• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan hasil Penelitian

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

C. Pembahasan hasil Penelitian

72 P

P= 91%

Dari data diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan pada hasil belajar siswa yaitu artinya siswa dapat memahami materi yang telah ditetapkan oleh guru.

e. Tahap Refleksi

Pada tahap refleksi, peneliti bersama guru mengkaji hasil pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus II. Pada siklus II, hasil yang didapat sudah mencapai hasil yang diharapkan, bahkan sudah mencapai hasil yang memuaskan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil belajar siswa dan aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II sudah meningkat. Hal ini membuktikan bahwa semua rencana perbaikan yang telah diterapkan sudah berhasil memperbaiki kekurangan yang terdapat pada siklus I. Kemudian untuk presentase ketuntasan klasikal pada siklus pertama sebesar 36,3 % mengalami peningkatan pada siklus kedua menjadi 36,3 %. Ketuntasan rata-rata siswa pada siklus pertama 66 mengalami peningkatan menjadi 91 %,

Sehingga dapat disimpulkan bahwa peneliti tidak perlu untuk melanjutkan ke siklus berikutnya.

73

siklus I, hasil penelitian belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti, akan tetapi pada siklus ke II, hasil penelitian sudah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti.

Penelitian ini dikatakan berhasil apabila aktivitas guru masuk ke dalam kategori terlaksana sangat baik, dan aktivitas siswa masuk ke dalam kategori sangat aktif hasil belajar siswa mencapai KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah sebesar 70 dan ketuntasan klasikal mencapai 91%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terjadi peningkatan hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa serta hasil evaluasi belajar siswa.

Pada siklus ke II peneliti dan guru, berusaha memperbaiki setiap kekurangan yang ada pada siklus I sesuai dengan hasil refleksi yang telah dilakukan. Kemudian setelah diadakan perbaikan pada siklus ke II, terjadi perubahan ke arah yang lebih baik. Di mana pada siklus ke II, indikator yang telah ditetapkan di dalam lembar observasi aktivitas guru maupun aktivitas siswa rata-rata sudah terpenuhi, sehingga pada siklus II, persentase hasil aktivitas guru meningkat dari 89% sehingga menjadi 94% dengan kategori terlaksana sangat baik dan sedangkan persentase aktivitas siswa pada siklus I mencapai 47% dengan kategori kurang aktif, dan kemudian pada siklus ke II meningkat menjadi 85% dengan kategori sangat baik. Selanjutnya hasil dari evaluasi belajar siswa pada siklus juga mengalami peningkatan. Di mana pada siklus I jumlah siswa yang telah memenuhi KKM berjumlah 8 orang siswa dengan persentase ketuntasan klasikla mencapai 36,3% dan kemudian pada siklus II meningkat menjadi 20 orang siswa dengan persentase ketuntasan

74

klasikal mencapai 91%. Dengan demikian, telah terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II pada hasil evaluasi belajar siswa.

Pada siklus II, penelitian telah dianggap sudah berhasil, karena hasil penelitian telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti. Oleh karena itu penelitian ini dihentikan, dengan alasan bahwa hasil yang diharapkan sudah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebelumnya dan diperkuat oleh teori-teori yang ada di bawah ini.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk membentuk kelompok dan berdiskusi. Hal tersebut menyebabkan siswa terlatih untuk berpartisipasi dalam berkelompok secara demokratis.

Seorang siswa dapat dikategorikan sebagai siswa yang berhasil dapat dilihat dari berbagai segi, yakni dari segi kerajinannya mengikuti tatap muka dengan guru, perilaku sehari-hari di sekolah, hasil ulangan, hubungan sosial, kepemimpinan, prestasi olah raga, keerampilannya atau dilihat dari berbagai aspek.47

Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran harus berorientasi kepada siswa (student active learning). Hal ini juga berarti keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sangat dituntut atau diperlukan karena akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa atau dengan siswa itu sendiri sehingga, akan membuat suasana kelas akan menajadi

47 Trianto Ibnu Badar Al-Tabany,Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia Dini TK/RA dan Anak Usia Kelas Awal SD/MI Implementasi Kurikulum 2013, (Surabaya:

Kencana Prenadamedia Group, 2010), hlm. 85-86.

