BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
1. ketepatan waktu dalam
Hasil penelitian ini menunjukkan kenyataan kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan variabel ketepatan waktu dan 3 indikator diantaranya sosialisasi, pencegahan dan Mengantisipasi telah berjalan dengan baik
ketepatan waktu kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka stunting di Kabupaten Enrekang dalam sosialisasi dimana proses sosialisasi akan diberikan cara pencegahan angka stunting di kabupaten
enrekang harus cepat dilakukan karena dalam sosialisasi para ibu ibu bisa mendapatkan pengetahuan tata cara penanggulangan stunting dan pencegahanya dan orang yang paling berperan dalam pencegahan stunting adalah para ibu ibu selanjutnya dalam pencegahan angka stunting para petugas tenaga kesehatan melakukan pengecekan secara rutin bagi balita akan di cek berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui kondisi balita dan ibu hamil akan diadakan konsultasi keadaan kehamilan. Dan dalam Mengantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin selama masa kehamilan pendapat respon telah menunjukan kinerja yang sangat baik dimana hal tersebut para tenaga kesehatan aktif dalam melakukan pemeriksaan secara rutin itu sendiri dan melakukannya secara tepat waktu yang dilaksanakan pada saat kegiatan posyandu sebagai sasaran awal untuk pemeriksaan apakah ada gejala stunting atau tidak kemudian para tenaga kesehatan yang terjun langsung dilapangan aktif dalam melakukan himbauan kepada masyarakat dalam menjalani hidup sehat
2. Siklus Waktu
Hasil penelitian ini menunjukkan kenyataan kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan variable Siklus Waktu telah berjalan dengan baik
kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang saat ini dua macam dimana program tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya stunting di mulai dari
pemberian vitamin, pemeriksaan hingga pemberian saran tentang cara hidup sehat agar tidak terjadi stunting saat melahirkan dan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang bersama dengan jajaran-jajarannya sampai pada rana puskesmas berjalan dengan baik dilihat dari koordinasi yang dilakukan untuk menanggulangi stunting di Kabupaten Enrekang mengalami penurunan dari waktu ke waktu sehingga hal ini membuat masyarakat lebih memperhatikan pola hidup dan pola makan yang sehat.
3. Pemanfaatan Sumber daya
Hasil penelitian ini menunjukkan kenyataan kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan variabel Pemanfaatan Sumber daya yang sampai sejauh ini masih dikatakan masih kurang baik
Pemanfaatan Sumber daya dalam penanggulangan angka stunting di dinas kesehatan kabupaten enrekang dimana fasilitas dimiliki dari segi penginputan data masih minim dimana peralatan yang digunakan dalam penginputan data masih menggunakan Peralatan pribadi tapi kendaraan dan alat kesehatan sudah disiapkan maka dari itu pemanfaatan sumber daya dalam penanggulangan angka stunting masih dikategorikan masih kurang karena masih ada beberapa fasilitas yang belum memadai segi penginputan data tapi pemanfaatan sumber daya dalam program penanggulangan stunting di Kabupaten Enrekang walaupun terkendala dalam minimnya fasilitas namun semua pegawai dan petugas lapangan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sebab bagi mereka mengutamakan
tugas dan tanggung jawab untuk menjaga kesehatan masyarakat lebih utama.
4. Biaya
Hasil penelitian ini menunjukkan kenyataan kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan variabel Biaya telah berjalan dengan baik
biaya dalam program penanggulangan stunting di Kabupaten Enrekang berasal dari pemerintah dan juga ADD dana desa yang berjumlah 10 % untuk dialokasikan khusus penanggulangan angka stunting dan hal ini dapat membuat kinerja dinas kesehatan dalam penanggulangan sudah sangat baik
Perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah penelitian ini terkhusus pada bagaimana kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang dalam penanggulangan angka stunting pada anak dan lokasi penelitian berada di kantor Dinas Kesehatan sedangkan peneliti dengan menggunakan metode kualitatif akan mengungkapkan kenyataan yang terjadi pada lokasi penelitan tentang kinerja dinas di beberapa kecamatang kekurang yang di lakukan oleh peneliti disini kurang terjadi komunikasi peneliti dengan para petugas dengan dinas kesehatan di kabupaten enrekang yang di sebabkan karena peneliti lebih fokus ke penelitian secara langsung di lapangan
BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari hasil penelitian kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang dimana dari hasil penelilitian menurut data sekunder yang di dapatkan oleh peneliti tentang tujuan dari dinas kesehatan kabupaten enrekang yang megatakan Meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat Dan kemudian Sasaranya dari dinas tersebut megucapakan Meningkatnya cakupan imunisasi yang merata di semua desa, menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan Meningkatkan akses pelayanan upaya kesehatan berbasis masyarakat kemudian peneliti disini memperjelas hasil penelitian dengan terjun lapangan dengan menggunakan 4 variabel sebagai berikut yaitu Ketepatan Waktu Siklus Waktu, pemanfaatan Sumber daya dan Biaya dan hasil penelitian di dapatkan dilapanagn sesuai dengan kenyataa sebagai berikut :
kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan variabel ketepatan waktu dan 3 indikator di antaranya sosialisasi, pencegahan dan Mengantisipasi telah berjalan dengan baik dimana pengadaan sosialisasi, pengecekan secara rutin bagi balita dan Mengantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin dimana tenaga kesehatan melakukan pengecekan secara rutin bagi balita akan di cek berat
111
badan dan tinggi badan untuk mengetahui kondisi balita dan ibu hamil akan diadakan konsultasi keadaan kehamilan dan hal tersebut telah dilaksanakan dengan baik
Kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan variable Siklus Waktu telah berjalan dengan baik dimana dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang saat ini dua macam program yang di adakan dimana program tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya stunting kemudian Petugas melakukan mulai dari tahap pemberian vitamin, pemeriksaan hingga pemberian saran tentang cara hidup sehat dan hal tersebut telah berjalan dengan baik
kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan variabel Pemanfaatan Sumber daya yang sampai sejauh ini masih dikatakan masih kurang baik yang disebabkan peralatan yang digunakan dalam penginputan data masih menggunakan Peralatan pribadi dalam artian bahwa peralatan yang disiapkan oleh dinas kesehatan dalam penginputan data masih kurang dan hal dapat menyebabkan keterlambatan dalam penanggulangan disebabkan karena data yang digunakan sebagai informasi belum memadai
kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan variabel Biaya telah berjalan dengan baik dimana biaya dalam program penanggulangan stunting di
Kabupaten di telah dialokasikan sebanyak 10 % berasal dari pemerintah dan juga ADD dana desa
B. SARAN
Adapun saran dari penulis berkaitan dengan dinas kesehatan sebagai berikut : 1. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang agar tetap konsisten dalam mengatasi gizi buruk yang ada dan semakin gigih dalam melakukan pekerjaan agar semua tujuan yang ingin dicapai dapat berjalan sesuai keinginan
2. Bagi masyarakat kiranya agar lebih menjaga kebersihan dan kesehatan di linkungan agar tidak terjadi stunting dan gizi buruk di linkungan dan dapat membantu para tenaga kesehatan dalam penaganan angka stunting di kabupaten enrekang.
DAFTAR PUSTAKA
Faisal Amir,. 2016. Manajemen Kinerja Perguruan Tinggi. Jakarta. Mitra Wacana Media.
Farah Aridiyah, (2015). “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan.
Aneka Sanjaya Jakarta
Arief Barda Nawawi. 2008. Kebijakan Hukum Pidana (Perkembangan Penyusuna Konsep KUHP Baru), Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Pawa Danila Ira Deseilla . (2018). “Geospatial Analysis pada Prevalensi Stunting Ni’mah, Khoirun, dan Siti Rahayu, Bandung. PT. Raina Sanjaya
Erlin (2016) Pencegahan Stunting Di Kabupaten Mamasa. Mamasa : Universitas Sulawesi Barat
Irfan Fahmi,. 2018. Manajemen Kinerja Teori dan Aplikasi. Bandung. Alfabeta.
Ibrahim A. Irviani, dkk. 2019. Analisis Determinan Kejadian Growth Failure (Stunting) Pada Anak Balita Usia 12-36 Bulan Di Wilayah Pegunungan Desa Bontongan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Makassar.
UIN Alauddin Makassar. E Journal Public Health Science Journal. 11 (1).
Muhammad Mahsun,. 2018. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta.
BPFE.
Mulyadi .2007. kinerja organisasi dan sistem dalam menjalankan organisasi, Jakarta. Elexmedia Komputindo.
Nadhiroh. (2015). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Media Gizi Indonesia. Surakarta, PT. Aneka Ilmu
Siti Novianti, dkk. 2020. Hubungan Faktor Lingkungan Dan Perilaku Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita. Tasikmalaya. Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunikasi Indonesia. 16 (1)
Nur Ramadhani Amalia, dkk. 2019. Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dan Zat Gizi Mikro Dengan Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah
114
Kerja Puskesmas Kabere Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang.
Makassar. Universitas Hasanuddin Makassar. E Journal The Journal of Indonesian Community Nutrition. 8 (2).
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Paulus Hadisuprapto. 1997. Juvenile Delinquency, Bandung: Citra Aditya Bakti,
Calida Rahma, Amelinda, (2016). “Perbedaan Sosial Ekonomi dan Pengetahuan Gizi Ibu Balita Gizi Kurang dan Gizi Normal. Jakarta Bumi Aksara
Saputri Arcada Rini, 2019. Upaya Pemerintah Daerah Dalam Penanggulangan Stunting Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bangka Belitung.
