• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

71

72

cara-cara yang berbeda dalam melakukan matematika di dalam aktivitas masyarakat dengan menggunakan konsep matematika meliputi cara mengelompokkan, berhitung, mengukur, merancang bangunan atau alat, bermain dan lain sebagainya.70 Oleh sebab itu, ada berbagai macam budaya yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk melaksanakan proses kegiatan belajar salah satunya dengan menggunakan permainan tradisional yaitu permainan engklek.

Menurut Dita Anggraini dan Heni Pujihastuti, permainan engklek adalah permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak-anak dengan cara melempar batu ke kotak lalu melompat dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak lain.71 Dalam denah permainan engklek ini terdapat berbagai macam bentuk bangun datar. Dengan menggunakan permainan engklek sebagai bahan dalam proses kegiatan belajar mengajar siswa juga bisa bermain sambil belajar dan mengenal bentuk-bentuk geometri bangun datar yang ada dalam denah permainan engklek. Selain itu, dalam permainan engklek terdapat keterampilan

yang dapat dipelajari yaitu melalui permainan dapat memudahkan siswa untuk

memahami materi karena langsung diterapkan ke kehidupan nyata atau kehidupan sehari-hari dari pada materi yang disampaikan dari penyampaian pelajaran secara biasa.

70 Novia Winanda, Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Pada Materi Bangun Ruang", (Skripsi, Universitas Muhamadiyah Sumatra Utara, Sumatra Utara, 2020) hlm.

26

71 Dita Anggraini dan Heni Pujiastuti‟, Peranan Permainan Tradisional Engklek dalam Mengembangkan Kemampuan Matematika di Sekolah Dasar, (Jurnal Matematika Ilmiah), 6 (2020), 87–101.

73

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan disimpulkan bahwa pada data hasil posttest yang diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol keduanya berdistribusi normal dan memiliki varians yang sama. Setelah melakukan uji normalitas dan homogenitas maka dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji indipendent simple t-test uji ini digunakan dilakukan apabila dua kelompok diberikan perlakuan yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis SPSS versi 21 pada uji indipendent simple t-test doketahui bahwa sehingga nilai sig.(2-tailed) pada Equal variances assumed yaitu 0,209 > 0,05, sehingga Ho diterima dan Ha ditolakm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh penerapan pembelajaran berbasis etnomatematika dengan permainan engklek terhadap pemahaman matematis siswa pada materi geometri segiempat.

Hal yang menyebabkan tidak adanya pengaruh pembelajaran berbasis etnomatematika dengan permainan engklek terhadap pemahaman matematis siswa pada materi geometri segiempat dikarenakan dalam permainan engklek ini terkait dengan geometri segiempat pada denah permainan engklek tersebut lebih fokus dalam pengenalan bidang seperti bentuk dari segiempat atau hanya memperlihatkan bentuk geometrinya saja. Sedangkan untuk ukuran setiap kotak yang dibuat mempunyai ukuran yang berbeda-beda tergantung orang yang membuat denah permainan engklek. Seperti dalam penelitian yang dilakukan oleh Gita Angraini dan Heni Pujiasrtuti menyatakan bahwa dalam membuat denah permainan engklek anak-anak tidak menggunakan penggaris atau alat

74

khusus lain untuk membuat garis agar lurus dan sama panjang, dari hasil wawancaranya peneliti, untuk menggambar kerangka dengan lurs dan sama besar, anak hanya menggunakan feeling dan perkiraan saja, jika tidak lurus mereka menghampus Kembali garis dan meluruskannya, Dalam penyelsaian masalah permainan ini tidak bisa digunakan dan permainan ini hanya mengenalkan bentuk bangun datar saja.72 Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Resti Hidayat juga mengatakan bahwa pada petak engklek terdapat unsur pembelajaran matematika dengan materi bangun datar, bangun datar yang dapat ditemui pada petak engklek adalah persegi, segitiga, persegi panjang dan setengah lingkaran yang dapat dijadikan sebagai pengetahuan siswa yang lebih nyata.73