75

lebih menyenangkan dan terlihat lebih hidup, yang di mana masing-masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Dari hasil observasi aktivitas siswa tersebut maka akan mengakibatkan terbentuknya pengetahuan, kemampuan atau keterampilan, serta sikap yang mengarah pada peningkatan hasil belajar siswa.

Proses pembelajaran yaitu proses yang menantang siswa untuk mengembangkan kemampuan berfikir, yaitu merangsang kerja otak secara maksimal. Kemampuan tersebut dapat ditumbuhkan dengan cara mengembangkan rasa ingin tahu siswa melalui kegiatan mencoba, berfikir secara intuitif atau bereksplorasi. Karena belajar itu bukan hanya sekedar mendengar, dan melihat dengan tujuan yang akumulasi pengetahuan, tetapi belajar untuk berbuat (learning to do) dengan tujuan akhir penguasaan kompetensi yang sangat diperlukan dalam erapersainganglobal saat ini.

Kompetensi akn dimiliki manakala anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu.48

Dari uraian di atas, yang berkaitan dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dalam meningkatakan hasil belajar siswa, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa proses pembelajaran yang berlangsung akan menantang siswa untuk lebih mengembangkan kemampuan berfikir dengan merangsang kerja otak secara maksimal yang dapat ditumbuhkan dengan cara mengembangkan rasa ingin tahu siswa melalui kegiatan mencoba, berfikir kritis, intuitif atau bereksplorasi. Dalam

48 Wina sanjaya, Strategi Pembelajarana, Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Bandung: Kencana Prenada Media Group, 2006). Hlm. 111.

76

penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe make a match , siswa tidak hanya sekedar mendengar, melihat dan menulis saja, akan tetapi penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe make a match ini mengarah pada hal di atas, yang menuntut siswa untuk berbuat (learning to do)secara mandiri, bereksplorasi mencari jawaban pasangan kartu yang telah disiapkan oleh guru/

bereksplorasi untuk mencari informasi dari sumber materi yang telah diberikan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah diberikan oleh guru.hal demikian merupakan kegiatan dalam model pembelajaran kooperatif tipe make a match, karena kompetensi akan dimiliki oleh siswa disaat siswa diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu.

Temuan penelitian yang sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Tisha Fatimasari yang membuktikan bahwa dengan menggunakan metode kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa hingga 87,5%.

77

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dari pelaksanaan tindakan selama penelitian dan hasil analisis terhadap data yang telah diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada muatan Ilmu Pengetahuan Soaial kelas IV di SDN 2 Gerimak Indah Kecamatan Narmada tahun pelajaran 2019/2020. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil nilai rata-rata observasi guru siklus I sebesar 89% terlaksana sangat baik mengalami peningkatan pada siklus II 94% (Sangat aktif). Hasil observasi siswa pada siklus I sebesar 47% (kurang Aktif) mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 85% (Sangat Aktif). Hasil evaluasi belajar siswa pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 8 orang siswa dengan presentaseketuntasan klasikal 36,3% (belum tuntas sedangkan pada siklus ke II hasil belajar siswa mengalami peningkatan, siswa yang tuntas sebanyak 20 orang siswa dengan nilai presentase ketuntasan klasikal 91% tuntas. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa, pada muatan IPS di kelas IV SDN 2 Gerimak Indah kecamatan Narmada.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian di atas diajukan saran sebagai berikut:

78 1. Bagi Guru

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dalam proses pembelajaran khususnya pada muatan Ilmu Pengetahuan Sosial dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar 2. Bagi peneliti lain

Sebelum menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match diharapkan agar terlebih dahulu mempersiapkan sumber materi dan alat pembelajaran yang dibutuhkan, supaya hasil pembelajaran lebih maksimal.

