• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini adalah beberapa siklus. Siklus pertama dilaksanakan untuk melihat perubahan berupa peningkatan pencapaian hasil tes yang telah dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah dibuat.

Pemahaman siswa dapat menghasilkan data sesuai dengan yang dibutuhkan peneliti, jika hasil dalam data yang diperoleh dalam siklus pertama kurang dari standar yang telah ditentukan, peneliti melaksanakan kembali pelaksanaan tindakan dalam siklus berikutnya, untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang telah dialami dalam siklus sebelumnya, sehingga dapat diperbaiki.

Jika dalam siklus berikutnya, data yang diperoleh peneliti telah sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan, maka akan membuktikan tingkat keberhasilan dari setiap siklus yang telah dilakukan dalam meningkatkan pemahaman belajar siswa melalui penerapan metode demonstrasi.

G.Cara Pengamatan (Monitoring)

Dalam penelitian ini, yang diamati adalah bagaimana pelaksanaan tindakan, bagaimana sikap siswa, dan apakah proses pembelajaran sudah sesuai

48 Ridwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 77.

dengan skenario yang dibuat. Pengamatan dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan terhadap guru dalam memberikan pengajaran kepada siswa kelas VII MTs Al- Istiqomah Telagawaru dengan menggunakan metode demonstrasi.

Dalam proses pembelajaran mengenai materi shalat jama‟ dan qashar dengan penerapan metode tersebut bisa memberikan pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat, sehingga yang dipelajari sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat.

H.Analisis Data dan Refleksi 1. Analisis Data

a. Analisis Tes Belajar Siswa

Apabila data dari hasil evaluasi belajar siswa sudah diperoleh, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan rumus sebagai berikut:

1) Nilai Rata-rata Kelas

Untuk menghitung nilai rata-rata yang diperoleh siswa dalam suatu kelas di masing-masing siklus menggunakan rumus sebagai berikut:

X= ∑X N

Ket: X = Rata-rata

X = Jumlah seluruh skor

N = Banyaknya Subyek49

49Ratna Andriyani, „„Penggunaan Media Kertas Lipat Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan‟‟, (Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia, 2014), hlm. 27.

2) Ketuntasan Belajar Individu

Setiap peserta didik dalam proses pembelajaran dinyatakan tuntas apabila memperoleh nilai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu ≥ 75. Untuk menganalisis skor nilai yang diperoleh peserta didik.50 Untuk menentukan ketuntasan belajar individua siswa, maka dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

KB = T x 100%

Tt

Ket: KB = Ketuntasan Belajar

T = Jumlah skor yang diperoleh siswa Tt = Jumlah skor total51

Tabel 3.2

Rentang Nilai Hasil Ketuntasan Belajar Siswa

No. Angka Huruf Predikat Keterangan

1. 80-100 A Sangat Baik Tuntas

2. 75-80 B Baik Tuntas

3. 55-70 C Cukup Tidak Tuntas

4. 45-50 D Kurang Tidak Tuntas

5. 0-40 E Sangat Kurang Tidak Tuntas

3) Ketuntasan Klasikal

Nilai evaluasi diperoleh setelah melakukan tindakan kelas, kemudian dianalisis untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai Ketuntasan Klasikal (KK) peserta didik adalah sebagai berikut:

50 Dumrati, Wawancara, Guru Fiqih, MTs Al-Istiqomah Telagawaru, 26 Oktober 2020.

51 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2010), hlm. 241.

KK = X x 100%

Z Ket:

KK = Ketuntasan Klasikal

X = Siswa yang tuntas belajar secara individu (≥75) Z = Jumlah siswa52

Dengan demikian, suatu kelas dikatakan tuntas apabila kelas tersebut mencapai 85% siswa yang telah mendapatkan nilai 75. Nilai 75 tersebut merupakan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan pada mata pelajaran fiqih kelas VII MTs Al-Istiqomah Telagawaru.

b. Analisis Lembar Observasi Guru

Data dari hasil observasi terlaksananya rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dapat dianalisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut:53

Skor x 100%

Skor tertinggi

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran memiliki lima kategori, seperti yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

52 Andi Rosna, „„Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif‟‟, Jurnal Kreatif Tadulako Online, Vol. 4, Nomor 6, tanpa tahun, hlm. 237.

