BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
ketentuan yang ada pada saat saya melakukan pembayaran pada loket yang tersedia.” (wawancara, UL, 27 Pebruari 2014).
Berdasarkan penilaian responden di atas, maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa masyarakat cukup puas dengan transparansi biaya pelayanan yang ada pada instansi ini. Yang membuat masyarakat puas sebagaimana informasi yang diperoleh adalah tidak adanya perbedaan pembayaran antara informasi yang didapatkan atau yang tertera pada papan informasi dikantor ini dengan jumlah biaya yang dibayarkan. Dengan demikian berdasarkan penilaian responden tersebut secara umum dapat dikatakan bahwa mereka sudah puas dengan transparansi pelayanan yang ada.
sudah diatur sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku baik yang diatur oleh Undang-undang, Peraturan pemerintah maupun Keputusan- keputusan pejabat terkait. Oleh sebab itu dalam penyelenggaraan pelayanan pada instansi ini sangat taat pada peraturan yang ada, hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip birokrasi bahwa penyelenggaraan pelayanan dalam organisasi (birokrasi) sifatnya terdokumentasi dengan kata lain didasarkan pada peraturan yang berlaku.
Transparansi penyelenggaraan pelayanan sebagaimana yang dilaksanakan pada instansi ini memperlihatkan sikap dan perilaku penyelenggara pelayanan cukup terbuka, misalnya yang berhubungan dengan proses dan prsedur pelayanan. Pihak instansi ini sudah menyediakan papan informasi, TV monitor yang memberikan gambaran alur pelayanan dan standar operasional pelayanan (SOP). Sedangkan transparansi penggunaan waktu pelayanan, sesuai dengan SOP yang ada sudah ditetapkan jam dimulai kerja (pelayanan), dan berakhirnya pelayanan, termasuk jam istirahat pegawai. Sementara yang berhubungan dengan penyelesaian suatu urusan, juga diatur waktu penyelesaian setiap dokumen yang ada misalnya pemeriksaan STNK untuk pengesahan diperlukan waktu 5-10 menit setiap STNK. Oleh sebab itu jika masih ada masyarakat yang mengeluhkan bahwa penyelenggaraan pelayanan memerlukan waktu yang cukup lama hal itu tidak terlepas daripada banyaknya warga yang dilayani pada hari kerja tertentu, dan hal ini sifatnya relatif.
Transparansi penyelenggara pelayanan dari segi biaya penyelenggaraan pelayanan sebagaimana terlihat juga sudah berjalan dengan baik, dimana warga masyarakat yang akan mendapat pelayanan sudah mengetahui besarnya biaya yang akan dibayarkan karena semua sudah ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku dan diinformasikan kepada masyarakat. Hanya saja memang masih ada beberapa warga yang kurang mencari informasi sehingga mereka tidak mengetahui biaya yang harus dibayarkan. Padahal semua informasi terkait dengan pembiayaan ini sudah ditetapkan secara resmi, sehingga tidak memberi peluang untuk dilakukannya pungutan-pungutan tidak resmi.
Apa yang menjadi temuan dalam penelitian terkait dengan transparansi pelayanan pada dasarnya sudah sesuai dengan prinsip keterbukaan sebagaimana dijelaskan dalam asas good governance menurut Undang-undang No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
Selain daripada itu, hal yang sama juga sudah sesuai dengan prinsip good governance yang dikemukakan oleh Bhatta dan Gambir (1996), begitu juga hal yang sama terdapat dalam prinsip good governance menurut United Nation Development Programme.
89
SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana yang telah dipaparkan dalam pembahasan hasil penelitian di atas dapat dismpulkan bahwa:
1. Transparansi penyelenggaraan pelayanan Kepolisian pada Kantor Bersama Samsat Kabupaten Gowa sebagaimana indikator penelitian menunjukkan secara umum transparansi sudah terlaksana dengan baik, hal ini terlihat pada penilaian responden terhadap transparansi prosedur pelayanan dari aspek kejelasan prosedur penilain responden tertinggi mencapai 38 persen yang menyatakan cukup jelas dan 18 persen yang menyatakan sangat jelas, sedangkan dari aspek kemudahan mengikuti prosedur juga pernyataan responden berada pada kategori positif yakni lebih separuh (70%) yang menilai cukup mudah dan sangat mudah.
Sementara pada proses pengurusan Regident sebanyak 78 persen memberikan penilaian positif.
Pada aspek transparansi waktu penyelesaian dalam pelayanan terlihat penilaian responden untuk ketepatan waktu pelayanan sebanyak 82 persen responden menyatakan cukup tepat waktu pelayanan, hal yang sama pada penilaian responden pada ketepatan waktu penyelesaian pelayanan dinilai positif dengan
tingkat persentase mencapai 62 persen menyatakan selalu tepat waktu. Sedangkan pada transparansi pembiayaan pelayanan, penilaian responden menyatakan penetapan biaya pelayanan sangat jelas dan cukup jelas mencapai akumulasi persentase sebanyak 76 persen, sementara penilaian responden untuk kategori kesesuaian biaya yang dibayarkan dengan ketentuan yang ada dinilai sangat sesuai dan cukup sesuai mencapai 74 persen sehingga hal ini dapat dikatakan transparansi biaya pelayanan cukup baik.
