• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini terlaksana di SMA Negeri 9 Kota Bekasi dengan tujuan menentukan pengaruh model pembelajaran discovery learning memakai Edmodo pada hasil belajar siswa untuk materi laju reaksi, khususnya pada materi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhinya. Adapun hasil belajar yang maksud adalah hasil belajar kognitif. Populasi ialah semua siswa XI MIPA 1, XI MIPA 2, XI MIPA 3, XI MIPA 4, XI MIPA 5, dan XI MIPA 6 SMA Negeri 9 Kota Bekasi tahun ajaran 2021/2022 sejumlah 215 siswa. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive

sampling berdasarkan pertimbangan atas kelas yang berkemampuan awal yang sama dari nilai ulangan harian pada materi sebelumnya. Maka terpilihlah dua kelas yang menjadi sampel yaitu siswa kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 5 sejumlah 64 siswa.

Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen yang artinya akan dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pemilihan kelas eksperimen dan kelas kontrol ini menggunakan jenis judgment sampling, artinya sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel dalam penelitian (Ngatno, 2015: 168). Kelas eksperimen adalah Kelas XI MIPA 3 dan kelas kontrol adalah kelas XI MIPA 5.

Pada kelas eksperimen siswa diberikan perlakuan khusus berupa model pembelajaran discovery learning menggunakan media Edmodo. Sedangkan untuk kelas untuk kelas kontrol diberikan perlakuan model pembelajaran discovery learning tidak menggunakan media Edmodo. Kedua kelas tersebut memakai bahan ajar yang sama. Pada kelas eksperimen memakai video penjelasan berdasarkan powerpoint melalui Edmodo. Begitu pula dengan kelas kontrol yang memakai powerpoint yang sama dengan kelas eksperimen melalui pembelajaran konvensional secara langsung.

Adapun instrumen yang digunakan merupakan instrumen tes karena yang menganalisis hasil belajar kognitif siswa berupa pretest dan posttest. Sebelum instrumen dipakai, terlebih dahulu instrumen divalidasi. Pertama yaitu validasi isi untuk memastikan bahwa soal-soal yang dibuat telah sesuai dengan indikator dan layak di gunakan. Validasi isi ini dilakukan oleh dua validator ahli yang telah berkompeten dibidangnya, yakni bapak Buchori Muslim, M. Pd. dan Ibu Meissya Wardani, M. Si. Setelah instrumen divalidasi isi oleh para validator, lalu menguji cobakan instrumen tersebut ke siswa yang sudah memahami materi mengenai faktor-faktor laju reaksi, yakni 30 siswa dari kelas XII MIPA 3 SMA Negeri 9 Kota Bekasi tahun ajaran 2021/2022. Setelah pengambilan data uji coba instrumen, peneliti melaksanakan analisis uji instrumen seperti uji validitas, uji reliabilitas, uji daya pembeda dan uji tingkat kesukaran. Hal ini untuk memastikan bahwa instrumen yang dibuat layak digunakan untuk sampel yang akan diteliti. Dari 40

butir soal pengujian pilihan ganda oleh peneliti, sebanyak 22 butir soal valid dan layak dipakai pada penelitian.

Langkah awal dalam penelitian yaitu memberikan soal pretest yang telah valid kepada kelas XI MIPA 3 maupun XI MIPA 5. Tujuan pretest yaitu untuk mengetahui kemampuan awal siswa saat belum diberikan perlakuan. Selanjutnya peneliti melaksanakan 2 kali pertemuan untuk setiap kelas, dengan model pembelajaran discovery learning. Adapun beberapa langkah dari model discovery learning yaitu pemberian stimulus (stimulation), pengidentifikasian masalah (problem statement), mengumpulkan data (data collection), mengolah data (data processing), membuktikan (verification), dan penyimpulan (generalization) (Darmawan & Wahyudin, 2018: 115).

