BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
mereka yang menurutnya sudah terlalu meluas dan hanya ingin memancing pembahasan yang seharusnya tidak perlu dibalas lagi.
Jadi, berdasarkan pembahasan beberapa contoh tuturan tentang aksi perobekan bendera Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sorong dalam media sosial (Facebook) di atas, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur perlokusi merupakan reaksi, efek, atau dampak terjadi kepada lawan tutur ketika penutur menyampaikan tuturannya.
media sosial (Facebook) ini tindak tutur lokusi yang ditemukan berjumlah 45 tuturan yang terdiri dari bentuk deklaratif atau kalimat berita sebanyak 9 tuturan, imperatif atau kalimat perintah sebanyak 34 tuturan, dan, interogatif atau kalimat tanya sebanyak 11 tuturan. Bentuk imperatif atau kalimat perintah secara umum paling banyak ditemukan dalam penggunaan bahasa pada komentar di Facebook, kedua adalah lokusi bentuk introgatif atau kalimat tanya, dan yang ketiga adalah bentuk deklaratif atau kalimat berita. Contohnya:
Konteks : Status yang dibuat akun bernama Berita Aktivis tentang demo perobekan bendera IMM
Wujud Tuturan : Tak disangka berawal dari aksi menghentikan LK-1 HMI di Universitas Muhammadiyah Sorong. IMM Kembali didemo HMI, bendera IMM dirobek. Yang lebih parah lagi dari pihak kampus membiarkan ini terjadi tanpa ada solusi. (Data: 140)
Salah satu bentuk tuturan (data 140) di atas masuk dalam kategori tindak tutur lokusi bentuk deklaratif atau kalimat berita karena tuturan tersebut hanya sekadar menginformasikan tanpa adanya tindakan atau maksud apapun dan tanpa mengharapkan dampak apapun. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa tindak tutur lokusi terhadap aksi perobekan bendera Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sorong dalam media (Facebook) merupakan tindak menuturkan sesuatu karena penutur hanya menuturkan sesuatu, menyampaikan informasi, berbicara, menanyakan, dan lain-lain tanpa ada maksud tertentu atau mengharapkan timbal balik dari lawan tuturnya.
2. Tindak Tutur Ilokusi
Tindak tutur ilokusi yang ditemukan pada penelitian ini berjumlah 189 tuturan yang terbagi menjadi empat bentuk yaitu asertif sebanyak 108 tuturan, direktif sebanyak 51 tuturan, komisif 8 tuturan, dan ekspresif 22 tuturan. Ilokusi asertif paling banyak ditemukan dalam penelitian ini, sedangkan bentuk deklaratif paling sama sekali ditemukan. Contohnya:
Konteks : Tanggapan Jailani Tong terhadap komentar Alfajri Aji.
Wujud Tuturan :
Alfajri Aji : Tabayyun.
Jailani Tong : Alfajri Aji semakin bijak ketum saya ini.
(Data: 125)
Salah satu bentuk tuturan (data: 125) di atas masuk dalam kategori tindak tutur ilokusi bentuk ekspresif karena pada tuturan tersebut penutur memiliki maksud untuk memuji sikap lawan tuturnya. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa tindak tutur ilokusi terhadap aksi perobekan bendera Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sorong dalam media (Facebook) merupakan maksud yang terkandung dalam sebuah tuturan yang disampaikan oleh penutur.
3. Tindak Tutur Perlokusi
Tindak tutur ilokusi yang ditemukan pada penelitian ini ditemukan berjumlah 89 tuturan, membuat lawan tutur tahu (bring hearer to learn that) sebanyak 30 tuturan, mendorong (encourage) sebanyak 8 tuturan, membuat lawan tutur berpikir tentang (get hearer to think about) sebanyak 15 tuturan, membuat lawan tutur melakukan sesuatu (get hearer
to do) sebanyak 34 tuturan, menyenangkan (amuse) sebanyak 5 tututan, menjengkelkan (irritate) sebanyak 4 tuturan, dan menjemukan (bore) sebanyak 1 tuturan. Tindak perlokusi yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini, yaitu membuat lawan tutur tahu (bring hearer to learn that). Contohnya:
Konteks : Dialog antara Chaeruddin Hakim dan Furqan Jurdi.