53 Abdul Majid, Penilaian Auntentik: Proses dan Hasil Belajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017), hlm. 158.

Tabel 3.3

Kriteria Tingkat Keberhasilan.

No. Tingkat Keberhasilan Kriteria Keberhasilan

1. 86-100% Sangat Baik

2. 71-85% Baik

3. 56-70% Cukup

4. 41-55% Kurang

5. <40% Sangat Kurang

2. Refleksi

Refleksi dilakukan pada tahap akhir siklus. Pada tahap ini, peneliti dan guru mengkaji pelaksanaan dan hasil yang diperoleh dalam pemberian tindakan tiap siklus. Kegiatan dalam tahap refleksi adalah observer dan guru pada mata pelajaran fiqih memperbaiki kekurangan dan hambatan yang terdapat pada saat berlangsungnya proses pembelajaran, sehingga diperoleh cara dalam memecahkan permasalahan yang muncul pada setiap proses pembelajaran, dan dapat dilakukan perbaikan untuk melaksanakan siklus selanjutnya. Hasil refleksi pada siklus I untuk melaksanakan tindakan pada siklus II.

36 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.Deskripsi Setting Penelitian

1. Letak Geografis MTs Al-Istiqomah Telagawaru

MTs Al-Istiqomah Telagawaru yang terletak di Desa Telagawaru Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. MTs Al-Istiqomah Telagawaru ini berada pada jalur yang strategis yang berada di tengah- tengah masyarakat. Jalan yang kita laluipun tidak sulit.54 Adapun batasan- batasan lokasi MTs Al-Istiqomah Telagawaru, Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat ialah sebagai berikut : a. Sebelah Barat berbatasan dengan sawah dan jalan Tol.

b. Sebelah Timur berbatasan dengan perumahan Penduduk .

c. Sebelah selatan berbatasan dengan warung dan perumahan penduduk.

d. Sebelah Utara berbatasan dengan persawahan.55

Apabila dilihat dari letak geografisnya, madrasah ini mudah di jangkau baik masyarakat sekitar khususnya desa Telagawaru. Walaupun letak madrasah ini didalam desa, akan tetapi tidak sulit untuk menemukannya karena jalannya juga tidak berkelok-kelok.

2. Visi dan Misi MTs Al-Istiqomah Telagawaru a. VISI

Visi MTs Al-Istiqomah Telagawaru adalah:

54 Profil MTs Al-Istiqomah Telagawaru, Dokumentasi, Telagawaru, 26 Oktober 2020.

55 Profil MTs Al-Istiqomah Telagawaru, Observasi, Telagawaru, 26 Oktober 2020.

“TERWUJUDNYA WARGA MADRASAH YANG BERPRESTASI IMANI DAN QUR‟ANI”

b. MISI

Misi MTs Al-Istiqomah Telagawaru adalah:

1) Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan efektif.

2) Menumbuh kembangkan potensi dan kreatifitas seluruh elemen madrasah.

3) Menumbuh kembangkan pengalaman nilai agama dalam segala aspek.

4) Menampakkan sikap pantang menyerah untuk belajar dan berkarya.

c. TUJUAN

1) Memberikan bekal Pengetahuan Agama Islam sebagai perluasan serta peningkatan agama dan keterampilan yang di peroleh dimadrasah mengembangkan kehidupan sebagai pribadi muslim, anggota masyarakat dan warga Negara.

2) Mempertahankan persentase kelulusan Uujian Sekolah/Madrasah 100%.

3) Meningkatkan kemampua baca tulis Al-Qur‟an dan penguasaan Hadis- hadis.

4) Menanamkan sikap sopan santun, budi pekerti dan berbudaya dilandasi dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah Swt.

3. Profil MTs Al-Istiqomah Telagawaru

Nama Madrasah :MTs Al-Istiqomah Telagawaru

Alamat Madrasah :Jln. Gunung Pengsong Desa Telagawaru

Tahun Berdiri Madrasah :16 Juli 1992 Nomor Induk Madrasah :121232010030

Akte Nomor :AHU-0024350.AH.01.04.Tahun2016, Tanggal 12 Mei 2016

Nama Organisasi Induk :Yayasan Pondok Pesantren Al-Istiqomah56 4. Keadaan Guru MTs Al-Istiqomah Telagawaru

Guru di MTs Al-Istiqomah Telagawaru sudah memenuhi kebutuhan dalam melaksanakan dan terlaksananya suatu program. Guru memiliki kewajiban dan tanggungjawab dalam membimbing dan mengarahkan siswa dalam proses belajar mengajar. Hal ini dibutuhkan kemampuan guru yang profesional dalam melaksanankan fungsi dan tugasnya.