Pertemuan pertama terlaksana di tanggal 13 Oktober 2021 dengan waktu pertemuan selama 2 x 45 menit baik untuk kedua kelas. Pada pertemuan ini membahas materi mengenai konsep teori tumbukan, laju reaksi, energi aktivasi, pengaruh konsentrasi pada faktor laju reaksi, dan pengaruh luas permukaan pada faktor laju reaksi. Pertemuan dimulai dengan pembukaan dengan berdo’a, memeriksa kehadiran siswa, dan memberi motivasi guna membangkitkan semangat dalam mempelajari materi. Setelah itu masuk pada tahap pertama, yaitu pemberian stimulasi (stimulation) dengan memberikan video mengenai peristiwa meledaknya kembang api dan proses perkaratan, lalu diberikan pertanyaan pertanyaan stimulus reaksi mana yang berlangsung lebih cepat dan lambat serta kaitannya dengan laju reaksi. Sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Darmawan & Wahyudin (2018:115) bahwa dalam tahap stimulation guru dapat memberikan teknik bertanya agar tercipta suasana interaktif. Pada tahap ini, siswa sangat antusias memberikan opininya masing-masing terutama pada kelas eksperimen yang lebih banyak memberikan pendapatnya melalui kolom komentar. Gambar 4.1 merupakan salah satu pendapat siswa dalam menjawab pertanyaan stimulus melalui kolom komentar di Edmodo.

Gambar 4.1

Jawaban Siswa Pada Tahapan Stimulus Di Pertemuan Pertama

Tahap kedua dalam pembelajaran yaitu identifikasi masalah (problem statement). Menurut Darmawan & Wahyudin (2018) menyatakan bahwa pada tahap identifikasi masalah, siswa mampu menyusun hipotesis dalam permasalahan yang diberikan. Pada tahap ini siswa disajikan beberapa pernyataaan permasalahan tentang konsep energi aktivasi, laju reaksi, pengaruh konsentrasi, teori tumbukan, dan luas permukaan pada laju reaksi. Kemudian siswa memberikan hipotesis atau jawaban sementara mengenai pernyataan masalah melalui kolom komentar.

Gambar 4.2 merupakan salah satu hipotesis siswa mengenai pernyataan masalah teori tumbukan.

Gambar 4.2

Hipotesis Siswa Pada Pernyataan Masalah Teori Tumbukan

Tahap ketiga yaitu tahap mengumpulkan data (data collection). Pada tahap pengumpulan data, Darmawan & Wahyudin (2018) menyatakan bahwa siswa

melakukan proses pengumpulan data informasi seluasnya dengan relevan untuk memberikan bukti hipotesis. Dalam tahap ini siswa belajar dengan aktif menghimpun sebanyak-banyaknya informasi untuk pembuktian hipotesis yang dibuat pada tahap identifikasi masalah. Tahap pengumpulan data ini bisa melalui video yang diberikan peneliti, buku cetak, internet atau dimanapun yang relevan dengan permasalahan. Gambar 4.3 merupakan salah satu tangkapan layar video yang diberikan peneliti sebagai salah satu referensi dalam menjawab pernyataan masalah.

Gambar 4.3

Tangkapan Layar Video Penjelasan Pengaruh Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi

Tahap keempat dalam pembelajaran yaitu pengolahan data (data processing). Darmawan &Wahyudin (2018) menyatakan bahwa dalam tahap pengolahan data, siswa menganilis data dari berbagai informasi dan merumuskan jawaban atas hipotesisnya. Dalam tahap ini siswa disajikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) lalu diolah oleh siswa sehingga akhirnya siswa dapat membentuk konsep atas pernyataan masalah yang telah diberikan. LKPD diberikan dalam fitur assignment yang terdapat pada Edmodo. Setelah mengisi LKPD yang telah diberikan, siswa dapat langsung meng-submit jawaban-jawaban atas pertanyaan

yang telah diberikan. Gambar 4.4 adalah cuplikan dari salah satu siswa dalam menjawab pertanyaan diberikan oleh peneliti.