2. Kepuasan masyarakat terhadap transparansi penyelenggaraan pelayanan Kepolisian pada Kantor Bersama Samsat Kabupaten Gowa terlihat penilaian responden pada umumnya sudah cukup puas yang terlihat pada penilaian responden pada indikator kepuasan terhadap transparansi prosedur yang dinilai puas oleh 66 persen dari responden yang ada, kemudian kepuasan warga pada transparansi waktu pelayanan juga dinilai cukup puas dimana skor penilaian positif atau yang menyatakan sangat puas dan cukup puas mencapai 74 persen. Sedangkan pada kategori penilaian responden mengenai transparansi biaya pelayanan pada umumnya responden menyatakan puas hal ini dapat dilihat penilaian responden pada kategori positif dengan tingkat persentase yang memberikan penilaian sangat puas dan sangat puas mencapai 78 persen.
B. Saran
Bertolak dari simpulan hasil penelitian di atas, beberapa rekomendasi yang disarankan sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan transparansi penyelenggaraan pelayanan pada instansi selain tersedianya papan informasi maupun TV monitor yang memberikan informasi pelayanan, perlu juga disediakan leaflet yang dibagikan secara berkala kepada masyarakat yang akan memperoleh pelayanan.
2. Petugas yang berfungsi sebagai Customer Service yang ada pada instansi ini hendaknya lebih proaktif memberikan penjelasan kepada masyarakat yang akan memperoleh pelayanan supaya warga dapat mengetahui secara cepat informasi yang diperlukan.
3. Perlu peningkatan pelayanan yang sifatnya online system, sehingga menghindari penumpukan orang yang antri di depan loket.
92
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, Mansyur, 2010. Teori-Teori Mutakhir Administrasi Publik.
Rangkang Education, Yogyakarta.
DeVrye, Catherine, 2001. Good Service is Good Business: 7 Strategi Sederhana Menuju Sukses. Terjemahan. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Dwiyanto, Agus (ed.), 2005. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Dwiyanto, Agus, 2002. Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia. Pusat Studi Kependudukan, UGM. Yogyakarta.
Dwiyanto, Agus, 2011. Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Reformasi Birokrasi. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Gerson, G.D., 2002. Public Manajemen. Praeger Publisher, New York Hasibuan, Malayu S.P., 2002. Manajemen: Dasar, Pengertian dan
Masalah. Haji Masagung, Jakarta.
Keban, Yeremias T., 2008. Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik Konsep, Teori dan Isu. Edisi-2. Gava Media, Yogyakarta.
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah.
Kumorotomo, Wahyudi, 2001. Etika Administrasi Negara. PT RajaGrafindo Perkasa, Jakarta.
LAN R.I., 2004. Manajemen Pelayanan Publik. Jakarta.
LAN R.I., 2008. Pelayanan Prima. Jakarta.
Mas’oed, Mohtar, 1991. Politik, Birokrasi dan Pembangunan. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Moenir, A.S., 2000. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Bumi Aksara, Jakarta.
Osborne, David, dan Gaebler, Ted, 1994. Mewirausahakan Birokrasi.
LPPM, Jakarta.
Pasolong, Harbani, 2010. Ilmu Administrasi Publik. Alfabeta, Bandung.
Rakhmat, 2009. Teori Administrasi dan Manajemen Publik. Pustaka Arif, Jakarta.
Salusu, J., 1996. “Pelayanan yang Berkualitas”. Indikator : Media Informasi Kependudukan dan Sumber Daya Manusia. Vol-1 Nomor 2, Desember. PSK-UNHAS.
Salusu, J., 1998. Pengambilan Keputusan Stratejik untuk Organisasi Publik dan Non-Profit. PT Grasindo, Jakarta.
Santosa, Panji, 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Alfabeta, Bandung.
Sedarmayanti, 2009. Reformasi Administrasi Publik, Reformasi Birokrasi, dan Kepemimpinan Masa Depan. PT Refika Aditama, Bandung.
Sinambela, Lijan Poltak dkk., 2008. Reformasi Pelayanan Publik. Bumi Aksara, Jakarta.
Soejono. 1997. “Memperkuat Wibawa Sektor Publik”. dalam Majalah Manajemen Publik Tahun III. LP3ES, Jakarta.
Sugiyono, 2004. Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta, Jakarta.
Surat edaran MENKO-WASBANGPAN Nomor 56/MK.WASPAN/6/98, perihal Langkah Nyata Perbaikan Pelayanan Masyarakat Sesuai Aspirasi Reformasi.
Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 81 Tahun 1993 tentang Pedoman Pelayanan Umum.
Suryadi, 2009. Manajemen Pelayanan Publik. Bina Aksara, Jakarta.
Terry, G,R., Rue, L.W., 1985. Dasar-Dasar Manajemen. Erlangga, Jakarta.
Thoha, Miftah, 1991. Perspektif Perilaku Birokrasi. Rajawali Pers, Jakarta.
Tjiptono dan Diana, 2002. Total Quality Mangement. Andi Offset, Yogyakarta.
Tjiptono, Fandy, 2004. Kualitas Pelayanan. Andi Offset, Yogyakarta.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Waworuntu, Bob, 1997. Dasar-dasar Keterampilan Abdi Negara
Melayani Masyarakat. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Wijaya, A.W., 1995. Etika Administrasi Negara. Bina Aksara, Jakarta.