79

DAFTAR PUSTAKA

Arief Sadirman, S. (dkk). MediaPendidikan: Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada2010.

Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013, Yogyakarta: Ar-ruzz Media, 2016.

Bukhari Umar, Ilmu Pendidikan islam, Jakarta: Amzah, 2011.

Hamzah B. Uno, dan Satria Koni, assessment pembelajaran, Jakarta: PT.Bumi Aksara, 2012.

Hanafi, “Penggunaan Model Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Siswa Sekolah Dasar”, Widyagogik, Vo. 5, Nomor 2, Januari-Juni 2018.

Imas Kurniasih, Berlin Sani, Ragam Pengembangan Model Pembelajaran, Jakarta: Kata Pena, 2016.

Istarani dan Intan Pulungan, Ensiklopedia Pendidikan, Medan: Media persada,2015.

Miftahul Huda, Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran, Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2017.

Muhammad Ali, Guru Dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2014.

Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung:Sinar Baru Algensido,2014.

Nurochim. Perencanaan Pembelajaran Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: PT.

Rajagrafindo Persada, 2013.

QS. Alaq [56]: 1-5 Quraish Shihab, Al-Qur’an dan Maknanya, Jakarta: Penerbit Lentera Hati, 2010.

Riduwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung: Alfabeta, 2010.

Rusman, Model-Model PembelajaranMengembangkan Profesionalisme Guru, Jakarta: Raja Grafindo Persada 2010.

Rusman, Model-Model Pembelajaran, mengembangkan profesionalisme Guru,Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011.

80

Salminawati, FilsafatPendidikan Islam, Bandung: CitaPustaka Media Perintis, 2012.

Sobbry Sutikno, Belajar dan Pembelajaran, Lombok: Holistic, 2015.

Suharsimin Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 2, Jakarta: Bumi Aksara, 2012.

Syafaruddin dan Asrul. Manajemen kepengawasan pendidikan, Bandung:

CiptaPustaka Media 2014.

Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Interaktif dan Edukatif,Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010.

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Jakarta: Kecana shuPrenadaMedia Group, 2010.

Wahab Jufri, Belajar dan Pembelajaran Sains,Bandung: Pustaka Reka Cipta, 2017.

Zainal Aqib, penelitian Tindakan Kelas untuk guru SD, SLB, dan TK, Bandung:

CV Yrama Widya, 2008.

81

LAMPIRAN-LAMPIRAN

82 Lampiran 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I (PERTEMUAN 1)

Sekolah : SDN 2 GERIMAK INDAH

Mata Pelajaran : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Kelas/ Semester : IV/II

Alokasi Waktu : 2X35 Menit A. Kompetensi Inti

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaam Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.3 mengidentifikasi kegiatan

ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan serta kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar sampai provinsi.

 Mengetahui jenis pekerjaan penduduk berdasarkan tempat tinggal.

 Menjelasakan pengaruh lingkungan terhadap jenis pekerjaan dan perbedaan jenis pekerjaan di setiap daerah 4.3 menyajikan hasil identifiaksi

kegiatan ekonomi dan

hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan, seta kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar sampai provinsi.

 Melaporkan hubungan keadaan alam dengan mata pencaharian penduduk di lingkungan tempat tinggalnya.

83 C. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa membaca teks tentang pengaruh lingkungan terhadap mata pencaharian penduduk, siswa mengetahui jenis pekerjaan penduduk berdasarkan tempat tinggal

2. Siswa mampu mencari informasi tentang pengaruh lingkungan tehadap mata pencaharian, siswa dapat menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap jenis pekerjaan dan perbedaan jenis pekerjaan disetiap daerah

3. Siswa mampu mengamati keadaan alam lingkungan tempat tinggalnya, siswa dapat menjelaskan hubungan alam dengan mata pencaharian penduduk di lingkungan tempat tinggalnya.