Gambar 4.4

Jawaban Siswa Dalam LKPD Mengenai Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi

Selanjutnya di tahap kelima yaitu tahap pembuktian (verification). Pendapat yang dikemukakan oleh Darmawan & Wahyudin (2018) menyatakan bahwa siswa melakukan penilaian menyeluruh untuk menentukan apakah solusi yang dinyatakan adalah benar. Pada tahap ini peneliti berperan penting untuk melakukan pemeriksaan dan membuktikan jawaban-jawaban dengan benar dengan membuka sesi diskusi yang disediakan pada forum di Edmodo.

Tahap terakhir yaitu menyimpulkan (generalization). Darmawan &

Wahyudin (2018) menyatakan bahwa siswa harus mampu memberikan kesimpulan sebagai konsep utama dari rumusan masalah yang diberikan. Pada tahap ini siswa telah menemukan konsep yang sebenarnya atas pernyataan masalah dan hipotesis yang telah dibuat yang akhirnya digeneralisasikan menjadi sebuah kesimpulan.

Adapun siswa memberikan pernyataan kesimpulan pada kolom komentar dalam Edmodo yang terdapat melalui Gambar 4.5 di bawah ini. Setelah itu diakhiri dengan membaca do’a.

Gambar 4.5

Jawaban Siswa Mengenai Tahapan Kesimpulan

Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2021 masih dengan waktu yang sama dengan pertemuan selanjutnya. Pada pertemuan ini, membahas materi mengenai pengaruh suhu dan katalis terhadap faktor laju reaksi. Pada pertemuan ini mempunyai tahapan yang sama dengan pertemuan sebelumnya yaitu diawali dengan pemberian stimulus berupa video ilustrasi pengolahan daging yang dibungkus dengan daun papaya dan dimasak dengan api yang besar. Kemudian siswa memberikan pandangan mengenai video ilustrasi yang diberikan. Siswa sangat aktif saat mengemukakan pendapatnya dengan beraneka ragam sudut pandang. Selanjutnya dilanjutnya ke tahap kedua yaitu identifikasi masalah dengan disajikannya pertanyaan dan siswa memberikan jawaban sementara atas permasalahan yang telah diberikan. Gambar 4.6 menunjukkan salah satu hipotesis yang diberikan oleh siswa.

Gambar 4.6

Hipotesis Siswa Pada Pernyataan Masalah Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi Dilanjutkan pada tahap ketiga yaitu pengumpulan data, siswa disajikan video penjelasan mengenai faktor suhu dan katalis pada laju reaksi. Selain itu siswa juga dengan aktif mencari dari sumber lain yang relevan guna menemukan jawaban atas permasalahan yang ditanyakan dalam identifikasi masalah. Gambar 4.7 merupakan tangkapan layar dari video penjelasan tentang pengaruh katalis pada laju reaksi.

Gambar 4.7

Tangkapan Layar Video Penjelasan Pengaruh Katalis Terhadap Laju Reaksi Tahap keempat dilanjutkan dengan pengolahan data. Siswa diberikan LKPD untuk dikerjakan yang kemudian dikumpulkan melalui Edmodo. Gambar 4.8 merupakan salah satu jawaban siswa mengenai LKPD yang diberikan. Dilanjutkan pada tahap kelima yaitu verifikasi dimana pembuktian atas beberapa jawaban sementara yang telah dibangun oleh siswa. Pada tahap terakhir yaitu pemberian kesimpulan. Dalam tahap ini siswa menyimpulkan konsep-konsep yang telah ditemukan. Setelah dua pertemuan dilaksanakan, semua siswa dikedua kelas diberikan soal posttest. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan siswa sesudah dikasih perlakuan.

Gambar 4.8

Jawaban Siswa Dalam LKPD Mengenai Pengaruh Katalis Terhadap Laju Reaksi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol data pretest dan posttest berdistribusi secara normal dan homogen dengan tingkat siginifikansi 5% (α = ≥ 0,05). Diperoleh hasil uji normalitas kelas eksperimen pada pretest = 0,183; posttest=0,200. Untuk kelas kontrol pada pretest=0,104; posttest=0,148. Sementara itu, diperoleh hasil uji homogenitas pretest kedua kelas sebesar 0,337, dan posttest kedua kelas sebesar 0,063. Dalam uji hipotesis, peneliti memakai uji t (independent-sample t-test) bertaraf signifikansi sebesar 0,05. Uji t untuk mengetahui dan perbandingan rata-rata nilai dari kelompok kedua kelas (Ngatno, 2015: 249). Menurut hasil perhitungan terdapat data pretest menghasilkan nilai Sig(2-tailed) sebesar 0,326 (Sig(2-tailed) > α). Artinya H0