Adapun jumlah guru yang ada di MTs Al-Istiqomah Telagawaru adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1

Keadaan Guru di MTs Al-Istiqomah Telaagwaru.57

No Nama Guru L/P Jabatan Mata Pelajaran

yang diampu 1. Muslehudin M.Ag L Kepala

Madrasah Bahasa Arab

2. Hairun Nisa. MH L Guru PKn

3. H. Ratnasih Hilmi, SH L Waka

Kesiswaan Aqidah Akhlak 4. Buyung, M.Pd L Waka Humas Bahasa Inggris

5. Dumrati, S.Ei P Bendahara Fiqih

6. Masturiah, S.Hi P Guru SKI

7. Fitriyani Ahyan, S.Pd P Guru IPA

8. Yahya Hemni, S.Pd L Guru IPS

56 Profil MTs Al-Istiqomah Telagawaru, Dokumentasi, Telagawaru, 26 Oktober 2020.

57 Profil Nama Guru MTs Al-Istiqomah Telagawaru, Dokumentasi, Telagawaru, 26 Oktober 2020.

9. Syudhaini, S.Pd L Guru Penjaskes 10. H. Akmaluddin, S.Pd.I L Guru Qur‟an Hadits 11. Eviza Ariyanty, S.Pd P

Guru Bahasa

Indonesia 12. BQ. Nidia Rahmani, S.Pd P Guru Bahasa

Indonesia 13. Nurul Qomariah F, S.Pd P Guru PKn

14. Ust. Suhaili S.Pd.I L Guru Bahasa Arab 15. Agus Sahrial Amin, S.Pd L Guru MTK

16. Ust. Lukman L Guru Muhadasah

17. Ust. Fathurrahman, S.HI L Guru Muhadasah

18. Ust. Ibrahim L Guru Muhadasah

19. Nurmuliati, S.Pt P Guru Pengembangan

20. Mustahiq Sulhi L Guru TIKOM

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa jumlah keseluruhan guru atau tenaga pengajar di MTs Al-Istiqomah telagawaru adalah berjumlah 20 guru.

5. Keadaan Siswa MTs Al-Istiqomah Telagawaru

Siswa merupakan suatu komponen dalam pendidikan yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Siswa juga mempunyai pengaruh besar terhadap keterlaksanaannya proses pembelajaran di dalam kelas dan membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Adapun jumlah siswa di MTs Al-Istiqomah Telagawaru Tahun pelajaran 2020/2021 sebagai berikut:

Tabel 4.2

Keadaan Siswa MTs Al-Istiqomah Telagawaru.58 Kelas Banyak

kelas

Banyak murid Ket.

Laki Perempuan Jumlah

I 2 24 23 47

II 2 21 18 39

58 Profil Keadaan Siswa MTs Al-Istiqomah Telagawaru, Dokumentasi, Telagawaru, 26 Oktober 2020.

III 2 21 23 44

Jumlah 6 66 64 130

Jumlah siswa di MTs Al-Istiqomah Telagawaru Tahun 2020/2021 berjumlah 130, jumlah siswa tersebut selalu mengalami perubahan tiap tahunnya.

6. Keadaan Sarana dan Prasarana MTs Al-Istiqomah Telagawaru Tabel 4.3

Keadaan Sarana dan Prasarana MTs Al-Istiqomah Telagawaru.

No. Nama Ruang Jumlah

1 Ruang Kepala Madrasah 1

2 Ruang Kelas 6

3 Ruang Guru 1

4 Ruang Tata Usaha 1

5 Ruang Perpustakaan 1

6 Toilet Guru 1

7 Mushola 1

8 Kantin 1

Dari tabel diatas, keadaan sarana dan prasarana di MTs Al-Istiqomah Telagawaru ini sudah cukup memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dalam kondisi yang layak digunakan sebagai tempat belajar.

B.Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran fiqih dengan pokok pembahasan materi tentang shalat jamak dan qashar dengan penerapan metode demonstrasi pada siswa kelas VII MTs Al-Istiqomah Telagawaru tahun pelajaran 2020/2021.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua siklus, mulai tanggal 26 Oktober sampai dengan 9 November 2020.

