BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disampaikan di atas, maka dapat diajukan saran-saran untuk meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa khusunya pada materi pelajaran kimia, yaitu sebagai berikut :
1. Diharapkan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan media destinasi dapat diterapkan di sekolah lainnya. Karena tidak hanya dapat meningkatkan hasil belajar saja, teapi dapat pula meningkatkan minat belajar siswa dan berantusias dalam setiap pelajaran.
2. Meningkatkan kinerja guru agar dapat membangkitkan semangat belajar siswa, dan memahami karakter yang dimiliki oleh setiap siswa.
3. Setiap guru sebaiknya lebih ditingkatkan dalam penggunaan model, metode, maupun media dalam penyampaian materi, agar siswa dapat lebih mudah memahami apa yang telah disampaikan berkenaan dengan pelajaran yang bersangkutan.
4. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi para peneliti selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
A Suprijono. 2010. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Media.
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: PT.Rineka Cipta.
Agus Suprijono. 2012. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi Paike. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Amalia Ata Nayla dan Ani Widayati, “Analisis Butir Soal Tes Kendali Mutu Kelas XII SMA Mata Pelajaran Ekonomi Akuntansi Di Kota Yogyakartabtahun 2012”, Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol.X, No.1.
Annik Qurnati. 2017. Kimia SMA/MA Kelas XI Semester 2. Klaten Utara: PT Intan Pariwara.
Ardiningsih Yustika, “Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Menggunakan Kartu Jodoh terhadap Hasil Belajar Siswa”, (Skripsi, FST UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2017).
Arikunto Suharsimi. 2016. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Asma Nur. 2006. Model Pembelajaran Kooperatif. Jakarta: Departemen Pendidikan.
Aunurrahman. 2009. Belajar dan pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni. 2010. Teori Belajar & Pembelajaran. Jogjakarta: Ar- Ruzz Media.
Clifford T. Morgan dan Richard A. King. 1971. Introduction to Psychology. Tokyo: Grow Hill.
Ekawati, E, Sugiharto & Susilowati, E., “ Efektivitas Metode Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Yang Dilegkapi Dengan Media Power Point Dan Destinasi Terhadap Prestasi Belajar”, Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 2, Nomor 1, Tahun 2013. Isjoni. 2012. Cooperative Learning: Efektifitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: Alfabeta.
Hisyam Zamani, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Jamil Suprihatiningrum. 2013. Strategi Pembelajaran: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar- Ruzz Media.
Karimah, R F., Supurwoko & Wahyuningsih, “Pengembangan Media Pembelajaran Ular Tangga Fisika Untuk Siswa SMP/MTS Kelas VIII”, Jurnal Pendidikan Fisika, Vol. 2, Nomor 1, Tahun 2014.
Lie A. 2008. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.
M. Dalyono. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Miftahul Hidayati, “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Berbantuan Media Permainan Kartu Uno Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Peserta Didik SMA”, (Skripsi, FMIPA UN Yogyakarta, 2017).
Mohammad Fathurrohman. 2015. Model-Model Pembelajaran Inovatif Alternatif Desain Pembelajaran yang Menyenangkan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Muhammad Fathurrohman dan Sulistyorini. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Bandung:
Alfabeta.
Muhammad Nasikhul Abid, “Indikator-indikator Motivasi”, dalam
http://www.scribd.com/doc/36537893/12/Indikator-Motivasi, diakses pada tanggal 19 Desember 2019, pukul 08.40.
Nanan, Sudjana. 2016. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ngalim Purwanto. 2002. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Nurul Zuriah. 2012. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Oemar Hamalik. 2011. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Purwanto. 2020. Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru.
Jakarta: Rajawali Press.
Sadiman. 2014. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Salima Puji Astuti, Bakti Muliyani, Budi Utami, “Penerapan Model Pembelajran Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Kelas XI MIA 3 SMA AL ISLAM 1 Surakarta”, Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 6, Nomor 2.