Wujud Tuturan :
Chaeruddin Hakim : Siapa yang copot?
Furqan Jurdi : Chaeruddin Hakim menurut informasi, bendera itu dirampas dari tangan kader lalu diambil kemudian dibakar bambu yang dipakai menjadi tiang. Pelakunya, oknum organisasi kemahasiswaan ekstra kampus.
(Data: 39)
Bentuk tuturan (data: 39) di atas masuk dalam kategori tindak tutur perlokusi yaitu membuat lawan tutur tahu (bring hearer to learn that) karena pada tuturan tersebut selain menjawab pertanyaan dari lawan tutur, jawaban dari penutur tersebut memiliki efek atau dampak yaitu membuat lawan tuturnya tahu. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa tindak tutur perlokusi terhadap aksi perobekan bendera Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sorong dalam media (Facebook) merupakan merupakan reaksi, efek, atau dampak terjadi kepada lawan tutur ketika penutur menyampaikan tuturannya.
Sehubungan dengan penelitian tindak tutur yang dilakukan, penelitian ini bukanlah hal baru. Ada tiga peneliti yang telah melakukan penelitian sebelumnya, yaitu Sari (2013), Rahma (2014), dan Sendilatta (2013). Ketiga peneliti tersebut sama-sama meneliti tentang tindak tutur seperti halnya
penelitian ini. Sari menganalisis bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi sekaligus fungsi tuturan ekspresifnya. Selanjutnya, Rahma khusus meninjau dari bentuk ilokusi dan fungsinya, sedangkan Sendilatta menganalisis bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusinya.
Berdasarkan ketiga penelitian tersebut, hasil penelitian Sari menunjukkan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi. Adapun hasil penelitian Rahma menunjukkan tipe tindak tutur ilokusi yang terdiri dari tindak tutur asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur komisif, tindak tutur ekspresif, dan tindak tutur deklaratif.
Sedangkan hasil penelitian Sendilatta menunjukkan: wujud lokusi yaitu wujud lokusi yang berupa kalimat deklaratif (kalimat berita), wujud lokusi yang berupa kalimat interogatif (kalimat tanya), wujud lokusi yang berupa kalimat imperatif (kalimat perintah). Selain itu Sendilatta juga menunjukkan wujud perlokusi meliputi upaya meyakinkan mitra tutur tentang sesuatu, upaya membohongi mitra tutur tentang sesuatu, upaya mencamkan mitra tutur tentang sesuatu, upaya menyenangkan mitra tutur, upaya membesarkan hati mitra tutur, upaya membuat malu mitra tutur, upaya membuat jengkel mitra tutur, upaya memengaruhi mitra tutur melakukan sesuatu.
Hal tersebut dibuktikan dengan adanya hasil penelitian ini ditemukan bentuk lokusi berupa lokusi berita, lokusi tanya, dan lokusi perintah. Adapun bentuk ilokusi yang ditemukan secara umum berturut-turut adalah bentuk asertif, direktif, ekspresif dan komisif, namun bentuk deklaratif sama sekali tidak ditemukan dalam penelitian ini. Sedangkan bentuk perlokusi yang
ditemukan secara berturut-turut adalah membuat lawan tutur tahu (bring hearer to learn that), mendorong (encourage), membuat lawan tutur berpikir tentang (get hearer to think about), membuat lawan tutur melakukan sesuatu (get hearer to do), menyenangkan (amuse), menjengkelkan (irritate), dan menjemukan (bore). Secara umum perlokusi membuat lawan tutur tahu (bring hearer to learn that) banyak ditemukan.