Dari hasil penelitian yang diperoleh, terdapat data kualitatif dan data kuantitatif, karena hasil hasil kualitatif diperoleh dari hasil observasi dan data kuantitatif diperoleh melalui hasil tes yang diberikan pada setiap akhir siklus.

Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan rumus-rumus yang telah ditentukan.

Adapun penyajian dan analisis data setiap siklus dapat dipaparkan sebagai berikut:

1. Hasil Penelitian Siklus I

Siklus I dalam penelitian ini dilaksanakan satu kali pertemuan.

pertemuan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2020 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit.

a. Perencanaan

Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam pelaksaan tindakan.

1) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan penerapan metode demonstrasi pada pokok pembahasan mengenai shalat Jamak dan Qasar yang sudah ditentukan untuk meningkatkan pemahaman belajar siswa.

2) Menyiapkan lembar observasi aktivitas guru pada saat pembelajaran berlangsung.

3) Menyusun tes pilihan ganda yang digunakan untuk mengevaluasi hasil pemahaman belajar siswa.

4) Menyiapkan kunci jawaban dari soal tes pilihan ganda tersebut.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pembelajaran Fiqih di MTs Al-Istiqomah Telagawaru dilaksanakan satu kali dalam seminggu. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan tindakan ini adalah guru memberikan informasi mengenai tujuan dan manfaat pembelajaran materi tentang ketentuan shalat jamak dan qasar, serta menerapkan apa yang telah direncanakan dalam RPP, pada tahap perencanaan dengan menggunakan metode demonstrasi. Sebagaimana perincian pelaksanaan tindakan ini adalah sebagai berikut:

Pada kegiatan awal, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan berdo‟a untuk memulai pembelajaran. Dilanjutkan dengan memeriksa kehadiran siswa dan memberikan apersepsi mengenai materi yang dipelajari sebelumnya dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi shalat jamak dan qasar.

Pada kegiatan inti, guru menyiapkan bahan/alat yang diperlukan dalam melakukan demonstrasi, dilanjutkan dengan guru menyuruh siswa untuk mengamati dan menganalisis demonstrasi dari guru, setelah itu guru mendemonstrasikan materi yang dipelajari tentang shalat jamak dan qasar. Setelah guru selesai mendemonstrasikan, dilanjutkan dengan salah seorang siswa/beberapa siswa untuk mendemonstrasikan materi shalat Jum‟at tersebut. Selanjutnya, guru meminta siswa untuk mengemukakan hasil analisis dan pengalaman siswa didemonstrasikan, serta guru memberikan penguatan materi tentang materi shalat jamak dan qasar.

Pada kegiatan penutup, guru dan siswa menyimpulkan materi yang dibahas. Selanjutnya, guru memberikan evaluasi dengan memberikan soal tes pilihan ganda, kemudian dikerjakan dalam waktu 15 menit, lalu guru mengakhiri dan menutup pembelajaran dengan salam serta do‟a.59 c. Observasi dan Evaluasi

Pada kegiatan yang selanjutnya merupakan tahap observasi dan tahap evaluasi, sebagaimana dijabarkan dibawah ini:

1) Tahap Observasi

Untuk mengetahui hasil observasi aktivitas guru dapat dilihat dari tabel dibawah ini:

Pedoman penskoran:

a) Skor 4 diberikan jika semua indikator terlihat b) Skor 3 diberikan jika 3 indikator terlihat c) Skor 2 diberikan jika 2 indikator terlihat d) Skor 1 diberikan jika 1 indikator terlihat

Tabel 4.4

Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I.

No Aktivitas/Indikator Siklus I

Terlihat Tidak terlihat

Skor 1. Membuat RPP

1

- Guru menyiapkan rpp √

- Guru membawa rpp √

- Guru menggunakan rpp √

- Guru mengajar sesuai rpp √

59 Kegiatan Pembelajaran Siswa Dan Guru Siklus I, Observasi, Telagawaru, 26 Oktober 2020.

2. Melakukan pembukaan dengan salam dan berdo‟a untuk memulai pembelajaran

- Guru mengucapkan salam √ 4

- Guru mengajak siswa berdo‟a √ - Guru membimbing siswa berdo‟a √

- Guru mengabsen siswa √

3. Memberikan apersepsi kepada siswa

3 - Guru menginformasikan materi yang

dibahas

√ - Memberikan pertanyaan sesuai materi √

- Menanggapi jawaban siswa √

- Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari

√ 4. Menyampaikan kompetensi yang dicapai

(tujuan pembelajaran).

