BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Y = -0,301 + 0,229
Persamaan tersebut dapat diterjemahkan :
1) Konstanta sebesar -0,301 mengadung arti bahwa nilai konsisten variabel Produktivitas Kerja sebesar -0,301, berpengaruh negatif. Hal ini berarti jika semangat kerja pegawai menurun/rendah, maka tidak layak untuk mendapatkan promosi jabatan.
2) Koefisien regresi X sebesar 0,229 menyatakan bahwa setiap pengurangan 1% nilai Trust, maka nilai semangat kerja sebesar 0,229.
Koefisien regresi tersebut bernilai negatif. Sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y2 adalah negatif.
pengalaman kerja pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya, kecil pengaruhnya terhadap produktivitas kerja mereka. Hal ini dikarenakan pengalaman yang dimiliki pegawai terkadang tidak sesuai dengan tugas jabatan yang didapatkan.
b. Pengaruh Tingkat Pendidikan (X2) Terhadap Produktivitas Kerja (Y1)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pendidikan (X2) terhadap produktivitas kerja (Y1) memiliki pengaruh yang kecil.
Berarti tingkat pendidikan pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek jenjang pendidikan dan skill yang dimilikinya, kecil pengaruhnya terhadap produktivitas kerja mereka. Hal ini dikarenakan banyak pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda dengan tugas jabatan yang dimiliki.
c. Pengaruh Loyalitas (X3) Terhadap Produktivitas Kerja (Y1) Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa loyalitas (X3) terhadap produktivitas kerja (Y1) memiliki pengaruh yang kecil. Berarti loyalitas pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek jenjang sikap, pengabdian dan kepatuhan yang dimilikinya, sedang pengaruhnya terhadap produktivitas kerja mereka. Hal ini dikarenakan pegawai di
Sekretariat Pemerintah Kota Makassar memiliki kesadaran yang tinngi terhadap pekerjaannya.
d. Pengaruh Kejujuran (X4) Terhadap Produktivitas Kerja (Y1) Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kejujuran (X4) terhadap produktivitas kerja (Y1) memiliki pengaruh yang sedang. Berarti kejujuran pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek prilaku dan integritas yang dimilikinya, sedang pengaruhnya terhadap produktivitas kerja mereka. Hal ini dikarenakan kejujuran merupakan syarat utama dalam menjalankan tugas jabatan yang dimiliki.
e. Pengaruh Tanggung Jawab (X5) Terhadap Produktivitas Kerja (Y1)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tanggung jawab (X5) terhadap produktivitas kerja (Y1) memiliki pengaruh yang kecil. Berarti tanggung jawab pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek kewajiban dan kedisiplinan yang dimilikinya, kecil pengaruhnya terhadap produktivitas kerja mereka. Hal ini dikarenakan pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar mengaggap bahwa produktivitas kerja lebih berorientasi pada penyelesaian tugas daripada pertanggungjawaban tugas.
f. Pengaruh Kepandaian Bergaul (X6) Terhadap Produktivitas Kerja (Y1)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kepandaian bergaul (X6) terhadap produktivitas kerja (Y1) memiliki pengaruh yang kecil.
Berarti kepandaian bergaul pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek kemampuan dan lingkungan kerja yang dimilikinya, kecil pengaruhnya terhadap produktivitas kerja mereka. Hal ini di karenakan pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar menganggap bahwa produktivitas kerja tidak ada hubungannya dengan kepandaian bergaul.
g. Pengaruh Prestasi Kerja (X7) Terhadap Produktivitas Kerja (Y1)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa prestasi kerja (X7) terhadap produktivitas kerja (Y1) memiliki pengaruh yang kecil. Berarti prestasi kerja pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek pencapaian dan kinerja yang dimilikinya, kecil pengaruhnya terhadap produktivitas kerja mereka. Hal ini di karenakan kurangnya perhatian terhadap pegawai yang memiliki prestasi dalam bekerja sehingga pegawai yang memiliki kinerja yang baik merasa tidak mendapatkan apresiasi yang layak.
h. Pengaruh Inisiatif dan Kreatif (X8) Terhadap Produktivitas Kerja (Y1)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa inisiatif dan kreatif (X8) terhadap produktivitas kerja (Y1) memiliki pengaruh yang sedang.