Sani Marta Zulaikha, “ Penerapan Model Pembelajaran Team Game Tournament (TGT) Berbantuan Media Number Card untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa”, (Skripsi, FMIPA UNRANG, Semarang, 2015).
Sardirman. 2011. Interaksi dan Motivasi belajar mengajar. Jakarta: Rajawali.
Siti Nurazizah, “Pengaruh Model Cooperativ Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Metro Barat”, (Skripsi, FKIP Universitas Lampung, 2017).
Slavin Robert E. 2008. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media.
Sudjana. 2000. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R & D.
Bandung: Alfabeta.
Susyanto dan Jihad A. 2013. Menjadi Guru Profesional (Strategi Meningkatkan Kualifikasi dan Kualitas Guru di Era Global). Jakarta: Esensi Erlangga Cipta.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.
Tukiran Taniredja, et.all. 2011. Model-model Pembelajaran Inovatif. Bandung: Alfabeta.
Wina Sanjaya. 2016. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Kencana.
Zainal Arifin. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Zulaikha Marta Sani, “Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Number Card Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 3 SMAN 9 Semarang”, (Skripsi, FMIPA UN Semarang, 2015).
LAMPIRAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN
Satuan Pendidikan : MAN 2 Mataram Kelas/Semester : XI/II
Mata Pelajaran : Kimia
Materi Pokok : Pengertian dan Sifat-Sifat Larutan Penyangga Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit
Pertemuan : I
A. Kompetensi Inti
• KI-1 dan KI-2: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
• KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
• KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator
3.12 Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup
• Menjelaskan pengertian larutan penyangga
• Membedakan larutan penyangga dan bukan
larutan penyangga
• Menjelaskan sifat-sifat larutan penyangga
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
• Siswa dapat menjelaskan pengertian larutan penyangga
• Siswa dapat membedakan larutan penyangga dan bukan larutan penyangga
• Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat larutan penyangga D. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Larutan Penyangga
Larutan penyangga adalah larutan yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan perubahan pH ketika sedikit asam atau basa ditambahkan ke dalam larutan tersebut (Sunarya, 2012). Larutan penyangga memiliki dua komponen yaitu asam dan basa. Dalam pengertian lain, larutan penyangga merupakan larutan yang mengandung asam lemah dan basa konjugatnya atau basa lemah dan asam konjugatnya dalam keadaan seimbang. Asam akan berperan jika ada upaya untuk menaikan pH, sedangkan basa akan berperan jika ada upaya untuk menurunkan pH.
Asam dan basa di sini merupakan pasangan asam dan basa konjugasi.
2. Prinsip Kerja Larutan Penyangga
Larutan penyangga berperan untuk mempertahankan pH pada kisarannya. Jika ke dalam air murni dan larutan penyangga CH3COOH/CH3COO– ditambahkan sedikit basa kuat NaOH 0,01 M pada masing-masing larutan, maka pada larutan penyangga hanya naik sedikit dari 4,74 menjadi 4,82. Larutan penyangga CH3COOH/CH3COO– mengandung asam lemah CH3COOH dan basa konjugasi CH3COO–. Jika ditambah
NaOH, maka ion OH– hasil ionisasi NaOH akan dinetralisir oleh asam lemah CH3COOH. Akibatnya, pH dapat dipertahankan. Jika basa kuat NaOH diganti dengan asam kuat HCl maka Ion H+ hasil ionisasi HCl akan dinetralisir oleh basa konjugasi CH3COO–, sehingga pH dapat dipertahankan.
Gambar 1: Perbandingan larutan non-penyangga dan larutan penyangga saat ditambahkan NaOH
Jika ke dalam larutan penyangga CH3COOH/CH3COO– ditambah asam kuat atau basa kuat terlalu banyak maka asam CH3COOH akan habis bereaksi. Akibatnya larutan penyanggatidak dapat mempertahankan pH. Jadi, larutan penyangga mempunyai keterbatasan dalam menetralisir asam atau basa yang ditambahkan.