3 - Menyampaikan tujuan pembelajaran √

- Menyampaikan tujuan pembelajaran sesuai materi

√ - Tujuan pembelajaran sesuai dengan rpp √ - Menyampaikan tujuan pembelajaran

dengan bahasa yang mudah dipahami

√ 5. Menyajikan gambaran sekilas materi yang

akan disajikan.

4 - Menjelaskan materi yang akan dibahas √

- Menyuruh siswa menyimak penjelasan materi

- Meminta siswa untuk bertanya terkait materi

√ - Menjawab pertanyaan dari siswa √ 6. Menyiapkan bahan/alat yang diperlukan

dalam demonstrasi.

3 - Guru membawa bahan/alat sesuai

materi yang akan didemonstrasikan

√ - Guru meminta siswa membawa

bahan/alat

√ - Guru memeriksa alat/bahan yang

dibawa siswa

√ - Menggunakan bahan/alat untuk

demonstrasi

√ 7. Menunjuk salah seorang atau beberapa

siswa untuk mendemonstrasikan semua skenario yang telah disiapkan.

- Guru memilih salah satu siswa untuk melakukan demonstrasi

√ - Menyuruh siswa melakukan 3

demonstrasi

√ - Memberi arahan pada siswa dalam

demonstrasi

- Membimbing siswa selama jalannya demonstrasi

8. Menyuruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisisnya

3 - Guru meminta siswa perhatikan

demonstrasi

√ - Guru meminta siswa menganalisis

jalannya demonstrasi

√ - Guru meminta siswa mencatat hal-hal

yang belum dimengerti saat proses demonstrasi

- Guru meminta siswa serius dalam proses demonstrasi

√ 9. Menyuruh tiap siswa mengemukakan hasil

analisisnya dan juga pengalaman siswa didemonstrasikan.

1 - membimbing siswa untuk berani

menjelaskan hasil analisisnya

- Memberikan waktu pada siswa untuk memaparkan hasil analisis demonstrasi

√ - Memberikan waktu pada siswa untuk

memaparkan pengalaman hasil demonstrasi

- Guru memberi pujian kepada siswa yang berani memaparkan hasil demonstrasi

10. Menutup pembelajaran

3 - Guru memberi penguatan terhadap

materi yang dipelajari

√ - Guru bersama siswa membuat simpulan √

- Mengakhiri dengan do‟a √

- Mengakhiri pelajaran dengan salam √

Jumlah 28 12 28

Persentase 70%

Kategori Cukup

Skor x 100%

Skor tertinggi

28 x 100% = 70%

40

Dari hasil observasi aktivitas guru pada tabel di atas, dapat diketahui persentase tingkat keberhasilan aktivitas guru pada siklus I mencapai 70% dan dapat dikategorikan cukup.

2) Tahap Evaluasi

Pada tahap ini, guru melakukan tindakan evaluasi dengan memberikan tes pilihan ganda kepada siswa yang jumlah soalnya 10 butir dengan waktu 15 menit. Adapun tabel dari hasil pemahaman belajar siswa masing-masing individu pada siklus I adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5