Berarti inisiatif dan kreatif pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari kesadaran dan wawasan yang dimilikinya, sedang pengaruhnya terhadap
produktivitas kerja mereka. Hal ini di karenakan pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar menganggap bahwa inisiatif dan kreatif merupakan hal yang penting dalam menunjang produktivitas kerja.
2. Pengaruh Secara Parsial Promosi Jabatan Terhadap Semangat Kerja Kerja Di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar
a. Pengaruh Pengalaman (X1) Terhadap Semangat Kerja (Y2) Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengalaman (X1) terhadap semangat kerja (Y2) memiliki pengaruh yang kecil. Berarti pengalaman kerja pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya, kecil pengaruhnya terhadap semangat kerja mereka. Hal ini dikarenkan pengalaman yang dimiliki pegawai tidak sesuai dengan tugas jabatan sehingga pegawai kurang bersemangat dalam melakukan pekerjaannya yang baru.
b. Pengaruh Tingkat Pendidikan (X2) Terhadap Semangat Kerja (Y2)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pendidikan (X2) terhadap semangat kerja (Y2) memiliki pengaruh yang kecil. Berarti tingkat pendidikan pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek jenjang pendidikan dan skill yang dimilikinya, kecil pengaruhnya terhadap semangat kerja mereka. Hal ini dikarenakan pegawai menganggap bahwa jenjang pendidikan yang ia miliki tidak berpengaruh dalam menghidupkan semangat kerja pegawai.
c. Pengaruh Loyalitas (X3) Terhadap Semangat Kerja (Y2)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa loyalitas (X3) terhadap semangat kerja (Y2) memiliki pengaruh yang kecil. Berarti loyalitas pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek sikap, pengabdian dan kepatuhan yang dimilikinya, kecil pengaruhnya terhadap semangat kerja mereka. Hal ini dikarenakan kepatuhan dan pengabdian pegawai kurang di perhatikan.
d. Pengaruh Kejujuran (X4) Terhadap Semangat Kerja (Y2)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kejujuran (X4) terhadap semangat kerja (Y2) memiliki pengaruh yang sedang. Berarti kejujuran pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek prilaku dan integritas yang dimilikinya, sedang pengaruhnya terhadap semangat kerja mereka. Hal ini dikarenakan pegawai ingin membuat lingkungan kerja yang aktif dan jujur sehingga dapat meningkatkan semangat kerjanya.
e. Pengaruh Tanggung Jawab (X5) Terhadap Semangat Kerja (Y2) Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tanggung jawab (X5) terhadap semangat kerja (Y2) memiliki pengaruh yang kecil. Berarti tanggung jawab pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek kewajiban dan kedisiplinan yang dimilikinya, kecil pengaruhnya terhadap semangat kerja mereka. Hal banyak pegawai yang merasa dibebani oleh tanggung
jawab yang berlebihan sehinggadapat mengurangi semangat kerja yang dimiliki oleh pegawai.
f. Pengaruh Kepandaian Bergaul (X6) Terhadap Semangat Kerja (Y2)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kepandaian bergaul (X6) terhadap semangat kerja (Y2) memiliki pengaruh yang kecil. Berarti kepandaian bergaul pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek kemampuan dan lingkungan kerja yang dimilikinya, kecil pengaruhnya terhadap semangat kerja mereka. Hal ini dikarenakan masih banyak pegawai yang kurang pandai dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.
g. Pengaruh Prestasi Kerja (X7) Terhadap Semangat Kerja (Y2) Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa prestasi kerja (X7) terhadap semangat kerja (Y2) memiliki pengaruh yang sedang. Berarti prestasi kerja pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari aspek pencapaian dan kinerja yang dimilikinya, sedang pengaruhnya terhadap semangat kerja mereka. Hal ini dikarenakan prestasi kerja yang dimiliki pegawai memicu semangat dalam menjaga konsistensi dan stabilitas kerja.
h. Pengaruh Inisiatif dan Kreatif (X8) Terhadap Semangat Kerja (Y2)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa inisiatif dan kreatif (X8) terhadap semangat kerja (Y2) memiliki pengaruh yang sedang.