Oleh karena itu, permainan engklek ini lebih cocok untuk pengenalan bentuk dari geometri sedangkan dalam indikator pemahaman matematis siswa kurang optimal sebab dalam pemahaman matematis siswa terdapat pemahaman konseptual dan pemahaman prosedural, dimana menurut Kilpatick, pemahaman konseptual adalah kemampuan untuk terhadap konsep-konsep, operasi dan relasi matematis dan kemampuan menyajikan situasi matematika dengan cara yang berbeda dan mengetahui bagaimana representasi yang berbeda dapat bermanfaat

72 , Heni Pujiastuti. Peranan Permainan Tradisional Engklek dalam Mengembangkan Kemampuan Matematika di Sekolah Dasar, Jumlahku (2020). 6, 87–101. hlm. 9

73 Hidayat, R., & Tangerang, Analisis Implementasi Metode Etnomatematika Permainan Engklek Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Iii Sd Negeri Sangiang Iii, Jurnal Pendidikan dan sosial budaya U. M. (1854). A s i n. 2, 316–324

75

untuk berbagai tujuan.74 Sedangkan, pemahaman prosedural adalah mengacu pada pengetahuan tentang prosedur, pengetahuan tentang kapan dan bagaimana menggunakannya secara tepat, dan ketrampilan melakukan prosedur secara fleksibel, akurat, dan efisien.75 Pada permainan engklek tersebut hanya beberapa yang memenuhi indikator pemahaman matematis yaitu dalam merepresentasikan dalam bentuk lain dan contoh dalam geometri, untuk indikator lainnya seperti penggunaan konsep, rumus, ide-ide dan prosedur secara fleksibel, akurat dan efesien tidak termuat dalam permainan engklek. Selain itu dalam penelitian ini, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dilakukan menggunakan permainan engklek kurang maksimal sehingga pengalaman belajar yang diberikan menggunakan permainan engklek sedikit.

74 Kilpatrick, Jeremy. Jane, Swafford dan Bradford, Findell. (2001). Adding It Up: Helping Children Learn Mathematics. Washington, DC: National Academy Press

75 ibid

76 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian diketahui hasil uji statistik menggunakan SPSS diperoleh nilai yaitu 0,209 yang aryinya lebih dari 0,05, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Sehingga dap

at disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh penerapan pembelajaran berbasis etnomatematika dengan permainan engklek terhadap pemahaman matematis siswa pada materi geometri segiempat, dikarenakan dalam permainan engklek ini terkait dengan geometri segiempat pada denah permainan engklek tersebut lebih fokus dalam pengenalan bidang seperti bentuk dari segiempat atau hanya memperlihatkan bentuk geometrinya saja sedangkan penyelsaian masalah sesuai dengan pemahaman matematis permainan engklek ini masih belum optimal untuk digunakan.

B. Saran

1. Kepada guru hendaknya mengenalkan permainan tradisional agar tidak terlupakan, terlebih permainan yang dapat meningkatkan pengetahuan anak.

2. Kepada pihak sekolah disarankan untuk dapat meningkatkan kegiatan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, yaitu dengan kegiatan bermain edukatif sekaligus belajar, salah satunya dengan permainan engkleng yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan siswa dalam menjumlah dan mengurangkan bilangan.

77

3. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih sehingga pelaksanaan pembelajaran terlaksana dengan maksimal dan dapat menjadi refrensi untuk orang lain.

78

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2013, hlm. 4 Abdul Razak, Laras Retno Widyastuti, dan Lina Revilla Malik, Efektivitas

Permainan Tradisional Engklek Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika, Jurnal PRIMATIKA, Volume 9, Nomor 1, Juni 2020

Abdul Qodir, Evaluasi Dan Penilaian Pembelajaran, (Yogyakarta : K-Media, 2017) Abd Qohar, „Pemahaman Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Pada

Pembelajaran Dengan Model Reciprocal Teaching‟, Prosiding, 2009, 453–65 Abidin, Z. (2012). Pentingnya Pemahaman Konseptual dan Prosedural dalam

Belajar Matematika. Malang: Universitas Islam Malang

Agasi, G. R., & Wahyuono, Y. D. “Kajian Etnomatematika : Studi Kasus Penggunaan Bahasa Lokal Untuk Penyajian Dan Penyelesaian Masalah Lokal Matematika”. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 527–540.

2016.

