b. Melakukan evaluasi terhadap setiap tahapan pelaksanaan.
Metode pemantauan dan evaluasi Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) TN Gunung Merapi
Indikator:
1) Terbentuk tim pemantauan dan evaluasi RPJP TN Gunung Merapi 2) Terdapat jadwal (schedule) pemantauan dan evaluasi. Terdapat rencana
pemantauan dan evaluasi secara periodik (setiap tahun dan setiap 5 tahun).
3) Adanya rencana biaya yang diperlukan untuk rencana pemantauan dan evaluasi
4) Pemantauan dan evaluasi dilakukan secara periodik oleh tim internal dan eksternal TN Gunung Merapi untuk tiap rencana aksi pada tahun berjalan 5) Memeriksa kembali apakah pelaksanaan telah sesuai dengan Rancang Tindak yang telah disepakati bersama. Pemeriksaan kembali pelaksanaan aksi dengan dasar pertimbangan RPJP TN Gunung Merapi.
6) Melakukan langkah atau aksi bila terjadi penyimpangan kearah yang tidak menguntungkan baik untuk kawasan itu sendiri atau wilayah setempat secara umum, pengelola, maupun masyarakat. Penyusunan rencana aksi dengan dasar pertimbangan hasil pemeriksaan pada butir e.
7) Melakukan (penyusunan) perancangan ulang (re-design) secara terintegrasi apabila Rencana Tindak yang telah disusun pada saat perencanaan karena satu dan lain hal menjadi tidak layak lagi diterapkan di lapangan.
Selain itu, pemantauan dan evaluasi juga perlu dilakukan terutama pada dampak yang ditimbulkan akibat tersebut. Informasi yang diperoleh melalui pengawasan dan evaluasi secara teratur dapat digunakan untuk meningkatkan pengembangan disetiap tahapan. Pengawasan selain akan memberikan informasi tentang perilaku suatu ekosistem, juga akan menjamin bahwa batas-batas perubahan yang dapat diterima tidak terlampaui. Indikator jenis/ spesies adalah salah satu contoh alat yang efisien untuk mengetahui adanya suatu perubahan.
Pemahaman ekosistem dapat pula diperoleh dengan inventarisasi awal maupun secara berulang-ulang tentang tanah, hidrologi, pola penggunaan tanah, dan komunitas tumbuhan dan satwa. Salah satu alat yang direkomendasikan adalah dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Disamping itu, kegiatan patroli rutin yang dilakukan perlu dibuat sistem patroli yang efektif dengan
menyediakan buku register/ patroli dan dilengkapi dengan GPS untuk mengetahui posisi setiap kejadian yang ditemukan saat patroli yang dicatat dalam buku register/ patroli. Data-data yang diperoleh tersebut sangat bermanfaat untuk kepentingan pengawasan, pemantauan, dan evaluasi sehingga memudahkan untuk menentukan kebijakan dan strategi pengelolaan.
Pelaporan merupakan mekanisme lanjutan dari kegiatan pengawasan dan evaluasi. Pelaporan diselenggarakan secara periodik sesuai dengan jadwal kegiatan pengawasan dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak pengelola meliputi laporan bulanan, semesteran, tahunan, setiap lima tahun, dan akhir rencana pengelolaan. Setiap laporan harus disertakan evaluasi pelaksanaan program sebelumnya dan rencana kegiatan berikutnya. Disamping pelaporan berkala tersebut diperlukan juga laporan tidak periodik pada kasus tertentu.