Universitas Bangka Belitung. Ejournal Dinamika Pemerintahan. 2 (2).
Sekretariat Wakil Presiden Indonesia. (2007). “100 Kabupaten/Kota Prioritas tentang Gizi Buruk di Indonesia, jakarta, PT Book Rinjani Sembiring, 2012. Landasan dalam kinerja lembaga dan sub sistem sebuah
lembaga, Bandung. Andi Publisher
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung.
Alfabeta.
Wati Kusuma Erna, dkk. 2016. Upaya Perbaikan Gizi 1000 hari Pertama Kehidupan Dalam Rangka Pencegahan Stunting Balita Melalui Optimalisasi Peran Tenaga Gizi Di Kabupaten Banyumas. Banyumas.
Universitas Jenderal Soedirman. Ejournal Kesmas Indonesia. 8 (2) Wibowo, 2007. Manajemen Kinerja. Depok. PT. Rajagrafindo Persada.
Yadika Dwi Nur Adilla, dkk. 2019. Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Kognitif dan Prestasi Belajar.
Internet :
Kegiatan pencegahan Stunting :
https://www.jogloabang.com/kesehatan/permenkeu-61pmk072019-dana- desa-mendukung-pelaksanaan-kegiatan-intervensi-pencegahan?amp, di Akses 3 April 2020
Kenali stunting dan Cara pencegahannya :
http://awalbros.com/anak/kenali-stunting-dan-cara pencegahannya/, di Akses 3 April 2020
Ciri-ciri anak stunting :
http://id.theasianparent.com/ciri-ciri-anak-stunting/amp, di Akses 15 November 2020
Data stunting di kabupaten enrekang :
http://enrekangkab.go.id/?news=enrekang-menggelar-rembuk-aksi- percepatan-penurunan-stunting, di Akses 19 November 2020
Tinggi badan ideal :
https://www.google.com/amp/s/kaltim.idntimes.com/health/fitness/amp/v iktor-yudha/tinggi-badan-ideal-orang-dewasa-regional-kaltim, di Akses 4 Februari 2021
LAMPIRAN
PEDOMAN WAWANCARA
PENANGGULANGAN ANGKA STUNTING DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN ENREKANG
1. Bagaimana ketepatan waktu yang dilakukan oleh pegawai Dinas Kesehatan dalam menjalankan tugasnya untuk menanggulangi angka stunting di Kabupaten Enrekang, seperti :
a) Melakukan sosialisasi ?
b) Mengarahkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin ? c) Mengantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
yang dapat mempengaruhi perkembangan janin selama masa kehamilan ?
2. Bagaimana siklus waktu atau kinerja para pegawai selama menjalankan tugas dalam pelaksanaan program penanggulangan stunting, seperti :
a) Pemantauan kondisi pertumbuhan janin selama masa kehamilan ? b) Pemberian imunisasi dasar dan pemberian ASI juga MPASI hingga
anak berusia 6 bulan
c) Pemantauan secara teratur untuk pertumbuhan serta perkembangan anak ?
3. Bagaimana penggunaan atau pemanfaatan sumber daya selama program penanggulangan stunting, misalnya :
a) Penggunaan Mesin ? b) Penggunaan Komputer ?
c) Penggunaan Kendaraan ?
d) Serta untuk orang-orang yang bersangkutan ?
4. Bagaimana penggunaan biaya atau pengalokasian biaya selama pelaksanaan program penanggulangan angka stunting ?
DOKUMENTASI
Wawancara yang di lakukan dengam sala satu informan Petugas Pada Tanggal 3 Maret 2021
Wawancara yang di lakukan dengam sala satu informan Petugas Pada Tanggal 3 Maret 2021
Wawancara yang di lakukan dengam sala satu informan Petugas Pada Tanggal 3 Maret 2021
Wawancara yang di lakukan dengam sala satu informan Petugas Pada Tanggal 3 Maret 2021
Wawancara yang di lakukan dengam sala satu informan Petugas Pada Tanggal 3 Maret 2021
Wawancara yang di lakukan dengam sala satu informan Masyarakat Pada Tanggal 4 Maret 2021
Wawancara yang di lakukan dengam sala satu informan Masyarakat Pada Tanggal 4 Maret 2021
Wawancara yang di lakukan dengam sala satu informan Masyarakat Pada Tanggal 4 Maret 2021
Kunjungan Penderita stunting di Kecamatan Buntu batu
Kunjungan Penderita stunting di Kecamatan Malua
Pemeriksaan Kondisi stunting di Puskesmas Baraka