BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Peran Lembaga Adat Dalam Pembangunan Desa
Berdasarkan hasil penelitian yang di kemumukan oleh peneliti di atas maka berikut ini peneliti memberikan pembahasan dari hasil tersebut.
1 fisik Desa
Berdasarkan hasil penelitian yang di temukan oleh peneliti bahwa peran lembaga adat di desa balla satanetean kurang efektif karena dari hasil wawancara dan observasi langsung di lapangan dapat di lihat bahwa peran lembaga adat di desa balla satanetean dalam perencanaan dan pengawasan kurang aktif.
Ketika desa mengadakan rapat hanya sebagian kecil anggota lembaga adat yang datang. Karena alasan mereka lalai atau lupa ketika ada rapat yang di laksanakan di kantor desa. Sedangkan pada bagian pengawasan ketika proses pembangunan di laksanakan lembaga adat desa balla satanetean tidak pernah ikut dalam pengawasan alasannya karena lembaga adat desa tidak mengetahui betul fungsi dan tugasnya di desa mereka hanya sebagai symbol saja, bahkan pada saat 2019 lembaga adat kecamatan melantik lembaga adat desa,dan ada salah satu aparat desa bertanya ke lembaga adat kecamatan katanya apa tugas
92
dan fungsi lembaga adat di bentuk di desa ,lembaga adat kewalan menjawab pertanyaan tersebut.jadi lembaga adat desa melakukan fungsinya yang mereka ketahui saja yaitu menyelesaikan perkara tanah di desa.
2. SDM
Berdasarkan hasil penelitian yang di temukan oleh penel iti bahwa peran lembaga adat dalam SDM desa kurang efektif karena lembaga adat lembaga adat itu sendiri kurang memahami fungsi dan tugasnya di desa mereka hanya sebagai symbol.
Saja dapat di lihat dari wawancara dari ketua lembaga adat kecamatan bahwa lembaga adat berfungsi juga dalam hal SDM desa, dan hasil wawancara dari kepala desa bahwa karna kurangnya anggaran dana sehingga lembaga adat desa tidak pernah melalukan kegiatan apapun, dan hasil dari wawancara dari ketua lembaga adat desa bahwa mereka kurang memahani funsinya di desa jadi maka dari itulah penggambat mereka tidak melakukan tugasnya. Kurangnya ke perhatian pemerintah akan lembaga adat di desa itu yang membuat lembaga adat jadi masa bodoh dengan tugasnya.
Beberapa hal perlu diperhatikan dalam rangka menjaga Dana Desa agar dapat terus beredar di desa. Salah satunya dengan meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang ada di desa, termasuk untuk pemanfaatan sumber daya manusia (SDM).
Dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), kontribusi Lembaga Adat sangat diperlukan dalam hal pembinaan terhadap masyarakat baik dalam
93
sosial budaya maupun dalam bidang keagamaan, karena secara keseluruhan dalam perangkat Lembaga adat itu berlatar agamis, sehingga turut serta pemberdayaan adat melalui nilai-nilai keagamaan, yang tidak terlepas dari etika, adab, dan sopan santun, dalam berprilaku. Sehinggah begitu banyak dijumpai dalam masyarakat adat tradisi adat yang sejalan dengan nilai-nilai keagamaan, yang mana di dalam semua agama diperintahkan sikap tolong menolong.
3.Peningkatan Partisipas Masyarakat
Berdasarkan hasil penelitian yang di temukan oleh peneliti bahwa peran lembaga adat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat juga tidak terlaksana karena lembaga adat tidak pernah mengadakan sosialisa ke masyarakat tenteng pentingnya peran masyarakat desa. Jadi masyarakat juga tidak memahani bahwa peran masyarakat sangan di butuhkan dalam pembangunan di desa. Kurangnya anggaran dana itu menjadi penghambat lembaga adat tidak pernah mengadakan sosialisali ke masyarakat.
Memperluas Pemahaman dan Kesadaran. Lembaga Adat perlu mensosialisasikan tentang pentingnya peran masyarakat dalam pembangunan desa. Kita perlu memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat bahwa partisipasi mereka sangan menunjang pembangnan di desa.