Teori yang mendukung penelitian ini yaitu teori Austin (1962) mengusulkan pembagian tindak tutur menjadi tiga, yakni tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Ketiganya terjadi pada saat tuturan dituturkan. Tindak lokusi adalah tindak menuturkan sesuatu. Austin (1962) menyatakan bahwa lokusi hanyalah menuturkan sesuatu, menyampaikan informasi, berbicara, menanyakan, dan lain-lain. Selanjutnya, Austin (1962) menyatakan bahwa ilokusi adalah yang terkandung dalam sebuah tuturan. Kemudian membagi jenis tindak ilokusi menjadi lima kategori, yaitu Verdiktif (verdictive), Eksersitif (excercitives), Komisif (commissives), Behabitif (behabitives), dan Ekspositif (expositives).
Kategorisasi Austin kemudian dikembangkan oleh muridnya, Searle (1979) dangan alasan bahwa disusun hanya berdasarkan leksikografis dan batasan-batasan di antara kelima kategorisasi tersebut kurang jelas dan tumpang tindih. Padahal batasannya harus jelas agar mempermudah orang dalam mengidentifikasi tindak ilokusi. Searle kemudian membuat kategorisasi baru yang juga berjumlah lima, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif.
Jenis tindak tutur yang terakhir adalah perlokusi, yakni tindakan atau keadaan pikiran yang ditimbulkan oleh, atau sebagai konsekuensi dari, mengatakan sesuatu. Menurut Austin (1961), tindak perlokusi adalah “apa yang kita hasilkan atau capai dengan mengatakan sesuatu” seperti meyakinkan, membujuk, menghalangi, mengatakan, mengejutkan atau menyesatkan. Tindak perlokusi dengan demikian harus dipahami sebagai hubungan sebab akibat antara dua peristiwa, penyebabnya adalah produksi tuturan oleh penutur.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Bentuk lokusi yang ditemukan dalam status dan komentar di Facebook tentang aksi perobekan bendera Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sorong adalah lokusi berita atau deklaratif, lokusi perintah atau imperatif, dan lokusi tanya atau interogatif. Lokusi perintah paling banyak ditemukan.
2. Bentuk ilokusi yang ditemukan secara umum berturut-turut adalah bentuk asertif, direktif, ekspresif dan komisif, sedangkan bentuk deklaratif sama sekali tidak ditemukan dalam penelitian ini. Hal ini karena dalam status dan komentar di Facebook tentang aksi perobekan bendera Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sorong tidak ada penutur yang melakukan tindakan yang bersifat deklaratif seperti mendeklarasikan perang antar OKP dan tidak ada yang menjatuhkan hukuman, memberi nama, dan membaptis dalam status atau komentar mereka. Bentuk tindak tutur ilokusi asertif yang paling banyak ditemukan karena pada tindak tutur asertif ini penutur terkait pada kebenaran proporsi yang diungkapkan, misalnya menyatakan, mengusulkan, mengeluh, mengkritik, dan mengemukakan pendapat.
87
3. Bentuk perlokusi yang ditemukan secara berturut-turut adalah membuat lawan tutur tahu (bring hearer to learn that), mendorong (encourage), membuat lawan tutur berpikir tentang (get hearer to think about), membuat lawan tutur melakukan sesuatu (get hearer to do), menyenangkan (amuse), menjengkelkan (irritate), dan menjemukan (bore). Secara umum perlokusi membuat lawan tutur tahu (bring hearer to learn that) banyak ditemukan dalam komentar di Facebook tentang aksi perobekan bendera Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sorong karena penutur menjawab pertanyaan dari si pembuat status dengan tujuan agar yang bertanya mengetahui penjelasan atau pendapat yang disampaikan oleh si pembuat status. Selain itu, para pengguna Fecebook yang lain dapat mengetahui kebenaran informasi yang tersebar melalui penyampaian dari orang-orang yang memang terlibat dari aksi tersebut.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian tentang tindak tutur terhadap aksi perobekan bendera Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sorong dalam media sosial (Facebook) diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Penelitin ini bisa ditelaah berdasarkan spesifikasi masing-masing tindak tutur seperti khusus meneliti tindak tutur lokusi, ilokusi, atau perlokusinya.