Tabel 27. Evaluasi RPJP lima tahun terakhir
Tujuan Pengelolaan Indikator Keberhasilan
Tujuan Progress Pencapaian Pihak Yang Terlibat Status Keberhasilan Kendala yang dihadapi Tindak Lanjut
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
2) Pelestarian fungsi sumberdaya air kawasan TNGM
3) Pada tahun ke-10 daerah tangkapan air daerah hulu sebesar 50% dari area terdegradasi pulih
Pada tahun ke-5, 25% dari
area terdegradasi pulih TNGM, Balai Besar PPBPTH, Dinas LHK Prov & Kab., Perguruan Tinggi, mitra masyarakat
Sebagian sudah tercapai Kegiatan evaluasi keberhasilan penanaman dalam rangka pemulihan ekosistem masih minim, rencana pemulihan periode 5 tahun ke depan belum tersusun
Melakukan monev kegiatan secara periodic, Menyusun rencana pemulihan ekosistem periode lima tahun kedua
4) Pada tahun ke-10 pemanfaatan air daerah hulu 100% telah berizin
Pada tahun ke-5, …%
pemanfaatan air daerah hulu telah berizin
TNGM, Balai Besar PPBPTH, Dinas LHK Prov & Kab., Perguruan Tinggi, mitra masyarakat
Sebagian sudah tercapai Pengaturan pengelolaan pemanfaatan air antar
kelompok pemanfaat air sekitar kawasan masih minim Fasilitasi pengaturan pemanfaatan air diantara kelompok-kelompok pemanfaat air di sekitar kawasan
2) Pelestarian flora dan
fauna asli merapi Peningkatan populasi dan sebaran 6 jenis flora asli dan fauna Elang Jawa sebesar 50%
Pada tahun ke-5, populasi dan sebaran 6 jenis flora asli dan fauna Elang Jawa sebesar 30%
TNGM, Balai Besar PPBPTH, Perguruan Tinggi, LIPI, Dinas terkait, swasta, masyarakat
Sebagian sudah tercapai Pengetahuan tentang perbanyakan bibit jenis pionir dan identifikasi kondisi tapak untuk penanaman jenis pionir, sub klimak dan klimak masih minim, pengamatan pergerakan individu muda Elja belum terdata
Peningkatan kapasitas SDM dan inovasi penelitian/ kajian perbanyakan jenis-jenis lokal dan bioprospeksi serta biomolekuler tumbuhan. Kajian ekologi dan workshop pengelolaan Elang Jawa di Merapi.
3) Optimalisasi pemanfaatan potensi ekosistem volcano
Peningkatan kunjungan wisata
dan pendapatan PNBP Peningkatan kunjungan wisata
dan PNBP sebesar ….% TNGM, Dinas terkait, Perguruan Tinggi, Masyarakat, Swasta
Sebagian sudah tercapai Pendakian tutup sejak kenaikan status aktivitas Merapi level waspada (11 Mei 2018); pandemic covid-19 membatasi aktivitas wisata petualangan
Penguatan dan peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok wisata sekitar kawasan, Menyusun rencana pengembangan wisata alternatif (terbatas) 4) Penguatan
kelembagaan dan dukungan manajemen
Meningkatnya efektifitas pengelolaan TN dgn nilai mett 70%
Pada tahun ke-5, efektivitas pengelolaan TN dengan nilai METT 71%
TNGM, Institusi terkait,
Masyarakat, Swasta Telah tercapai - -
LAMPIRAN
Lampiran 1. SK Penunjukaan TN Gunung Merapi
Lampiran 2. Peta Penunjukan TN Gunung Merapi
Lampiran 3. Berita Acara Konsultasi Publik Review RPTN Gunung Merapi Tahun 2015 - 2024
Lampiran 4. Rekomendasi BAPPEDA DI Yogyakarta
Lampiran 5. Rekomendasi BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah
Lampiran 6. Peta batas RPTN di TN Gunung Merapi
Lampiran 7. Peta batas SPTN Wilayah I dan II
Lampiran 8. Peta Sebaran Mata Air
Lampiran 9. Peta Wisata di TN Gunung Merapi
Lampiran 10. Peta Sebaran Elang Jawa
Lampiran 11. Peta sebaran Lutung Jawa
Lampiran 12. Peta sebaran Sarangan
Lampiran 13. Peta sebaran Nepenthes di TN Gunung Merapi
Lampiran 14. Peta sebaran anggrek
Lampiran 15. Peta Zonasi TN Gunung Merapi
Lampiran 16. Peta tutupan lahan di TN Gunung Merapi
Lampiran 17. Peta kebakaran di TN Gunung Merapi
Lampiran 18. Peta Illegal Loging
Lampiran 19. Peta Prakiraan bahaya erupsi 5 November 2020
Lampiran 20. Peta erupsi Januari 2021
Lampiran 21. Peta Desa Penyangga Sekitar TN Gunung Merapi
Lampiran 22. Peta Sarana Prasarana TN Gunung Merapi
Lampiran 23. Peta sarana prasarana dari luar TN Gunung Merapi
Lampiran 24. Peta Daerah Aliran Sungai sekitar TN Gunung Merapi