Peran lembaga adat desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat menjadi penting dalam melibatkan masyarakat dalam melaksanakan program pembangunan yang telah diprogramkan karena lembaga adat desa merupakan penggerak kegiatan di Desa Balla.
94
Dalam kegiatan pembangunan, peran masyarakat dalam perencanaan pembangunan merupakan perwujudan kesadaran dan kepedulian serta tanggung jawab masyarakat terhadap pentingnya pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Artinya, melalui partisipasi yang diberikan berarti benar-benar menyadari bahwa kegiatan pembangunan bukan sekedar kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pemerintah (aparat) itu sendiri, tetapi juga sesuai dengan keterlibatan masyarakat yang akan meningkatkan kualitas hidupnya
4. Peningkatan Produktivitas
Berdasarkan hasil penelitian yang di temukan oleh peneliti bahwa peran lembaga adat dalam peningkatan produktifitas dapat di lihat dari wawancara di atas bahwa Di Desa Balla Satanetan lembaga adat tidak pernah melakukan pemberdayan atau sosialisai ke pada masyarakat jadi kurangnya pemahaman masyarakat tentang perannnya jadi ini salah satu penghambat peningkatan produktivitas di Desa Balla Satanetean.
Meskipun Lembaga Adat tidak pernah melalukan kegiatan sosialisa ke Masyarakat, Tetapi untuk hal Gotong royong membersikan ketika mendekati 17 agustus aparat Desa biasa mengumumkan ke pada masyarakat untuk membersikan depan rumah mereka ataupun jalan.dan ketika sudah mendekati 17 agustus aparat desa juga selalu memberitahu kepada masyarakat untuk memasang bendera dan umbul umbul ke pada masyarakat.
95
Berdasarkan hasil wawancara dan hasiil observasi langsung di lapangan dapat di simpulkan bahwa peran lembaga adat dalam meningkatan produktivitas tidak berjalan dengan baik karena peningkatan SDM dan peningkatan partisipasi masyarakat tidab berjalan dengan baik dan itu sangan berpengaruh untuk peningkatan produktivitas
96
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah di laksakan, peneliti memperoleh kesimpulan antara lain:
1. Pembangunan Desa
a. Peran lembaga adat dalam proses pembangunan fisik di Desa Balla Satanetean kurang berperan karna kurang aktifnya lembaga adat dalam proses perencanaan karna di lihat dari daftar hadir yang ada anggota lembaga kurang aktif dalam kehadiran di rapat.dalam proses pengawasan pemangunan lembaga adat tidak turun melakukan pengawasan saat proses pembangunan berlangsung.
b. Peran lembaga adat dalam pembangunan SDM di desa Balla Satanetean kurang efektif karna kurang anggaran dana
2. Pemberdayaan Masyarakat
a. Peran lembaga adat dalam meningkatkan partisipasi Masyakarat tidak tidak berjalan dengan baik karna lembaga adat tidak pernah melakukan kegiatan sosialiasi ke masyarakat, sehingga masyarakat kurang pahan akan pentingnya dalam proses pembangunan desa
97
b. Peningkatan produktivitas
peningkatan produktivitas berjalan jika mendekati 17 agustus lembaga adat dan aparat desa memberitahu kepada masyarakat agar bergotong royong membersikan dan memasang bendera. tetapi peningkatan produktitas dalam bentuk ekonomi dan pendidikan tidak ada.
B. SARAN
Berdesarkan kesimpulan di atas,maka peneliti memiliki saran sebagai berikut:
1. Seharusnya peran lembaga adat dalam membantu pemerintah dalam proses pembangunan lebih di optimalkan, dan pemerintah harus melaksakan kegiatan sosialisai kepada Lembaga adat agar lembaga adat bisa memahami fungsi dan tugasnya di Desa.
2. Seharusnya pemerintah desa memberikan anggaran kepada Lembaga Adat agar Lembaga Adat dapat melakukann kegiatan SDM maupun Pemberdayaan ke pada masyarakat.
3. Lembaga adat desa Balla Sanatenean seharusnya mengakan sosialisa kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahi fungsinya di desa.