2. Peneliti berharap ada penelitian lanjutan untuk mengembangkan penelitian ini dengan topik lain seperti pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan, implikatur, serta tindak tutur langsung dan tidak langsung, tindak tutur literal dan tidak literal.
3. Peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi referensi begi peneliti berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan. dkk. 2010. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi ketiga.
Jakarta: Balai Pustaka.
Arifin, Bustanul dan Abdul Rani. 2000. Prinsip-Prinsip Analisis Wacana.
Malang: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang.
Chaer, Abdul. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal.
Jakarta: Rineka Cipta.
Ibrahim, Abdul Syukur. 1993. Kapita Selekta Sosiolinguistik. Surabaya: Usaha Nasional.
Leech, Geoffrey. 1993. Prinsip-Prinsip Pragmatik (Ed.Oka,M.D.D). Jakarta:
Universitas Indonesia.
Mahsun. 2013. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, dan Tekniknya.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Masfufah, Nurul. 2010. Kesantunan Bentuk Tuturan Direktif di Lingkungan SMA Negeri 1 Surakarta (Sebuah Kajian Sosiopragmatik). Tesis. Tidak diterbitkan. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.
Moleong, Lexy J. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nababan, P.W.J. 1987. Ilmu Pragmatik (Teori dan Penerapannya). Jakarta:
Proyek Pengembangan Lembaga Tenaga Kependidikan.
Nadar, F.X. 2009. Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu Rahma, Anis Narulita. 2014. Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog Film
Animasi Meraih Mimpi. Jurnal Skriptorium. Vol.2, No.2.
Ramlan, M. 2005. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: Karyono.
Sari, Fenda Dina Puspita. 2013. Tindak Tutur dan Fungsi Ekspresif dalam Acara Galau Nite di Metro TV: Suatu Kajian Pragmatik. Jurnal Skriptorium.
Vol.1, No.2.
Sendilatta, Ekky Cintyaresi. 2013. Analisis Tindak Tutur pada Film Garuda di Dadaku Karya Ifa Ifansyah. Jurnal Artikulasi. Vol.7 No.1.
90
Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa Indonesia.
Yogyakarta: Duta Wacana University.
Suhardi. 2008. Sintaksis. Yogyakarta: UNY Press.
Syafruddin. dkk. 2018. Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Terminal. Jurnal Daring. http://jurnal.poliupg.ac.id/index.php/snp2m/article/view/879/773.
Diakses Senin, 4 Mei 2020.
Tarigan, Henry Guntur. 2009. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa Bandung.
Wijana, I Dewa Putu. 1996. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Wijana, I Dewa Putu dan Mohammad Rohmadi. 2009. Analisis Wacana Pragmatik: Kajian Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka.
Wikipedia. 2016. Facebook. Daring. https://id.wikipedia.org/wiki/Facebook.
Diakses Rabu, 15 April 2020.
Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yusri. 2016. Ilmu Pragmatik dalam Perspektif Kesantunan Berbahasa.
Yogyakarta: Budi Utama.
92
93
Lampiran 1
Tabel Analisis Data Tindak Tutur Terhadap Aksi Perobekan Bendera Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sorong dalam Media Sosial (Facebook)
No. Data Tuturan Konteks
Lokusi Ilokusi
Perlokusi
B P T A D K E DK
1. Kejadian Pencopotan Bendera IMM di Universitas Muhammadiyah Sorong adalah bentuk tindakan premanisme yang tidak bisa dibenarkan. Tentu hal tersebut melukai perasaan kader IMM se-Indonesia….
