BAB I PENDAHULUAN
B. Hasil Penelitian
2. Pelaksanaan Siklus II
c) Tes
Pada akhir proses pembelajaran, siswa diberi tes pilihan ganda (multi choice) dengan jumlah 25 butir soal, tes pilihan ganda diberikan kepada siswa ini dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran yang telah dilakukan.
Hasil tes pilihan ganda siklus I menggunakan model pembelajaran Course Review Horay dari 17 siswa, diperoleh nilai rata-rata 70,8 dengan siswa yang mencapai ketuntasan belajar 8 orang dengan ketuntasan klasikal 47,05% dengan kategori tidak tuntas, untuk lebih jelasnya dapat dilihat di lampiran 9.
d) Refleksi
Hasil dari observasi aktivitas guru dan siswa serta hasil tes pilihan ganda dikumpulkan dan dianalisis, sehinggga dari hasil tersebut.
Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas VIII melakukan refleksi yakni penilaian atau kajian analisis tentang tindakan yang telah dilakukan di siklus I. Dalam pelaksanaan siklus I, ada beberapa kegiatan yang belum terlaksana atau tercapai dilakukan, untuk itu direkomendasikan untuk melakukan perbaikan di siklus II.
yang menjadi kendala pada proses pembelajaran di siklus I, berikut tahapan-tahapan yang dilaksanakan pada siklus II.
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan siklus II adalah tahap melakukan perbaikan dari kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran pada siklus I. Adapun perencanaan pada siklus II yaitu memperbaiki proses pembelajaran yang masih kurang menggunakan model pembelajaran Course Review Horay.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahapan ini guru dan peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Course Review Horay sesuai dengan skenario yang telah disusun. Kegiatan pembelajaran siklus II menggunakan model pembelajaran Course Review Horay adalah sebagai berikut:
Pertemuan pertama
Pada pertemuan pertama, kegiatan belajar diawali dengan salam, menyapa siswa, berdo’a bersama, dan mengabsen siswa. Sebagai tahap awal pembelajaran, guru melakukan apersepsi menggali pengalaman sehari-hari siswa yang berhubungan dengan sistem pencernaan manusia, kemudian menjelaskan dengan singkat tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Pada tahap kegiatan inti, guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, guru melanjutkan dengan penguasaan materi
menggunakan model pembelajaran Course Review Horay, setelah menjelaskan materi atau penguasaan materi, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 3-4 orang siswa dalam setiap kelompok yang dibagi secara undi.
Setelah guru membagi siswa dalam kelompok, guru menguji pemahaman siswa dan menyuruh siswa membuat kartu atau kotak sesuai kebutuhan dan diisi dengan nomor yang ditentukan oleh guru.
Setelah itu, guru kemudian membaca soal secara acak dan siswa kemudian menuliskan jawabannya didalam kartu atau kotak yang nomornya disebutkan oleh guru, setelah selesai, guru dan siswa mendiskusikan soal yang sudah diberikan. Setelah mendidkusikan soal, bagi yang benar, guru menyuruh siswa member tanda check list () dan berteriak horay dan menyanyikan yel-yel. Guru menghitung nilai siswa dari jawaban yang benar.
Pada kegiatan akhir, guru memberikan reward pada siswa / kelompok yang memperoleh nilai tinggi, setelah itu guru menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya. Setelah semua kegiatan terlaksana, kemudian guru menutup pelajaran dengan do’a dan salam.
c. Pengamatan 1. Observasi
a. Hasil observasi aktivitas guru
Hasil observasi aktivitas guru siklus II menunjukkan kategori yang sangat baik, hasil akhir dari observasi aktivitas guru pada siklus II menggunakan model pembelajaran Course Review Horay diperoleh skor sebesar 86% dan tergolong kategori terlaksan sangat baik. Adapun hasil observasi pada aktivitas guru dapat dilihat pada lampiran 6.
