• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Berdasarkan pendapat Nurgiyantoro (2005:266), mengatakan bahwa dilihat dalam persoalan kehidupan manusia, moral terbagi atas hubungan- hubungan tertentu yang terjadi dalam kehidupan manusia. Hubungan-hubungan tersebut itulah yang menjadi tolak ukur dalam menentukan nilai moral dalam novel dan seperti apa pembahasan dari hasil penelitian tersebut.

Pembahasan hasil penelitian digunakan untuk mengemukakan analisa dan ulasan terhadap hasil penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan kesimpulan guna memenuhi tujuan penelitian. Pembahasan dimaksudkan untuk menyajikan gambaran yang lebih tajam terhadap data-data temuan, sehingga peneliti tidak hanya sekedar menyajikan ulang data, melainkan memberikan analisa, penafsiran, dan pemaknaan terhadap temuannya. Dengan demikian pembahasan adalah

menjelaskan pemaknaan terhadap data-data hasil penelitian sehingga dapat dipahami dengan jelas temuan penelitian yang diperoleh.

Pembahasan harus dilakukan dengan analisa mendalam terhadap hasil penelitian. Berdasarkan data yang ada, peneliti menafsirkan data tersebut dengan masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian. Pembahasan juga perlu dilakukan dengan melakukan perbandingan hasil penelitian yang diperoleh dengan hasil penelitian sebelumnya, referensi atau teori yang ada pada bab sebelumnya. Hal itu dilakukan untuk memberikan interpretasi yang lebih luas dan mendalam terhadap hasil-hasil yang diperoleh. Dengan demikian, hasil penelitian yang diperoleh dapat dipahami secara mendalam sehingga terlihat jelas hasil penelitian dan teori yang ada. Berikut ini penjelasan mengenai pendapat Nurgiyantoro dalam pandangannya yang dilihat dari persoalan manusia;

Adapun pendekatan yang digunakan peneliti dalam menentukan aspek nilai moral dalam novel tersebut yaitu pendekatan sosiologi sastra. Pendekatan sosiologi sastra akan mengidentifikasi nilai moral apa saja yang ada dalam novel tersebut. Hal ini dapat diperoleh dari data kata atau kalimat yang mendeskripsikan nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, sesama dan Tuhan.

a. Wujud nilai moral dalam hubunga manusia dengan diri sendiri

Perilaku hubungan manusia dengan diri sendiri diklasifikasian pada semua wujud nilai moral yang berhubungan dengan individu sebagai pribadi yang menunjukkan eksistensi individu tersebut dengan berbagai sikap yang melekat pada dirinya. Persoalan manusia dengan dirinya sendiri menurut

Nurgiyantoro (2009: 324) dapat bermacam-macam jenisnya dan tingkat intensitasnya.

NO. BENTUK NILAI MORAL KUTIPAN DALAM NOVEL 1 Rasa Percaya Diri, ialah sikap

positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif terhadap diri sendiri dan terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya.

“Aku merasakan, perjalananku, safari beragamaku akhir-akhir ini benar-benar terasa indah. Terasa teduh. Aku merasa bahwa jalan hidupku benar-benar mendapat limpahan kekuatan langsung dari Allah.”

2 Rasa Ingin Tahu, ialah suatu rasa atau kehendak yang ada dalam diri manusia yang mendorong atau memotivasi manusia tersebut untuk memperluas pengetahuan yang dimiliki dengan perilaku mengorek alamiah seperti, eksplorasi, investigasi dan belajar.

“Hari-hariku di pos jemaah kuhabiskan untuk membaca, membaca apa saja yang ada di pos.

Majalah, buletin, brosur, buku. Tapi yang paling kusenangi adalah sebuah photocopy dokumen tua tentang sejarah perjuangan umat Islam Indonesia yang disusun oleh Eyang Wirjo.

3 Eksistensi Diri, menurut KBBI diartikan “keberadaan”.

Sedangkan eksistensi diri itu sendiri kurang lebih diartikan keberadaan diri kita sendiri sebagai individu.

“Aku tidak ingin layu sebelum tumbuh. Tidak, aku sangat meyakini betapa benarnya ajaran Jemaah yang menciptakan berdirinya negara Indonesia yang berqanunkan Islam sebagai syarat tegaknya hukum- hukum Islam”.

4 Putusasa, ialah sifat manusia yang mudah menyerah tanpa mau berusaha keluar dari suatu kondisi atau keadaan yang tengah ia hadapi.

