• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Table 4.4 menujukkan biaya aktivitas pengelolaan biaya Perum DAMRI dengan melakukan cost reduction menggunakan metode activiy based management maka dapat diketahui bahwa total biaya pada Perum DAMRI adalah Rp. 1.464.977.013 menjadi Rp. 1.442.904.473 . Sehingga dari pengurangan tersebut biaya dapat berkurang sebesar Rp.

22.072.540 atau sebesar 98,4%.

57

Berdasarkan konsep dari activity based management (ABM) ini, aktivitas- aktivitas yang menjadi bagian dari aktivitas tidak menambah nilai harus dikurangi atau dieliminasi, sehingga pembebanan biaya yang terjadi dapat berkurang. Hasil dari perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya ialah total biaya yang didapatkan pada aktivitas Perum DAMRI berjumlah Rp.1.464.977.013 berdasarkan hasil pengeliminasian biaya yang telah dilakukan, aktivitas bernilai tambah yang terjadi menghasilkan biaya Rp.1.072.576.956 dan aktivitas tidak menambah nilai menghasilkan biaya Rp.509.400.057. Aktivitas bernilai tambah yang disajikan ini bisa dipertahankan untuk bisa di tingkatkan pada Perum DAMRI, sedangkan untuk aktivitas yang tidak menambah nilai bisa di hilangkan untuk mengefisiensikan pembebanan biaya yang ada pada Perum DAMRI.

Mengetahui aktivitas yang menyebabkan timbulnya biaya, maka pihak manajemen dapat menentukan aktivitas mana saja yang membutuhkan usaha pengurangan biaya. Dalam pengurangan biaya ada empat cara, yaitu eliminasi aktivitas, seleksi aktivitas, reduksi aktivitas dan pembagian aktivitas.

Aktivitas yang tidak bernilai adalah aktivitas yang dapat dieliminasi atau direduksi. Hal tersebut dilakukan untuk perbaikan secara berkelanjutan agar proses produksi bisa berjalan lebih efisien dan meningkatkan nilai bagi konsumen. Pengurangan biaya (cost reduction) perlu dilakukan seiring dengan munculnya beberapa aktivitas tidak bernilai tambah di Perum DAMRI tersebut karena aktivitas tersebut nantinya hanya berdampak pada munculnya biaya yang tidak bernilai tambah yang tentu saja merugikan bagi pihak perusahaan.

Berdasarkan analisa peneliti dapat diketahui bahwa dengan melakukan cost reduction pada aktivitas pengelolaan biaya Perum DAMRI, biaya dapat berkurang sebesar Rp. 22.072.540 atau sebesar 98,4% yang berarti bahwa tingkat efisiensi pengelolaan biaya Perum DAMRI Cabang Makassar sangat efisien. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan penerapan metode activity based management sangat berpengaruh terhadapa pengelolaan biaya pada Perum DAMRI Cabang Makassar karena dapat meningkatkan efisiensi aktivitas pengelolaan biayanya.

Penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilkukan oleh (Puthut Cahya Pratama, Isharijadi, dan Juli Murwani 2017) yang berjudul “Analisis Penggunaan Metode Activity Based Management (ABM) Guna Menghilangkan Non Value Added Activity Untuk Efisiensi Biaya Pada Pdam Tirta Taman Sari Kota Madiun”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari Kota Madiun masih menerapkan manajemen berbasis konvensional, perusahaan belum berfokus pada pengidentifikasian setiap aktivitas yang terjadi. Berdasarkan penerapan metode Activity Based Management (ABM) pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari Kota Madiun tahun 2016 tidak ditemukan adanya aktivitas yang tidak bernilai tambah.

