartu berwarna merah muda untuk tetap duduk ditempatnya.
• Siswa yang mendapat kartu berwarna merah muda tidak boleh memperlihatkan kartu yang mereka dapat sebelum ada aba-aba dari guru.
Pada saat selesai membagikan soal, seorang siswa bertanya “apakah sudah boleh mencari jawabannya”, kemudian guru menjelaskan bahwa siswa tidak boleh mencari jawaban sebelum ada aba-aba dari guru. Setelah itu
56 siswa yang mendapat kartu berwarna putih diminta untuk memikirkan terlebih dahulu jawaban dari soal yang mereka dapat.
• Setelah dirasa cukup oleh guru memberikan waktu kepada siswa untuk memikirkan jawaban dari soal, guru memberikan aba-aba kepada siswa yang mendapat kartu soal untuk mencari jawaban dari soal yang mereka dapat. Semua siswa yang mendapatkan kartu berwarna putih bergerak mencari jawaban pada kartu berwarna merah muda. Ada beberapa siswa yang berteriak memanggil-manggil nama temannya, ada siswa yang memberi semangat kepada temannya dengan cara berteriak sehingga sehingga kelas mejadi gaduh. Oleh karena itu, guru dengan tegas menertibkan kembali siswa yang membuat kegaduhan sehingga suasana kelas tenang kembali.
• Guru mengawasi siswa yang mencari jawaban. Guru membantu siswa yang tampak kesulitan mencari jawaban dari kartu soal yang mereka dapat. Guru bertanya apakah sudah mengerjakan soal dengan baik, setelah peneliti menjelaskan tentang soal akhirnya siswa tersebut berhasil menemukan jawabannnya.
• Setelah semua siswa mendapatkan pasangan dari kartunya, guru meminta kepada siswa untuk duduk dibangku sesuai dengan pasangan dari kartu yang mereka pegang. Hal ini membuat kelas menjadi gaduh karena siswa perempuan yang berpasangan dengan siswa laki-laki tidak mau duduk bersebelahan karena mereka sangat malu. Guru akhirnya memberikan pandangan dan motivasi kepada siswa tersebut. Akhirnya mereka duduk
57 bersebelahan walaupun jaraknya sangat jauh. Setelah itu guru meminta siswa menunjukkan kartu soal dan kartu jawabannya secara berpasangan.
Karena jumlah siswa yang hadir ganjil yaitu 33 siswa, maka ada yang pasangannya berjumlah 3 orang. Guru bersama siswa memeriksa kembali apakah soal dan jawaban yang dipegang siswa sudah sesusai dengan pasangannya atau belum. Ternyata banyak siswa yang memegang kartu soal dan kartu jawaban yang tidak sesuai dengan pasangannya. Guru bersama-sama siswa membantu teman untuk menncocokkan kembali kartu sesuai pasangannya.
• Guru meminta siswa untuk berdiskusi tentang soal dan kartu jawaban yang mereka dapat dengan pasangannya, masih banyak siswa yang tidak mau berdiskusi dengan temannya. Setelah itu, guru meminta beberapa siswa untuk naik kedepan kelas untuk mempersentasekan atau menjelaskan hasil diskusi tentang soal dan jawaban yang mereka pegang. Beberapa siswa yang berpasangan dengan laki-laki dan perempuan ketika berada di depan kelas mereka merasa canggung untuk menjelaskan tentang kartu yang mereka dapat.
• Setelah beberapa siswa mempersentasekan hasil diskusinya. Guru kemudian mengambil kartu baru. Kali ini guru akan mengganti siswa yang sebelumnya mendapat kartu berwarna putih akan diberikan kartu berwarna merah muda dan untuk siswa yang mendapat kartu berwarna merah muda sebelumnya akan diberikan kartu berwarna putih. Setelah itu, siswa kembali mencari pasangan dari kartu yang mereka pegang.
58
• Guru membagikan soal evaluasi untuk dikerjakan oleh siswa. Banyak siswa yang masih bingung dengan soal yang dibagikan oleh guru, beberapa siswa masih ada yang meminta jawaban kepada temannya.
• Guru dan siswa menyimpulkan materi hari ini. Kemudian guru bertanya kepada siswa untuk mengetahui apakah siswa menyukai model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Hanya 3 orang siswa yang menjawab menyukainya. Selanjutnya guru menutup pelajaran pada pertemuan hari ini dengan memberikan tugas tambahan di rumah.
2. Pertemuan 2
Pertemuan ke 2 dilaksanakan pada hari Senin, 24 Mei 2021.
Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan jadwal mata pelajaran matematika yaitu selama 2 jam pelajaran (2 X 35 Menit) yang dimulai pada pukul 07.30- 08.40. Jumlah siswa yang hadir adalah 32 siswa, 2 siswa tidak hadir karena sakit dan 4 siswa tidak hadir tanpa keterangan. Pada pertemuan ini, tema yang dipelajari masih sama dengan pertemuan sebelumnya yaitu tema cuaca. Materi yang dipelajari pada pertemuan ini adalah menuliskan lambang pecahan. Guru kelas masih tetap mendampingi sekaligus sebagai observer, adapun kegiatan pelaksanaan pembelajaran pada hari ini adalah sebagai berikut:
Kegiatan awal yaitu membuka pelajaran dengan berdoa bersama dengan siswa, kemudian guru memberi salam, menanyakan kabar kepada siswa dan mengecek kehadiran siswa, setelah itu guru mengajak siswa bersama-sama menyanyikan lagu wajib Nasional. Setelah menyanyikan lagu wajib Nasional guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru
59 menyampaikan bahwa hari ini siswa masih akan belajar matematika materi pecahan sederhana menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Guru menyampaikann kepada siswa bahwa guru berharap tidak ada lagi siswa yang malu jika mendapatkan pasangan laki-laki atau perempuan.
Setelah melakukan kegiatan awal, selanjutnya guru memulai melaksanakan kegiatan inti antara lain:
• Memberikan Materi Tentang Menuliskan Lambang Pecahan
Guru kemudian melanjutkan materi yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya yaitu materi pecahan dengan pokok bahasan menuliskan lambang pecahan. Akan tetapi sebelumnya, guru mengulang kembali materi yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya.
Guru bertanya kepada siswa apa yang mereka makan pada saat sarapan pagi ini. Sebagian menjawab sarapan dengan nasi dan ikan, ada yang menjawab roti dan susu dan ada pula yang menjawab nasi goreng dan telur. Kemudian guru menggambar sebuah telur dadar berbentuk bulat selanjutnya membaginya menjadi 8 bagian, kemudian 2 bagian diarsir.
Guru bertanya kepada siswa “berapakah lambang pecahan dari terlur yang diarsir tersebut?”. Beberapa siswa mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan dari guru walaupun sebagian siswa masih salah dalam menjawab pertanyaan, kemudian guru menjelaskan bahwa lambang bilangan pada gambar pecahan yang diarsir adalah 2
8.
• Guru kemudian mengambil kartu soal dan kartu jawaban dan membaginya kepada siswa. Setelah itu guru menjelaskna kembali bahwa kartu yang
60 berwarna putih adalah kartu yang berisi soal dan kartu yang berwarna merah muda adalah kartu yang berisi jawaban. Guru bertanya kepada siswa “apakah kalian masih ingat langkah-langkah mencari pasangan yang dilakukakan pada pertemuan sebelumnya?’. Sebagian siswa menjawab masih ingat.
• Siswa yang mendapatkan kartu berwarna merah muda tidak memperlihatkan kartunya sebelum ada aba-aba dari guru. Pada hari ini sudah tidak ada siswa yang bertanya apakah sudah boleh mencari jawabannya, mereka menunggu aba-aba dari guru.
• Guru memberikan waktu kepada siswa untuk memikirkan jawaban dari soal tersebut. Setelah dirasa cukup oleh guru dalam memberikan waktu kepada siswa untuk berpikir maka guru memberikan aba-aba kepada siswa untuk mencari jawaban dari soal yang mereka dapat, masih ada beberapa siswa yang kebingungan dalam mencari jawaban dari kartu yang mereka pegang dikarenakan mereka tidak hadir pada pertemuan sebelumnya.
Sehingga membuat kelas menjadi sedikit gaduh. Kemudian guru memberikan penjelasan kepada siswa yang tidak hadir sebelumnya tentang model pembelajaran kooperatif tipe make a match.
• Guru mengawasi siswa yang mencari jawaban. Guru membantu siswa yang kesulitan mencari jawaban dari kartu soal yang mereka dapat. Guru meminta kepada siswa untuk mengerjakan soal dengan baik sehingga dapat menemukan jawaban dari soal tersebut.
61
• Setelah semua siswa mendapatkan pasangan dari kartunya, guru meminta kepada siswa untuk duduk kembali dibangkunya sesuai dengan pasangannya masing-masing. Masih ada siswa yang tidak mau duduk sebangku karena berpasangan dengan siswa laki-laki dan siswa perempuan, mereka masih malu. Hal ini membuat sedikit kegaduhan di kelas. Begitupun ketika siswa diminta untuk mempersentasekan hasil diskusi dari kartu yang mereka dapat. Guru masih terus memberikan motivasi kepada siswa tersebut.
