• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan dan Pelatihan

Dalam dokumen RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2026 upload (Halaman 190-194)

BAB II G AMBARAN U MUM K ONDISI D AERAH

4. Pendidikan dan Pelatihan

Peningkatan kapasitas SDM aparatur merupakan upaya untuk mewujudkan profesionalisme dan mendukung peningkatan pelayanan publik, dilaksanakan melalui pengadaan CPNS; diklat formal (pengiriman tugas belajar dan pemberian izin belajar), diklat kader (bintek dan kursus), tes kompetensi (Quasi, PCAP, dan ujian kedinasan), kenaikan pangkat, pengangkatan dalam jabatan, penilaian prestasi kerja, pembinaan disiplin, pemberian penghargaan dan kesejahteraan, pemberhentian dan pensiun serta pemutakhiran data.

Pemerintah Kota Pekalongan juga telah memfasilitasi pelaksanaan diklat aparatur. Diklat tersebut meliputi diklat teknis, fungsional, kepemimpinan dan

Lampiran Perda Nomor 8 Tahun 2021 tentang RPJMD Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

162 prajabatan. Secara umum terjadi kecenderungan perkembangan jumlah aparatur yang mengikuti diklat. Dengan semakin banyaknya aparatur yang telah mengikuti diklat, diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan pelayanannya kepada masyarakat. Secara detil disajikan dalam tabel 2.164 berikut.

Tabel 2.164 Jumlah Diklat Aparatur

di Pemerintah Kota Pekalongan Tahun 2016 – 2020

Diklat 2016 2017 2018 2019 2020

Teknis 250 455 350 366 151

Fungsional 206 231 285 166 75

Kepemimpinan 35 5 52 8 1

Prajabatan 65 2 3 251 0

Sumber : BKPPD Kota Pekalongan, 2021

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa untuk pelaksanaan diklat di Kota Pekalongan sangat fluktuatif disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia. Diklat prajabatan pada tahun 2019 mengalami kenaikan karena adanya pengangkatan CPNS pada tahun 2018 sejumlah 251 orang.

Di samping hal-hal tersebut di atas, dalam rangka pembinaan kepegawaian juga telah dilaksanakan pembinaan kepada aparatur yang akan memasuki masa pensiun/purna tugas. Dengan persiapan pensiun yang sebaik-baiknya diharapkan aparatur keseluruhan dapat bekerja dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bentuk-bentuk pembinaan terhadap aparatur yang akan pensiun tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui status kesehatan aparatur (general check-up) serta diklat persiapan pensiun/purna tugas. Hal ini didasarkan pada Undang–Undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

Jumlah ASN yang melakukan general check-up dan mengikuti diklat purna tugas terhitung fluktuatif, tergantung dari jumlah ASN yang akan memasuki masa pensiun. ASN yang melakukan general check-up tahun 2016 sebanyak 64 orang, tahun 2017 sebanyak 75 orang, tahun 2018 sebanyak 53 orang, tahun 2019 sebanyak 343 orang dan tahun 2020 sebanyak 11 orang. Sementara ASN yang mengikuti diklat purna tugas 2016 sebanyak 26 orang, tahun 2017 sebanyak 45 orang, tahun 2018 sebanyak 90 orang, tahun 2019 dan 2020 sebanyak 60 orang.

Tabel 2.165 Jumlah Aparatur yang Melakukan General Check-up dan Mengikuti Diklat Purna Tugas di Pemerintah Kota Pekalongan

Tahun 2016 – 2020 Jenis Pembinaan

Memasuki Masa Pensiun

2016 2017 2018 2019 2020

General Check-Up 64 75 53 343 11

Diklat Purna Tugas 26 45 90 60 60

Sumber : BKPPD Kota Pekalongan, 2021 5. Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dan pengembangan memegang peranan penting sebagai problem solving permasalahan yang ada di daerah. Hal-hal yang berkaitan dengan penelitian

Lampiran Perda Nomor 8 Tahun 2021 tentang RPJMD Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

163 dan pengembangan diharapkan dapat mendukung Pemerintah Daerah dalam proses perumusan kebijakan dalam upaya meningkatkan daya saing daerah. Kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah Riset Unggulan Daerah (RUD) dan fasilitasi Riset Bersama (Risber). RUD merupakan kegiatan fasilitasi pembiayaan riset yang mengarah kepada isu aktual dan strategis Kota Pekalongan, sedangkan fasilitasi Riset Bersama merupakan salah satu upaya pengambilan keputusan dan kebijakan publik berbasis fakta dan bukti ilmiah yaitu dengan memperluas mitra kerja sama di bidang penelitian dan pengkajian.

RUD dilaksanakan berdasarkan seleksi oleh tim reviewer terhadap proposal yang sudah masuk. Pada tahun 2020, telah ditetapkan 5 pemenang sebagai berikut : 1. Universitas Diponegoro, dengan judul “Studi Potensi dan Penentuan Sumur

Resapan Sebagai Upaya Pengendalian Banjir di Kota Pekalongan Berbasis Sistem Informasi Geografis”;

2. Universitas Pekalongan, dengan judul “Strategi Mitigasi Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 : Optimalisasi Peran Pentahelix di Kota Pekalongan Berdasar Pendekatan Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah”;

3. STIMIK Widya Pratama Pekalongan “Meningkatkan Peranan Aparatur Pemerintah Tingkat RT dan RW dalam Dashboard Eksekutif untuk Memudahkan Pemerintah Kota Pekalongan dalam Mengkoordinasi dan Memonitoring”;

4. Universitas Selamat Sri, dengan judul “Desain Pendidikan Agama dalam Keluarga Guna Membangun Problem Solving Anak”;

5. STIMIK Widya Pratama Pekalongan, dengan judul “Edukasi dan Mitigasi Bencana Banjir untuk Siaga Bencana di Kota Pekalongan”.