3. Jenis dan Sifat-Sifat Larutan Penyangga
a) Asam Lemah Dengan Basa Konjugasinya (Buffer Asam)
Misalnya, kedalam campuran larutan CH3COOH dan CH3COO- ditambahkan sedikit asamatau basa, yang terjadi adalah sebagai berikut.
(3) Jika ditambahkan asam maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk CH3COOH menurut reaksi:
CH3COO-(aq) + H+(aq) CH3COOH(aq)
Sehingga harga pH tetap.
(4) Jika ditambahkan basa, ion OH- akan dinetralkan oleh CH3COOH menurut reaksi:
CH3COOH(aq)+ OH-(aq) CH3COO-(aq) + H2O(l)
Sehingga harga pH tetap.
b) Basa Lemah Dengan Asam Konjugasinya (Buffer Basa)
Misalnya, kedalam campuran larutan NH3 dan NH4+ ditambahkan sedikit asam atau basa. Hal yang terjadi adalah sebagai berikut.
(1) Jika ditambahkan asam ion H+ akan dinetralkan oleh NH3, menurut reaksi:
NH3(aq) + H+(aq) NH4+
Sehingga harga pH tetap
(2) Jika yang ditambahkan basa maka ion OH- akan bereaksi dengan ion NH4+
sebagai berikut.
NH4++ OH-(aq) NH3(aq) + H2O(l)
Sehingga harga pH tetap
Larutan penyangga yan berisi campuran asam lemah (A) dan garam (G) berlaku rumus:
[H+] = Ka x [ ]
[ ]
Sifat-sifat larutan penyangga sebagai berikut:
a. Nilai Ka selalu tetap jika suhu tetap. Dengan demikian, harga [H+] hanya tergantung dari perbandingan [A] dan [G].
b. Berdasarkan eksperimen, campuran [A] dengan [G] mempunyai sifat dapar (pH- nya stabil) jika :
≤ [ ][ ] ≤ 10 1) Jika [ ]
[ ] < , pengaruh hidrolisis dari garam [G] sangat besar sehingga pH larutan tidak stabil.
2) Jika [ ]
[ ] > , asam lemah [A] belum cukup didapar oleh garam [G] karena konsentrasi garam [G] terlalu sedikit.
3) Jika [ ]
[ ] = , [H+] = Ka x , jadi pH = - log (Ka x ,) = pKa + 1.
4) Jika [ ]
[ ] = , [H+] = Ka x , jadi pH = - log (Ka x 10,) = pKa - 1.
Jadi, campuran asam lemah (A) dan garam (G) mempunyai pH stabil jika harga pH campuran ini trletak antara pKa - 1 dan pKa + 1.
c. Larutan penyangga [A] dengan [G] mempunyai pH paling stabil jika [ ]
[ ] = 1 sehingga [H+] = Ka atau pH = pKa. Oleh sebab itu, untuk membuat larutan penyangga dengan pH = x, cara yang paling baik yaitu menggunakan asam lemah [A] dengan harga Ka = 10-x, lalu dinetralkan dengan basa kuat sebanyak 50%
dibanding asam lemah.
d. Penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat pada larutan penyangga mengubah pH hanya sedikit dan dapat diabaikan. Sengan demikian, pH dianggap tetap.
e. Pengenceran pada lartan penyangga tidak mengubah harga pH larutan. Jika larutan penyangga diencerkan, secara teoritis harga pH larutan tidak berubah sama sekali karena pengenceran tidak mempengaruhi harga [ ]
[ ]. Namun, jika pengenceran terlalu besar. Harga pH larutan penyangga juga berubah. Hal ini karena jika harga [H+] atau [OH-] sangat kecil, harga [H+] dan [OH-] dari air sebagai pelarut juga harus diperhitungkan.