• Kemudian guru mengambil kartu baru. Kali ini guru akan mengganti siswa yang sebelumnya mendapat kartu berwarna putih akan diberikan kartu berwarna merah muda dan untuk siswa yang mendapat kartu berwarna putih sebelumnya akan diberikan kartu berwarna merah muda. Setelah itu siswa kembali memainkan kartu make a match.
• Guru bertanya kembali kepada siswa “jika satu dibagi 6 bagian kemudian 3 bagian diarsir, berapakah lambang pecahannya?” beberapa orang mengangkat tangan dan menjawab dengan benar yaitu 3
6.
• Guru membagikan soal evaluasi untuk dikerjakan oleh siswa. Ketika mengerjakan soal, masih banyak siswa yang tidak konsentrasi dengan soal yang bagikan oleh guru, beberapa siswa masih meminta jawaban kepada temannya. Guru menegur siswa yang masih meminta jawaban kepada temannya. Selanjutnya guru bersama siswa menyimpulkan materi.
• Guru bertanya kembali kepada siswa apakah siswa menyukai model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Beberapa orang siswa
62 menjawab menyukainya dan sebagian yang lain tidak menjawab.
Selanjutnya guru menutup pelajaran pada pertemuan hari ini dengan memberikan tugas tambahan di rumah.
3. Pertemuan 3
Pertemuan ke 3 dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Mei 2021.
Pembelajaran dilaksanakan selama 2 jam pelajaran (2 X 35 menit) sesuai dengan jadwal mata pelajaran matematika yang dimulai pada pukul 07.30- 08.40. Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan ini adalah 35 siswa, 3 siswa tidak hadir tanpa keterangan. Pada pertemuan ini, tema yang dipelajari masih sama dengan pertemuan 1 dan 2 yaitu tema cuaca. Materi yang dipelajari pada pertemuan ini adalah mengurutkan pecahan. Guru kelas masih tetap mendampingi sekaligus masih tetap sebagai observer, adapun kegiatan pelaksanaan pembelajarannya pada pertemuan ke 3 ini adalah:
Kegiatan awal yaitu membuka pelajaran dengan berdoa bersama-sama, kemudian guru memberi salam, menanyakan kabar kepada siswa dan mengecek kehadiran siswa, setelah itu guru mengajak siswa bersama-sama menyanyikan lagu wajib Nasional. Setelah menyanyikan lagu wajib Nasional guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru menyampaikan bahwa hari ini siswa masih akan belajar matematika materi pecahan sederhana menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Guru menyampaikann kepada siswa bahwa semoga tidak ada lagi siswa yang malu jika mendapatkan pasangan laki-laki atau perempuan.
63 Setelah melakukan kegiatan awal, selanjutnya guru memulai melaksanakan kegiatan inti antara lain:
• Melanjutkan materi yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya yaitu materi pecahan dengan pokok bahasan mengurutkan pecahan. Akan tetapi sebelumnya, guru mengulang kembali materi yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Guru menjelaskan tentang mengurutkan pecahan yang terkecil ke yang terbesar dan yang terbesar ke yang terkecil dengan menggambar dua buah tahu. Gambar tahu yang pertama dibagi menjadi dua bagian, kemudian gambar tahu yang kedua dibagi menjadi empat bagian. Guru bertanya berapakah lambang bilangan dari tahu yang pertama, beberapa siswa menjawab dengan benar yaitu ½kemudian guru bertanya kembali kepada siswa ” berapa lambang bilangan pada tahu kedua? Angkat tangan yang bisa menjawab!”. Beberapa siswa sudah berani mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan dengan benar yaitu 1
4
. Kemudian guru bertanya bagaimana urutan pecahan tersebut mulai dari yang terkecil sampai terbesar. Hanya beberapa siswa yang mengangkat tangan dan berani menjawab.
• Guru membagi kartu berwarna putih dan kartu berwarna merah muda secara acak. Guru bertanya kepada siswa apakah kalian masih ingat kartu yang berwarna putih berisi apa, kemudian semua siswa menjawab “tahu”
dan guru kembali bertanya “kalau kartu yang berwarna merah muda isinya apa?” semua siswa menjawab “jawaban”. Kemudian guru bertanya kembali kepada siswa “apakah kalian masih ingat langkah-langkah
64 mencari pasangan yang dilakukakan pada pertemuan sebelumnya?’ hampir semua siswa menjawab masih ingat.