Adnan G., Rukminingsih, M. Adnan L., Metode Penelitian Pendidikan, (Yohyakarta : Erhaka Utama, 2020) hlm.50

Ambiyar, Pengukuran & Tes Dalam Pendidikan, (Padang : Unp Press, 2011) Ali, Sandu, Dasar Metodologi Penelitian, (Sleman : Literasi Media, 2015)

Anajmi, Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematik Siswa SMP Melalui Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Sofware Geogebra. Jurnal of Mathematics Education and Science, Vol. 2, No. 1, 2016, h. 2

Arief Furchan, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan (Cet. III; Yogyakarta: Pustaka Pelajat, 2007).

A. Van de Well, Jhon, Matematika Sekolah Dasar dan Menengah, ( Jakarta : Erlangga, 2008)

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, ( Jakarta : PT RajaGrafindo Persada,2017) Baroody, A. J., Feil, Y., & Johnson, A. R. (2007). An alternative reconceptualization

79

of procedural and conceptual knowledge. Journal for Research in Mathematics Education, 38(2), 115–131. Retrieved from https://eric.ed.gov/?id=EJ757032 Budiantara, Endang, Nuryadi, Tutut D. A, Dasar-Dasar Statistik Penelitian,

(Yogyakarta : Sibuku Media, 2017)

Chatarina Febriyanti, Rendi Prasetya, Ari Irwan, "Etnomatematika pada Permainan Tradisional Engklek dan Gasing Khas Kebudayaan Sunda", BAREKENG : Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan, Vol.2 No.1, 2018.

Cinthia Kurnia Dewi, “Kajian Etnomatematika Pada Kerajinan Anyaman Bambu di Susun Brajan, Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Implementasinya dalam Pembelajaran Matematika Tingkat SMP”, (Skripsi, Universitas Sanata Darma, Yogyakarta, 2021) hlm. 7

Daryanto, H. (2010). Media Pembelajaran. Yokyakarta: Gava Media. hlm 58

Dikutip dari blog indonborneonatural, pada tanggal 8 april 2022, pukul 21:44 https://indoborneonatural.blogspot.com/2014/07/permainan-tradisional-

engklek.html

Dita Anggraini dan Heni Pujiastuti‟, Peranan Permainan Tradisional Engklek dalam Mengembangkan Kemampuan Matematika di Sekolah Dasar, (Jurnal Matematika Ilmiah), 6 (2020), 87–101.

Dini Wahyu Mulyasari and others, „Efektivitas Pembelajaran Etnomatematika “ Permainan Engklek ” Terhadap Pemahaman Konsep Geometri Siswa Sekolah Dasar‟, 4.1 (2021), 1–14.

Elfan Fanhas, dkk, Indonesia Parenting, (Riau : Edu Publisher, 2020)

E. Mulyasa, Manajemen Pendidikan Karakter, Bumi Aksara, Jakarta, 2012, hlm. 129 Endang S. U, Nuryadi, M. Budiantara, dan Tutut D. A, Dasar-Dasar Statistik

Penelitian, (Yogyakarta : Sibuku Media,2017)

Febriyanti, C., Rendi P., Ari I., Etnomatematika Pada Permainan Tradisional Engklek dan Gangsing Khas Kebudayaan Sunda Barekeng, (Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan), 12 (1), 2017, 1-16

Hamid Darmadi, Dimensi-Dimensi Metode Penelitian (Cet. I; Bandung: Alfabeta, 2013)

80

Hamzah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran, Bumi Aksara, Jakarta, 2012, hlm. 2.

Hidayat, R., & Tangerang, Analisis Implementasi Metode Etnomatematika Permainan Engklek Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Iii Sd Negeri Sangiang Iii, Jurnal Pendidikan dan sosial budaya U. M. (1854). A s i n. 2, 316–324

Heni Pujiastuti. Peranan Permainan Tradisional Engklek dalam Mengembangkan Kemampuan Matematika di Sekolah Dasar, Jumlahku (2020). 6, 87–101

Heny Tri Muthmainnah and others, Metode Permainan Tradisional Engklek Pada Pembelajaran Bangun Datar Menumbuhkembangkan Motivasi Belajar Siswa, The University Research Colloquium 2018 Universitas Muhammadiyah Purwokerto‟, 2018, 189–95.