“Hari-hariku yang kemudian kujalani tak seperti dulu lagi yang demikian bersemangat menyuarakan pentingnya pembentukan Daulah Islamiyah sebagaimana pernah kusarankan di sebuah seminar di Kampus Matahari Terbit”.

5 Teguh Pendirian, adalah suatu sikap yang tidak mudah

berubah-ubah dalam

memberikan pernyataan atau putusan jika hal yang

“Tapi aku kemudian nekad ingin tahu seberapa luas jaringan.

Soalnya aku heran sekali, kenapa sih aku tidak boleh tahu Jamaah dari golongan yang lain. Merekakan pecah dan aku ingin tahu mengapa

dinyatakan atau diputuskan itu benar.

mereka pecah, padahal merekan tahu konsep jemaah, konsep bersatu mendirikan Daulah Islamiyah.”

6 Sifat Jenuh, kata jenuh adalah sifat bosan dan kadang hal ini yang membuat sebagian orang menjadi malas dan mager (malas gerak), marah-marah tanpa sebab dan akhirnya dia bingung dengan dirinya sendiri.

“Kucoba terus bertahan menyeyapkan diri dalam kamar.

Sebentar-sebentar bangun, rebahan lagi, duduk bersedekapan lutut, lalu jatuh lagi di pembaringan yang membuat badanku sakit-sakitan.”

7 Patah Hati, menjelaskan sakit emosional atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai melalui kematian, perceraian, putus hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta.

“Darah itu tak pernah tumpah karena telah habis dirampas oleh hatiku yang terluka. Imanku telah dilukai. Nalarku telah dilukai. Kini laki-laki itu diutus oleh penguasa kegelapan untuk melukai keperempuananku.”

8 Egois, ialah sifat dimana

seseorang terlalu

mementingakan dirinya sendiri dan merasa bahwa dirinya paling benar. sifat ini juga salah satu sifat yang dibenci Allah SWT.

“Dosakah aku? Ujiankah ini? Tapi, ah aku belum pernah bisa menerima kenyataan ini. Bagaimana bisa aku menerima ujian atau mungkin kutukan dari dosa yang tidak kulakukan. Aku merasa tidak berlalu di atas dosa.”

9 Takjub, atau biasa disebut kagum adalah ekspresi ketika melihat yang hebat, keindahan, keelokan seseorang atau sesuatu.

“Ah, maut itu sudah lewat. Dan sebelum turun melenggang menuju hunian, kuterawang kembali mataku ke belakang. Tergelarlah pemandangan yang menakjubkan.”

10 Pantang Menyerah, adalah sikap yang tidak mudah putusasa dalam melakukan segala hal dan sikap pantang menyerah ini selalu disertai dengan sikap yang optimis dan mudah untuk bangkit dari keterpurukan.

“Aku membentak dalam hati, iblis juga ini dosen. Mentang-mentang ia memiliki kekuasaan atasku, ia seenaknya menusik dan mengusirku.

Baik, kalau tidak bisa dihadapi secara formal lewat prosedur resmi selayaknya mahasiswa berhubungan dengan dosennya, akan kujalankan prosedurku sendiri. Akan kutaklukkan engkau pak Tomo dengan cara seorang Nidah Kirani.”

11 Harga Diri, adalah penilaian individu terhadap kehormatan dirinya, yang diekspresikan melalui sikap terhadap dirinya.

“Yang kutahu Cuma satu bahwa Pak Tomo menyediakan dirinya untuk menjadi penghubungku, menjadi germoku. Tak peduli apa latar belakangnya. Itu urusan dia sendiri.

Sebab manusia harus bisa bertanggung jawab atas jalan hidup yang ia tempuh.”

12 Pemberani, menurut KBBI iyalah mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sebagainya; tidak takut (gentar, kecut).

“Tak tahan dengan ketertekanan ibu, aku kirim surat elektronika ke Amerika. Memberitahu Mas Rudi dan Mbak Lastri soal ketertekanan ibu dan perilaku kakakku di Wonosari.”

b. Wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan sesama

Hubungan manusia dengan sesama dalam kehidupan bermasyarakat, seringakali terjadi gesekan kepentingan. Persoalan hidup sesama manusia dengan lingkungannya bisa berupa persoalan yang positif maupun negatif.

Mengingat bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain termasuk hubungan dengan alam sekitar sebagai kelengkapan dalam hidupnya terkadang menimbulkan berbagai macam permasalahan.