diterima dan H1 ditolak, kesimpulannya tidak ada perbedaan nilai rata-rata hasil belajar pada kedua kelas. Sejalan dengan teori yang dikemukakan Nuryadi, dkk (2017: 114) bahwa ketika nilai signifikansi > 0,05, maka tidak ada perbedaan skor antara dua kelompok. Hal ini berarti dari kedua kelas semua siswa berkemampuan sama ketika belum diberikan materi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Sedangkan hasil uji hipotesis pada posttest menghasilkan nilai Sig(2-tailed)

= 0,000 (Sig(2-tailed) < α). Hal ini berarti bahwa H0 ditolak dan H1 diterima kesimpulannya rata-rata nilai hasil belajar pada kelompok eksperimen lebih bagus daripada kelompok kontrol. Sehingga kesimpulannya ada pengaruh model pembelajaran Discovery Learning menggunakan Edmodo pada hasil belajar siswa pada materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

Sesuai dengan hasil analisis data, terdapat adanya perbedaan pada hasil posttest rata-rata siswa di kedua kelas. Kelas eksperimen memperoleh rata-rata nilai posttest 69,60 dan kelas kontrol mendapatkan rata-rata nilai posttest 74,57. Selain itu, kedua kelas tersebut mendapatkan peningkatan hasil belajar antara nilai pretest dan posttest setelah diberikan masing-masing perlakuan. Hal ini berdasarkan hasil uji n-gain bahwa rata-rata n-gain pada kelas eksperimen = 0,46 dan kelas kontrol = 0,39. Keduanya memiliki kategori sedang. Peningkatan hasil belajar siswa karena adanya motivasi saat melaksanakan pembelajaran terutama pada kelas eksperimen.

Hal ini terlihat dari keaktifan siswa dan kemampuan siswa memberikan argumen saat melaksanakan pembelajaran. Sejalan dengan penelitian Musdalifa, Ramdani,

dan Danial (2020) bahwa pembelajaran menggunakan Edmodo bisa menarik perhatian siswa dalam aktivitas belajar sehingga dalam pembelajaran siswa lebih aktif.

Berdasarkan persentase ketercapaian nilai posttest siswa berdasarkan aspek- aspek indikator pada kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat di tabel 4.10 menunjukkan hasil yang sangat bervariasi. Pada kelas ekperimen, rata-rata nilai terendah yang dicapai pada indikator menguraikan pengaruh konsentrasi pada laju reaksi memakai teori tumbukan dengan rata-rata nilai 67,97. Jika dilihat pada pemahaman siswa di kelas eksperimen dalam menjawab soal posttest, siswa masih banyak salah dalam menjawab soal mengenai grafik hubungan antara kecepatan reaksi dan konsentrasi. Hal ini bisa disebabkan karena siswa belum mampu membangun dan menggambarkan grafik berdasarkan konsep yang diketahuinya dengan maksimal. Sejalan dengan penelitian Eka dkk (2019) bahwa siswa yang memiliki pemahaman konseptual yang baik belum tentu memiliki pemahaman yang baik. Tingkat pemahaman grafik yang rendah disebabkan oleh siswa yang belum maksimal dalam memahami grafik dengan benar dan kurang memiliki kemampuan membaca grafik.