Heris Hendriana, dkk, Hard Skill dan Soft Skill Matematika Siswa, (Bandung: PT Refika Aditama, 2017)

Ika Muslimah, Permainan Engklek Dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Hikmah Kecamatan Medan Denai Tahun Ajaran 2017/2018, (Skripsi, FTK UIN Sumatera Utara, 2018).

I Putu Ade Andre Payadnya Dan I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika “Panduan Penelitian Eksperimen Beserta Analisis Statistik Dengan SPSS”, (Yogyakarta, Grup Penerbitan CV Budi Utama, 2018)

I Wayan W, Putu Lia M, Uji Persyaratan Analisis,(Lummajang : Klik Media, 2020) Jarnawi Afgani, Materi Pokok Analisis Kurikulum Matematika, (Jakarta: Universitas

Terbuka, 2011),

Karunia Eka Lestari dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara, Penelitian Pendidikan Matematika, (Bandung: PT. Refika Aditama, 2017)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Penilaian Pendidikan.Diakses pada tanggal 22 febuari 2022, 09 : 36 dari situs https://hasilun.puspendik.kemdikbud.go.id/

Kilpatrick, Jeremy. Jane, Swafford dan Bradford, Findell. (2001). Adding It Up:

Helping Children Learn Mathematics. Washington, DC: National Academy Press.

Kusaeri, A., & Pardi, M. H. H. (2019). Matematika dan Budaya Sasak: Kajian

81

Etnomatematika di Lombok Timur. Jurnal Elemen, 5(2), 125

Mayang P. Cecylia M. C., Dava I. B., Emilia A. W., Diah L. D., Nur A., Indri A. R., Nor C., Ragil T. L., Sabilla P. A., Nimas I. A., Fristian A. A., Nikmatus S. A., Lupita W., Evalia N., Aqila F.. I., Revlin A. K., “Etnomatemtika : beberapa sistem budaya di indonesia”, (Surabaya : Zifatma Jawara, 2021)

Nataliya, P., Psikologi, F., & Malang, U. M. (2015). Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Permainan Tradisional Congklak Untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Pada Siswa Sekolah Dasar Prima. 03(02), 343–358.

Novia Winanda, Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Pada Materi Bangun Ruang", (Skripsi, Universitas Muhamadiyah Sumatra Utara, Sumatra Utara, 2020) hlm. 26

Observasi pada tanggal 8 september – 17 oktober 2021 di MTs Sullamul Ma‟ad Al- Ma‟arif Penujak.

Pemerintah Republik Indonesia, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.

20 Tahun 2003, Sinar Grafika, Jakarta, 2009, hlm. 5.

P G Paud and F I P Unesa, „Penerapan Permainan Tradisional Engklek Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B Ra Al Hidayah 2 Tarik Sidoarjo Latar Belakang‟, 2009, 1–13.

Riharjo, S. (2015) Cara Uji Normalitas Shapiro-wilk dengan SPSS Lengkap. Sumber : https://www.spssindonesia.com/2015/05/cara-uji-normalitas-shapiro-wilk-

dengan.html?m=1

Rezkiyana Hikmah, „Penerapan Model Advance Organizer Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Siswa‟, SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 1.3 (2017), 271–80 <https://doi.org/10.30998/sap.v1i3.1204>.

Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan, (Tangerang : PT Kharisma Putra Utama, 2016)

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif Dan R&D, Alfabeta, 2016

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung : ALFABETA, 2017)

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif Dan R&D, (Bandung : Alfabeta, 2019)

82

Sumber : https://lab_adrk.ub.ac.id/id/mengenal-uji-homogenitas-sebagai-pengujian-asumsi- dalam-uji-parametrik-tertentu/

Tri Cahyono, Statistik Uji Normalitas, (Purwokerto : Yayasan Sanitarian Banyumas, 2015)

Wardani, Permainan Tradisional yang Mendidik, (Jakarta : Oriza, 2011)

Yunita, D., Islam, U., Raden, N., Palembang, F., & Konsep, P. (2018). Pengaruh Permainan Tradisional Engkleng terhadap Pemahaman Konsep Siswa KelaS III Mata Pelajaran Matematika di SDN Bangsa Negara Kabupaten OKU Timur. 7, 209–216.