D. Materi Pembelajaran

1. Pengaruh lingkungan terhadap mata pencaharian.

E. Pendekatan Dan Metode Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran : Saintifik

Metode Pembelajaran: model pembelajaran kooperatif tipe make a match, tanya jawab, ceramah

F. Media/ Alat, Bahan, Dan Sumber Belajar

Media : Lembar Kerja Siswa (LKS), kertas

Bahan : karton

Sumber Belajar : buku Guru dan Buku Siswa Kelas IV, muatan IPS: Daerah tempat Tinggalku, Subtema 1: lingkungan Tempat Tinggalku, Pembelajaran 3.

Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Revisi 2016). Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Alokasi

Waktu Pendahuluan 1. Guru memberikan salam dan mengajak siswa

untuk berdoa yang dipimpin oleh salah satu siswa/ ketua kelas

2. Guru mengecek kesiapan diri siswa dengan mengisi lembar kehadiran dan meriksa pakaian, posisi, dan tempaJt duduk

disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

3. Guru menginformasikan tema yang akan di belajarkan yaitu muatan IPS

4. Menyampaikan Tujuan pembelajaran 5. Guru mengajak siswa untuk tepuk semangat

untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa sebelum masuk kemateri pelajaran

Apersepsi : Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi yang pernah dipelajari sebelumnya.

10 menit

84

Kegiatan Inti 1. Guru menyampaikan sumber materi berupa buku lembar kerja siswa (LKS) dan

membagikannya kepada masing-masing siswa.

2. Guru memberikan beberapa pertanyaan kepada masing-masing kelompok yang berkaitan dengan muatan IPS yaitu tentang Daerah tempat tinggalku

3. Guru bersama siswa melakukan tepuk semangat

4. Guru memberikan penjelasan mengenai muatan IPS tentang jenis pekerjaan berdasarkan tempat tinggal

5. Guru memberikan contoh pekerjaan di masing-masing daerah

6. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya

7. Guru membagi siswa kedalam 2 kelompok 8. Guru memberikan kartu yang berisi

pertanyaan dan jawaban

9. Guru menyuruh siswa untuk mencari pasangan yang sesuai dengan pertanyaan yang ada di kartu

10. Guru menyuruh siswa untuk

mempresentasikan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan tersebut

11. Guru memberikan reward kepada kelompok yang memperoleh nilai tertinggi

12. Guru memberikan penguatan materi kepada siswa terkait materi yang dipelajari

50 menit

Penutup 1. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan 2. Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan

tanggapan siswa dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya

3. Guru memberikan informasi materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya 4. Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin

salah seorang siswa

15 menit

H. Evaluasi

 Bentuk tes : uraian

85

 Jenis tes : tertulis

 Alat tes : soal-soa

Mataram,27 Februari 2020 Mengetahui Guru Kelas IV

Heni Sri Widiarsih

NIP.196303031985052001

Mahasiswa

Zulaiha

NIM: 160106129

Kepala Sekolah

Sahnan, S.Pd

NIP. 197112311997071008

86 Lampiran 2

Lembar Observasi Aktivitas Guru siklus 1 di SDN 2 Gerimak Indah Tahun Pelajaran 2019/2020

Sekolah : SDN 2 Gerimak Indah Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Pokok Materi :

Kelas/Semester : IV

Berikan tanda chek ( ) pada kolom (Ya) jika deskriptornya nampak, dan berikan skor 1. Dan di kolom (Tidak) jika deskriptornya tidak nampak dan berikan skor 0.