Penelitian lain yang dilakukan oleh (Christanty J R Muskitta, Jenny Morasa, Stanly Alexander 2018) yang berjudul “Analisis Penerapan Activity Based Management Untuk Meningkatkan Efisiensi Pada Hotel Gran Central Manado” sejalan dengan penelitian ini yang menyatakan bahwa hasil penelitian dari analisis menggunakan metode Activity Based Management (ABM) terhadap aktivitas-aktivitas yang ada di divisi room Hotel Gran Central

59

Manado ini, maka dapat diidentifikasikan aktivitas-aktivitas apa saja yang tergolong aktivitas aktivitas bernilai tambah dan aktivitas tidak bernilai tambah.

Pada divisi room terdapat beberapa aktivitas tidak bernilai tambah yang menyebabkan timbulnya biaya tidak bernilai tambah. Setelah dilakukan manajemen aktivitas maka biaya tidak bernilai tambah tersebut akhirnya dapat direduksi, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan activity based management (ABM) sangat layak untuk diterapkan karena dengan penerapan metode tersebut terjadi efisiensi biaya pada Hotel Gran Central Manado sehingga hal ini akan memberi keuntungan bagi pihak hotel tanpa mengurangi jasa yang diterima oleh pelanggan.

60 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil peneilitian dari analisis menggunakan metode activity based management terhadap aktivitas pengelolaan biaya pada Perum DAMRI, maka dapat diidentifikasikan aktivitas-aktivitas apa saja yang tergolong aktivitas-aktivitas bernilai tambah dan aktivitas tidak bernilai tambah.

Pada pengelolaan biaya Perum DAMRI terdapat beberapa aktivitas tidak bernilai tambah yang menyebabkan timbulnya biaya tidak bernilai tambah yaitu sebesar Rp. 22.072.540 dari Rp.1.464.997.013 menjadi Rp.

1.442.904.473, serta adanya aktivitas yang dilakukan mempunyai manfaat yang hampir sama sehingga menyebabkan pemborosan biaya dari dilakukannya aktivitas tersebut.

Setelah dilakukan manajemen aktivitas maka biaya tidak bernilai tambah tersebut akhirnya dapat dilakukan eliminasi,reduksi atau seleksi. Dari total biaya tidak bernilai tambah yang ada. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Activity Based Management (ABM) sangat layak untuk diterapkan karena dengan penerapan metode tersebut dapat meningkatkan efisiensi biaya pada Perum DAMRI Cabang Makassar sehingga hal ini akan memberikan keuntungan bagi pihak hotel tanpa mengurangi jasa yang diterima oleh pelanggan.

61

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka saran-saran yang dapat diberikan kepada pihak Perum DAMRI Cabang Makassar, yaitu :

1. Untuk mencapai efisiensi biaya, maka pihak manajemen Perum DAMRI sebaiknya berfokus pada pengelolaan aktivitas melalui penerapan Activity Based Management (ABM) supaya dapat diperoleh informasi mengenai aktivitas mana saja yang tergolong bernilai tambah atau tidak bernilai tambah sehingga pemakaian sumber daya yang tidak efisien oleh aktivitas tidak bernilai tambah tersebut dapat direduksi, dieliminasi atau diseleksi.

2. Beberapa tindakan alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen Perum DAMRI sebagai upaya untuk menggabungkan aktivitas sejenis, mereduksi, mengeliminasi atau bahkan menyeselksi aktivitas tidak bernilai tambah agar tercipta efisiensi biaya.

62

DAFTAR PUSTAKA

Agus Sartono, Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Edisi 4, BPFE:

Yogyakarta, 2012, hal. 122.

Atkinson, Anthony A. Manajemen Biaya, Salemba Empat : Jakarta, 2007, hal. 53.

Elifia, H., & Adib, N. (2019). Analisis Efisiensi Aktivitas Dengan Menggunakan Activity Based Management (Studi Kasus Pada Pg Candi Baru Sidoarjo).

Hansen dan Mowen, Akuntansi Manajemen, Buku Kedua, Erlangga:

Jakarta, 2006, hal. 176 10Ibid, hal. 177.