NO. BENTUK NILAI MORAL KUTIPAN DALAM NOVEL 1 Persahabatan, atau pertemanan

adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial.

“Saya punya pengajian yang mengajarkan hal-hal yang demikian. Kamu mau ikut Kiran?”.

Tanpa pikir pannjang aku langsung menyanggupi untuk ikut di pengajian itu karena hidupku ingin berubah.”

2 Peduli Dengan Sesama, adalah “Mendengar itu aku membenarkan semua kata-kata Rahmi bahwa di

memperhatiakn dan memahami sesama manusia dan hal manusiawi yang kini menjadi sikap langka yang haruslah dilestarikan.

kelompok pengajiannya, hati basah dalam ketentraman.”

3 Sikap Toleransi, adalah sikap menghargai pendapat orang lain atau pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita, serta saling tolong-menolong antar sesama atau hidup berdampingan tanpa memandang suku, ras, agama dan antar golongan.

“Aku sadar bahwa aku belum menyamai rekor Rahmi,

“beribadah itu pelan-pelan Kiran,” katanya suara hati menasihatiku.”

4 Musyawarah, adalah suatu upaya bersama dengan sikap rendah hati untuk memecahkan persoalan (mencari jalan keluar) guna mengambil keputusan bersama dalam penyelesaian atau pemecahan masalah yang

menyangkut urusan

keduniawian.

“Dahir, gimana kabarmu. Ada tugas?”

“Bukan soal tugas Kiran, tapi soal Islam yang kita bahas minggu lalu.”

“Oh ya, ada masalah rupanya.”

“Ya! Pemahaman beragama kita yang keliru. Termasuk kamu barangkali.”

5 Berbagi Pengetahuan, adalah aktivitas saling bertukar/berbagi pengetahuan di antara sekumpulan orang teman atau keluarga, komunitas atau organisasi.

“Maaf ya Mas, aku terlambat.”

“Tidak apa-apa Kiran,” katanya kalem dan kulihat wajahnya basah dan air menitik-nitik dari dagunya.

Rupanya ia selesai salat.”

6 Sosialisasi, merupakan suatu

proses bagaimana

memperkenalkan sistem pada seseorang. Serta bagaimana orang tersebut menentukan tanggapan serta reaksinya.

Dalam sosialisasi sebagai makhluk biologis menjadi manusia yang berbudaya, cakap menjalankan fungsinya dengan tepat sebagai individu dan sebagai anggota.

“Aku mengucek-ngucek mata dan bertanya,ini di mana?”

“Di tanah Allah, jawab seorang ikhwan agak keras. Aku langsung terdiam dan tak bertanya lagi.”

7 Saling Ingat-Mengingatkan, kata „saling‟ di sini adalah adanya timbal balik antar keduanya. Dalam hal ini dimaksudkan bahwa dengan adanya timbal balik maka adanya ketertarikan antar satu dengan lainnya.

“Kita boleh berbohong, sepanjang itu berkaitan dengan kepentingan Islam dan kerahasiaan perjuangan.

Bahkan boleh menipu, mencuri, merampok, menjual barang-barang pribadi, maupun melacur. Ini Jihad dan bukan untuk foya-foya.”

8 Silaturahmi, adalah satu amalan

umat muslim untuk

menyambung tali persaudaraan.

Silaturahmi dapat kita lakukan kapan saja, namun amalan ini menjadi salah satu agenda utama saat momen hari raya idul fitri atau lebaran.

“Mbak Kiran, makanya kamu sih orangnya jarang silaturahmi ke kakak-kakak yang lebih senior.

Sekali-kali bersilaturahmilah pada mereka yang menikah itu...”

“Lho,” kataku mendebat, “kok kita itu hanya walimah, pesta-pesta, kok kita itu silaturahmi ke sana ke mari, dan bukannya kita berdakwah mencari orang, membesarkan institusi Jemaah, dan meluaskan jaringan.”

9 Sikap Optimis, merupakan sikap berpikir positif yang ditunjukkam seseorang saat menghadapi berbagai macam aspek kehidupan. Orang yang memiliki sikap optimis memiliki masa depan yang baik dan sudut pandang yang positif dalam melihat suatu perkara

“Kekecewaan itu terus kueliminasi, kueliminasi kedemikian rupa dengan kata-kata yang menghibur hati: “Oh mungkin begitu, mungkin begini.

Mungkin...”

10 Timbul Rasa Kecewa, Banyak sekali penyebab timbulnya rasa kecewa pada manusia. Biasanya rasa kecewa timbul karena harapan kita terlalu tinggi dan harapan tersebut tidak terpenuhi.