• Setelah semua siswa mendapatkan kartu, terlihat sudah tidak ada siswa yang memperlihatkan kartunya kepada temannya sebelum ada aba-aba dari guru. Guru memberikan waktu kepada siswa yang memegang kartu berwarna putih untuk memikirkan jawaban dari soal tersebut terlebih dahulu.
• Setelah guru merasa cukup memberikan waktu kepada siswa yang mendapatkan kartu soal untuk memikirkan jawabannya terlebih dahulu, guru memberi aba-aba kepada siswa yang memegang kartu berwarna merah muda untuk memperlihatkan kartu tersebut kepada temannya.
Selanjutnya, guru meminta siswa untuk mencari jawaban dari soal yang mereka pegang. Masih ada 2 orang siswa yang masih kebingungan mencari pasangannya.
• Guru mengawasi siswa yang mencari jawaban. Guru membantu siswa yang kesulitan mencari jawaban dari kartu soal yang mereka dapat. Guru meminta kepada siswa untuk mengerjakan soal dengan baik sehingga dapat menemukan jawaban pada kartu jawaban yang dipegang oleh temannya.
• Setelah semua siswa telah mendapatkan pasangan dari kartunya, guru meminta kepada siswa untuk duduk kembali dan duduk bersama pasangan dari kartu yang mereka pegang dan mendiskusikan soal dan jawaban dari kartu yang mereka pegang masing-masing. Pada pertemuan ini, tidak ada
65 siswa perempuan yang berpasangan dengan siswa laki-laki sehingga suasana kelas tampak tenang. Begitupun ketika siswa diminta untuk mempersentasekan hasil diskusi dari kartu soal dan kartu jawaban yang mereka dapatkan, siswa tampak antusias mempersentasekan hasil diskusinya.
• Kemudian guru mengambil kartu baru. Kali ini guru akan mengganti siswa yang sebelumnya mendapat kartu berwarna putih akan diberikan kartu berwarna merah muda dan untuk siswa yang mendapat kartu berwarna putih sebelumnya akan diberikan kartu berwarna merah muda. Setelah itu, siswa kembali memainkan kartu make a match.
• Guru membagikan soal evaluasi untuk dikerjakan oleh siswa. Beberapa siswa masih ada yang tidak konsentrasi dengan soal yang dibagikan oleh guru, beberapa siswa masih meminta jawaban kepada temannya. Guru menegur dengan tegas siswa yang meminta jawaban kepada temannya.
• Guru dan siswa menyimpulkan materi hari ini. Kemudian guru bertanya kepada siswa “apakah kalian senang dengan pembelajaran hari ini?”
hampir semua siswa menjawab “senang”, setelah itu guru kembali bertanya “apakah kalian menyukai model pembelajaran kooperatif tipe make a match”. Sebagian siswa menjawab menyukainya dan sebagian yang lain tidak menjawab. Selanjutnya guru memberitahu kepada siswa bahwa pada pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan tes akhir berupa ulangan harian. Kemudian guru menutup pelajaran pada pertemuan hari ini dengan memberikan tugas tambahan di rumah.
66
❖ Pelaksanaan Tes Siklus I
Setelah kegiatan dalam proses pembelajaran pada pertemuan 1 sampai pertemuan ke 3, selanjutnya guru melaksanakan kegiatan tes evaluasi akhir.
Tes akhir siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Mei 2021. Soal evaluasi akhir berjumlah 15 soal yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 5 soal isian. Tes diberikan untuk mengetahui keberhasilan siswa pada mata pelajaran matematika materi pecahan sederhana. Dalam mengerjakan soal tes ada beberapa siswa yang menyontek jawaban, siswa yang meminta jawaban kepada temannya dan beberapa siswa setelah selesai mengerjakan soal bercerita dengan teman sebangkunya sehingga suasana kelas menjadi ribut.
Akan tetapi guru menegur secara tegas siswa yang menyontek, siswa yang meminta jawaban dan siswa yang bercerita dengan temannya. Setelah evaluasi selesai guru memberikan pesan kepada siswa agar lebih giat belajar terutama mata pelajaran matematika.
❖ Analisis Hasil Tes Akhir Siklus I
Untuk mengukur hasil belajar siswa pada siklus I materi pecahan maka dilaksanakan tes kepada siswa yang berbentuk ulangan harian. Berikut adalah nilai statistik dari hasil belajar siswa pada siklus I:
Tabel 4.1. Nilai Statistik Siklus I
Statistik Nilai Statistik
Subjek 38
Nilai ideal 100
Nilai tertinggi 95
Nilai terendah 50
Nilai rata-rata (mean) 67,63
Standar deviasi (S) 8,9092