E. Pendekatan/Strategi/Metode/Media Pembelajaran 1. Pendekatan : Scientific Learning
2. Model : Cooperative learning 3. Metode : Teams Games Tournament 4. Media : Destinasi
F. Media, Alat Dan Sumber Pembelajaran 1. Media Pembelajaran
LCD, Komputer, ilustrasi (gambar dan video pembelajaran), papan tulis, alat tulis.
2. Alat dan Bahan Pembelajaran
• Power point
• Permainan destinasi
• Lembar diskusi peserta didik
• Lembar penilaian 3. Sumber Belajar
Annik Qurniati, dkk. 2017. Kimia SMA/MA Kelas XI Semester 2. Klaten Utara: PT Intan Pariwara.
G. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Waktu
Pendahuluan 1. Orientasi
• Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, do’a, memantau kehadiran, ketertiban, kesiapan siswa untuk melaksanakan pembelajaran
2. Apersepsi
10 Menit
• Guru menanyakan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan larutan penyangga. Misalnya tentang larutan penyangga dalam darah dll.
3. Motivasi
• Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung.
• Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
4. Pemberian acuan
• Memberitahukan tentang kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi.
• Guru membagi kelompok dengan jumlah kelompok 6-7 orang dan menjelaskan aturan permainan destinasi dan batasan waktu.
Kegiatan Inti
1. Mengamati
• Guru membimbing peserta didik untuk mengamati informasi mengenai seputaran materi pengertian dan sifat-sifat larutan penyangga dengan cara membaca/ melihat/
mengamati gambar dan materi yang ada dibuku LKS.
2. Menanya
• Guru mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana konsep darah dalam tubuh berdasarkan pengertian dan sifat-sifat larutan penyangga .
3. Mengumpulkan Data (Eksperimen/Mengeksplorasi)
• Guru mengarahkan siswa untuk mengumpulkan informasi secara kelompok untuk bertukar pikiran dan bekerja sama.
70 menit
4. Mengasosiasikan
• Guru mengarahkan siswa untuk menganalisis materi yang telah didiskuiskan bersama.
• Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dianalisis dan didiskusikan.
• Guru mengarahkan siswa untuk megikuti permainan destinasi sebagai persiapan megikuti turnamen.
5. Mengkomunikasikan
• Guru menyuruh kelompok yang sudah mengikuti permainan destinasi selanjutnya untuk mengikuti games tournamen.
• Guru memberikan penegasan dan memeriksa pekerjaan dari masing-masing kelompok.
• Guru menyuruh siswa untuk menyelesaikan soal pendalaman pada lembar kerja siswa secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran dan dikumpulan diakhir pembelajaran.
Penutup 1. Guru menunjuk salah satu siswa untuk menyimpulkan materi yang sudah dijelaskan kemudian guru menyempurnakan kesimpulan yang belum sempurna.
2. Guru memberikan penghargaan berupa nilai baik secara individu maupun secara kelompok. Nilai individu atas pengerjaan contoh soal, sedangkan nilai kelompok yaitu nilai yang dimiliki pada saat melaksanakan games tournament berbantuan media destinasi.
3. Guru memberikan tugas untuk dikumpulkan pada hari berikutnya.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
10 Menit
memberikan pesan untuk tetap belajar.
5. Guru menutup pertemuan dengan salam.
H. Penilaian
1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis 2. Prosedur Penilaian :
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1. Pengetahuan Tes Tertulis Penyelesaian tugas
individu dan kelompok.
3. Tabel Penilaian
No. Nama Siswa Skor yang diperoleh Skor maksimal Nilai 1.
2.
3.