83

LAMPIRAN

84 Lampiran 1 Dokumentasi Kegiatan Kegiatan pembelajaran di kelas kontrol

Kegiatan pembelajaran dikelas eksperimen

85 Lampiran 2 Surat Penelitian dari Universitas

86

Lampiran 3 Surat Penelitian dari BANGKASBANGPOL

87 Lampiran 4 Surat Balasan dari Sekolah

88 Lampiran 5 Rubrik Penilaian

RUBRIK PENELITIAN SERTA PEDOMAN PENSEKORAN PEMAHAMAN MATEMATIS

Materi : Bangun datar egiempat Kelas/Semester : VII/Genap

Indikator Pemahaman Matematis

Indikator siswa dalam pemahaman konsep mateamtis menurut Kilptrick dan Findell yaitu :

1. Kemampuan menyatakan ulang secara verbal konsep yang telah dipelajari.

2. Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi matematika.

3. Kemampuan mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep.

4. kemampuan mengaitkan berbagai konsep (internal dan eksternal matematika).

5. Kemampuan memberikan contoh dan lawan contoh dari konsep yang telah dipelajari.

6. Kemampuan mengklasifikasikan obyek-obyek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut.

7. kemampuan menerapkan konsep secara algoritma.

Indikator siswa dalam pemahaman prosedural mateamtis menurut Kilptrick dan Findell yaitu :

1. Pengetahuan mengenai prosedur secara umum.

89

2. Pengetahuan mengenai kapan dan bagaimana menggunakan prosedur dengan benar.

3. Pengetahuan dalam menampilkan prosedur secara fleksibel, akurat dan efisien.

No. Soal Indikator Keterangan Skor

Pemahaman Konsep Matematis a Kemampuan

menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi matematika.

Siswa merepresentasikan bentuk persegi panjang menggunakan dua cara dengan benar.

3

Siswa merepresentasikan bentuk persegi panjang menggunakan dua cara namun belum tepat.

2

Siswa merepresentasikan bentuk persegi panjang menggunakan satu cara dengan benar.

1

Siswa salah merepresentasikan bentuk persegi panjang atau siswa tidak memberikan jawaban

0

a Kemampuan mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep.

Siswa menentukan ukuran setelah dibagi sebagai syarat terpenuhinya suatu konsep dengan benar.

2

Siswa menentukan ukuran setelah dibagi sebagai syarat terpenuhinya suatu konsep namun belum tepat.

1

Siswa salah menentukan ukuran setelah dibagi sebagai syarat terpenuhinya suatu konsep atau siswa tidak memberikan

0

90 jawaban.

b Kemampuan menyatakan ulang secara verbal konsep yang telah dipelajari.

Siswa menyatakan ulang sifat-sifat persegi panjang dan persegi dengan kata- katanya sendiri dengan benar dan

lengkap.

3

Siswa menyatakan ulang sifat-sifat persegi panjang dan persegi dengan kata- katanya sendiri dengan benar namun kurang lengkap

2

Siswa menyatakan ulang sifat-sifat persegi panjang dan persegi dengan kata- katanya sendiri dengan benar namun sangat kurang lengkap

1

Siswa salah menyatakan ulang sifat-sifat persegi panjang dan persegi atau siswa tidak memberikan jawaban.

0

c Kemampuan mengklasifikasikan obyek-obyek

berdasarkan dipenuhi atau tidaknya

persyaratan yang membentuk konsep tersebut.

Siswa menuliskan ukuran yang

membentuk suatu konsep dengan benar.

1 Siswa tidak menuliskan ukuran yang

membentuk suatu konsep

0

c Kemampuan

menerapkan konsep secara algoritma.

Siswa menerapkan ukuran kedalam rumus untuk menentukan keliling dan luas persegi panjang dan persegi dengan

5

91

proses dan prosedur yang benar dan jawaban akhir benar.

Siswa menerapkan ukuran kedalam rumus untuk menentukan keliling dan luas persegi panjang dan persegi dengan proses dan prosedur yang benar namun jawaban akhir kurang tapat.

4

Siswa menerapkan ukuran kedalam rumus untuk menentukan keliling dan luas persegi panjang dan persegi dengan proses dan prosedur yang kurang benar namun jawaban benar.

3

Siswa menerapkan ukuran kedalam rumus untuk menentukan keliling dan luas persegi panjang dan persegi dengan proses dan prosedur yang kurang dan jawaban akhir kurang tepat.