Riset Bersama dilaksanakan oleh perguruan tinggi atau lembaga penelitian melalui penunjukan langsung. Tema yang diusung dalam riset bersama berdasarkan usulan dari OPD atau kebijakan Pemerintah Kota Pekalongan sesuai dengan kebutuhan. Hasil riset bersama tahun 2019 antara lain sebagai berikut :

1. Tim Peneliti Poltekkes, dengan judul “Megono Kaleng Kuliner Tradisional Kota Pekalongan”;

2. CV. Monalisa Art, dengan judul “Studi Konsep Pengembangan Pekalongan Baru”;

3. CV. Tunas, dengan judul “Road Map Percepatan Pengembangan Pariwisata Kota Pekalongan”;

4. CV. Pijar Mulya Wasesa, dengan judul “Penelitian Analisis Investasi Penyertaan Modal Perumda Tirtayasa”.

2.3.6. Unsur Pengawasan

Pengawasan dilaksanakan untuk menjamin penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Pelaksanaan pengawasan difokuskan pada pengawasan internal secara berkala pada beberapa objek pemeriksaan meliputi seluruh PD di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan. Tujuan ditetapkan Kebijakan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah setiap tahun di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan adalah : (1) Mensinergikan pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal

Kementerian/Inspektorat Utama Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Inspektorat Provinsi dan Inspektorat Kota;

(2) Meningkatkan penjaminan mutu atas penyelenggaraan pemerintahan dan kepercayaan masyarakat atas pengawasan APIP;

Lampiran Perda Nomor 8 Tahun 2021 tentang RPJMD Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

164 (3) Mewujudkan hasil pengawasan yang mendukung terselenggaranya program

pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sesuai rencana berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kebijakan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dilakukan melalui Pengawasan umum dan teknis yang dilakukan dalam bentuk reviu, monitoring, evaluasi, pemeriksaan, dan bentuk pengawasan lainnya. Pemeriksaan reguler adalah pemeriksaan kinerja yang dilakukan secara komprehensif dengan ruang lingkup pemeriksaan pada aspek kebijakan daerah, kelembagaan, pegawai daerah, keuangan daerah dan barang daerah.

APIP melakukan penilaian kematangan/maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada OPD. Semakin tinggi maturitasnya semakin baik pula kualitas sistem pengendalian intern organisasi itu. Tingkat kematangan SPIP Kota Pekalongan dari tahun 2016 sampai 2020 terus meningkat, diawali dari level 2 sampai level 3 dengan rincian sebagaimana disajikan tabel 2.166 berikut.

Tabel 2.166 Tingkat Kematangan SPIP Kota Pekalongan Tahun 2016 – 2020

Tingkat

Maturitas SPIP 2016 2017 2018 2019 2020

Level Level 2

infrastruktur penuh

Level 3 dengan catatan

Level 3 dengan catatan

Level 3 Penuh

Level 3 Penuh Sumber : Inspektorat Kota Pekalongan, 2021

2.3.7. Unsur Pemerintahan Umum 1. Kondusivitas Wilayah

Kondusivitas daerah di Kota Pekalongan selama kurun waktu 2016 – 2020 secara umum menunjukkan situasi yang aman dan tertib, meskipun masih terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, antara lain penganiayaan, pencurian, penipuan, dan narkotika. Pada tahun 2020 kasus tindak kejahatan narkotika dan psikotropika mengalami kenaikan. Selengkapnya disajikan dalam tabel 2.167 berikut.

Tabel 2.167 Banyaknya Kasus Tindak Kejahatan yang Terjadi di Kota Pekalongan Tahun 2016 - 2020

Tindak Kejahatan 2016 2017 2018 2019 2020

Pembunuhan 0 0 1 0 2

Pemerkosaan 1 0 2 0 0

Penganiayaan 1 1 6 7 3

Pencurian 47 25 45 71 33

Penipuan 18 0 11 19 18

Penadahan 2 2 0 0 0

Narkotika dan Psikotropika 31 3 50 44 64

Sumber : Kesbangpol Kota Pekalongan, 2021

Kondusivitas wilayah juga dipengaruhi oleh terjadinya konflik sosial. Berbagai upaya preventif telah dilakukan dalam rangka mencegah potensi kerawanan sosial menjadi konflik sosial. Tabel 2.168 menunjukkan data konflik sosial di Kota Pekalongan dalam kurun waktu 2016-2020.

Lampiran Perda Nomor 8 Tahun 2021 tentang RPJMD Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

165 Tabel 2.168 Jumlah Kasus Konflik Sosial

di Kota Pekalongan Tahun 2016 - 2020

Uraian 2016 2017 2018 2019 2020

Jumlah Kasus Konflik Sosial 14 1 2 1 1

Sumber : Kesbangpol Kota Pekalongan, 2021

Berbagai upaya terus dilakukan dalam rangka tindakan preventif agar tidak muncul konflik sosial. Pengelolaan potensi konflik sosial dilakukan melalui Program Kemitraan dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan, antara lain dengan kegiatan Peningkatan Toleransi Dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragama, Pembinaaan Wawasan Kebangsaan Bagi Pelajar Dan Mahasiswa, Pembinaan Karakter Dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Bagi Aparatur, Penyuluhan Pencegahan Penggunaan Narkoba Dikalangan Generasi Muda, Pengawasan Orang Asing, Sosialisasi Penanganan Konflik Sosial, dan Peningkatan Kapasitas Aparat Dalam Rangka Pelaksanaan Siskamswakarsa Di Daerah.

Dalam dokumen RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2026 upload (Halaman 190-194)