Hansen, Don R., dan Maryanne M. Mowen, Management Accounting, 8 th Edition, South-Western,USA: Thomson Learning, 2007, hal. 383.

Hansen & Mowen, Manajemen Biaya, Edisi Bahasa Indonesia, Buku Kedua, Salemba Empat: Jakarta, 2004, hal. 489

Hidayat, W. W. (2018). Dasar-dasar Analisis Laporan Keuangan. Uwais Inspirasi Indonesia.

Horngren, Charles T., et.all, Akuntansi Biaya : Penekanan Manajerial, Buku Kedua, Edisi Kesebelas, (Diterjemahkan oleh : Desi Adhariani), Indeks: Jakarta, 2008, hal. 89.

Jusmani, & Oktariasnyah. (2021). Activity Based Management Sebagai Instrumen. In Activity Based Management. https://jurnal.univpgri- palembang.ac.id/index.php/Ekonomika/index.

Lestari, N. S., Suyanto, S., & Kurniawan, A. (2021). Peran Activity Based

Management Dalam Meningkatkan Efisiensi Pada Moovby Indonesia.

In Jurnal Akuntansi Aktiva (Vol. 2, Issue 2).

Mardiana, R. (2017). Penerapan Metode Activity Based Management Terhadap Peningkatan Efisiensi Biaya Pada Amaris Hotel Padjajaran Bogor.

R Muskitta, C. J., Morasa, J., Alexander, S., Ekonomi Dan Bisnis, F., Akuntansi, J., Sam Ratulan Gi, U., & Kampus Bahu, J. (2018).

Analisis Penerapan Activity Based Management Untuk

Meningkatkan Efisiensi Pada Hotel Gran Central Manado. In Jurnal Riset Akuntansi Going Concern (Vol. 13, Issue 3).

Rudianto, Akuntansi Manajemen Informasi untuk Pengambilan Keputusan Strategis, Jakarta: Erlangga, 2013, hal. 172

Robert sondan Mohamad Mahsun, Pengukuran Kinerja Sektor Publik, Penerbit BPFE: Yogyakarta, 2006, hal 25.

63

Sagai Imanuel, Stanley Kho Walandouw Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Sam Ratulangi (2019). Analisis Penerapan Activity Based Management Untuk Meningkatkan Efisiensi Pada Hotel Gran Puri Manado. (Vol.7 No.4 Juli 2019, Hal. 4484-4493).

Supriyono, Akuntansi Biaya, Buku Dua, Edisi Kedua, Yogyakarta: BPFE, 2010, hal. 358.

Ticoalu, S. R. (2018). Analisis Efisiensi Pengelolaan Biaya Dengan Penerapan Activity Based Management. (Studi Pada Jasa Rawat Inap Rsud Kota Yogyakarta).

L A M P

I

R

A

N

LAMPIRAN 1

PEDOMAN WAWANCARA Wawancara Oleh Informan

Manager keuangan dan SDM

NO Pertanyaan Coding

1 Apakah Perum DAMRI Cabang Makassar ini sudah benar-benar menerapkan activity based management

MK dan SDM

2 Dalam aktivitas pemantauan apakah ada pengawas internal dalam DAMRI cabang atau hanya dari pusat?

MK dan SDM

3 Apakah setiap devisi di Perum DAMRI melakukan tugasnya masing-masing ?

MK dan SDM

4 Kegiatan apa saja yang dilakukan Perum DAMRI dalam pengelolaan biaya ?

MK dan SDM

5 Apakah operasional dilakukan selama 24 jam ? MK dan SDM 6 Bagaimana cara perusahaan memperkenalkan bus

DAMRI kepada masyarakat ?