Berarti inisiatif dan kreatif pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota
Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, baik di tinjau dari kesadaran dan wawasan yang dimilikinya, sedang pengaruhnya terhadap semangat kerja mereka. Hal ini di karenakan inisiatif dan kreatif merupakan poin terpenting dalam menghidupkan semangatnya untuk bekerja.
3. Pengaruh Secara Simultan Promosi Jabatan Terhadap Produktivitas Dan Semangat Kerja Di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar a. Pengaruh Promosi Jabatan (X) Terhadap Produktivitas Kerja
(Y1)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa promosi jabatan (X) terhadap produktivitas kerja (Y1) memiliki pengaruh yang besar. Berarti pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, besar pengaruhnya terhadap produktivitas kerja mereka. Hasil penelitian ini searah dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Abdurrahman (2009:101), bahwa promosi jabatan merupakan perkembangan yang positif dari seorang pekerja atau pegawai karena tugasnya dinilai baik oleh pejabat yang berwenang. Jika ada kesempatan untuk dipromosikan bagi setiap karyawan yang berdasarkan atas asas keadilan dan objektivitas akan mendorong karyawan bekerja lebih giat, semangat, berdisiplin dan berprestasi kerja yang semakin besar sehingga sasaran perusahaan yang optimal dapat dicapai.
Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan adanya penelitian terdahulu dari Fani Rismayanti, Faizal Mulia dan Kokom Komariah (2019) Peran promosi jabatan terhadap peningkatan produktivitas kerja
karyawan (study pada PT. Star Comgistic Indonesia Kabupaten Sukabumi), hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara promosi jabatan (X) terhadap produktivitas kerja (Y).
b. Pengaruh Promosi Jabatan (X) Terhadap Semangat Kerja (Y2) Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa promosi jabatan (X) terhadap semangat kerja (Y2) memiliki pengaruh yang besar. Berarti pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar yang telah mendapatkan promosi jabatan, besar pengaruhnya terhadap semangat kerja mereka. Hasil penelitian ini searah dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Manullang (2001:154) menyatakan bahwa Ada beberapa sebab mengapa di dalam setiap badan usaha perlu diambil tindakan promosi. Diantaranya ialah untuk mempertinggi semangat kerja pegawai. Bilamana promosi direalisasikan kepada mereka yang menghasilkan prestasi kerja yang tinggi, maka ada daya perangsang bagi para pegawai untuk mempertinggi semangat kerja. Semangat kerja yang tinggi adalah perlu bagi setiap badan usaha dan hal ini untuk sebagian dapat diakibatkan oleh pemberian promosi yang objektif.
Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan adanya penelitian terdahulu dari Abdi Setiawan (2018) Pengaruh promosi jabatan dan lingkungan kerja terhadap semangat kerja pegawai di Lingkungan Universitas Pembangunan Pancabudi Medan, dengan ini menunjukkan
bahwa hasil penelitian promosi jabatan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja (Y).
111
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti mengenai pengaruh promosi jabatan terhadap produktivitas dan semangat kerja di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar telah dianalisis serta perhitungan-perhitungan statistik dengan bantuan SPSS Versi 24,0, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan analisis regresi linier sederhana secara parsial dapat diketahui pengaruh variabel X terhadap variabel Y1, yaitu : (1) Pengaruh pengalaman (X1) terhadap produktivitas kerja (Y1) tergolong kecil, (2) Pengaruh tingkat pendidikan (X2) terhadap produktivitas kerja (Y1) tergolong kecil, (3) Pengaruh loyalitas (X3) terhadap produktivitas kerja (Y1) tergolong sedang, (4) Pengaruh kejujuran (X4) terhadap produktivitas kerja (Y1) tergolong sedang, (5) Pengaruh tanggung jawab (X5) terhadap produktivitas kerja (Y1) tergolong kecil, (6) Pengaruh kepandaian bergaul (X6) terhadap produktivitas kerja (Y1) tergolong kecil, (7) Pengaruh prestasi kerja (X7) terhadap produktivitas kerja (Y1) tergolong kecil, (8) Pengaruh inisiatif dan kreatif (X8) terhadap produktivitas kerja (Y1) tergolong sedang.