Sehingga rasa kecewa itu sangat teramat dalam seperti rasanya terhempas dari puncak yang amat tiggi jauh dari dasar tanah.

“Dan ternyata bukan hanya aku saja yang merasakan kekecewaan itu. Benih yang sama juga tertanam dalam hati ketiga kawanku di Pos Gamping.”

11 Pengkhianatan, adalah bentuk pemutusan, perusakan, atau

“Sudah kuberikan semuanya. Tapi kini aku menjadi pecundang dan namaku oleh Jamaah akan diberi

pelanggaran terhadap suatu kelompok praduga, persetujuan, kerja sama, keprcayaan, atau keyakinan, yang menciptakan konflik secara moral dan psikologis dalam hubungan antarindividu, antarorganisasi atau antara individu dan organisasi.

label baru: PENGKHIANAT.

Darahku mulai mendidih ketika membayangkan aku dituduh sebagai pengkhianat. Aku pengkhianat atau aku dikhianati.”

12 Tolong Menolong, yaitu saling membantu satu sama lain tanpa harus menunggu orang tersebut atau kerabat kita sendiri untuk diminta tolongi dan tidak mengharapkan balas jasa atas apa yang telah kita perbuat baik itu buruk ataupun baik. Karena sudah merupakan kewajiban kita sebagai umat manusia untuk saling membantu.

“Kiran, di kontakkanku itu ada kamar kosong. Kalau kamu mau, tempati saja itu.

13 Berzina, adalah perbuatan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat pernikahan atau perkawinan. Secara umum, zina bukan hanya di saat manusia telah melakukan hubungan seksual, tetapi segala aktivitas- aktivitas seksual yang dapat merusak kehormatan manusia dikategorikan zina

“Sungguh-sungguh aku malu.

Lelaki ini telah merontokkan harga diriku dan mengairgarami luka keperempuananku dengan mangkirnya ia dari cinta yang ia lafadz-lafadzkan dahulu.”

14 Mengagumi, berasal dari kata dasar kagum. Mengagumi memiliki arti kata dalam kelas verba dan kata kerja sehingga mengagumi dapat menyatakan sesuatu tindakan, keberadaan, pengalaman atau pengertian

“Beginilah aku, awal muka ketertarikanku dengan seseorang itu dengan rasa penasaran yang tidak bisa kubendung.

Terserahlah, apakah penasaran itu disebut rasa suka atau tidak.

Terserah saja. Tapi setelah penasaranku itu usai, semua rasa

dinamis lainnya. itu juga ikut usai.”

“Jadi kudekati dia dan dia menyuruhku untuk datang ke tempatnya. “Kapan-kapan ke tempatku, Kiran. Kalau kamu ke sana akan kukasih buku.”

15 Keras Kepala, yaitu tidak mau menuruti atau menerima pandangan orang lain. Baginya, hanya pemikirannyalah hal yang benar dan ia yakini.

“Di cuping telingaku Midas membisik, “Kau percaya bahwa Tuhan ikut campur dalam keselamatan kita kali ini?”

“Tidak! Alam yang tak ganas yang menyelamatkan kita. Bukan Tuhan.”

16 Kasih Sayang, adalah rasa yang diberikan untuk seseorang yang membuat nyaman, kasih sayang bisa diartikan banyak hal, tak ada yang tahu arti kasih sayang menurut seseorang tapi yang pasti kasih sayang adalah kasih yang diberikan seseorang yang ia sayang.

“Pesan apakah ini? Maut?

Mautkah yang sedang mendekati bapakku?

“Ah, bapak, betapa engkau deritai hidup ini. Dan aku, anakmu ini, tak bisa berbuat apa-apa atas derita yang mengelilingimu. Ah, Bapak.”

17 Saling Menghargai, Penting sekali sikap saling menghargai satu sama lain,dikarenakan setiap manusia memiliki privasi dalam menjalani hidup masing- masing.

“Kutegaskan pada Pak Tomo satu hal di balik keinginanku itu: aku tidak ingin membrtikan sesuatu secara Cuma-Cuma kepada lelaki dengan jebakan cinta.”

c. Wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan

Hungan antara manusia dengan Tuhan adalah hubungan yang istimewa.