MK dan SDM

7 Bagaimana proses melayani pelanggang dalam melakukan pembelian tiket ?

MK dan SDM

8 Apakah Perum DAMRI melakukan pencatatan atas biaya-biaya yang terjadi ?

MK dan SDM

9 Bagaimana prosedur pencatatan biaya pemeliharaan bus DAMRI?

MK dan SDM

10 Apakah aktivitas karyawan sudah berjalan dengan efektif

MK dan SDM

11 Apakah perusahaan rutin melakukan service terhadap kendaraan ?

MK dan SDM

12 Apakah jadwal keberangkatan bus dilakukan sesuai jadwal ?

MK dan SDM

Transkip Wawancara

Informan : Mansyur Usman

Jabatan : Manager Keuangan dan SDM

NO CODING TRANSKIP

1 MK dan SDM

Belum mba.

2 MK dan SDM

Kalau pengawas internal di cabang tidak ada mba. Kalau dari pusat ada. Kan DAMRI itu ada 2 tim audit kadang 3. Pertama SPI, Satuan Pengawas Intern berarti kan DAMRI punya berkantor di Kantor Pusat, ini datangnya tergantung kalau ada temuan dari KAP yang tidak sinkron barulah mereka datang.

Terus ada KAP Kantor Akuntan Publik, ini setiap tahun ada.

Terakhir ada BPK Badan Pemeriksa Keuangan, biasanya BPK diutus sama Direktorat BPTD itu masalah proyek proyek seperti penugasan contohnya angkutan perintis.

3 MK dan SDM

Iya, setiap devisi melakukan tugasnya masing-masing hanya kami disini masih kekurangan pegawai jadi masih terdapat rangkap jabatan seperti misalnya saya sendiri, saya menjabat sebagai manajer keuangan sekaligus manajer manajer SDM.

4 MK dan SDM

Kegiatan- kegiatan yang dilakukan secara garis besarnya yaitu seperti operasional, melayani penumpang yang akan memesan tiket, melakukan service kendaraan seperti mengecek bbm, ban kendaran, dan menjega kebersihan kendaraan.

5 MK dan SDM

Tidak mba, operasional kantor dilakukan mulai jam 8 sampai jam 5 sore. Sedangkan operasional bus dilaksanakan sesuai rute dan jadwalnya masing-masing, seperti Sinjai itu jam 8 pagi, Pare-pare jam 11 dan jam 4 sore, Palu jam 4 sore, Morowali jam 5 sore, terus kalau Bandara itu jam 8 pagi sampai malam dan jamnya tidak menentu.

6 MK dan Dengan cara melakukan promosi misalnya seperti melalui

SDM kartu nama, pemasangan baliho diberbagai daerah, dan sosial media seperti di Wa, Facebook, dan Instagram.

7 MK dan SDM

Proses untuk melayani penumpang itu yang pertama dilakukan yaitu dengan menanyakan tujuannya, lalu mengecek ketersediaan unit setelah itu menyesuaikan data penumpang dengan kartu identitas seperti KTP kemudian melakukan pembayaran dan menyerahkan tiket ke penumpang.

8 MK dan SDM

Iya, itu pasti.

9 MK dan SDM

Kalau pencatatannya itu di gudang ada, di keuangan juga ada pencatatan kasbon tadi. Semua ini nantinya di input di SIMA TEKNIK sama staf teknik disana, staf keuangan juga menginput ke FORCA DAMRI. Nanti setelah semua di input di akhir bulan itu diadakan pencocokan sama mereka.

10 MK dan SDM

Belum, karena disini kita masih kekurangan pegawai dan untuk melakukan aktivitas biasanya manejer sendiri yang turun tangan langsung utuk me;akukan kegiatan tersebut.

11 MK dan SDM

Kalau untuk service kendaraan itu dilakukan ketika ada kendaraan yang rusak

12 MK dan SDM

Kalau untuk jadwal keberangkatan itu sebenarnya dilakukan sesuai jadwal tapi kadang juga tidak sesuai, karna persiapan bus biasanya terlambat dilakukan seperti pengeceekan keamanan dan kebersihan bus.

LAMPIRAN 2 SURAT PENELITIAN

LAMPIRAN 3 HASIL TURNITIN

Dokumen terkait