No Tahap

Pembelajaran

Aktivitas Guru Skor 1 0 1 Pendahuluan a. Mengkondisikan kelas pada saat

pembelajaran

√ b. Menyampaikan tujuan

pembelajaran

c. Memberikan motivasi √

d. Apersepsi √

2 Kegiatan Inti

a. Menyiapkan sumber materi berupa LKS

√ b. Membagi siswa dalam

kelompok-kelompok kecil

√ c. Memberikan pertanyaan-

pertanyaan yang berkaitan daerah tempat tinggalku

d. Meminta masing-masing kelompok mengumpulkan jawaban

 Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match a. Menyampaikan kompetensi

yang ingin dicapai

b. Menjelaskan materi tentang daerah tempat tinggalku

√ c. Memberikan kesempatan

kepada siswa untuk bertanya

87

d. Membagi siswa menjadi dua kelompok

√ e. Mencari pasangan kartu

pertanyaan yang sesuai dengan jawaban

f. Mempresentasikan jawaban dengan pasangan di depan teman-temannya

g. Memberikan reward pada pasangan kelompok yang menemukan jawaban yang paling cepat

Penutup a. Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi yang diajarkan

b. Memberikan penilaian dan refleksi

√ c. Memberikan informasi materi

yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya

Jumlah skor yang Nampak 16

Banyak descriptor 18

Persentase 44,44

Kategori Kurang

Aktif Nilai =

Nilai=

Nilai 89

Mataram, 10 Maret 2020 Observer

Zulaiha

88 Lampiran 3

Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus 1 di SDN 2 Gerimak Indah Kecamatan Narmada Tahun Pelajaran 2019/2020

Sekolah : SDN 2 Gerimak Indah Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Pokok Materi : Daerah tempat tinggalku Kelas/Semester : IV

Berikan tanda chek ( ) pada kolom (Ya) jika deskriptornya nampak, dan berikan skor dengan.

 Skor 4 (sangat baik) jika deskriptor muncul 19-22 orang siswa

 Skor 3 (baik) jika deskriptor muncul pada 13-18 siswa

 Skor 2 (kurang baik) jika deskriptor pada 17-12 orang siswa

 Skor 1 (tidak baik) jika deskriptor pada < 6 orang siswa Adapun cara penilaian adalah sebagai berikut:

No Tahap Pembelajaran

Aktivitas Siswa Skor

1 2 3 4

1 Pendahuluan a. Masuk kelas tepat waktu √

b. Menerima arahan guru √

c. Memperhatikan penjelasan guru mengenai tujuan pembelajaran sesuai dengan materi yang diajarkan

d. Siswa menyiapkan kelengkapan alat yang dibutuhkan saat proses pembelajaran

e. Tidak mengerjakan kegiatan lain yang dapat mengagnggu proses pembelajaran

2 Inti f. menerima arahan guru dengan baik

√ g. Siswa dibagi dalam beberapa

kelompok kecil

√ h. Mencari informasi dari sumber

yang telah diberikan

√ i. Menjawab pertanyaan sesuai

dengan topik

 Penerapan model pembelajaran

89

kooperatif tipe make a match j. Siswa dibagi menjadi dua

kelompok √

k. Mengerjakan tugas yang diberikan guru

√ l. Siswa dibagikan kartu

jawaban dan kartu pertanyaan

m. Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu atau

mencocokkan kartu yang sesuai dengan kartu tersebut

n. Mempresentasikan jawaban bersama pasangannya di depan teman-temannya

3 Penutup o. mengumpulkan hasil pekerjaan

√ p. Menerima hasil pekerjaan √ q. Siswa bersama dengan guru

membuat kesimpulan tentang daerah tempat tinggalku

Jumlah skor yang Nampak 32

Banyak Descriptor 17 4 = 68

Persentase 47

Kategori Sangat Aktif

Nilai =

Nilai=

Nilai 47

Mataram, 10 Maret 2020 Observer

Zulaiha

90 Lampiran 4

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I (PERTEMUAN 2)

Sekolah : SDN 2 GERIMAK INDAH

Muatan : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Kelas/ Semester : IV/II

Alokasi Waktu : 2X35 Menit A. Kompetensi Inti

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaam Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.3 mengidentifikasi kegiatan

ekonomi dan hubungannya

dengan berbagai bidang pekerjaan serta kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar sampai provinsi.

 Mengetahui jenis pekerjaan penduduk berdasarkan tempat tinggal.