Rata-rata nilai terendah yang dicapai kelas kontrol yaitu pada indikator mendefinisikan pengaruh katalis terhadap laju reaksi memakai teori tumbukan dengan nilai rata-rata 61,46. Menurut pemahaman siswa pada kelas kontrol berdasarkan hasil jawaban siswa dalam menjawab soal posttest, mereka masih banyak salah dalam menjawab soal mengenai pengaruh katalis terhadap laju reaksi memakai teori tumbukan. Hal ini disebabkan karena siswa masih kesulitan menghubungkan teori mengenai pengaruh katalis dengan teori tumbukan. Hal ini sejalan dengan pendapat Nursafitri, dkk (2021) bahwa ketika siswa belum mampu menghubungkan konsep mengenai katalis, hendaknya menerapkan lebih banyak analogi agar dapat tervisualisasi. Adapun pencapaian rata-rata nilai tertinggi pada kelas eksperimen maupun kelompok yaitu pada indikator menjelaskan terjadinya reaksi berdasarkan teori tumbukan dengan kedua kelas mendapat nilai rata-rata 79,69.

Ketika siswa belajar memakai model pembelajaran discovery learning, kebanyakan dalam pembelajaran siswa aktif dan mencari jawaban atas hipotesisnya sehingga dapat menemukan konsepnya. Hal ini dilihat dari antusiasme dan keberagaman jawaban saat melakukan proses pembelajaran, baik dikelas eksperimen maupun kelas kontorl. Selain itu, dengan menggunakan model pembelajaran ini terdapat peningkatan hasil belajar siswa antara pretest dan posttest pada siswa. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Septiani & Samputra (2021: 246) bahwa dalam pembelajaran discovery learning siswa tidak hanya terpaku pada materi utama dan lebih leluasa dalam mencari tahu dari berbagai manapun untuk lebih mampu mengerti mengenai materi, sehingga memudahkan mereka untuk menjawab soal yang ada. Begitupun dengan penelitian oleh Putri dkk. (2017) bahwa memakai model pembelajaran discovery learning ini mempunyai pengaruh yang baik pada hasil belajar siswa karena membuat aktivitas siswa lebih meningkat dengan lebih memahami materi melalui berbagai tahap dalam proses belajar mengajar discovery learning.

Proses pembelajaran yang dilakukan melalui Edmodo lebih menarik antusias siswa dalam belajar dibandingkan dengan hanya melalui pembelajaran konvensional. Meskipun siswa juga aktif dalam proses pembelajaran dalam kelas kontrol yang belajar secara langsung tatap muka, namun siswa pada kelas eksperimen merasa lebih bebas berpendapat ketika mengemukakan pendapat dan hipotesisnya di forum diskusi pada platform Edmodo. Hal ini sesuai dengan penelitian oleh Sumianingrum dkk. (2017) bahwa proses keaktifan siswa lebih besar ketika melaksanakan belajar mengajar dengan model pembelajaran discovery learning dengan media Edmodo karena menyajikan perbedaan kondisi dan tidak menghasilkan rasa jenuh dalam melaksanakan pembelajaran sehingga lebih mampu mengembangkan pengetahuan dan imajinasinya. Selain dengan berbagai fitur-fitur yang disediakan dalam Edmodo yang bervariatif seperti mengunggah, mengunduh, dan menjawab kuis dapat membuat siswa aktif dalam membangun kemampuannya sendiri.

Meskipun dalam pembelajaran discovery learning menggunakan platform Edmodo terdapat sedikit kendala, yaitu siswa kesulitan dalam mengunggah tugas

LKPD yang diberikan, namun kendala tersebut dapat teratasi dengan menyegarkan kembali beranda Edmodo. Hal ini sejalan dengan pendapat Fitriasari (2017) bahwa salah satu kekurangan Edmodo yaitu harus memiliki koneksi Internet. Sehingga siswa harus mempunyai koneksi yang stabil agar mampu terhubung dengan baik saat proses pembelajaran.

Pembelajaran dengan memakai model discovery learning dengan media Edmodo ini bagus dalam memaksimalkan hasil belajar siswa karena mempunyai pengaruh yang baik. Sejalan dengan pendapat Mukaramah dkk (2020) bahwa pembelajaran discovery learning ini dapat membantu siswa untuk meningkatkan dan memperkuat kemampuan dan proses kognitif mereka. Adapun pendapat lain dari Musdalifa, Ramdani, dan Danial (2020) bahwa pembelajaran menggunakan Edmodo dengan memakai model pembelajaran discovery learning pada hasil belajar siswa memiliki dampak yang baik.