Muhammadiyah telah membuat pedoman tentang organisasi otonom dan kemahasiswaan di kampus milik Muhammadiyah. Jadi, tidak dibenarkan dari segi manapun menyerang IMM di kampus Muhammadiyah. Tindakan mencopot bendera dan membakar bambu tiang bendera di Sorong itu secara tidak langsung melecehkan Muhammadiyah secara organisasi.
Apalagi ada insiden perampasan bendera oleh oknum mahasiswa, kemudian dilanjutkan pembakaran tiang bendera di depan Gedung rektorat dinilai sangat tidak beradab. Gedung
Akun dengan nama Furqan Jurdi membuat status di Facebooknya tentang aksi pencopotan bendera IMM di
Univesitas Muhammadiyah Sorong dengan judul
“Mencopot bendera IMM di Kampus Muhammadiyah adalah Tindakan Premanisme”
V
94
rektorat seharusnya menjadi pelindung IMM di kampus.
Oleh karena itu, menurut saya kejadian di Sorong itu merupakan bentuk premanisme kampungan yang secara sengaja dibiarkan oleh oknum yang bereda di Kampus UMS….
Furqan Jurdi
Ketua Lembaga Dakwah DPP IMM
2. Yusrianti Mustaming : “Hah?” Komentar terhadap status Furqan Jurdi (Mencopot bendera IMM di Kampus Muhammadiyah adalah Tindakan Premanisme)
V -
3. Maryon Muh R. Tasijawa : “Pimpinan Pusat Muhammadiyah harus angkat bicara.”
V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
4. Furqan Jurdi : “Maryon Muh R.
Tasijawa saatnya untuk diketahui oleh teman OKP lain tentang IMM di kampus Muhammadiyah.”
Balasan respon untuk komentar Maryon Muh R. Tasijawa terhadap status Furqan Jurdi
V Bring hearer to
learn that (membuat lawan tutur tahu) 5. Nur Handayani : “Maryon Muh R.
Tasijawa lagi tidur.”
V -
6. Randi Rachman Souwakil : “Copot rektor dari jabatannya.”
Dialog antara Randi Rachman Souwakil dan Furqan Jurdi muncul saat Randi Rachman Souwakil
mengomentari status Furqan Jurdi
V
-
95
7. Furqan Jurdi : “Randi Rachman Souwakil mantap.”
V -
8. Randi Rachman Souwakil : “Hormat Kanda, saran saya perlu ditertibkan birokrasi di PTM karena banyak yang Muhammadiyah tapi bukan lahir dari IMM.”
V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
9. Furqan Jurdi : “Ini usulan yang bagus bro.”
V -
10. Randi Rachman Souwakil : “Furqan Jurdi mohon diperjuangkan kanda.”
V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
11. Furqan Jurdi : “In syaa Allah, siap.” V Amuse
(menyenangkan) 12. Randi Rachman Souwakil : “Furqan
Jurdi mantap, Kanda.”
V -
13. Makkaraja Al-Mahdi : “Harusnya begitu.”
Balasan dari komentar Randi Rachman Souwakil Tasijawa terhadap status Furqan Jurdi tentang mencopot rektor UM-Sorong dari jabatannya
V
-
14. Syalleh Rumasukun : “Pernyataan sikapnya sudah bagus tapi kalau langsung kunjungi UM-Sorong baru bicara seperti itu.”
Dialog antara Randi Rachman Souwakil dan Syalleh Rumasukun muncul setalah Syalleh Rumasukun
mengomentari status
V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
15. Randi Rachman Souwakil : Kalau dipersilakan oleh DPD IMM Maluku,
V -
96
maka saya pergi.” Furqan Jurdi
16. Syalleh Rumasukun : “Nonton videonya.”
V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
17. Syalleh Rumasukun : “Randi
Rachman Souwakil cuman mau bilang buat kawan bahwa yang saat ini
membuat kalian marah dan lain sebagainya itu adalah berita HOAX yang kalian perbicarakan. Kalau saya mau beri nama “IMM tipu IMM”.”
