• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II G AMBARAN U MUM K ONDISI D AERAH

2. Pariwisata

Lampiran Perda Nomor 8 Tahun 2021 tentang RPJMD Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

145 Tabel 2.140 Cakupan Bina Kelompok Nelayan

di Kota Pekalongan Tahun 2016-2020

Tahun Jumlah Kelompok Nelayan Mendapatkan Bantuan Pemda

Jumlah Kelompok Nelayan

Persentase Cakupan Bina

Nelayan (persen)

2016 1 34 2,94

2017 0 34 0

2018 0 35 0

2019 0 35 0

2020 4 36 11,11

Sumber : DKP Kota Pekalongan, 2021

Di sisi produksi perikanan, mulai tahun 2016 hingga tahun 2019 sempat mengalami penurunan, namun pada tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun 2018, yaitu 14.991 ton (tahun 2018 sebesar 10.980 ton) dan di tahun 2020 mengalami penurunan kembali menjadi 13.887 ton. Sedangkan jumlah produksi ikan kontribusi hasil kelompok nelayan mengalami penurunan, dari 471,82 ton di tahun 2016 menjadi 108,83 ton di tahun 2019. Penurunan di tahun 2019 dikarenakan beberapa kapal milik kelompok nelayan, seperti kapal Inka Mina, tidak melakukan operasional penangkapan ikan karena kapal sudah tidak layak jalan/operasional.

Selain itu ada rencana untuk mengalihfungsikan kapal menjadi kapal pengangkut.

Secara lengkap data Produksi Ikan Kelompok Nelayan di Kota Pekalongan Tahun 2016-2020 disajikan dalam tabel 2.141 berikut.

Tabel 2.141 Produksi Ikan Kelompok Nelayan di Kota Pekalongan Tahun 2016-2020 (ton) Tahun

Jumlah Produksi Ikan Kontribusi hasil Kelompok Nelayan

Jumlah Produksi Ikan di Daerah

Persentase Produksi Perikanan Kelompok

Nelayan

2016 471,82 15.641 3,02

2017 259,48 10.475 2,48

2018 145,96 10.980 1,33

2019 108,83 14.991 0,73

2020 155,62 13.887 1,12

Sumber : DKP Kota Pekalongan, 2021

Peran Pemerintah Kota Pekalongan meningkatkan persentase perikanan dari kelompok nelayan cukup besar melalui inisiasi Gemar Makan Ikan yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kondisi ini harus tetap dipertahankan sehingga akan terdapat kecenderungan yang semakin meningkat.

Lampiran Perda Nomor 8 Tahun 2021 tentang RPJMD Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

146 2020, kedua hotel tersebut dibuka kembali sehingga jumlahnya menjadi 30 hotel.

Kelas hotel di Kota Pekalongan pun beragam, mulai dari kelas melati, bintang 1 sampai bintang 3.

Sarana akomodasi lainnya yang menunjang pariwisata adalah restoran.

Restoran sebagai sarana akomodasi penunjang berperan menarik minat wisatawan untuk menikmati kuliner Kota Pekalongan selain menyediakan kuliner nasional dan internasional yang selama ini telah dikenal oleh wisatawan itu sendiri. Perkembangan jumlah restoran juga dapat menggambarkan perkembangan kepariwisataan dan perekonomian di Kota Pekalongan. Jumlah restoran yang semula hanya 132 di tahun 2016, sekarang telah berkembang menjadi 150 restoran di tahun 2020. Sedangkan untuk jumlah kunjungan wisata sebesar 283.882 pada tahun 2020, turun sekitar 60 persen dari tahun 2019.

Tabel 2.142 Jumlah Hotel, Restoran dan Jumlah Kunjungan Wisata di Kota Pekalongan Tahun 2016 – 2020

Tahun Jumlah Hotel Jumlah Restoran dan

Rumah Makan Jumlah Kunjungan Wisata

2016 31 132 363.585

2017 28 137 387.417

2018 30 138 784.254

2019 28 152 720.816

2020 30 150 283.882

Sumber : Dinparbudpora Kota Pekalongan, 2021

Perkembangan pariwisata juga dapat dilihat dari tingkat okupansi hotel, dimana tahun 2018 dan 2019 tingkat okupansinya tidak siginifikan. Untuk hotel kelas melati berada di angka 22 persen, hotel binang 1 sebesar 18 persen, hotel bintang 2 sebesar 18 persen, dan hotel bintang 3 mengalami kenaikan dari 33 persen di tahun 2018 menjadi 36 persen di tahun 2019. Selengkapnya disajikan dalam tabel 2.143 berikut.

Tabel 2.143 Tingkat Okupansi Hotel di Kota Pekalongan Tahun 2018-2019 Kelas Hotel Jumlah Hotel Jumlah Kamar Rata-rata Okupansi (%)

2018 2019

Melati 20 445 22 22

Bintang 1 1 65 13 13

Bintang 2 1 47 18 18

Bintang 3 8 739 33 36

Sumber : Dinparbudpora Kota Pekalongan, 2021

Untuk memajukan pariwisata di Kota Pekalongan, pemerintah beserta masyarakat menyelenggarakan kegiatan budaya dan seni. Tujuannya selain mendongkrak jumlah wisatawan, juga untuk meningkatkan citra wisata Kota Pekalongan sebagai tujuan wisata di pantai Utara Pulau Jawa. Jumlah penyelenggaraan festival seni dan budaya disajikan dalam tabel 2.144.