2. Berdasarkan analisis regresi linier sederhana secara parsial dapat diketahui pengaruh variabel X terhadap variabel Y2, yaitu : (1) Pengaruh pengalaman (X1) terhadap semangat kerja (Y2) tergolong kecil,
(2)Pengaruh tingkat pendidikan (X2) terhadap semangat kerja (Y2) tergolong kecil, (3) Pengaruh loyalitas (X3) terhadap semangat kerja (Y2) tergolong kecil, (4) Pengaruh kejujuran (X4) terhadap semangat kerja (Y2) tergolong sedang, (5) Pengaruh tanggung jawab (X5) terhadap semangat kerja (Y2) tergolong kecil, (6) Pengaruh kepandaian bergaul (X6) terhadap semangat kerja (Y2) tergolong kecil, (7) Pengaruh prestasi kerja (X7) terhadap semangat kerja (Y2) tergolong sedang, (8) Pengaruh inisiatif dan kreatif (X8) terhadap semangat kerja (Y2) tergolong sedang.
3. Berdasrkan analisis regresi linier sederhana secara simultan dapat di pengaruhi pengaruh variabel promosi jabatan terhadap produktivitas dan semangat kerja : (1) Pengaruh promosi jabatan (X) terhadap produktivitas kerja (Y1) tergolong besar, (2) Pengaruh promosi jabatan (X) terhadap semangat kerja (Y2) tergolong besar.
B. Saran
Saran yang direkomendasikan berdasarkan kesimpulan hasil penelitian yang di harapkan dapat meningkatkan produktivitas dan semangat pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar adalah sebagai berikut :
1. Bagi Peneliti
Karena keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti, maka diharapkan bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti dengan subjek dan variabel yang sama untuk menggunakan responden yang lebih banyak sehingga dapat menyempurnakan penelitian ini.
2. Bagi Instansi
Dari hasil penelitian diketahuai bahwa pengaruh promosi jabatan terhadap produktivitas dan semangat kerja di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar sudah berada pada kategori yang baik. Diharapkan kedepannya untuk mempertahankan dan lebih ditingkatkan demi tercapainya pegawai yang berkualitas sehingga memberikan pengaruh yang positif terhadap instansi.
114
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, M. (2009). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta:
PT. Rineka Cipta.
Aisah, L. I. (2018). Pengaruh Promosi Jabatan, Disiplin Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Hotel Harris Vertu Yello Harmoni. Jurnal Human Capital Development, 5(3), 47-63.
Anoraga, P. (2004). Manajemen Bisnis Cetakan Ke-3. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Ashar, L., & Saleh, M. (2015). Pengaruh Kompensasi Dan Kinerja Terhadap Produktivitas Karyawan Peternakan Ayam Potong Pada Kemitraan PT.
Mitra Gemuk Bersama (MGB) Di Kabupaten Jember. Jurnal ISEI Jember, Volume 5 (3), 1-8.
Ashari, E. T. (2009). Reformasi Pengelolaan SDM Aparatur Prasyarat Tata Kelola Birokrasi Yang Baik. Jurnal Borneo Administrator, Volume 6(2), 13-14.
Buthar, L. F. (2015). Pengaruh Stres Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Di PT. X. Universitas HKBP Nommensen, Medan.
Dessler, G. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Selemba Empat.
Edy, S. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.
Handoko, T. H. (1996). Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta: BPFE.