Hasil Pemahaman Belajar Siswa Masing-masing Individu Siklus I

No. Nama Siswa Skor

Perolehan

Skor Total/Nilai

Akhir

Kriteria

1. Adista Seftriyani 8 80 Tuntas

2. Alfi Zahrah 8 80 Tuntas

3. Ardila Pratiwi Regita 6 60 Tidak Tuntas

4. Aulia Maharani 8 80 Tuntas

5. Azika Humaero 6 60 Tidak Tuntas

6. Fadila Septi Ayudia 8 80 Tuntas

7. Hidayatul Mujarrani 8 80 Tuntas

8. Indah Citra Lestari 5 50 Tidak Tuntas

9. Indah Widiya Auliya 8 80 Tuntas

10. Maulidatul Afriani 8 80 Tuntas

11. Milza Syadin 6 60 Tidak Tuntas

12. Mira Sukmawati 8 80 Tuntas

13. Mutiah 9 90 Tuntas

14. Nadia Sarah 5 50 Tidak Tuntas

15. Novia Sari 6 60 Tidak Tuntas

16. Tiara Jelita Putri 8 80 Tuntas

17. Zahraturraudah 8 80 Tuntas

18. Ziadaturrahman 8 80 Tuntas

19. Aditia Pratama 8 80 Tuntas

20. Ahmad Nabil Asrori 6 60 Tidak Tuntas

21. Ahmad Ramdanil 7 70 Tidak Tuntas

22. Ahmad Reza Pahlevi 8 80 Tuntas

23. Ali Ahmadi 8 80 Tuntas

24. Aril Gunawan 8 80 Tuntas

25. Azril Rosidi 9 90 Tuntas

26. Dahlan 7 70 Tidak Tuntas

27. Eka Ramdani 6 60 Tidak Tuntas

28. Hengki Pratama 8 80 Tuntas

29. Ilham 8 80 Tuntas

30. Jamaudin Amirullah 7 70 Tidak Tuntas

31. Lopian Ipan Barata 8 80 Tuntas

32. M. Haikal Ilham 8 80 Tuntas

33. Rendy Indrawan 8 80 Tuntas

34. Restu Pratama Putra 9 90 Tuntas

35. Rifa Adrian 8 80 Tuntas

36. Riski Irwansyah 8 80 Tuntas

37. Salamudin 5 50 Tidak Tuntas

38. Wahyul Ulum 8 80 Tuntas

39. Ahmad Zumaidi 8 80 Tuntas

Jumlah 291 2910 27T & 12TT

Nilai Rata-rata 74,61

Persentase Ketuntasan 69,23%

X= ∑X N

= 2910 39 = 74,61

KK = X x 100%

Z

= 27 x 100 39

= 69,23%

Tabel 4.6

Ringkasan Hasil Evaluasi Siklus I

Siklus ke- I

Jumlah Siswa 39

Jumlah Siswa Tuntas 27

Jumlah Siswa Tidak Tuntas 12

Nilai Rata-rata 74,61

Persentase Ketuntasan 69,23%

Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa masih banyak siswa yang belum tuntas memperoleh nilai dibawah KKM ( 75 ) dengan nilai rata-rata siswa 74,61. Adapun siswa yang tuntas sebanyak 27 orang dan yang tidak tuntas sebanyak 12 orang dengan persentase ketuntasan 69,23%. Dengan hasil tersebut, peneliti perlu melanjutkan ke siklus II untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I dan memperbaiki hasil pemahaman belajar siswa.

d. Refleksi

Berdasarkan pemaparan hasil observasi di atas, dapat dilihat dari hasil aktivitas guru pada siklus I terdapat beberapa kekurangan yang perlu untuk diperbaiki pada siklus yang selanjutnya. Adapun kekurangan yang perlu diperbaiki adalah aktivitas guru yang belum nampak sebagai berikut:

1) Guru belum menyiapkan RPP

2) Guru belum menyuruh siswa untuk memperhatikan demonstrasi dan menganalisisnya

3) Guru tidak menyuruh tiap siswa mengemukakan hasil analisisnya.

2. Hasil Penelitian Siklus II

Siklus II dalam penelitian ini dilaksanakan satu kali pertemuan.

pertemuan dilaksanakan pada tanggal 09 November 2020 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit.

a. Perencanaan

Pada tahap perencanaan tindakan pada siklus II ini, tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan pada siklus I, Pada siklus II dilakukan untuk mengatasi dan memperbaiki kekurangan pada siklus I. Pada tahap ini, peneliti menyiapkan segala hal yang diperlukan dalam melaksanakan tindakan.

1) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan penerapan metode demonstrasi pada pokok pembahasan mengenai shalat jamak dan qasar yang sudah ditentukan.

2) Menyiapkan lembar observasi aktivitas guru pada saat pembelajaran berlangsung.

3) Menyusun tes pilihan ganda yang digunakan untuk mengevaluasi hasil pemahaman belajar siswa.

4) Menyiapkan kunci jawaban dari soal tes pilihan ganda tersebut.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap ini, pelaksanaan tindakan pada siklus II dilakukan pada tanggal 09 November 2020. Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini dilaksanakan tidak jauh berbeda dengan siklus I yang berdasarkan

rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan materi shalat jamak dan qasar.