Daya tarik lain yang ditawarkan Kota Pekalongan adalah obyek wisata.

Meskipun tidak memiliki banyak obyek wisata, namun cukup banyak pengunjung yang berwisata di Kota Pekalongan, antara lain di pantai Pasir Kencana, pantai Slamaran Indah, Museum Batik, Kampung Batik Kauman, Kampung Wisata Batik Pesindon dan Kampung Canting Landungsari. Obyek-obyek wisata tersebut yang

Lampiran Perda Nomor 8 Tahun 2021 tentang RPJMD Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

147 menjadi andalan kepariwisataan di Kota Pekalongan. Bahkan Pemerintah Kota Pekalongan telah membangun Gapura Nusantara serta menata kawasan Alun-alun untuk menambah daya tarik wisata. Jumlah pengunjung wisata bahari mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah abrasi yang merusak kawasan pantai ,adanya rob dan adanya pandemi Covid-19 di tahun 2020.

Tabel 2.144 Jumlah Penyelenggaraan Festival Seni dan Budaya di Kota Pekalongan Tahun 2016-2020

Indikator Tahun

2016 2017 2018 2019 2020

Jumlah Penyelenggaraan 23 35 42 57 6

Sumber : Dinparbudpora Kota Pekalongan, 2021

Sementara itu kunjungan di Museum Batik walaupun menurun, namun wisatawan dari mancanegara masih ada yang berkunjung. Hal ini menunjukkan bahwa minat wisatawan terhadap budaya batik Pekalongan masih cukup tinggi.

Tetapi tidak demikian dengan kolam renang Tirta Sari, sejak tahun 2016 resmi ditutup karena tidak layak operasional.

Tabel 2.145 Jumlah Kunjungan Wisata dan Pendapatan Daerah dari Obyek Wisata di Kota Pekalongan Tahun 2016 – 2020

No Objek Wisata 2016 2017 2018 2019 2020

1

Pasir Kencana Pengunjung

1). Wisman 0 0 6 2 0

2). Wisnus 109.057 105.360 69.184 69.057 7.429

B. Pendapatan (Rp.) 509.935.500 529.565.500 360.360.250 355.370.750 39.449.750

2

Slamaran Indah Pengunjung

1). Wisman 0 0 0 0 0

2). Wisnus 7.437 9.134 7.641 11.283 10.426

B. Pendapatan (Rp.) 27.310.000 31.851.500 32.826.750 44.572.750 33.759.750

3

Museum Batik Pengunjung

1). Wisman 265 358 454 286 138

2). Wisnus 21.834 23.044 25.154 28.312 9.982

B. Pendapatan (Rp.) 70.653.000 84.254.000 96.861.000 100.530.000 31.447.000

4

Kolam Renang Tirta Sari Pengunjung

1). Wisman 0 0 0 0 0

2). Wisnus 40.901 0 0 0 0

B. Pendapatan (Rp.) 0 0 0 0 0

Sumber : Dinparbudpora Kota Pekalongan, 2021 3. Pertanian

Capaian pembangunan pertanian Kota Pekalongan dalam kurun waktu 2016- 2020 menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Puncak produktifitas padi terjadi pada tahun 2017 sebesar 7,29 ton per hektar. Kemudian menurun cukup drastis di tahun-tahun berikutnya yaitu sebesar 6,36 ton per hektar di tahun 2018. Tahun 2019 sebesar 3,16 ton per hektar dan tahun 2020 menurun lagi pada posisi 2,92 ton per hektar. Produktivitas padi di Kota Pekalongan disajikan dalam tabel 2.146 berikut.

Lampiran Perda Nomor 8 Tahun 2021 tentang RPJMD Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

148 Tabel 2.146 Produksi Padi di Kota Pekalongan Tahun 2016 – 2020

Indikator Tahun

2016 2017 2018 2019 2020

Produksi tanaman padi (ton) 11.793,00 12.425,00 10.077,00 5.131,09 4.769,19 Luas areal tanaman padi (Ha) 2.771,00 1.704,00 1.584 1.618,74 1.631,53 Produktifitas padi per hektar

(ton/Ha)

4,25 7,29 6,36 3,16 2,92

Sumber : Dinperpa Kota Pekalongan, Kota Pekalongan Dalam Angka Tahun 2021, 2021 Untuk meningkatkan produksi pertanian, salah satu yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekalongan adalah melakukan pembinaan kepada kelompok tani.

Jumlah kelompok tani yang mendapat pembinaan dari Pemkot meningkat di tahun 2018,dari 67 kelompok tani pada tahun 2017 menjadi 80 kelompok tani di tahun 2018 ,87 kelompok tani di tahun 2019 dan 88 kelompok tani di tahun 2020. Kelompok tani ini terdiri dari KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) sebanyak 28 kelompok, kelompok tani sebanyak 28 kelompok dan kelompok ternak sebanyak 24 kelompok.

Tabel 2.147 Cakupan Bina Kelompok Petani Kota Pekalongan Tahun 2016-2020

Indikator Tahun

2016 2017 2018 2019 2020

Kelompok tani mendapat bantuan Pemda 0 3 28 40 40

Jumlah kelompok tani 66 67 80 87 88

Cakupan bina kelompok petani (persen) 0,00 4,48 35,00 45,98 45,45 Sumber : Dinperpa Kota Pekalongan, 2021

Dalam dokumen RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2026 upload (Halaman 174-177)