Hariyanti, E. (2005). Analisis Pengaruh Gaya kepemimpinan Dan Iklim Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Gayamsari Pemkot Semarang. Universitas Diponegoro, Semarang, Semarang.
Hasibuan, M. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Hasibuan, M. (2008). Manajemen Dasar, Pengertian Dan Masalah. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.
Hasibuan, M. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Kusnendi. (2003). Ekonomi Sumber Daya Manusia dan Alam. Jakarta : Universitas Terbuka.
Kusuma, L. P. (2012). Hubungan Antara Disiplin Kerja Dengan Produktivitas Kerja Karyawan PT. Telkom Divisi Consumer Area Purwokerto.
Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Purwokerto.
Manullang, M. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.
Manullang, M. (2001) Manajemen Personalia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Mathis, Dkk. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Pertama. Jakarta:
Salemba Empat.
Nawawi, H. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia: Untuk Bisnis Yang Kompotitif. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Pramitasari, T. D. (2018). Analisis Pengaruh Promosi Jabatan Dan Disiplin Kerja Pada Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Pos Indonesia (PERSERO) Di Kabupaten Situbundo. Jurnal Prilaku Dan Strategi Bisnis, 6 (1), 21-36.
Ramadhanni, R., & Seno, A. (2015). Pengaruh Pelaksanaan Promosi Jabatan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Divisi Redaksi Pada PT> Tribun Pekanbaru. Jom FISIP, 2(2).
Rismayanti, F., Faizal, M., & Kokom, K. (2019). Peran Promosi Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan (Study Pada PT. Star Comgistic Indonesia Kabupaten Sukabumi). Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 9(3), 303- 312.
Rival, Dkk. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan.
Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Sastrohadiwiryo, S. (2001). Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.
Sastrohadiwiryo, S. (2003). Manajemen Tenaga Kerja Indonesia, Pendekatan Administrasi Dan Operasional. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Setiawan, A. (2018). Pengaruh Promosi Jabatan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Pegawai Di Lingkungan Universitas Pembangunan Pancabudi Medan. Jurnal Akutansi Bisnis dan Publik, 8(2).
Siagian, S. P. (2002). Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Siagian, S. P. (2009). Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Siagian, S. P. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi 3. Jakarta : PT.
Bumi Aksara.
Simamora, H. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE YKPN.
Sinungan, M. (2005). Produktivitas: Apa Dan Bagaimana Edisi Kedua. Jakarta:
PT. Bumi Aksara.
Siswanto, B. (2000). Manajemen Tenaga Kerja. Bandung: Sinar Baru..
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian kombinasi (Mix Methods). Bandung: CV.
Alfiabeta.
Tohardi, A. (2002). Pemahaman Praktis Manajemen Sumber Daya Manusia.
Bandung : Universitas Tanjung Pura , Mandar Maju.
Umar, H. (1999). Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Umar, H. (2000). Riset Pemasaran Dan Penilaian Konsumen. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.
Yani, M. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Mitra Wacana Media.
117
L A M
P
I
R
A
N
Lampiran 1 : Kuesioner
KUESIONER PENELITIAN
PENGARUH ROMOSI JABATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN SEMANGAT KERJA APARATUR SIPIL NEGARA DI SEKRETARIAT
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR Responden yang terhormat,
Bersama ini saya memohon kesediaannya untuk mengisi daftar kuesioner yang diberikan. Informasi yang diberikan sebagai data penelitian dalam rangka penyusunan skripsi pada program sarjana Universitas Muhammadiyah Makassar dengan judul “Pengaruh Promosi Jabatan Terhadap Produktivitas dan Semangat Kerja Aparatur Sipil Negara Di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar”.
Informasi ini merupakan bantuan yang sangat berarti dalam penyelesaian data penelitian . Atas bantuan Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih.
A. Petunjuk Pengisian
1. Jawablah pertanyaan ini sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu.
2. Pilihan jawaban dari daftar pertanyaan dengan memberi tanda checklist () pada salah satu jawaban yang paling sesuai menurut Bapak/Ibu.
