BAB I PENDAHULUAN
B. Penyajian Data dan Analisis Data
2. Pelaksanaan implementasi metode Example non Example
Dalam pembelajaran tentunya tidak lepas dari media, baik itu media visual, audio, atau audio visual. Karena media disini menunjang kemudahan dalam penyampaian materi.
Bpk Bismi Aris Eko menyebutkan media yang digunakan yaitu;
“untuk media tentuanya harus sessui dengan metode yang dipakai, untuk metode example non example ini, namanya juga metodo contoh dan bukan conto, bagaimana kita mestinya memberikan contoh dan yang di pakai itu sudah jelas proyekto, lapto, dan gambar yang di ambil dari internet bisa juga saya ambil gambar suatu objek dulu yang sesuai dengan materi dan saya masukkan ke dalam power point untuk di tampilkan saat proses pembelajaran.”98
Dari penejelasan belian media yang digunakan yaitu median Visual berupa proyektor, perangkat komputer dan gambar-gambar yang sesuai dengan materi yang.
karena ini metode gambar tentunya juga harus menyiapkan gambar-gambar yang sesuai, dan juga media perlu di persiapka dalam penerapannya seperti laptop klo proyektornya sudah ada pasang di enternet tinggal pakai”
Dalam pelaksanaan disini yang di persiapkan yaitu Rencana Pelaksanaan pembelajaran yang biasa kita sebut dengan RPP, yang kedua menyiapkan gambar-gambar yang seseuai dengan materi, dan yang ketiga menyiapak sebuah perangkat komputer atau laptop untuk menampilkan gambar sudah tersedian proyektor.
Dalam penerapan sebuah metode pasti ada langkah-langkahnya agar metode tersebut mudah dipahami dan di mengerti. Berikut penjelasan dari Bpk Bismi Aris Eko selaku guru Sejarah Kebudayaan Islam di kelas VII MTs Nurur Rohman.
“Saya terapkan metode Example non Example ini sesuai aturan yang ada di buku tapi adalah beberapa yang di kembangkan biar siswa tambah paham dengan maksud yang disampaikan, kalau di buku itu metode ini kan menyiapkan dua gambar, gambar yang satunya di jelaskan oleh gurunya dan siswa diminta mencari maksuda dari gambar yang ke dua. Di sini saya menyampaikan pada siswa gambar yang perta dan yang kedu, seperti tadi itu saya samapaikan kalu itu gambar ka’bah dan gambar kambing dan sapi, lalu saya minta siswa untuk mengamati apa maksud dari gambar tersebut. Tadi kan siswa bisa menyampaikan apa maksuda dari gambar itu cuman versinya berbeda-beda, ada yang bilang penyembelihan kurban itu di deket ka’bah, ada yang bilang kurban dan ka’bah itu ada sejak nabi ibrahim, yang membuat ka’bah itu nabi ibrahim dan yang mengadakan kurban itu nabi ibrahim. Jawabanya bermacam, dengan demikian anak itu selain berfikir mengkritisi materi juga menambah daya ingatnya sendiri.”99
99 Bismi Aris Eko, wawancara, Jember, 31 Juli 2017
Dari pernyataan Bpk Bismi Aris Eko diatas dalam proses penerapan metode Example non Example menggunakan langkah-langkan sebagai berikut:
a. Persiapan guru untuk menemukan gambar-gambar yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran yang telah digariskan.
b. Gambar yang ada di persiapkan dengan menggunakan media OHP atau proyektor, dan bisa juga menggunakan poster yang di tempel di papan tulis.
c. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan atau menganalisis gambar.
d. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas.
e. Setiap kelmpok di berikan kesempatan membacakan hasil diskusi.