V Get hearer to learn
that (membuat lawan tutur tahu)
18. Muhammad Samsul Umasangdji :
“Laporkan saja ke kepolisian.”
Komentar Muhammad Samsul Umasangdji terhadap status Furqan Jurdi (Mencopot bendera IMM di Kampus
Muhammadiyah adalah Tindakan Premanisme)
V Get hearer to think
about (membuat lawan tutur berpikir tentang)
19. Syalleh Rumasukun : “Muhammad Samsul Umasangadji siapa yang dilaporkan, OKP/OKPI atau
OKP/OKPI yang melaporkan IMM ke kepolisian karena sudah menyebarkan berita bohong terkait pembakaran atribut?”
Balasan dari komentar Muhammad Samsul Umasangdji Tasijawa terhadap status Furqan Jurdi
V Get hearer to learn
that (membuat lawan tutur tahu)
20. Yandis Alfhauzan Nababan IpmAsweet : “Itulah realitanya di PTM kita kanda.
Teman-teman DPP harus berpikir keras
Dialog antara Yandis Alfhauzan Nababan IpmAsweet dan Furqan
V V Get hearer to learn
that (membuat lawan tutur tahu)
97
untuk menghentikan semua ini. Tamu yang seharusnya tahu diri malah bertingkah seperti tuan, makanya di kampus kami walaupun berkali-kali dilobi oleh OKP lain untuk masuk di kampus tapi IMM komisariat dan BEM tetap berkomitmen untuk tidak
memberikan ruang kepada mereka demi menjaga segala yang terjadi. Mudah- mudahan segera diatasi dan kawan- kawan DPP segera turun tangan. #salam IMM Komisariat STIA Muhammadiyah Lombok Timur.”
Jurdi setelah Yandis Alfhauzan Nababan IpmAsweet
mengomentari statusnya
dan Get hearer to do (membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
21. Furqan Jurdi : “Yandis Alfhauzan Nababan IpmAsweet siap, salam solidaritas ikatan.”
V Amuse
(menyenangkan) 22. Yandis Alfhauzan Nababan IpmAsweet
: “Siap kanda, kami siap terima perintah kanda.”
V
- 23. Muhammad Abduh : “Ketua Umum dan
Sekjen DPP IMM mesti menyatakan sikap bukan bidang hikmah.
Wassalam.”
Komentar Muhammad Abduh terhadap status Furqan Jurdi (Mencopot bendera IMM di
Kampus
Muhammadiyah adalah Tindakan Premanisme)
V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
24. Furqan Jurdi : “Muhammad Abduh iye, seharusnya begitu.”
Balasan dari komentar Muhammad Abduh terhadap status Furqan Jurdi
V
-
98
25. Fajar Harapan : “Sikap DPP dan PP Muhammadiyah harus ketat dalam persoalan ini.”
Komentar terhadap status Furqan Jurdi (Mencopot bendera IMM di Kampus Muhammadiyah adalah Tindakan Premanisme)
V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
26. Madani Al Islami : “Usut tuntas, jangan sampai lepas preman itu.”
V -
27. IMMawan Dian Ikbal : “Perang sudah dimulai kanda. Arogansi mereka terlalu nampak jelas.”
Dialog antara
IMMawan Dian Ikbal dan Furqan Jurdi muncul setelah IMMawan Dian Ikbal mengomentari
statusnya
V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
28. Furqan Jurdi : “IMMawan Dian Ikbal ini pancingan kecil.” (jempol)
V Bring hearer to
learn that (membuat lawan tutur tahu) 29. IMMawan Dian Ikbal : “Siap, tunggu
instruksi kanda.”
V -
30. Kotarumalos Baneli : “Harus ditindak tegas semua oknum-oknum yang terlibat dalam pencopotan bendera.
Rektor segera dicopot dan dipecat dari PTM. PP Muhammadiyah jangan diam, kampus Muhammadiyah adalah rumah IMM. Ini proses kejahatan dalam dunia Pendidikan. Mencoreng martabat pendidikan bangsa jika mahasiswa bertingkah seperti preman.”