 Menjelasakan pengaruh lingkungan terhadap jenis pekerjaan dan

perbedaan jenis pekerjaan di setiap daerah

4.3 menyajikan hasil identifiaksi kegiatan ekonomi dan

hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan, seta kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar sampai provinsi.

 Melaporkan hubungan keadaan alam dengan mata pencaharian penduduk di lingkungan tempat tinggalnya.

91 C. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa membaca teks tentang pengaruh lingkungan terhadap mata pencaharian penduduk, siswa mengetahui jenis pekerjaan penduduk berdasarkan tempat tinggal

2. Siswa mampu mencari informasi tentang pengaruh lingkungan tehadap mata pencaharian, siswa dapat menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap jenis pekerjaan dan perbedaan jenis pekerjaan disetiap daerah

3. Siswa mampu mengamati keadaan alam lingkungan tempat tinggalnya, siswa dapat menjelaskan hubungan alam dengan mata pencaharian penduduk di lingkungan tempat tinggalnya.

D. Materi Pembelajaran

1. Pengaruh lingkungan terhadap mata pencaharian.

E. Pendekatan Dan Metode Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran : Saintifik

Metode Pembelajaran : model pembelajaran kooperatif tipe make a match, tanya jawab, ceramah

F. Media/ Alat, Bahan, Dan Sumber Belajar

Media : Lembar Kerja Siswa (LKS), kertas Bahan : karton

Sumber Belajar : buku Guru dan Buku Siswa Kelas IV, muatan IPS: Daerah tempat Tinggalku, Subtema 1: lingkungan Tempat Tinggalku, Pembelajaran 3. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Revisi 2016). Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Alokasi

Waktu Pendahuluan 1. Guru memberikan salam dan mengajak

siswa untuk berdoa yang dipimpin oleh salah satu siswa/ ketua kelas

2. Guru mengecek kesiapan diri siswa dengan mengisi lembar kehadiran dan meriksa pakaian, posisi, dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

3. Guru menginformasikan tema yang akan di belajarkan yaitu muatan IPS

4. Menyampaikan Tujuan dari pembelajaran 5. Guru mengajak siswa untuk tepuk

semangat untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa sebelum masuk kemateri pelajaran

10 menit

92

Apersepsi : Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi yang pernah dipelajari sebelumnya.

Kegiatan Inti 1. Guru menyampaikan sumber materi berupa buku lembar kerja siswa (LKS) dan membagikannya kepada masing- masing siswa.

2. Guru memberikan beberapa pertanyaan kepada masing-masing kelompok yang berkaitan dengan muatan IPS yaitu tentang Daerah tempat tinggalku 3. Guru bersama siswa melakukan tepuk

semangat

4. Guru memberikan penjelasan mengenai muatan IPS tentang jenis pekerjaan berdasarkan tempat tinggal

5. Guru memberikan contoh pekerjaan di masing-masing daerah

6. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya

7. Guru membagi siswa kedalam 2 kelompok

8. Guru memberikan kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban

9. Guru menyuruh siswa untuk mencari pasangan yang sesuai dengan pertanyaan yang ada di kartu

10. Guru menyuruh siswa untuk

mempresentasikan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan tersebut

11. Guru memberikan reward kepada kelompok yang memperoleh nilai tertinggi

12. Guru memberikan penguatan materi kepada siswa terkait materi yang dipelajari

13. Guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas yang telah disiapkan

50 menit

Penutup 1. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan 2. Melaksanakan penilaian dan refleksi

dengan tanggapan siswa dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya

3. Guru memberikan informasi materi yang

15 menit

93

akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya

4. Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah seorang siswa H. Evaluasi

 Bentuk tes : uraian

 Jenis tes : tertulis

 Alat tes : soal-soal

Mataram, 29 Februari 2020 Mengetahui

Guru Kelas IV

Heni Sri Widiarsih

NIP.196303031985052001

Mahasiswa

Zulaiha

NIM: 160106129

Kepala Sekolah

Sahnan, S.Pd

NIP. 197112311997071008

Dokumen terkait