f. Mulai di komentar atau hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
g. Guru menjelaskan gambar-gambar yang ada di depan kemudian siswa di minta mengamati dan memberikan kesimpulan tentang gambar yang tampilkan
h. Guru memberikan kesimpulan
Sebelum guru menerapkan metode Example non Example pada pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yaitu memebrikan rangsangan dan respon terlebih dahulu agar peserta didik mampu berfikir kritis, sebelum proses pembelajaran dimulai guru memberikan persepsi yang berkaitan
dengan materi yang akan di ajarkan, misalnya mengenai kondisi masyarakat arab sebelum Islam mulai dari Kepercayaan, ekonomi dan politiknya.100
Beda metode tentunya beda pula cara penyampaian materi seperti halnya metode example non example ini guru harus terlebih dahulu memberikan wawasan atau penjelasan terhadap gambar yang di perlihatkan. Untuk metode example ini Bpk. Bismi mengatakan dalam penyampaian materinya:
“Kalau untuk penyampaian materinya ya.. samalah gak jauh beda saya menjelaskan terlebih dahulu seperti metode ceramah itu, setelah itu saya beri waktu siswa untuk mengamati gambar- gambar yang belum saya jelaskan secara detail biar anak-anak otaknya ikut main bukan sekedar mendengarkan dan memberikan kesimpulan saja. setelah itu saya minta siswa untuk diskusi kelompok, dan hasil dari diskusi itu di presentasikan atau di jelaskan ke siswa-siswa yang lain, tapi itu dari kesimpulan anak-anak berbeda-beda, baru di sini saya memperjelas maksud dari gambar-gambar itu”.101
Bpk Atikurrahman selaku kepala sekolah juga mengatakan metode yang di terapkan oleh Bpk Bismi Aris Eko lebih membuat siswa ikut berfikir tidak hanya diam mendengarkan saja, berikut penyampaiannya:
”Penguasaan materi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan menggunakan metode Example ini lebih membuat siswa ikut berperan aktif yaitu berfikir, mengamati dan juga bisa menyimpulkan. Jadi metode itu jika di bandingkan dengan metode ceramah dan tanya jawab saja bisa dikatan lebih baik.”102
100 Observasi, Pelaksanaan Penerapan Metode Example Non Example, 7 Agustu 2017
101 Bismi Aris Eko, wawancara, Jember, 5 September 2017.
102 Atikurrahman, Wawancara, Jember, 31 Juli 2017
Dari pernyataan kepala sekolah di atas dapat di simpulkan kalau metode Example non Example ini lebih baik dari metode carama yang di terapkan selama ini, menurut beliau metode Example ini mengajak siswa untuk ikut berfikir dan menganalisis materi yang di sampaikan dan siswa bisa memberikan kesimpulan, tidak seperti metode caramah yang siswanya hanya di minta untuk mendengakan saja lalu di tanya.
Pendapat ini juga di benarkan oleh Ardi Sugiarto siswa kelas VII MTs Nurur Rohman, yaitu:
“Pelajan SKI dengan menggunakan gambar seperti itu membuat teman-teman juga ikut berfikir, dan diskusi kelompok. gak mau berfikir bagaimana kita disuruh mencari maksud dari gambar- gambar yang di tampilkan, dan sebelumnya di minta harus menyimak penjelasan dari guru biar nanti bisa menyimpulkan pelajaran yang di asampaikan.”103
Dari pernyataan ini dalam penerapan metode Example non Example pada pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran, semua peserta didik ikut mengamati, diskusi dan menyimpilkan maksud dari gambar yang tampilkan, dan yang lebih penting lagi siswa bisa berfikir mengkritisi materi yang di sampaikan oleh gurunya. Jika semua siswa sudah aktif dalam kelas bisa dikatan pembelajarannya berhasil.
Seperti yan disampaikan Ahmad Sukron Rofiki siswa kelas VII yaitu:
103 Ardi Sugiarto, Wawancara, Jember, 7 Agustus 2017
“Metode gambar ini mengaharuskan teman-teman mencari jawaban dari gambar-gambar yang di sediakan itu, harus diskusi dan maju kedepan memberikan kesimpulan dari hasil diskusi.”104
Dari pernyataan Ahmad Sukron Rofiki siswa kelas VII ini, metode Example non Examplei ini mengajak siswa untuk ikut berperan aktif yaitu dengan cara mendengarkan penjelasan guru terlebih dahulu kemudian mengamati dan mendiskusikan maksud dari gambar-gambar yang di siapakan, kemudian siswa di minta untuk menjelaskan atau memberikan kesimpulan apa makasuda dari gambar yang taelah di diskusikan bersama kelompoknya itu.105