2

Siswa tidak tapat menerapkan ukuran kedalam rumus untuk menentukan keliling dan luas persegi panjang dan persegi.

1

siswa tidak membuat jawaban atau mengulang informasi yang dketahui soal.

0 d Kemampuan

memberikan contoh dan lawan contoh dari konsep yang telah dipelajari.

Siswa menjelaskan dan membuat contoh dengan konsep yang telah dipelajari dengan benar.

2

Siswa menjelaskan dan membuat contoh dengan konsep yang telah dipelajari

1

92

namun kurang tepat.

Siswa salah menjelaskan dan membuat contoh dengan konsep yang telah dipelajari atau siswa tidak memberikan jawaban.

0

e Kemampuan

mengaitkan berbagai konsep (internal dan eksternal)

Siwa menyebutkan satu bentuk persegi panjang dan persegi dalam kehidupan sehari-hari dengan benar dan lengkap

2

Siwa menyebutkan satu bentuk persegi panjang dan persegi dalam kehidupan sehari-hari dengan benar namun kuranag lengkap

1

Siwa salah menyebutkan bentuk persegi panjang dan persegi dalam kehidupan sehari-hari atau siswa tidak memberikan jawaban.

0

Pemahaman Prosedural Matematis c Pengetahuan

mengenai prosedur secara umum.

Siswa mengetahui prosedur secara umum (perkalian, pengurangan, pembagian, dan penjumlahan) dengan jawaban yang benar.

2

Siswa mengetahui prosedur secara umum (perkalian, pengurangan, pembagian, dan penjumlahan) namun jawban belum tepat.

1

Siswa tidak mengetahui prosedur secara umum (perkalian, pengurangan,

pembagian, dan penjumlahan) atau siswa 0

93

tidak memberikan jawaban.

Pengetahuan

mengenai kapan dan bagaimana

menggunakan prosedur dengan benar.

Siswa menggunakan rumus dengan prosedur yang benar.

2

Siswa menggunakan rumus dengan prosedur yang kurang tepat.

1

Siswa salah menggunakan rumus dengan prosedur.

0 Pengetahuan dalam

menampilkan prosedur secara fleksibel, akurat dan efisien.

Siswa menuliskan proses penyelsaian dengan ukurat, fleksibel dan mudah dipahami.

2

Siswa kurang menuliskan proses penyelsaian dan kurang dipahami.

1 Siswa tidak benar dalam menuliskan

proses penyelsaian atau siswa tidak memberikan jawaban.

0

Total Nilai = 24

Penentuan Nilai = N =

94 Lampiran 6 Soal Tes Posttest

KISI –KISI SOAL POST-TEST

Indikator Soal Indikator Pemahamanan Matematis Nomor Butir

Soal

Level Kognitif Menentukan sifat-

sifat bangun datar

Pemahaman konsep matematis

Kemampuan menyatakan ulang secara verbal konsep yang telah dipelajari.

b

C4 Merepresentasikan

bentuk bangun datar menjadi berbagai bentuk.

Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi

matematika. a

Kemampuan mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep.

Menyebutkan contoh bangun datar dalam kehidupan sehari- hari.

Kemampuan mengaitkan berbagai konsep (internal dan eksternal matematika).

e

Membuat alasan yang kritits

Kemampuan memberikan contoh dan lawan contoh dari konsep yang telah dipelajari.

d Menentukan luas

dan keliling bangun datar.

Kemampuan

mengklasifikasikan obyek- obyek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut.

c Kemampuan menerapkan

konsep secara algoritma.

Pemahaman prosedural matematis

Pengetahuan mengenai prosedur secara umum.

Pengetahuan mengenai kapan dan bagaimana menggunakan prosedur dengan benar.