Manusia sebagai makhluk tidak dapat terlepas dari sang pencipta. Meski secara sadar atau tidak, semua kebutuhan manusia secara praktis akan selalu tertuju pada sang pencipta. Secara nurani hubungan manusai dengan Tuhan selalu mempunyai porsi yang lebih besar jika dibandingkan dengan makhluk lain, meski terkadang hubungan manusia dengan sang pencipta ditunjukkan

dengan cara yang bermacam-macam. Baik atau buruknya kelakuan manusia akan berpengaruh pada kekuatan iman terhadap Tuhan.

NO. BENTUK NILAI MORAL KUTIPAN DALAM NOVEL 1 Iman Kepada Allah SWT,

Iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat-sifat mulianya. Meyakini bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa dan tiada Tuhan selain Allah.

“Ya Allah, kalau memang ini kebenaran, berilah ketetapan hatiku.

Aku yakin seyakin-yakinnya ya Allah, bahwa hukum-hukum Islam itu harus ditegakkan demi tegaknya ayat-ayat-Mu.”

2 Mohon Petunjuk Allah SWT, doa untuk meminta kemudahan kepada Allah SWT di saat ragu-ragu dalam mengambil keputusan dan lain sebagainya.

Begitupun yang di alami Nidah Kirani dalam kutipan tersebut.

“Ya, Allah, santai beginikah perjuangan suci dan sangat subversif ini. Kalau ada orang didakwahi ya didakwahi. Kalau tidak, ya santai seperti biasanya sambil duduk khusyuk nongkrongi serial acara kafir telenovela.”

3 Berserah Diri Kepada Allah SWT, Dalam agama islam, tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT dalam menghadapi atau menunggu hasil dari suatu keadaan. Keyakinan inilah yang mendorong untuk

menyerahkan segala

persoalannya kepada Allah SWT.

“Tapi setelah semua itu, setelah semua kubacai, kuselami, aku pun kembali sepi, kembali sendirian.

Nelangsa tidak tahu harus berbuat apa. Ya Allah, ini bagaimana, betapa aku rindu hadirnya sahabat diskusi yang memadai dan cukup kompeten kuajak berbagi ide dan menampung tanyaku.”

4 Kekecewaan Kepada Allah SWT, Kata kekecewaan berarti sebuh perasaan tidak puas ketika suatu rencana,keinginan, dan harapan gagal tidak terlaksana, seolah-olah Allah

“Ah, aku rasakan seolah-olah semua pengabdian yang telah kuberi dibuang begitu saja oleh-Nya.

Sungguh, aku sangat kecewa, tidak hanya kecewa, tapi patah hati.

Patah hati dengan kuasa Tuhan yang memermainkanku. Aku dengan

SWT lah yang telah merencanakannya.

semena-mena dijadikannya pion permainan-Nya.”

5 Tidak Mempercayai Allah SWT, seakan tidak mempercayai adanya Allah SWT dan segala rahmat-Nya.

Sebagai umat islam sudah merupakan kewajiban bagi kita islam untuk mempercayai agama yang kita anut dan percaya adanya Allah SWT/

Tuhan yang telah menciptakan kita semua. Akan tetapi, adapun toleransi dalam masyarakat yang dimana tidak

ada paksaan untuk

mempercayai suatu keyakinan jika memang orang tersebut tidak menginginkannya.

“Tidak, setitik pun tidak. Bullshit Tuhan, semua-mua bullshit janji pahala, jihad, kesucian yang telah kau tanam dan tumbuhkan dalam hatiku.”

6 Mengeluh Pada Tuhan, Seperti yang kita ketahui, takdir dan maut tidak ada yang tahu kecuali Tuhan. Tuhan tidak menyukai umatnya yang kurang bersyukur atas apa yang telah ia hadapi karena itu salah satu pertanda Tuhan masih menyayangi umat-Nya.

“Aku capek. Aku capek Tuhan dengan semua permainan yang Kau sutradarai ini!.”

7 Menentang Hukum Allah SWT, Seperti yang kita ketahui, tidak ada hukum yang pantas untuk ditegagkan kecuali syariat Islam. Syariat Islam menjadi aturan hidup yang seharusnya digunakan oleh seluruh umat manusia agar mendapatkan rahmat Allah SWT.

“Kutengadahkan ruas wajahku ke langit yang sedang bergerak berlari: “Tuhan, saksikan, aku, Nidah Kirani, akan melanggar tabu- Mu yang kesekian. Tuhan, aku, Nidah Kirani, meraskan sepinggan rasa pacaran. Kalau kau marah, marahlah, kutuklah aku. Aku tidak akan menyesal berada dalam dekapan lelaki itu.”