Nilai = (Skor yang diperoleh/skor maksimal) x 100
Mataram, …………. 2020 Mengetahui
Kepala MAN …………. Guru Mata Pelajaran
……… ………
NIP.: NIP.:
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN
Satuan Pendidikan : MAN 2 Mataram Kelas/Semester : XI/II
Mata Pelajaran : Kimia
Materi Pokok : pH larutan penyangga Asam Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit
Pertemuan : II
E. Kompetensi Inti
• KI-1 dan KI-2: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
• KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
• KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
F. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator
3.12Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk
• Menjelaskan komponen larutan penyangga
• Menganalisis cara kerja larutan penyangga pada asam
hidup • Menentukan pH larutan penyangga asam
G. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
• Siswa dapat menjelaskan komponen larutan penyangga
• Siswa dapat menganalisis cara kerja larutan penyangga pada asam
• Siswa dapat menentukan pH larutan penyangga asam H. Materi Pembelajaran
1. Komponen Larutan Penyangga
a. Larutan penyangga yang bersifat asam
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamn yang merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa kuat yang digunakan seperti natrium (Na), kalium, barium,kalsium, dan lain- lain.
b. Larutan penyangga yang bersifat basa
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan garamnya, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih. Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikat baik ion H+ maupun ion OH- .Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara signifikan
2. Cara kerja larutan peyangga
Berikut ini cara kerja larutan penyangga: Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COO- yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:
a. Pada penambahan asam
Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Dimana ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk molekul CH3COOH.
CH3COO- (aq ) + H+ (aq) → CH3COOH (aq )
Adapun cara kerjanya dapat dilihat padalarutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:
• Pada penambahan asam
Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+ dari asam akan mengikat ion OH-. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Disamping itu penambahan ini menyebabkan berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya ion OH- . Asam yang ditambahkan bereaksi dengan basa NH3
membentuk ion NH 4+ .
NH3(aq) + H+(aq) → NH 4+(aq) 3. Menghitung pH larutan Penyangga
pH larutan penyangga asam tergantung dari tetapan ionisasi asam (Ka) dan perbandingan molaritas asam lemah dan basa a konjugasinya.
1. pH penyangga Asam
Perhatikan reaksi berikut: CH3COOH (aq) ←⃗⃗⃗ CH3COO- (aq) + H+ (aq)
Penambahan garam CH3COONa akan menaikkan molaritas basa konjugasi CH3COO- Kenaikan molaritas CH3COO- hanya menggeser harga tetapan kesetimbangan sedikit sekali, sehingga dapat dirumuskan: � =[ [ ][−]+] atau dapat dituliskan [�+] = [[ −]]
Karena pH = - log [H+] dan pKa = - log Ka, maka:
− log[�+] = − log � − � �[�� � �][�+] [�� � −] Sehingga � = � − � �[ [ ][−]+]
Secara umum, pH larutan penyangga asam dapat dirumuskan:
� = � − � �[�� � �][�+ ��]
� −
Dengan pH = derajat keasaman larutan penyangga
Ka = tetapan ionisasi asam
nHA = jumlah mol asam lemah HA nA- = jumlah mol basa konjugasi A- Contoh Soal 1 :
Suatu larutan penyangga mengandung CH3COONa 0,4 mol dan CH3COOH 0,25 mol. Jika Ka = 1,8 x 10-5, maka tentukan pH larutan penyangga !
Jawab :
Jumlah mol basa konjugasi (CH3COO-) diperoleh dari garam CH3COONa CH3COONa (aq)→ CH3COO- (aq) + Na+
Mula-mula: 0,4 mol - - Reaksi : 0,4 mol 0,4 mol 0,4 mol Akhir : 0 0,4 mol 0,4 mol pH larutan penyangga dapat dihitung sebagai berikut:
pH = pKa – log [ ]
[ −]
pH = -log (1,8x10-5) – log ,
,
pH = -(log1,8 + log 10-5) – log 0,625 pH = 4,7 – (-0,2)
pH = 4,94
Jadi pH larutan penyangga sebesar 4,94 Contoh Soal 2 :
Suatu larutan penyangga dengan pH sebesar 4,7 dapat dibuat dengan mencampurkan 100 mL larutan CH3COOH 0,2 M (Ka CH3COOH = 10-6).
Apabila ke dalam larutan penyangga tersebut ditambahkan 10 mL larutan HCl 0,1 M maka perhitungan akibat penambahan sedikit asam kuat adalah ?