Analisis aktifitas guru menggunakan rumus P = ∑�∑� x 100 %
Ket:
P = Persentase aktivitas guru
∑A = Jumlah aspek yang teramati
∑N = Jumlah keseluruhan aspek yang teramati.
P = ∑�
∑� x 100 % P = 35 x 100 % P = 86 %
Dengan persentase aktivitas guru dapat diberikan penilaian patokan sebagai berikut:
P =75 – 100% kualitasnya terlaksana sangat baik P = 50 – 74% kualitasnya terlaksana baik P = 25 – 49% kualitasnya terlaksana kurang P = 0 – 24% kualitasnya buruk
b. Hasil observasi aktivitas siswa
Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus II menggunakan model pembelajaran Course Review Horay diperoleh skor sebesar 82% dan termasuk kategori sangat aktif. Adapun hasil observasi aktivitas siswa dapat dilihat pada lampiran 8.
Data analisispengamatansiswa dapat dihitungdengan:
P =
�ℎ � � ℎ
�ℎ � x 100 % Ket:
P = Persentase aktivitas siswa
P = x 100 % P = 82 %
Selanjutnya setelah terhitung persentase aktivitassiswa dapat diberikan penilaian, patokan sebagai berikut:
P = 0% - 24% : Tidak Aktif P = 25%- 49% : Kurang Aktif
P = 50%- 74% : Aktif
P = 75%- 100% : Sangat Aktif c. Tes
Pada akhir proses pembelajaran, siswa diberi tes pilihan ganda (multi choice) dengan jumlah 25 butir soal, tes pilihan ganda diberikan kepada siswa ini dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran yang telah dilakukan.
Hasil tes pilihan ganda siklus I menggunakan model pembelajaran Course Review Horay dari 17 siswa, diperoleh nilai rata-rata 87,5 dengan siswa yang mencapai ketuntasan belajar 16 orang dengan ketuntasan klasikal 94,11% termasuk dengan kategori tuntas, untuk lebih jelasnya dapat dilihat di lampiran 10.
i. Refleksi
Dari hasil observasi, dan tes belajar siswa, pelaksanaan pembelajaran pada siklus II telah maksimal ddilakukan, tahapan- tahapan pembelajaran telah dilaksanakan sesuai dengan skenario yang telah disusun, rata-rata skor hasil belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan sehingga pelaksanaan pembelajaran dihentikan di siklus II.
C. Pembahasan
Model pembelajaran Course Review Horay merupakan model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan aktivitas dan mendorong siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran sehingga menciptakan suasana kelas menjadi meriah.48
Setelah peneliti melakukan penelitian sebanyak dua siklus di dapatkan hasil bahwa penerapan model pembelajaran Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII MTs. Nurul Arafah NW Montong Rapi Tahun Pelajaran 2019/2020. Kegiatan pembelajaran yang
48Rini, Jekti Prihatin, Pujiastuti. 2017. Jurnal Bioedukasi Vol. XV No.1 April 2017, Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Course Review Horay Berbasis Pendekatan Problem-Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi.
dilakukan menggunakan model pembelajaran Course Review Horay sehingga siswa-siswi lebih mejadi aktif, ini terlihat dari aktivitas siswa yang terlihat di setiap siklus.Setelah penggunaan model pembelajaran Course Review Horay, hasil belajar siswa meningkat, hal ini dapat dilihat dari proses belajar dan hasil tes yang dilakukan.
Langkah-langkah model pembelajaran Course Review Horay dalam meningkatkan hasil belajar siswa yaitu, guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, guru melanjutkan dengan penguasaan materi menggunakan model pembelajaran Course Review Horay, setelah menjelaskan materi atau penguasaan materi, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 3-4 orang siswa dalam setiap kelompok yang dibagi secara undi.