8 Mengusir Tuhan Dalam, “Tuhan yang kuagung-agungkan yang ternyata mengecewakan sudah

Tindakan ia lakukan adalah tindakan yang salah dengan mengusir Tuhan. Mengusir artinya menjauhkan diri dari sang pencipta dan setan telah berhasil menghasut kita umat manusia untuk berpihak kepadanya.

kuusir dan sudah tak bersemayam lagi di sana yang bisa membantuku untuk mempertahankan virginitasku.

Aku lihat Daarul lemas. Matanya berkaca-kaca. Ia seperti menyesali diri.”

9 Pemberontakan Dan Tuhan, Pemberontakan atau dosa yang mereka lakukan lantas dia jadikan alasan atas dasar kekecewaannya kepada Tuhan.

Padahal sangat jelas, Tuhan melarang umat-Nya yang bukan muhrim saling bertemu apalagi melakuakan tindakan tercela (zina).

“Tuhan, lihat, lihat, lihat Tuhan, pemberontakanku ini. Laki-laki ini terus saja merusaknya. Teruskanlah laki-laki, biar semuanya tuntas.

Teruskan, biar Tuhan menyaksikannya sendiri.

Tuntaskanlah laki-laki!.”

10 Mengingat Allah SWT, adalah penyadaran diri sepenuh hati bahwa Dia selalu mengamati, mengawasi dan sadar akan status kita sebagai hamba-Nya.

“Ya Tuhan, aku selesai!” dalam hati aku mendoa. Midas bertanya kepadaku dengan bibir yang membiru dicekik oleh dingin,

“masih percaya kamu bisa hidup?”

11 Doa Yang Tulus Kepada Allah SWT, Kita sebagai manusia tidak lupuk dari dosa dan kesalahan, jika kta bersungguh-sunggu dalam bertobat maka Tuhan akan dengan senang hati mengampuni segala dosa dan kesalahan yang diperbuat umat-Nya. Tuhan itu adil terhadap segala ciptan-Nya, dimana Tuhan kita semua sama tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, suci dan pendosa.

“Dan keinginanku menjadi pelacur adalah salah satu kenginan terjujur yang bisa kuberitahukan kepada- Nya.”

12 Pengakuan Dosa, dilakukan secara langsung kepada Allah dan bukan melalui manusia (kecuali dalam meminta ampunan dari korban akibat dosa yang diperbuat. Diajarkan bahwa dosa-dosa harus disimpan bagi diri sendiri untuk mencari pengampunan individu dari Allah SWT.

“Ya, aku memang kecewa dengan Tuhan, dengan agama, dengan semua konsep cinta, lelaki, terutama orang-orang yang bersembunyi di balik sucinya firman-firman tapi sebetulnya tidak lebih baik dari susilaku sendiri.”

13 Kesempatan Kedua Dari Allah SWT, Ia ingin memulainya dengan cara lain atau caranya sendiri dan dengan penuh kejujuran.

Dengan ketulusan hatinya, ia memohon kepada Tuhan untuk disayangi dalam pekat anugerah-Nya.

“Oh Tuhan, izinkan aku mencintai- Mu dengan cara yang lain, menerima kehidupan dengan sepenuh kejujuran. Sayangi aku dalam pekat anugerah-Mu.”

90 A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan dapat ditarik kesimpulan yaitu ;

1. Nilai moral dalam hubungan manusia dengan diri sendiri dalam novel tersebut yang dapat kita lihat yaitu; kepercayaan diri, eksistensi diri, harga diri, rasa takut, maut, rindu, dendam dan lain sebagainya. Semua itu menunjukkan nilai moral yang ada dalam diri setiap manusia dan bisa dijadikan tolak ukur jati diri setiap manusia.

2. Nilai moral hubungan manusia dengan sesama dalam novel tersebut seperti;

melakukan musyawarah, tolong-menolong, dan saling menghargai, berbakti kepada kedua orang tua, peduli terhadap sesama, setia, penghianatan dan lain sebagainya merupakan wujud interaksi antara manusia satu dengan yang lainnya tanpa adanya tekanan atau paksaan. Karena sudah kodrat manusia yang saling membutuhkan satu sama lain.

3. Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan dalam novel tersebut yaitu;

dengan cara beribadah kepada Tuhan, menaati perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ajaran islam erat kaitannya dengan pembentukan moral setiap manusia, maka dari itu penting bagi setiap manusia untuk mempercayai ajaran islam sebagai pedoman hidup.

Dokumen terkait