Adapun makna tanda jawaban tersebut sebagai berikut:
a. SS : Sangat Setuju b. S : Setuju
c. RR : Ragu-Ragu d. TS : Tidak Setuju
e. STS : Sangat Tidak Setuju
B. Identitas Responden Nama : Jenis Kelamin : Umur :
Pengaruh Promosi Jabatan ( Variabel X) Terhadap Produktivitas Kerja (Variabel Y1)
No. Pernyataan SS S RR TS STS
Pengalaman
1. Pengetahuan yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang produktivitas kerja 2. Keterampilan yang Bapak/Ibu miliki
dapat menunjang produktivitas kerja Tingkat Pendidikan 3. Jenjang pendidikan yang Bapak/Ibu
miliki dapat menunjang produktivitas kerja
4. Skill yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang produktivitas kerja
Loyalitas
5. Sikap yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang produktivitas kerja
6. Pengabdian dan kepatuhan yang
Bapak/Ibu lakukan dapat menunjang produktivitas kerja
Kejujuran
7. Prilaku yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang produktivitas kerja
8. Integritas yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang produktivitas kerja
Tanggung Jawab
9. Kewajiban yang Bapak/Ibu lakukan dapat menunjang produktivitas kerja 10. Kedisiplinan yang Bapak/Ibu miliki
dapat menunjang produktivitas kerja Kepandaian Bergaul 11. Kemampuan berinteraksi yang
Bapak/Ibu miliki dapat menunjang produktivitas kerja
12. Lingkungan kerja yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang produktivitas kerja
Prestasi Kerja
13. Pencapaian yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang produktivitas kerja 14. Kinerja yang Bapak/Ibu miliki dapat
menunjang produktivitas kerja Inisiatif dan Kreatif 15. Kesadaran diri yang Bapak/Ibu miliki
dapat menunjang produktivitas kerja 16. Wawasan yang Bapak/Ibu miliki dapat
menunjang produktivitas kerja
Pengaruh Promosi Jabatan (Variabel X) Terhadap Semangat Kerja (variable Y2)
No. Pernyataan SS S RR TS STS
Pengalaman
1. Pengetahuan yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang semangat kerja
2. Keterampilan yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang semangat kerja
Tingkat Pendidikan 3. Jenjang pendidikan yang Bapak/Ibu
miliki dapat menunjang semangat kerja 4. Skill yang Bapak/Ibu miliki dapat
menunjang semangat kerja Loyalitas
5. Sikap yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang semangat kerja
6. Pengabdian dan kepatuhan yang Bapak/Ibu lakukan dapat menunjang semangat kerja
Kejujuran
7. Prilaku yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang semangat kerja
8. Integritas yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang semangat kerja
Tanggung Jawab
9. Kewajiban yang Bapak/Ibu lakukan dapat menunjang semangat kerja
10. Kedisiplinan yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang semangat kerja
Kepandaian Bergaul 11. Kemampuan berinteraksi yang
Bapak/Ibu miliki dapat menunjang semangat kerja
12 Lingkungan kerja yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang semangat kerja
Prestasi Kerja
13. Pencapaian yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang semangat kerja