4. Lembaga adat semestinya mendorong masyarakat lebih berpartisipasi di desa agar dapat meningkatkan produktivitas di desa
98
DAFTAR PUSTAKA Buku- Buku:
Kato, I., Faridi, A., Revida, E., Damanik, D., & Siregar, R. T. (2021). Manajemen Pembangunan Daerah (Issue July).
Nalin, U. (2019). Pembangunan Desa ( P3Pd ). 1–141 Peraturan - Peraturan:
a) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2013
b) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007
c) Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 114 tahun 2014, tentang Pedoman Pembangunan Desa
d) Peraturan tentang pembangunan desa yaitu Permendesa PDTT nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Des
e) UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa
f) Peraturan Daerah Kabupaten Mamasa Nomor 5 Tahun 2017 Jurnal:
Alus, C. (2014). Peran Lembaga Adat dalam pelestarian kearifan lokal Suku Sahu di Desa Balisoan Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat. Acta Diurna, III(4), 1–16.
Cookson, M. D., & Stirk, P. M. R. (2019). Dimensi Strategis Manajemen Pembangunan.
Dwimawanti, I. H. (2004). (Salah Satu Parameter Keberhasilan Otonomi Daerah) Oleh : Ida Hayu Dwimawanti. Dialogue JIAKP, Vol.(1), 109–116.
99
http://eprints.walisongo.ac.id/3684/
Kartono, D. T., & Nurchois, H. (2016). Konsep dan Teori Pembangunan.
Pembangunan Masyarakat Desa Dan Kota, IPEM4542/M, 23–24.
Kasenda, R. S. S. V. (2018). Eksistensi Lembaga Adat Dalam Pembangunan Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa (Suatu Studi Di Kecamatan Tawalian Kalbupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat). Jurnal Jurusan Ilmu Pemerintahan Volome, (1), 2337–5736.
Kulyasin. (2018). Kulyasin Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar.
1–18.
Riskayanti. (2021). Manajemen Kemesjidan Pada Masa Pandemi Dan New Normal Di Masjid Ralya Kota Pare-Pare.
Ritnawati, R., Suppa, R., & Muhalim, M. (2020). Sistem Informasi Pelayanan
100
Masyarakat Berbasis Android Pada Kantor Desa Kaliba Mamase. SPEKTA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi Dan Aplikasi), (2), 95.
Rofifah. (2020). Pengertian Pelayanan Masyarakat. Paper Knowedge . Toward a Media History of Documents, 12–26.
Sembiring, M. (2012). Pelaksanalan Tugas Kecamatan Guna Memberdayakan Pemerintah sebagai Pusat Pelayanan Masyarakat. MIMBAR, Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 28(1), 1.
Sondita, M. F. A. (2012). Pengertian Manajemen dan Alasan Mengapa Sumber Daya Perikanan Perlu Dikelola. Manajemen Sumber Daya Perikanan, 1–53.
Yusuf, B., & Ridwan, H. (2018). Manajemen Komunikasi Dalam Pengelolaan Informasi Pembangunan Daerah (Pada Biro Humas Dan PDE Sekretariat Dalerah Propinsi Sulawesi Tenggara). Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran Dan Penelitian, 4(1), 50–64.
g) peraturan menteri dalam negri Nomor 18 tahun 2018 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa
Artikel:
https://www.sosial79.com/2021/03/pengertian-lembaga-adat-fungsi- wewenang.html
https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/jurusan-administrasi-negara-seperti-apa- kuliah-dan-prospeknya
https://sidanegara.desa.id/index.php/artikel/2021/2/18/pembangunan-desa- tahapannya-bagaimana
101
LAMPIRAN
102
I. Judul Disertasi :
Peran Lembaga Adat Dalam Pembanguna Desa ( Desa Balla Satanetean Kec. Balla, Kab. Mamasa) II. Rumusan Masalah
a. Bagaimana peran lembaga adat dalam pembangunan Desa Balla Satanetean Di Kecamatan Balla Kabupaten Mamasa?