Pengetahuan dalam

menampilkan prosedur secara fleksibel, akurat dan efisien

95

SOAL TES KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS (POST-TEST) Sekolah : Mts. Sullamul Ma‟ad Al-Ma‟arif Penujak

Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VII/ Genap

Waktu : 60 Menit

Petunjuk mengerjakan soal

1. Mulailah dengan membaca Basmalah

2. Tuliskan nama dan kelas pada lembar jawaban 3. Bacalah soal dibawah ini dengan teliti

4. Kerjakanlah terlebih dahulu soal yang dianggap lebih mudah

5. Kerjakan secara individu dan tanyakan pada guru apabila terdapat soal yang kurang jelas

6. Tidak boleh menggunakan alat bantu hitung seperti kalkulator, handphone dan sejenisnya.

7. Periksa kembali pekerjaan anda sebelum dikumpul Soal Uraian

Pak Toni memiliki kebun berbentuk persegi panjang dengan ukuran 12 m 6 m. Pak Toni hendak membagi kebunnya menjadi dua bagian sama luas untuk diwariskan kepada kedua anak laki-lakinya.

a. Bantulah Pak Toni untuk membagi kebun tersebut dengan 2 cara yang berbeda kemudian gambarlah sketsa kebun setelah anda bagi serta tentukan ukurannya.

b. Tentukan sifat-sifat dari bangun yang terbentuk pada poin a.

c. Tentukan keliling dan luas masing-masing bagian kebun dari hasil pembagian pada poin a.

96

d. Menurut anda, apakah bangun datar yang memiliki luas yang sama akan memilki keliling yang sama juga? Berikan contoh terhadap jawaban anda.

e. Sebutkan 2 contoh bangun datar yang terbentuk pada poin a dalam kehidupan sehari-hari.

KUNCI JAWABAN SOAL POSTTEST

No. Penyelsaian

1. Pembagian kebun Pak Toni ada dua yaitu : Cara 1 : Cara 2 :

2. sifat sifat persegi panjang, yaitu :

(e). Sisi persegi panjang yang berhadapan sama panjang dan sejajar.

(f). Seluruh sudut pada persegi panjang adalah sudut siku-siku.

(g). Diagonal persegi panjang adalah sama panjang.

(h). Diagonal suatu persegi panjang saling membagi dua sama panjang.

sifat sifat persegi, yaitu :

(e). Sisi-sisi persegi adalah sama panjang (f). Diagonal persegi adalah sama panjang

(g). Diagonal suatu persegi saling membagi dua sama panjang (h). Seluruh sudut pada persegi adalah sudut siku-siku

3. Menentukan luas dan kelilng

 Persegi Panjang Diketahui : P = 12 m

12 m 3 m

3 m

6 m

6 m

12 m

6 m 6 m

97 L = 6 m

L = = 12 3 = 36

K = ( ) = 2 ( 12 + 3) = 2 (15) = 30

 Persegi Diketaui : S = 6 L = = 6 6 = 36 K = = 4 6 = 24

4. tidak selamanya sama, seperti yang terjadi pada pembagian kebun Pak Toni anatar pembagian dengan cara 1 dan 2 memiliki luas yang sama namun keliling yang berbeda. Seperti pada pembagian di poin a. Pada cara 1 memiliki luas 36 m2 dengan keliling 30 m2, sedangkan cara 2 memiliki luas 36 m2 dengan keliling 24 m2.

Note :

Jawaban untuk poin d fleksibel tergantung seberapa kritis siswa menjawab.

5. contoh persegi panjang seperti : meja, papan tulis, dan buku.

contoh persegi seperti : jam dinding, bingkai foto, dan catur.

98 Lampiran 7 Validasi Soal Test Oleh Validator I

99

100

101 Lampiran 8 Validasi Soal Tes Oleh Validator II

102

103

104

105

106

107 Lampiran 9 RPP Kelas Eksperimen

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN

Nama Sekolah : Mts Sullamul Ma‟ad Al-Ma‟arif Penujak Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : VII/Genap

Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit/ 3 pertemuan A. Kompetensi Inti

KI1 dan KI2: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.

KI3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian

Kompetensi Dasar Indikator

3.11 Mengaitkan rumus keliling dan luas untuk berbagai jenis segiempat (persegi dan persegi panjang).

3.11.1. Mengenal dan memahami bangun datar segiempat

3.11.2. Memahami keliling dan luas persegi dan persegi panjang.

4.11 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan luas dan keliling segiempat (persegi dan

4.11.1. Menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan sifat- sifat segiempat

4.11.2. Menerapkan konsep keliling dan luas segiempat untuk menyelesaikan masalah

Dalam dokumen pengaruh penerapan pembelajaran berbasis (Halaman 89-94)

Dokumen terkait