Dialog antara Kotarumalos Baneli dan Furqan Jurdi muncul setelah Kotarumalos Baneli mengomentari statusnya
V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
31. Furqan Jurdi : “Kotarumalos Baneli betul ketua, harus diusut.”
V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
32. Kotarumalos Baneli : “Furqan Jurdi V -
99
fastabiqul khairat.”
33. Hasan Fiqo : “Kotarumalos Baneli bilang pak Saiful Kafara, jangan begitu yang namanya bakar bendera IMM itu adalah perbuatan yang bagus, bukan masalah. Silakan dibicarakan. Tapi hal bakar bendera umu bey laminoonini nabat dan mengalir darah.”
Balasan dari komentar Kotarumalos Baneli terhadap status Furqan Jurdi
V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
34. Syamsiar Zamzam : “Sangat melukai kanda (menangis). Harus ditindak dengan tegas dan usut tuntas sampai akar-akarnya.”
Komentar Syamsiar Zamzam terhadap status Furqan Jurdi (Mencopot bendera IMM di Kampus Muhammadiyah adalah Tindakan Premanisme)
V V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu)
35. Furqan Jurdi : “Syamsiar Zamzam sepakat. (senyum)”
Balasan dari komentar Syamsiar Zamzam terhadap status Furqan Jurdi
V
-
36. Muhajir Donggo : “Bangsat harus dilawan.”
Komentar terhadap status Furqan Jurdi
V -
37. Moh Fosilisme : “Minta PP
Muhammadiyah untuk segera memecat rektor Universitas Muhammadiyah Sorong. DPP IMM, kakanda Najih dan Walidah segera bertindak.”
(Mencopot bendera IMM di Kampus Muhammadiyah adalah Tindakan Premanisme)
V V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu) dalam hal ini DPP IMM 38. Chaeruddin Hakim : “Siapa yang
copot?”
Furqan Jurdi menjawab pertanyaan Chaeruddin Hakim
V Encourage
(mendorong)
39. Furqan Jurdi : “Chaeruddin Hakim V Bring hearer to
100
menurut informasi, bendera itu
dirampas dari tangan kader lalu diambil kemudian dibakar bambu yang dipakai menjadi tiang. Pelakunya, oknum organisasi kemahasiswaan ekstra kampus.”
learn that (membuat lawan tutur tahu)
40. Panglima Ngali : “Waw, sadis sekali ya.”
Dialog antara Panglima Ngali dan Furqan Jurdi
V -
41. Furqan Jurdi : “Panglima Ngali coba kalau di Bima, panglima turun gunung pasti. (tertawa)”
V Encourage
(mendorong) 42. Panglima Ngali : “Furqan Jurdi
pastilah, bahkan bisa dipastikan oknum tersebut ……”
V
- 43. Rasyidin Kusman Rumakat : “DPP
IMM jangan mandul, secepatnya menyikapi. Jika DPP IMM diam dan abaikan masalah yang dilakukan oleh
Dialog antara Rasyidin Kusman Rumakat dan Furqan Jurdi muncul setelah
V V Get hearer to do
(membuat lawan tutur melakukan sesuatu) dan Amuse oknum-oknum yang tidak tahu diri itu,
maka kader IMM Maluku siap angkat bicara. #salam hormat, PK IMM Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon.”
Rasyidin Kusman Rumakat mengomentari statusnya
(menyenangkan)
44. Furqan Jurdi : “Rasyidin Kusman Rumakat mantap.”
V Amuse
(menyenangkan) 45. Rasyidin Kusman Rumakat : “Hormat
pimpinan kakandaku Furqan Jurdi.”
V -
46. Azis Tanjung : “Tidak ada toleran, segera diadili seadil-adilnya.”
Komentar Azis Tanjung terhadap status Furqan Jurdi (Mencopot
V
-