69

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian serta analisis data di SMA Negeri 9 Kota Bekasi, kesimpulannya terdapat pengaruh pada model pembelajaran discovery learning menggunakam Edmodo pada hasil belajar siswa pada materi laju reaksi.

Hal ini ditunjukkan melalui hasil uji hipotesis yakni Uji-t (Independent Sample Test) bertaraf signifikansi 5% yaitu nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Selain itu, hasil uji N-Gain menunjukkan kelas eksperimen memperoleh rata-rata skor 0,46 (kategori sedang) dan kelas kontrol memperoleh rata-rata skor 0,39 (kategori sedang). Adapun hasil belajar siswa berdasarkan rata-rata nilai posttest untuk kelas eksperimen sebesar 74,57 dan untuk kelas kontrol adalah 69,60. Artinya pada kelas eksperimen yang belajar dengan model pembelajaran discovery learning melalui Edmodo memperoleh lebih tinggi skor daripada kelas kontrol yang belajar dengan model pembelajaran discovery learning tidak menggunakan Edmodo (belajar konvensional).

B. Saran

Berdasarkan pelaksanaan hasil penelitian, peneliti mmberikan sejumlah saran untuk ke depannya, antara lain:

1. Bagi guru, model pembelajaran discovery learning dapat memanfaatkan media Edmodo untuk pengajaran karena mampu memajukan hasil belajar siswa. Diharapkan pendidik dapat menerepakan pada materi pembelajaran lainnya.

2. Bagi siswa, mampu memaksimalkan pembelajaran untuk makin memaksimalkan hasil belajar siswa.

3. Bagi peniliti lainnya, perlu adanya pengembangan lanjutan yang diharapkan dapat mempertimbangkan materi, lokasi, dan objek yang berbeda untuk dilakukannya penelitian selanjutnya mengenai model pembelajaran discovery learning melalui Edmodo.

71

DAFTAR PUSTAKA

Afandi, M., Chamalah, E., & Wardani, O. P. (2013). Model Dan Metode Pembelajaran Di Sekolah. Unissula Press.

Alfieri, L., J, P., Brooks, & Aldrichm, N. J. (2011). Supplemental Material For Does Discovery-Based Instruction Enhance Learning? Journal Of Educational Psychology. Https://Doi.Org/10.1037/A0021017.Supp

Anders, B. A. (2011). Human Motivations And Discovery Learning. In Constructing Self-Discovery Learning Spaces Online: Scaffolding And Decision Making Technologies (Pp. 1–12). Igi Global.

Https://Doi.Org/10.4018/978-1-61350-320-1.Ch001

Ariel, B., Bland, M., & Sutherland, A. (2021). Experimental Designs. Sage Publications.

Asrori. (2020). Psikologi Pendidikan Pendekatan Multidisipliner. Cv. Pena Persada.

Berutu, M. H. A., & Tambunan, M. H. I. (2018). Pengaruh Minat Dan Kebiasaan Belajar Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Sma Se-Kota Stabat. Jurnal Biolokus, 1(2), 109–115.

Cahyono, Y. D. (2015). E-Learning (Edmodo) Sebagai Media Pembelajaran Sejarah. Jurnal Penelitian, 18(2).

Chang, R. (2004). Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti (3rd Ed.). Erlangga.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan Mixed. Pustakapelajar.

Darmawan, D., & Wahyudin, D. (2018). Model Pembelajaran Di Sekolah (Nita, Ed.). Pt Remaja Rosdakarya.

Denny, Y. R., Utami, I. S., Rohanah, S., & Muliyati, D. (2020). Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Fisika. Jpppf, 6(1).

Https://Doi.Org/10.21009/1

72

Druckman, D., & Ebner, N. (2018). Discovery Learning In Management Education:

Design And Case Analysis. Journal Of Management Education, 42(3), 347–

374. Https://Doi.Org/10.1177/1052562917720710

Durak, G. (2017). Using Social Learning Networks (Slns) In Higher Education:

Edmodo Through The Lenses Of Academics. International Review Of Research In Open And Distributed Learning, 18, 85.