Jawab :
Sebelum penambahan HCl :
n
CH3COOH = MCH3COOH x VCH3COOH= 0,2 M x L = 0,02 mol
CH3COO-(aq) + H+ (aq) → CH3COOH (aq) Mula-mula: 0,01 mol 0,01 mol 0,02 mol Reaksi : 0,001 mol 0,01 mol 0,001 mol
Akhir : 0,009 - 0,021 mol
[H+] = Ka x [ ]
[ −]
= 10-5 x ,
, 9
= 2,3 x 10-5 pH = -log [H+] pH = -log (2,3 x 10-5) pH = 5 – log 2,3 pH = 5 – 0,36 pH = 4,64
E. Pendekatan/Strategi/Metode/Media Pembelajaran 1. Pendekatan : Scientific Learning
2. Model : Cooperative learning 3. Metode : Teams Games Tournament 4. Media : Destinasi
I. Media, Alat Dan Sumber Pembelajaran 4.Media Pembelajaran
LCD, Komputer, ilustrasi (gambar dan video pembelajaran), papan tulis, alat tulis.
5.Alat dan Bahan Pembelajaran
• Power point
• Permainan destinasi
• Lembar diskusi peserta didik
• Lembar penilaian 6.Sumber Belajar
Annik Qurniati, dkk. 2017. Kimia SMA/MA Kelas XI Semester 2. Klaten Utara: PT Intan Pariwara.
J. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Waktu
Pendahuluan 5. Orientasi
• Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, do’a, memantau kehadiran, ketertiban, kesiapan siswa untuk melaksanakan pembelajaran
6. Apersepsi
• Guru mengingatkan materi pelajaran sebelumnya sekaligus menghubungkannya dengan materi yang diajarkan
7. Motivasi
• Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung.
• Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
8. Pemberian acuan
• Memberitahukan tentang kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi.
• Guru membagi kelompok dengan jumlah kelompok 6-7 orang dan menjelaskan aturan permainan destinasi dan batasan waktu.
10 Menit
Kegiatan Inti
6. Mengamati
• Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi dengan cara membaca/ melihat/
mengamati media dan penjelasan yang telah disampaikan untuk memahami bagaimana cara kerja larutan penyangga dan perhitungan pH larutan penyangga.
7. Menanya
• Guru membimbing peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang terkait dengan materi yang disampaikan oleh guru agar terjadi interaksi antara peserta didik dan guru. (menimbulkan rasa ingin tahu)
• Guru mengajukan pertanyaan mengenai
70 menit
bagaimana cara kerja larutan penyangga pada asam.
• Guru mengajukan pertanyaan mengenai perhitungan pH larutan penyangga.
8. Mengumpulkan Data (Eksperimen/Mengeksplorasi)
• Guru mengarahkan siswa untuk mengumpulkan informasi untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara kerja larutan pernyangga asam dan penghitungan pH larutan penyangga.
9. Mengasosiasikan
• Guru mengarahkan siswa untuk menganalisis materi yang telah didiskuiskan bersama.
• Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dianalisis dan didiskusikan.
• Guru mengarahkan siswa untuk megikuti permainan destinasi sebagai persiapan megikuti turnamen.
10. Mengkomunikasikan
• Guru menyuruh kelompok yang sudah mengikuti permainan destinasi selanjutnya untuk mengikuti games tournamen.
• Guru memberikan penegasan dan memeriksa pekerjaan dari masing-masing kelompok.
• Guru menyuruh siswa untuk menyelesaikan soal pendalaman pada lembar kerja siswa secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran dan dikumpulan diakhir pembelajaran.
Penutup 6. Guru menunjuk salah satu siswa untuk menyimpulkan materi yang sudah dijelaskan kemudian guru menyempurnakan kesimpulan yang belum sempurna.
7. Guru memberikan penghargaan berupa nilai baik
11 Menit