Pada kegiatan awal, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan berdo‟a untuk memulai pembelajaran. Dilanjutkan dengan memeriksa kehadiran siswa dan memberikan apersepsi mengenai materi yang dipelajari sebelumnya dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi shalat jamak dan qasar.

Pada kegiatan inti, guru menyiapkan bahan/alat yang diperlukan dalam melakukan demonstrasi, dilanjutkan dengan guru menyuruh siswa untuk mengamati dan menganalisis demonstrasi dari guru, setelah itu guru mendemonstrasikan materi yang dipelajari tentang shalat jamak dan qasar. Setelah guru selesai mendemonstrasikan, dilanjutkan dengan salah seorang siswa/beberapa siswa untuk mendemonstrasikan materi shalat jamak dan qashar tersebut. Selanjutnya, guru meminta siswa untuk mengemukakan hasil analisis dan pengalaman siswa didemonstrasikan, serta guru memberikan penguatan materi tentang materi shalat jamak dan qasar.

Pada kegiatan penutup, guru dan siswa menyimpulkan materi yang dibahas. Selanjutnya, guru memberikan evaluasi dengan memberikan soal tes pilihan ganda, kemudian dikerjakan dalam waktu 15 menit, lalu guru mengakhiri dan menutup pembelajaran dengan salam serta do‟a.60

60 Kegiatan Pembelajaran Siswa Dan Guru Siklus II, Observasi, Telagawaru, 09 November 2020.

c. Observasi dan Evaluasi 1) Tahap Observasi

Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus yang sebelumnya.

Seperti dalam tabel tabel di bawah ini:

Tabel 4.7

Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II.

No Aktivitas Siklus II

Terlihat Tidak terlihat

Skor 1. Membuat RPP

- Guru menyiapkan rpp √ 4

- Guru membawa rpp √

- Guru menggunakan rpp √

- Guru mengajar sesuai rpp √

2. Melakukan pembukaan dengan salam dan berdo‟a untuk memulai pembelajaran

4

- Guru mengucapkan salam √

- Guru mengajak siswa berdo‟a √ - Guru membimbing siswa berdo‟a √

- Guru mengabsen siswa √

3. Memberikan apersepsi kepada siswa

4 - Guru menginformasikan materi yang

dibahas

√ - Memberikan pertanyaan sesuai materi √

- Menanggapi jawaban siswa √

- Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari

√ 4. Menyampaikan kompetensi yang dicapai

(tujuan pembelajaran).

4 - Menyampaikan tujuan pembelajaran √

- Menyampaikan tujuan pembelajaran sesuai materi

√ - Tujuan pembelajaran sesuai dengan rpp √ - Menyampaikan tujuan pembelajaran

dengan bahasa yang mudah dipahami

√ 5. Menyajikan gambaran sekilas materi yang

akan disajikan.

4 - Menjelaskan materi yang akan dibahas √

- Menyuruh siswa menyimak penjelasan materi

√ - Meminta siswa untuk bertanya terkait

materi

√ - Menjawab pertanyaan dari siswa √ 6. Menyiapkan bahan/alat yang diperlukan

dalam demonstrasi.

4 - Guru membawa bahan/alat sesuai

materi yang akan didemonstrasikan

- Guru meminta siswa membawa bahan/alat

- Guru memeriksa alat/bahan yang dibawa siswa

√ - Menggunakan bahan/alat untuk

demonstrasi

√ 7. Menunjuk salah seorang atau beberapa

siswa untuk mendemonstrasikan semua skenario yang telah disiapkan.

4 - Guru memilih salah satu siswa untuk

melakukan demonstrasi

- Menyuruh siswa melakukan demonstrasi

√ - Memberi arahan pada siswa dalam

demonstrasi

- Membimbing siswa selama jalannya demonstrasi

√ 8. Menyuruh siswa memperhatikan

demonstrasi dan menganalisisnya

3 - Guru meminta siswa perhatikan

demonstrasi

- Guru meminta siswa menganalisis jalannya demonstrasi

√ - Guru meminta siswa mencatat hal-hal

yang belum dimengerti saat proses demonstrasi

- Guru meminta siswa serius dalam proses demonstrasi

√ 9. Menyuruh tiap siswa mengemukakan hasil

analisisnya dan juga pengalaman siswa didemonstrasikan.

- membimbing siswa untuk berani √

Dokumen terkait