BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Berdasarkan hasil wawancara yang Penulis lakukan di Desa Sritunggal Kecamatan Buay Bahuga Kabupaten Way Kanan, dapat dibahas sebagai berikut:
1. Motivasi Orangtua Memilih Pendidikan Pesantren untuk Anaknya Orangtua sebagai manusia yakni makhluk sosial, setiap tingkah laku atau tindakannya tidak terlepas dari dorongan yang melatar belakanginya. Termasuk dorongan yang melatar belakangi mereka dalam memilih sebuah lembaga pendidikan yang baik bagi anak. Dorongan yang
121 Hasil wawancara dengan ibu Siti Atun, tetangga ibu Siti Asiah, pada tanggal 15 November 2018, Pukul 15.30
122 Hasil wawancara dengan ibu Nani, tetangga ibu Muyasaroh, pada tanggal 15 November
2018, Pukul 16.25 WIB.
mendasari tingkah laku atau tindakanya dikenal dengan istilah Motivasi.
Motivasi memiliki dua macam yaitu dari dalam diri sendiri (Motivasi Instrinsik) dan motivasi dari luar (Motivasi Ekstrinsik).
a) Motivasi Intrinsik
(1) Minat (harapan dan keinginan orangtua memilih pendidikan Pesantren)
Orangtua memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan pendidikan yang baik untuk anak-anaknya. Baik buruknya anak itu sangat berkaitan erat dengan pembinaan dan pendidikan agama Islam dalam keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan agama dan sosial. Oleh karena itu, memberikan pendidikan yang baik bagi anak adalah suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Setiap orangtua memiliki harapan yang sangat besar terhadap anak-anak mereka. Begitupun orangtua yang memilih pendidikan Pesantren. Harapan yang dimiliki orangtua tidak lepas dari hal yang mendasari memilih pendidikan Pesantren untuk anaknya.
Bersasarkan hasil penelitian yang Penulis lakukan terhadap beberapa responden harapan, serta hal yang mendasari orangtua memilih pendidikan Pesantren untuk anaknya terbilang serupa yakni supaya anak-anak mereka mendalami ilmu agama dan orangtua berkeinginan anak-anak mereka memiliki akhlak yang bagus.
(2) Kebutuhan (pendidikan merupakan kebutuhan manusia, terlebih pendidikan agama)
Memberikan pendidikan yang baik bagi anak adalah suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orang tua, tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan dalam memilih lembaga pendidikan yang dirasa baik. Begitu juga dengan orangtua yang memilih pendidikan Pesantren untuk anaknya tentu saja memiliki pertimbangan-pertimbangan sendiri.
Pertimbangan-pertimbangan yang didapati dari hasil penelitian yang Penulis lakukan cukup beragam yaitu biaya yang terjangkau, Pondok yang sesuai dengan ajaran yang dianut, dan jarak antar Pondok dan sekolah berdekatan.
(3) Sikap (tindakan yang diambil setelah adanya minat dan kebutuhan) Tindakan yang dilakukan oleh orangtua dalam memilih pendidikan Pesantren untuk anakya adalah wujud dari kebutuhan akan pendidikan agama. Peran serta orangtua dalam membina anak dalam hal memilih lembaga pendidikan itu sudah menunjukkan bahwa orangtua ingin melihat anaknya memiliki ilmu pengetahuan agama yang dapat mengarahkan hidupnya di masa yang akan datang, dengan tujuan agar anaknya menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan.
b) Motivasi Ekstrinsik
(1) Pengaruh lingkungan (lingkungan Pondok Pesantren lebih kondusif dalam pembentukan jiwa keagamaan)
Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berkarakter Islam yang didalamnya mempelajari ajaran-ajaran agama Islam yang memberikan bekal atas tuntutan zaman masa kini. Pesantren juga berperan dalam pembentukkan akhlak yang baik. Karena di pondok Pesantren di bekali ilmu Agama, di ajarkan tatakrama kepada guru, orang tua, teman atau yang lainnya. banyak hal yang menjadi contoh di pondok pesantren bagi setiap santrinya. Oleh sebab itulah hal yang mendorong orangtua memasukan anaknya di Pondok Pesantren.
(2) Biaya Pendidikan (biaya yang ringan dan terjangkau merupakan pendorong orangtua memasukan anaknya di Pondok Pesantren)
Memilih lembaga pendidikan untuk anaknya, orangtua memang pasti menyesuaikan dengan keadaan ekonominya. Insentif, besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk mencapai tujuan pendidikan bagi anaknya menjadi pertimbangan tersendiri. Biaya yang ringan dengan fasilitas yang memadai tentu akan menjadi pilihan utama. Karena oleh itu tidak sedikit orang tua yang memilih pondok pesantren sebagai pendidikan anaknya karena biaya yang tidak begitu mahal.