Setelah guru membagi siswa dalam kelompok, guru menguji pemahaman siswa dan menyuruh siswa membuat kartu atau kotak sesuai kebutuhan dan diisi dengan nomor yang ditentukan oleh guru. Setelah itu, guru kemudian membaca soal secara acak dan siswa kemudian menuliskan jawabannya didalam kartu atau kotak yang nomornya disebutkan oleh guru, setelah selesai, guru dan siswa mendiskusikan soal yang sudah diberikan.
Setelah mendidkusikan soal, bagi yang benar, guru menyuruh siswa member tanda check list () dan berteriak horay dan menyanyikan yel-yel. Guru menghitung nilai siswa dari jawaban yang benar.
Pada kegiatan akhir, guru memberikan reward pada siswa / kelompok yang memperoleh nilai tinggi, setelah itu guru menyampaikan materi yang
akan dipelajari selanjutnya. Setelah semua kegiatan terlaksana, kemudian guru menutup pelajaran dengan do’a dan salam.
Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan hasil belajar siswa diperoleh nilai rata-rata dari 17 siswa sebesar 70,8, dengan ketuntasan klasikal 47,05% dengan kategori tidak tuntas, yakni 8 orang siswa yang mencapai tuntas dan 9 orang siswa yang tidak tuntas.Sedangkan pelaksanaan siklus II, terjadi penigkatan hasil belajar siswa dilihat dari nilai rata-rata dari 17 siswa mencapai 87,5, dengan ketuntasan klasikalnya mencapai 94,11%
dan termasuk dalam kategori tuntas.
Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa penerapan model pembelajaran Course Review Horay memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa di MTs. Nurul Arafah NW Montong Rapi.
Disamping penggunaan model pembelajaran Course Review Horay, hasil belajar siswa meningkat juga dipengaruhi oleh keterlaksaan proses pembelajaran yang berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang terjadi peningkatan dimana semulanya pada siklus I presentase aktivitas guru 60% termasuk kategori terlaksana baik dan aktivitas siswa 52%
termasuk kategori tergolong aktif, dan kemudian meningkat pada siklus II presentasi aktivitas guru mencapai 86% tergolong kualitas terlaksana sangat baik, dan aktivitas siswa mencapai 82% dan tergolong sangat aktif.
Selain itu, hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Septiara Belina, 2018. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata
Pelajaran Geografi Kelas X 3 di SMA Gajah Mada Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017.49 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay pada pokok bahasan hidrosfer mata pelajaran geografi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, persentase hasil belajar geografi siswa tuntas mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 14,01% dan dari siklus II ke siklus III mengalami peningkatan sebesar 31,35%. Banyaknya siswa tuntas pada siklus I hanya 12 siswa dengan persentase 37,50% dari 32 siswa yang hadir, pada siklus II meningkat menjadi 17 siswa dengan persentase 51,51% dari 33 siswa yang hadir, dan pada siklus III menjadi 29 siswa dengan persentase 82,86% dari 35 siswa yang hadir. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay mengalami peningkatan setiap siklusnya. Penelitian ini memiliki kesamaan yaitu sama-sama menggunakan model pembelajaran Course Review Horay dan sama-sama menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas.
Darmawanti, Arnentis dan Henny Julianita Husni. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, bahwa penerapan model pembelajaran Course Review Horay dapat
49Septiara Belina. Penerapan Model Pembelajaran Course Review Horay Untuk Mningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Gajah Mada Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017. Jurnal. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 2018. Hlm. 10
meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar siswa. Sikap ilmiah siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Rata-rata sikap ilmiah siswa pada siklus I yaitu 82,25% trgolong kategori cukup dan pada siklus II meningkat menjadi 90,99%. Sedangkan hasil belajar siswa berdasarkan daya serap siswa, mengalami peningkatan yaitu pada siklus I adalah 81,08%
(cukup), dan meningkat menjadi 89,61% (baik) pada siklus II.50
50Darmawati, Arnentis dan Henny Julianita Husny. Jurnal Biogenesis, Vol, Nomor 1, Juli 2011, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CRH Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Biologi siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Pekanbaru T.P 2011/2012.hlm 51-52
BAB V