Dwika Hidayati, I., & Aslam. (2021). Efektivitas Media Pembelajaran Aplikasi Quizizz Secara Daring Terhadap Perkembangan Kognitif Siswa. Jurnal

Pedagogi Dan Pembelajaran, 4(2), 251–257.

Https://Ejournal.Undiksha.Ac.Id/Index.Php/Jp2/Index

Eka, R., Susanti, E., Iskandar, S. M., & Kunci, K. (2019). Pengaruh Penggunaan Schoology Dalam Model Belajar Learning Cycle 6 Fase-Problem Solving (Lc 6f-Ps) Terhadap Pemahaman Konseptual Dan Grafik Pada Materi Laju Reaksi.

Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 3(2), 60–69.

Https://Ejournal.Undiksha.Ac.Id/Index.Php/Jpk/Index

Epinur, Yusnidar, & Putri, L. E. (2013). Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Pada Materi Sistem Periodik Unsur Menggunakan Edmodo Berbasis Social Network Untuk Siswa Kelas X Ipa 1 Sma N 11 Kota Jambi. J. Ind. Soc. Integ.

Chem, 5(2), 23–30. Www.Edmodo.Com/Belajarkimia,

Fajri, Z. (2019). Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Sd. In 64 | Jurnal Ika (Vol. 7, Issue 2).

Falahudin, I. (2014). Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 1(4), 104. Www.Juliwi.Com

Fitriasari, P. (2017). Aplikasi Edmodo Sebagai Media Pembelajaran E-Learning.

Greenleaf, E. (2008). Developing Learning Outcomes: A Guide For University Of Toronto Faculty. Https://Teaching.Utoronto.Ca/Wp- Content/Uploads/2015/08/Developing-Learning-Outcomes-Guide-Aug- 2014.Pdf

73

Hakim, L. (2020). Pemilihan Platform Media Pembelajaran Online Pada Masa New Normal. Justek : Jurnal Sains Dan Teknologi, 3(2), 27.

Https://Doi.Org/10.31764/Justek.V3i2.3516

Hammer, D. (1997). Discovery Learning And Discovery Teaching. Cognition And Instruction, 15(4), 485–529. Https://Doi.Org/10.1207/S1532690xci1504_2

Hanifah, N. (2014). Perbandingan Tingkat Kesukaran, Daya Pembeda Butir Soal Dan Reliabilitas Tes Bentuk Pilihan Ganda Biasa Dan Pilihan Ganda Asosiasi Mata Pelajaran Ekonomi. Sosio E-Kons, 6(1), 41–55.

Istiqomah, Sugiarti, & Wijaya Muhammad. (2019). Perbandingan Pemahaman Konsep Dan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Dan Direct Instruction (Studi Pada Materi Pokok Laju Reaksi).

Jumaeroh, S., & Zuhaida, A. (2019). Pengaruh Media Edmodo Terhadap Hasil Belajar Ipa Pada Materi Tekanan Dengan Model Discovery Learning.

Thabiea : Journal Of Natural Science Teaching , 02(02), 118–122.

Http://Journal.Stainkudus.Ac.Id/Index.Php/Thabiea

Karimah, S., Utami, R., & Hidayah, N. (2018). Keefektifan Media Pembelajaran Berbasis Edmodo Terhadap Kreativitas Mahasiswa. Jpe (Jurnal Pendidikan Edutama, 5(2). Http://Ejurnal.Ikippgribojonegoro.Ac.Id/Index.Php/Jpe

Keenan, C. W., Kleinfelter, D. C., & Wood, J. H. (1996). Ilmu Kimia Untuk Universitas (6th Ed., Vol. 1). Erlangga.

Kemendikbud. (2014). Konsep Dan Implementasi Kurikulum 2013.

Kemendikbud. (2020). Panduan Model Pembelajaran Inovatif Dalam Bdr Yang Memanfaatkan Rumah Belajar. Pusat Data Dan Teknologi Informasi.

Lestari, I. (2015). Pengaruh Waktu Belajar Dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika. Jurnal Formatif, 3(2), 115–125.

Dokumen terkait