(3) Simpatik (karismatik dan figur kyai mendorong orangtua memasukan anaknya di Pondok Pesantren)
Seorang kiai, ustadz, ulama, dan tokoh masyarakat setempat dapat menumbuhkan simpati seseorang karena keikhlasannya dalam mengajar murid-murid atau santri-santrinya.
Sikap seperti ini dapat menumbuhkan simpati pada orangtua yang kemudian bergerak hatinya untuk menyerahkan anak-ananya ke Pesantren agar dididik dengan pendidikan agama yang baik. Seorang kyai merupakan tauladan bagi santri-santrinya serta masyarakat, seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas mengenai, sehingga banyak orangtua yang menginginkan anak-anak merak dapat mencotohnya.
(4) Tujuan (adanya tujuan yang ingin dicapai)
Tujuan mendorong seseorang untuk bertindak atau berbuat untuk mencapainya, semakin tinggi suatu tujuan, makin kuat usaha yang harus dilakukannya. Sehingga dalam hal ini tujuan merupakan faktor yang sangat mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu.
Tujuan tersebut adalah supaya anak memiliki bekal kehidupan yang cukup, dapat mengamalkan ilmu yang diperolehnya sehingga bermanfaat untuk dirinya sendiri serta orang lain.
2. Alasan Orangtua Memilih Pendidikan Pesantren untuk Anaknya a. Kondisi lingkungan tempat tinggal yang kurang kondusif
Lingkungan tempat tinggal memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan anak, baik dan buruknya perilaku anak tidak hanya tergantung pada lingkungan keluarga semata. Dari hasil penelitian
yang telah penulis lakukan semua responden mengatakan hal yang sama karena mereka tinggal dalam satu desa sehingga pandangan mengenai kondisi lingkungan tempat tinggal mereka pun sama.
Hasil penelitian yang Penulis lakukan menunjukan bahwa kondisi lingkungan tempat tinggal responden dirasa kurang kondusif sehingga menjadi alasan orangtua di Desa Sritunggal memasukan anaknya di Pesantren. Dari keseluruhan responden mengatakan bahwa di lingkungan tempat tinggal mereka banyak orang-orang yang meminum- minuman keras dan ada yang hamil diluar nikah. Orangtua mengkhawatirkan anak-anak mereka akan terjerumus dalam pergaulan yang salah karena lingkungan tempat tinggal yang kurang kondusif.
b. Menyaring Sisi Negatif dari Semakin Majunya Perkembangan Teknologi
Di era modernisasi seperti sekarang, peran orangtua sangat diperlukan terutama berkaitan dengan kecanggihan teknologi. Dengan kecanggihannya sekarang teknologi banyak membantu aktifitas manusia, akan tetapi kecanggihan tersebut teknologi sering disalahgunakan oleh penggunanya digunakan untuk hal yang tidak semestinya. Teknologi yang canggih semestinya dapat menambah wawasan malah berakibat pada moral yang jelek. Hal tersebut membuat orangtua merasa khawatir terhadap perkembangan anak-anak mereka. Sehingga harus ada penangan dari orangtua.
Hasil penelitian yang Penulis lakukan menunjukan bahwa upaya orangtua dalam menyaring sisi negatif dari semakin majunya perkembangan teknologi yaitu mengawasi penggunaan teknologi pada anak, serta membatasi penggunaan teknologi pada anak-anak mereka.
Sehingga anak tidak lupa kewajiban mereka yakni belajar. Selain upaya mengawasi dan membatasi penggunaan teknologi, upaya lain dari orangtua adalah dengan memasukan anak di Pondok Pesantren, karena penggunaan teknologi di Pondok Pesantren sangat terbatas, sehingga hal ini sangat membantu orangtua dalam menyaring sisi negatif dari semakin majunya perkembangan teknologi.
Kekhawatiran orangtua terhadap anak-anak mereka mengenai kecanggihan teknologi bukan tanpa alasan. Kecanggihan teknologi yang dirasakan sekarang banyak memberikan pengaruh. Karena dalam kecanggihan teknologi seseorang dapat mencari segala informasi yang diinginkan. Bagaimana pengaruh tersebut tergantung isi baik atau buruknya dari informasi yang di dapat dari teknologi itu sendiri.
Sebagaimana yang diketahui bahwa anak juga turut sebagai pengguna teknologi. Dalam hal ini harus adanya penanganan, pengawasan maupun dampingan dari orangtua agar anak tidak mendapatkan informasi yang tidak baik sehingga anak tidak terpengaruh atau terkena dampak yang negatif dari kemajuan teknologi saat ini.
Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa motivasi serta alasan orangtua memilih pendidikan Pesantren untuk anaknya bertujuan
agar anak-anak mereka menjadi orang yang mampu membedakan mana yang baik dan buruk sehingga kehidupan mereka akan terarah dijalan kebaikan.
BAB V PENUTUP