14. Kinerja yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang semangat kerja
Inisiatif dan Kreatif 15. Kesadaran diri yang Bapak/Ibu miliki
dapat menunjang semangat kerja
16. Wawasan yang Bapak/Ibu miliki dapat menunjang semangat kerja
Produktivitas Kerja (Variabel Y1)
No. Pernyataan SS S RR TS STS
Motivasi 1. Bapak/Ibu semangat bekerja untuk
meningkatkan kuantitas kerja karena adanya promosi jabatan
2. Bapak/Ibu semangat bekerja untuk meningkatkan kuantitas kerja karena adanya promosi jabatan
Pendidikan
3. Keterampilan yang Bapak/Ibu miliki dapat dipengaruhi oleh promosi jabatan yang didapatkan
4. Bapak/Ibu cakap dalam bekerja karena adanya promosi jabatan
Keterampilan 5. Bapak/Ibu mendapatkan promosi
jabatan karena memiliki keahlian dalam bekerja
6. Pendidikan dan pelatihan yang
Bapak/Ibu ikuti dapat dipengaruhi oleh promosi jabatan yang didapatkan
Sikap Etika Kerja 7. Bapak/Ibu bekerja keras karena
dipengaruhi oleh promosi jabatan 8. Bapak/Ibu bertanggung jawab dalam
bekerja karena dipengaruhi oleh promosi jabatan yang didapatkan Tingkat Penghasilan 9. Jumlah Pendapatan yang Bapak/Ibu
miliki dapat dipengaruhi oleh promosi jabatan yang didapatkan
10 Bapak/Ibu merasa puas dalam bekerja karena dipengaruhi oleh promosi jabatan
Teknologi
11. Sarana yang Bapak/Ibu miliki dapat dipengaruhi oleh promosi jabatan yang didapatkan
12. Kemudahan kerja yang Bapak/Ibu rasakan dapat dipengaruhi oleh promosi jabatan yang didapatkan
Semangat Kerja (Variabel Y2)
No. Pernyataan SS S RR TS STS
Motivasi
1. Dorongan kuat dalam bekerja yang Bapak/Ibu miliki dipengaruhi oleh promosi jabatan yang didapatkan 2. Keinginan kuat dalam bekerja yang
Bapak/Ibu miliki dipengaruhi oleh promosi jabatan yang didapatkan
Komunikasi
3. Interaksi yang Bapak/Ibu lakukan dapat dipengaruhi oleh promosi jabatan yang didapatkan
4. Hubungan kerja yang Bapak/Ibu bangun dipengaruhi karena adanya promosi jabatan
Lampiran 2 : Tabulasi Responden
A. Promosi Jabatan (Variabel X) (Pengaruhnya terhadap Produktivitas Kerja (Y1) dan Semangat Kerja (Y2)) PARSIAL
Responden Promosi Jabatan
Pengalaman Tingkat Pendidikan
Loyalitas Kejujuran Tanggung
Jawab
Kepandaian Bergaul
Prestasi Kerja
Inisiatif dan Kreatif
X1 X2 Jumlah X3 X4 Jumlah X5 X6 Jumlah X7 X8 Jumlah X9 X10 Jumlah X11 X12 Jumlah X13 X14 Jumlah X15 X16 Jumlah
1 4 4 8 4 4 8 4 4 8 4 4 8 4 5 9 4 4 8 4 4 8 4 4 8
2 5 5 10 5 5 10 5 5 10 5 5 10 5 5 10 4 4 8 5 5 10 5 5 10
3 4 5 9 4 4 8 4 4 8 4 4 8 4 4 8 5 4 9 5 5 10 5 5 10
4 5 4 9 2 4 6 5 4 9 5 5 10 4 5 9 5 4 9 5 5 10 5 4 9
5 5 5 10 5 5 10 5 5 10 5 5 10 5 5 10 4 5 9 5 5 10 5 5 10
6 4 4 8 4 4 8 5 5 10 5 5 10 5 5 10 4 4 8 5 5 10 5 5 10
7 5 5 10 4 4 8 5 5 10 5 5 10 5 5 10 4 4 8 5 5 10 5 5 10
8 4 4 8 2 5 7 4 4 8 4 4 8 4 5 9 5 5 10 3 4 7 5 5 10
9 5 5 10 2 5 7 4 4 8 5 4 9 5 4 9 3 3 6 5 4 9 5 5 10
10 4 4 8 3 4 7 4 4 8 3 4 7 3 4 7 4 3 7 4 4 8 3 4 7
11 5 5 10 4 5 9 4 4 8 5 5 10 4 4 8 5 4 9 4 4 8 5 4 9
12 5 5 10 4 5 9 4 3 7 3 3 6 4 3 7 2 2 4 4 5 9 3 3 6
13 4 4 8 3 4 7 4 3 7 4 4 8 4 3 7 4 3 7 5 4 9 4 4 8