b. Bagai mana pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan Desa Balla Satanetean Kecamatan Balla Kabupaten Mamasa
III. Tujuan penelitian
a. Untuk mengetahui bagai mana peran lembaga adat dalam pembangunan Desa Balla Satanetean Kecamatan Balla Kabupaten Mamasa
b. Untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan masyarakat dalam Pembangunan Desa Balla Satanetean Kecamatan Balla Kabupaten Mamasa
IV. Fokus penelitian a. Pembangunan fisik b. SDM
c. Peningkatan nilai peran d. Peningkatan produktivitas V. Informan Penelitian
a. Ketua Lembaga Adat Kecamatan b. Kepala Desa Balla Satanetean c. Ketua Lembaga Adat
103
d. Aparat Desa e. Kepala Dusun f. Tokoh Masyarakat
Tabel Matriks Untuk Penambangan Instrumen Penelitian No
Rumusan masalah Fokus penelian Indikator Penelitian
Predikator Penelitian
Sumber Informan
Teknik Pengumpulan
Data 1 Bagaimana peran
lembaga adat dalam
pembangunan desa
Pembangunan Desa
1. Pembangunan Fisik
2. Pembangunan SDM
lembaga adat dalam
pembangunan Desa
1. Camat Balla 2. Kepala Desa
Balla Satanetean
1. obsevasi 2. interview 3. dokumen 2 Bagaimana
pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan desa
Peningkatan peran masyarakat
1. Peningkatan Nilai Peran 2. Peningkatan
Produktivitas
Lembaga Adat dalam Pemberdayaa n Masyarakat
3. Kepala Desa 4. Camat
1. Obsevasi 2. Interview 3. dokumen
104
Lampiran 2: Pedoman Wawancara (Interview Guide) Judul Penelitian :
Peran Lembaga Adat Dalam Pembangunan Desa
( Desa Balla Satanetean, Kecamatan Balla,Kabupaten Mamasa) I. Pembangunan Desa
A. Pembangunan Fisik
1. Bagaimana kaektifan lembaga adat dalam proses perencaan pembangunan?
2. Bagai mana keaktifan lembaga adat dalam pengawasan proses pembangunan?
B. Pembangunan SDM
1. Bagaimana Peran Lembaga Adat dalam membanguna SDM desa?
II. Pemberdayaan Masyrakat A. Peningkatan Nilai Peran
1. Bagaimana peran lembaga adat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di desa?
B. Peningkatan Produktivitas
1. Apakah Peran Masyarakat sangan menunjang dalam pembangunan Desa
105
Lampiran 3. Panduan observasi.
Judul Penelitian :
Peran Lembaga Adat Dalam Pembangunan Desa
( Desa Balla Satanetean, Kecamatan Balla,Kabupaten Mamasa) PANDUAN OBSERVASI
1. Observasi Umum Lokasi Penelitian
a. Desa Balla Satanetean, Kecamatan Balla,Kabupaten Mamasa 2. Pembangunan Desa
b. Pembangunan Sarana dan Prasarana c. Pembangunan SDM
3. Pemberdayan Masyarakat a. Peningkatan Peran Masyarakat b. Peningkatan Produktivitas
106
BPD KEPALA DESA GA
Yusuf R. Demmandulu’, S.Th
LEMBAGA ADAT DESA
KAUR UMUM Dan TATA USAHA
Demianus D., S.E KASI
PEMERINTAHAN Bonggalotong
KAUR KEUANGAN
Deppagoga SEKRETARIS DESA
Marthen
KAUR PERENCANAAN
Andarias, S.Pd KASI
KESEJAHTERAAN Depparepo KASI
PELAYANAN Yohanis
KEPALA DUSUN MINANG
A Oktovianus
KEPALA DUSUN
PEU’
Depparundan
KEPALA DUSUN RANTELIANG
Johan
KEPALA DUSUN
BALLA TANGNGA
Moses D.
KEPALA DUSUN BATARIRAK
Deppaongan
KEPALA DUSUN BAMBA BATU Lunggu KEPALA
DUSUN SIMBUANG
BATU Daniel D.
KEPALA DUSUN NE’AMBA Demmanala
KEPAL A DUSUN BAMBA LEMPA
N
KEPALA DUSUN
BALLA KALUA Rombelinggi
’
M A S Y A R A K A T
107
108
Wawancara dengan kepala Dusun
Wawancara dengan aparat desa dan pengambiln data
109
wawancara dengan kepala Desa Balla satanetean
Wawancara dengan masyarakat